Sedang memuat Miris Banget!! 5 Hewan Asli Indonesia Ini Populasinya Terancam Punah Pada Abad Ini

Miris Banget!! 5 Hewan Asli Indonesia Ini Populasinya Terancam Punah Pada Abad Ini

Semua makhluk hidup yang di ciptakan di dunia ini oleh Tuhan sejatinya memiliki peranan yang saling berkaitan antar sesamanya. Selain saling bersimbiosis, tentunya maksud di ciptakannya juga tidak terlepas dari berbagai manfaat yang di bawanya. Salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki peranan besar dalam kehidupan manusia adalah hewan.

orang utan yang di tangkap
orang utan yang di tangkap [ image source ]

Namun seiring perkembangan zaman yang semakin maju, populasi hewan beberapa di antaranya sudah mengalami kepunahan akibat eksploitasi besar-besaran oleh manusia untuk kepentingan tertentu. Bahkan tidak sedikit jenis hewan yang ada di dunia ini malah sudah terbilang benar-benar punah. Namun ada beberapa juga diantaranya, hewan ini di perkirakan akan benar-benar punah di abad ini. Untuk lebih jelasnya yuk simak saja ulasan yang membahas yang keberadaannya sudah benar-benar terancam.

1. Elang Jawa

Elang Jawa memiliki bahasa latin Nisaetus Bartelsi, merupakan jenis satwa burung endemik pulau jawa. Jumlah dari populasi Elang Jawa kini sudah sangat memperhatikan, bahkan sudah di tetapkan sebagai burung yang berstatus hewan konservasi yang terancam punah. Di perikaran kini jumlah populasinya hanya berkisar sekitar 200 pasang burung yang sebagian telah berada di tempat konservasi burung.

elang jawa
elang jawa [ image source ]

Burung elang jawa adalah spesies burung yang dijadikan maskot satwa langka oleh Indonesia, yang pertumbuhannya bisa mencapai hingga 70 cm. Burung elang jawa sering di katakan sebagai burung yang mirip dengan burung garuda di lambang Pancasila itu mengalami penurunan populasi karena pemburuan liar yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Biasanya pemburuan liar pada elang jawa adalah dilakukan dengan cara tangkap untuk di jual kembali di pasar gelap dengan harga yang tinggi.

2. Orang Utan

Orang utan adalah salah satu hewan primata yang jumlah populasinya kini sangat menurun drastis karena di buru oleh manusia. Orang utan adalah hewan asli Indonesia yang populasinya banyak tersebar di kawasan pulau Sumatera dan juga pulau Kalimantan. Keberadaan orang hutan kini semakin menurun akibat kebakaran hutan dan pemburuan atas dasar yang tidak di benarkan.

Orang Utan
Orang Utan [ image source ]

Orang utan adalah primata yang mampu tumbuh hingga mencapai tinggi 1,5 meter dengan total berat badan hingga 90 Kg. Kini keberadaan orang utan Sumatera ditetapkan sebagai primata yang sangat terancam punah oleh IUCN. Sedangkan populasi orang utan Kalimantan kini sudah dalam tingkat darurat akibat deforestasi atau penebagan hutan secara tidak terkendali oleh manusia.

3. Badak Jawa

Adanya kepentingan tertentu atas spesies hewan ini ternyata membuat 5 speseis badak yang ada di seluruh dunia sudah terancam punah. 5 jenis badak itu adalah badak Putih, badak Hitam, badak India dan badak Jawa yang kini populasinya sangat mengkhawatirkan. Namun diantara 5 badak tersebut, salah satu badak yang benar-benar mengkhawatirkan kondisinya adalah badak Jawa.

Badak Jawa
Badak Jawa [ image source ]

Jumlah badak Jawa yang tercatat kini hanya tinggal sekitar 40 ekor, dan spesies langka itu kini ada di Taman Nasional Ujung Kulon. Badak jawa adalah jenis badak yang serupa dengan badak India, namun yang membedakannya adalah bentuknya yang sedikit lebih kecil, kulitnya berwarna abu-abu dengan mozaik seperti baju baja. Spesies badak Jawa kini hanya tinggal menunggu hari untuk mendekati kepunahannya, sungguh sangat miris hewan yang tergolong langka ini sudah sangat terancam kepunahannya.

4. Gajah Sumatera

Gajah Sumatera adalah sepesies gajah Asia yang hanya ada sekitar pulau Sumatera dan kini termasuk salah satu hewan yang sangat terancam kepunahannya. Gajah Sumatera memiliki postur lebih kecil dari spesies gajah yang ada di India dengan berat rata-rata sekitar 6 ton. Gajah ini mampu hidup hingga berusia sekitar rata-rata 60 tahun, dan tingginya bisa mencapai hingga 4 meter. Menurut survey yang telah dilakukan, pada tahun 2000 jumlah dari gajah Sumatera ini di kabarkan masih ada sekitar 2000 hingga 2700.

Gajah Sumatera
Gajah Sumatera [ image source ]

Semenjak berkembangnya zaman, perburuan terhadap gading gajah membuat populasinya kini telah sangat menurun drastis. Selain perburuan gading, spesies gajah kini banyak dibunuh akibat sudah menjadi hewan penggangu karena telah memasuki area perkebunan dan pemukiman warga untuk mencari makan. Namun sejatinya, apa yang di lakukan gajah senantiasa tidak terlepas dari ulah manusia yang juga telah merusak habitat asli dari rumah gajah.

5. Harimau Sumatera

Harimau Sumatera adalah salah satu dari jenis harimau di Indonesia yang populasinya akan segera mengalami kepunahan setelah kepunahan kerabatnya yaitu Harimau Jawa dan Bali. Seluruh jumlah populasinya kini di perkirakan hanya tinggal mencapai jumlah sekitar 500 ekor dan bebraepa di antaranya terdapat di tempat-tempat konservasi. Kepunahannya dilatar belakangi akibat pembukaan lahan hutan secara liar yang merusak habitatnya.

Harimau Sumatera
Harimau Sumatera [ image source ]

Namun dari faktor utama kepunahannya adalah perburuan yang di lakukan oleh orang tidak bertanggung jawab secara brutal. Perburuan terhadap Harimau biasanya di latarbelakangi oleh uang, rata-rata uang yang di dapat adalah dengan menjual kulit dan kepala harimau yang akan di jadikan sebagai hiasan. Menurut para ilmuan, spesies dari Harimau Sumatera masih bisa di selamatkan, namun harus benar-benar di tangani secara ekstra dengan menyediakan tempat khusus yang serupa dengan habitat aslinya.

Nah sahabat iyakan.com, itulah beberapa spesies hewan asli Indonesia yang kini populasinya sudah sangat terancam kepunahannya. Perusakan habitat dan perburuan secara liar adalah salah satu penyebab spesies hewan tersebut terancam mengalami kepunahan. Oleh karena itu, marilah kita bersama menjaga alam dan seluruh isinya dengan penuh rasa tanggung jawab agar kelestariannya tetap terjaga. Tidak lucu kan kalau anak cucu kita besok hanya melihat hewan dari wujud gambar saja tanpa harus mengetahui aslinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *