Sedang memuat Inilah 5 Jenderal Yang Di Siapkan AS Untuk Menghadapi Perang Melawan Rusia

Inilah 5 Jenderal Yang Di Siapkan AS Untuk Menghadapi Perang Melawan Rusia

Ketegangan hubungan di plomatik Rusia dan Amerika kini sudah mulai memanas, bahkan keduanya telah bersiap-siap melakukan pertempuran jika memang dirasa tidak ada titik temu perdamaian. Ketegangan ini muncul dari perseteruan mereka saat konflik Suriah terjadi, keduanya saling menuduh atas perihal masalah pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Rusia di ketahui sangat getol menyalahkan Amerika atas terjadinya serangan bom yang di tujukan kepada pasukan Bashar Al Assad saat menyerbu markas pertahanan ISIS yang mengakibatkan tewasnya tentara Assad.

AS vs Rusia
AS vs Rusia [ image source ]

Dari pihak Rusia, Presiden Valdamir Putin telah memberikan peringatan kepada warganya untuk selalu waspada dan bersiap-siap jika kemelut perang benar-benar terjadi dengan Amerika. Tidak berbeda jauh dengan Rusia, Amerika bahkan telah menetapkan status negaranya menjadi Defcon 3, yang artinya Amerika siap menghadapi peperangan dengan memulai serangan lebih dulu untuk Rusia. Amerika telah benar-benar matang menyiapkan strategi untuk melawan Rusia, bahkan pasukannya telah siap berperang hanya dalam waktu 15 menit setelah perintah di berikan. Terlepas dari beberapa strategi itu, Amerika ternyata telah menyiapkan beberapa Jenderal yang ahli strategi pertempuran untuk menghadapi perang melawan Rusia. Dari pada penasaran siapa saja Jenderal perang yang telah di siapkan Amerika, yuk simak saja ulasan berikut ini.

1. Jenderal Joseph Dunford

Joseph Dunford adalah salah satu jenderal yang memiliki segudang prestasi di bidang militer, bahkan pengalamannya di berbagai pertempuran membuat Joseph di anggap berhak menjabat kepala staf gabungan tentara AS. Kisahnya kemiliterannya dimulai saat Joseph bergabung dengan pasukan Korps Marinir AS pada tahun 1978 dengan pangkat pertamanya yaitu Letnan Dua. Untuk masalah perang, Joseph memiliki banyak sekali pengalaman di bidang tempur, salah satunya adalah saat di tunjuk untuk memimpin pasukan tempur Resimen Marinir Ke-5 dalam operasi Irak Merdeka yang tergabung dengan negara koalisi lainnya.

Jenderal Joseph Dunford
Jenderal Joseph Dunford [ image source ]

Joseph adalah merupakan satu-satunya perwira tinggi militer yang memiliki empat jabatan berbeda untuk pangkat jenderal bintang empat. Selain menjabat sebagai Kepala Staf Tentara Gabungan AS, Joseph juga menjabat sebagai Komandan Pasukan As-Afghanistan, Komandan Pasukan Keamanan International, Asisten Komandan Korps Marinir. Berbagai prestasi dan pengalamannya yang di miliki Joseph, kini ia termasuk dalam daftar para jenderal yang telah di siapkan Amerika untuk mengatur strategi dalam peperangannya nanti melawan Rusia.

2. Jenderal Mark Milley

Mark Milley adalah jenderal yang juga memiliki segudang prestasi dalam karir kemiliternya, Mark adalah merupakan pimpinan tertinggi di Angkatan Darat AS yang menjabat sebagai Kepala Staf AD ke-39. Dalam karir kemiliterannya, sebelum menjabat sebagai Kepala Staf AD ke-39 Mark pernah di percaya menjadi Komandan Jenderal pasukan Darat ke-21. Berbagai pengalaman dalam bidang pertempuran telah banyak di laluinya, dan atas kinerjanya yang baik Mark mendapatkan 10 penghargaan dari pemerintah AS.

Jenderal Mark Milley
Jenderal Mark Milley [ image source ]

Perang pertama yang pernah di laluinya adalah saat ia di tugaskan dalam Invasi Amerika-Panama, pada saat itu Mark di tugaskan untuk meredakan konflik kudeta berdarah yang di lakukan oleh kelompok Manuel Noriega. Selain di Panama, Mark juga pernah di tugaskan di beberapa masalah konflik dunia seperti Operasi Demokrasi di Haiti, bahkan Jenderal ini tidak asing untuk bolak balik ikut dalam pertempuran di Irak dan Afghanistan. Atas pengalamannya dalam berbagai pertempuran, Jenderal Mark Milley kini di percaya sebagai salah satu Jenderal yang telah di siapkan untuk berperang melawan Rusia.

3. Laksamana John Michael Richardson

Laksamana John Michael Richardson adalah salah satu jenderal militer AS termuda yang di percaya akan mampu mendongkrak kemenangan pertempuran jika perang melawan Rusia benar terjadi. John adalah merupakan Kepala Operasi Angkatan Laut AS ke-31, dan termasuk dari salah satu jenderal yang mengeyam pendidikan tinggi diluar kemiliterannya dengan berhasil menyandang gelar akademik sebagai magister dari Institut Teknologi Massachusetts, Institusi Oceanografi Wood Hole, dan National War College. Sebelum menjabat sebagai Kepala Operasi Angkatan Laut, John menjalani karir kemiliterannya dengan menjabat Direktur Program Tenaga Gerak Nuklir Angkatan Laut dari tahun 2012 hingga 2015.

Laksamana John Michael Richardson
Laksamana John Michael Richardson [ image source ]

Awal karir kemiliterannya di mulai saat John bergabung dengan kelas operasi kapal selam USS Salt Lake City dan USS George C Marshall. Dari berbagai macam prestasi yang di raihnya, John sempat di tunjuk untuk menjabat sebagai komandan kapal selam USS Honolulu, Komandan Skuadron Pengembangan Kapal Selam, Komandan Group 8 Kapal Selam dan Aliansi Pasukan Angkatan Laut Bagian Selatan. Atas berbagai prestasinya tersebut, John adalah salah satu jenderal yang di rekomendasikan Presiden Barack Obama untuk mengemban sebagai Kepala Operasi Angkatan Laut AS yang hingga masih menduduki jabatan tersebut.

4. Jenderal David Lee Goldfein

David Lee Goldfein adalah merupakan salah satu Jenderal militer yang menjabat sebagai Kepala Staf di Angkatan Udara AS. David merupakan orang baru yang menduduki jajaran kepemimpinan di angkatan bersenjata Amerika setelah di lantik pada 1 Juli 2016 yang lalu. David adalah merupakan orang Yahudi kedua yang menduduki jabatannya sekarang dan menjadi pemimpin Angkatan Udara ke-21.

Jenderal David Lee Goldfein
Jenderal David Lee Goldfein [ image source ]

Sebelum menjabat sebagai kepala Staf Angkatan Udara, David di tunjuk untuk menjabat sebagai Direktur Staf Gabungan guna membantu kinerja Kepala Staf Gabungan. David adalah seorang pilot pesawat tempur yang sudah memiliki jam terbangnya hingga 4.200 jam. Berbagai macam pesawat sudah pernah ia kendalikan, berbagai misi sudah pernah ia lalui. Namun pada saat melakukan misi pengeboman bersama NATO di Yugoslavia, pesawat David sempat di tembak jatuh oleh pihak musuh, sekali lagi keberuntungan masih menyertai Jenderal satu ini karena dirinya tidak di tawan pihak musuh.

5. Jenderal Robert B Neller

Robert B Neller adalah salah satu dari jenderal militer yang di tunjuk Amerika karena di percaya mampu ikut andil dalam perang yang akan terjadi melawan Rusia. Robert B Neller adalah merupakan jenderal yang menjabat sebagai Komandan Korps Marinir ke-37 yang di lantik sejak 24 September 2015. Robbert dulunya adalah merupakan mahasiswa lulusan dari Universitas Virginia, merupakan salah satu jenderal perang yang tergolong cerdik akan kemampuan menguasai medan tempur.

Jenderal Robert B Neller
Jenderal Robert B Neller [ image source ]

Robert mendapatkan tugas pertamanya dari sekolah Perwira melalu kelas pemimpin pleton, tidak berbeda dengan jenderal lainnya, Robert juga pernah merasakan asam garam dari berbagai medan pertempuran. Robert pernah di tugaskan untuk mengatasi konflik di Somalia, Irak, dan juda Panama. Atas kegigihan dan segudang prestasi yang di raihnya di dalam kemiliteran, maka tidak heran jika karirnya melonjak drastis untuk menjadi perwira tinggi pertamanya menjabat sebagai Asisten Komandan Divisi Marinir AS ke-2.

Sahabat iyakan.com, itulah beberapa jenderal yang telah di siapkan oleh Amerika untuk memimpin perang melawan Rusia. Perang yang akan terjadi antara pihak Amerika dan Rusia di gadang-gadang sebagai perang dunia ke tiga yang bakal lebih mengerikan dari peperangan dunia sebelumnya. Semua itu di sinyalir karena kemungkinan kedua negara tersebut akan menggunakan senjata nuklir sebagai senjata utama mereka. Semoga peperangan ini tidak benar terjadi karena efek nuklirnya mungkin akan berimbas ke seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *