Sedang memuat 5 Algojo Masa Lampau Yang Akhir Hidupnya Harus Berakhir Dengan Sangat Tragis

5 Algojo Masa Lampau Yang Akhir Hidupnya Harus Berakhir Dengan Sangat Tragis

Algojo memiliki peran penting dalam menjalankan hukuman mati terhadap para terdakwa kasus kejahatan. Oleh karenanya algojo adalah merupakan momok paling menyeramkan bagi para narapidana yang sedang menunggu giliran untuk di hukum mati. Meski sudah menjadi tugas sehari-hari algojo untuk mengeksekusi para terpidana mati, namun tugas menjadi algojo bukan merupakan perkejaan yang mudah untuk di lakukan sebagaimana mereka juga memiliki hati nurani selayaknya manusia yang terkadang tidak tega melihat seseorang dibunuh. Ngomongin soal algojo, berikut ini adalah beberapa kisah algojo yang harus mengalami hal tragis dalam akhir kehidupannya.

1. Johann Reichhart

Johann Reichhart yang mengalami hidup tragis
Johann Reichhart [ image source ]

Johann Reichhart adalah seorang pria yang mewarisi profesi turun menurun keluarganya yang menjadi seorang algojo. Sepanjang karirnya Johann setidaknya telah menghukum 3000 orang tahanan pada masa Perang Dunia I. Johann sendiri adalah merupakan algojo dari pihak nazi, namun setelah pihak Nazi Jerman dikalahkan sekutu akhirnya ia membelot menjadi algojo pihak tentara sekutu. Namun sayang identitas masa lalunya sebagai algojo Nazi terbongkar lalu ditangkap dan di jebloskan ke penjara hingga ia mati di dalam sel tahanan.

2. Vasili Blokhin

Vasili Blokhin algojo yang mengalami hidup tragis
Vasili Blokhin [ image source ]

Algojo yang satu ini tercatat sebagai algojo yang paling banyak mengeksekusi para tahanan musuh negaranya. Mayor jendral Unisoviet masa pemerintahan Stalin ini setidaknya telah mengeksekusi para tahanan perang sebanyak 10.000 tahanan. Vasili pun menjadi algojo yang mendapatkan banyak mendali berkat pengabdiannya. Namun sayang ketika Stalin yang menjadi pemimpinnya meninggal, maka semua penghargaan Vasili ditarik oleh penerus Stalin yang mengakibatkan Vasili menjadi stres dan akhirnya bunuh diri.

3. John Hulbert

John Hulbert yang mengalami hidup tragis
John Hulbert [ image source ]

Dalam karirnya menjadi algojo, John Hulbert memang belum terlalu banyak mengeksekusi para tahanan karena jumlahnya hanya mencapai sekitar 140 orang tahanan. Sebelum memutuskan untuk pensiun dari karir algojonya, John sempat mengatakan bahwa ia bosan membunuh orang meski ia mendapatkan bayaran yang cukup tinggi dalam karirnya. Salah satu penyebabnya adalah karena ia tidak dapat menikmati apa yang diperoleh dari kehidupannya dengan tenang. Rupanya pengakuan tersebut memicu timbulnya depresi berat pada dirinya, sehingga 3 tahun setelah pensiun John melakukan aksi bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri di rumahnya.

4. Antonina Makarova

Antonina Makarova yang mengalami hidup tragis
Antonina Makarova [ image source ]

Mantan perawat Unisoviet ini ternyata harus terpaksa memilih membelot melawan negaranya sendiri hanya untuk dapat bertahan hidup setelah ia ditangkap oleh tentara Jerman. Oleh pihak Jerman Antonina di jadikan sebagai seorang algojo yang tugasnya mengeksekusi tahanan dari negara asalnya. Setidaknya kurang lebih Antonina telah mengeksekusi 1500 tahanan perang yang ia sendiri mengenali semuanya. Setelah perang berakhir, Antonina sendiri akhirnya menikah dan pindah ke suatu tempat di Belarusia hingga akhirnya ia ditangkap dan di jatuhi hukuman mati oleh para regu tembak.

5. John C Woods

John C Woods yang mengalami hidup tragis
John C Woods [ image source ]

John C Woods adalah merupakan tentara berpangkat sersan yang namanya terkenal semenjak mengeksekusi 10 pimpinan tentara Nazi Jerman. Selama perang dunia II, John sendiri telah mengeksekusi setidaknya 100 tahanan Nazi dan mengeksekusi para tentara sekutu yang diketahui berkhianat. Namun saat mengeksekusi salah seorang petinggi Nazi yang bernama Julius Streicher, ia dinyatakan gagal membunuh dengan seketika lantaran Julius masih bernafas hingga pada akhirnya harus dilakukan eksekusi yang kedua. Menurut beberapa dugaan, John sendiri sengaja melakukan hal tersebut lantaran rasa dendamnya terhadap tentara Jerman. Namun sayang sebelum dapat menjelaskan yang sebenarnya, ia sendiri harus tewas karena tersengat listrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *