Sedang memuat Mirisnya 5 Atlet Kelas Dunia Dari Indonesia Yang Hidupnya Semakin Terpinggirkan

Mirisnya 5 Atlet Kelas Dunia Dari Indonesia Yang Hidupnya Semakin Terpinggirkan

Atlet, atau sering di eja dengan kata atlit adalah merupakan seseorang yang memiliki kemampuan yang mahir dalam bidang olah raga. Di zaman dahulu, Indonesia sendiri di kenal sebagai negara dari gudangnya para atlet-atlet yang berbakat. Nggak cuma berbakat, tapi beberapa atletnya juga banyak mengukir sejarah prestasi hingga menjadikan nama Indonesia harum dan di kagumi di kancah dunia internasional.

mantan atlet dunia
mantan atlet dunia [ image source ]

Bagi sebagian orang, memiliki prestasi tentunya adalah merupakan salah satu hal yang sangat membanggakan, begitu juga hal yang sama di alami oleh para atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia. Namun ternyata memiliki banyak prestasipun ternyata juga tidak cukup di andalkan sebagai modal untuk mencukupi kehidupan kedepannya. Buktinya dan contohnya adalah beberapa atlet berprestasi kelas dunia dari Indonesia berikut ini, yang memiliki banyak prestasi tapi hidupnya kini semakin terpinggirkan oleh keadaannya. Dari pada penasaran siapa atlet-atlet tersebut, yuk simak saja ulasan berikut ini.

1. Suharto – Atlet Balap Sepeda Yang Kini Jadi Tukang Becak

Suharto mantan atlet balap sepeda dunia
Suharto mantan atlet balap sepeda dunia [ image source ]

Di zamannya Suharto adalah merupakan salah satu dari sekian banyak atlet Indonesia yang ikut menyumbangkan emas pada SEA Games yang berlangsung di Thailand tahun 1979. Suharto adalah merupakan atlet balap sepeda, yang bersama rekan satu timnya berhasil mengalahkan Malaysia di nomor Team Time Trial jarak 100 Km. Selain itu Suharto juga pernah menyumbangkan medali perak di nomor cabang balap sepeda jalan raya beregu dan perorangan. Namun sayang prestasi hanyalah prestasi, karena di masa tuanya Suharto justru menjadi tukang becak di Surabaya.

2. Leni Haini – Atlet Dayung Yang Jadi Buruh Cuci

Leni Haini mantan atlet dayung
Leni Haini mantan atlet dayung [ image source ]

Leni Haini adalah merupakan salah satu atlet dayung perahu naga yang prestasinya cukup gemilang di masanya. Leni pernah mengharumkan nama Indonesia dengan menyumbang 2 medali emas dalam ajang kejuaraan perahu naga Asia di Singapura. tidak hanya itu, Leni juga menyumbangkan 3 emas dan 1 perak di kejuaraan perahu naga di Hongkong, Serta 1 emas di kejuaraan pernahu naga yang di selenggarakan di Taiwan. Leni yang terpaksa keluar dari sekolahnya karena tawaran mengikuti platnas kini justru hanya menjadi seorang buruh cuci dengan gaji yang sangat minim. Bahkan salah satu putrinya terkena penyakit langgka, membuatnya harus menjual segala harta yang ia punya untuk kesembuhan anaknya.

3. Hapsani – Atlet Lari Yang Menjual Medalinya Untuk Makan

ilustrasi atlet lari Indonesia
ilustrasi atlet lari Indonesia [ image source ]

Hapsani di masanya adalah merupakan seorang atlet lari estafet 4×100 meter yang juga ikut mengharumkan nama bangsa Insonesia. Waktu mengikuti ajang SEA Games tahun 1981 dan 1983, Hapsani menyumbangkan medali perak dan perunggu untuk Indonesia. Masa gemilangnya sebagai atlet yang turut menorehkan banyak meraih prestasi ternyata tidak membuat hidup Hapsani ikut menjadi gemilang. Di tahun 1999, Hapsani terpaksa harus menjual medali yang ia peroleh ke pasar loak sekedar untuk menyambung hidupnya. Saat itu Hapsani hanya bekerja serabutan, bahkan sering lebih banyak jadi penganggur. Penghasilannya yang tidak menentu mengakibatkan atlet berprestasi ini terpaksa menjual masa gemilangnya untuk makan.

4. Denny Thios – Atlet Angkat Berat Yang Jadi Tukang Las

Denny Thios mantan atlet angkat besi
Denny Thios mantan atlet angkat besi [ image source ]

Nama Denny Thios mungkin tidak setenar nama-nama atlet angkat besi masa kini, namun kejayaannya dalam mengharumkan bangsa Indonesia juga tidak dapat di hilangkan begitu saja. Pada masa kejayaannya menjadi atlet di tahun 90-an, Denny Thios pernah mencetak prestasi yang sangat luar biasa di cabang olah raga yang di tekuninya yaitu angkat berat. Tidak hanya di kancah kejuaraan tingkat Nasional tapi juga Internasional semuanya selalu berprestasi. Bahkan Denny menyumbangkan emas sekaligus memecahkan 3 rekor dunia dalam kejuaraan angkat berat se Asia. Selain itu Denny juga pernah menyabet medali perunggu di Belanda, Medali Emas di Inggris dan Swedia dalam kejuaraan angkat berat dunia. Namun sekali lagi prestasi hanyalah tinggal prestasi, kini hidupnya di jalani dengan menjadi seorang tukang las kecil-kecilan di bengkel pribadinya dengan p[enghasilan yang tidak menentu.

5. Marina Segedi – Atlet Pencak Silat Yang Jadi Sopir Taksi

Marina Segedi mantan atlet pencak silat
Marina Segedi mantan atlet pencak silat [ image source ]

Marina Segedi adalah merupakan seorang atlet pencak silat yang pernah meraih kegemilangan atas prestasinya. Prestasinya di kancah dunia adalah saat mengikuti kejuaraan SEA Games di Filipina tahun 1981. Saat itu Marina Segedi ikut mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan menyumbangkan medali emas. Namun semenjak karirnya berhenti dari dunia atlet, kehidupannya di laluinya dengan pas-pasan. Bahkan Marina sempat harus bekerja sebagai sopir taksi untuk menghidupi kedua anaknya. Namun Keberuntungan mendatanginya di tahun 2011 pada saat ia bertemu dengan pegawai Kemenpora bernama Karsono. Karena momen pertemuannya dengan Kasrono itulah Marina akhirnya mendapatkan tunjangan rumah dari Kemenpora dengan prosedur menunjukkan piagam, medali dan bukti yang menguatkan lainnya tentang dirinya yang p[ernah mengharumkan nama bangsa Indonesia.
Sahabat iyakan.com, itulah tadi beberapa kisah kehidupan para atlet yang kini jadi orang-orang yang terpinggirkan. Menjadi seorang atlet yang pernah ikut mengharumkan nama besar bangsa Indonesia di kancah Internasional tentu memiliki kebanggan tersendiri bagi mereka. Namun sangat di sayangkan perjuangann mereka dalam meraih prestasi justru menjadikan hidup mereka kini tergolong menjadi kelompok orang-orang yang terpinggirkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *