Sedang memuat Bagi Kamu Yang Percaya Ada Bentuk Kehidupan Lain Di Luar Angkasa Sama, Ini Kabar Gembira Terkait Ditemukannya 7 Planet Baru Pengorbit Bintang Kerdil Trappist-1 Oleh NASA.

Bagi Kamu Yang Percaya Ada Bentuk Kehidupan Lain Di Luar Angkasa Sama, Ini Kabar Gembira Terkait Ditemukannya 7 Planet Baru Pengorbit Bintang Kerdil Trappist-1 Oleh NASA.

Allien Benar-benar Ada Atau Tidak ya?

Baru baru ini NASA mengumumkan telah menemukan 7 planet baru yang mengorbit pada bintang kerdil. Bintang kerdil tersebut diberi nama Trappist-1. Trappis 1 ini diambil dari teleskop NASA yang digunakan pertama kali untuk mempelajari si bintang kerdil ini. Ukuran bintang kerdil Trappis-1 cukup kecil bila dibandingkan dengan matahari. Jika matahari diumpamakan sebagai bola basket, maka Trappist 1 ini kira kira sebesar bola golf. Bintang kerdil trappis -1 juga cahayanya lebih redup sehingga planet planet yang mengorbit padanya lebih mudah diamati.

Bagi Kamu Yang Percaya Ada Bentuk Kehidupan Lain Di Luar Angkasa Sama, Ini Kabar Gembira Terkait Ditemukannya 7 Planet Baru Pengorbit Bintang Kerdil Trappist-1 Oleh NASA.
Bagi Kamu Yang Percaya Ada Bentuk Kehidupan Lain Di Luar Angkasa Sama, Ini Kabar Gembira Terkait Ditemukannya 7 Planet Baru Pengorbit Bintang Kerdil Trappist-1 Oleh NASA. image [source]

Kabar penemuan 7 planet yang mengorbit pada bintang kerdil Trappist-1 ini tentu saja menggembirakan. Pasalnya ketujuh planet tersebut ukurannya tak jauh beda dengan ukuran bumi. Karena mengorbit pada bintang kerdil, suhu planet 7 planet tersebut juga tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Bahkan dari beberapa pengamatan awal ditemukan bahwa atmosfer yang menyelimuti ke 7 planet tersebut hampir mirip dengan atmosfer bumi. Itu artinya kemungkinan ditemukannya bentuk kehidupan baru di ketujuh planet tersebut terbuka lebar. Dengan penemuan 7 planet baru oleh NASA tersebut, ini lho fakta fakta yang menggembirakannya.

1. Minimal 2 Diantara Ke 7 Planet Baru Tersebut Berupa Planet Padat.

Perjuangan para ahli untuk menemukan bentuk kehidupan lain di luar angkasa sudah berlangsung lama. Dimulai dengan teleskop seadanya sampai teleskop yang dipasang di luar angkasa, para ilmuwan tersebut sabar dan telaten mengamati potensi potensi keberadaan planet planet baru. Namun sayang kebanyakan dugaan mereka terbentur dengan jarak bintang pusat tata surya yang terlalu jauh. Kadang yang mereka temukan juga bintang berukuran besar yang cahayanya terlalu terang. Jika cahaya bintang terlalu terang, maka keberadaan planet planet di sekitarnya susah diamati. Kalaupun planet planet di antara bintang besar tersebut berhasil mereka amati, sebagian besar dari planet tersebut dibungkus oleh lapisan gas hidrogen tebal, sehingga dapat disimpulkan planet tersebut masih berupa gas. Planet yang permukaan berupa gas tentu tidak mungkin ditempati oleh bentuk kehidupan apapun.

Minimal 2 Diantara Ke 7 Planet Baru Tersebut Berupa Planet Padat.
Minimal 2 Diantara Ke 7 Planet Baru Tersebut Berupa Planet Padat. image [source]

Berbeda dengan bintang dan planet planet yang ditemukan oleh NASA sebelumnya, diantara ke tujuh planet baru tersebut diketahui minimal ada 2 yang permukaannya tidak diselimuti oleh laporan hidrogen tebal. Itu artinya minimal 2 dari ke tujuh planet tersebut berupa planet padat seperti bumi. Dengan fakta bahwa kedua planet tersebut berwujud padat, maka peluang untuk menemukan bentuk kehidupan baru menjadi lebih besar.

2. Di Ke 7 Planet Baru Temuan NASA Tersebut Terdapat Ozon Dan Metananya.

Di alam semesta ini para ahli meyakini bahwa keberadaan planet planet selain bumi itu banyak. Namun kenapa sejauh ini bentuk kehidupan hanya ditemukan di bumi? Itu karena untuk bisa menopang bentuk kehidupan, suatu planet mempunyai syarat yang banyak. Syarat supaya suatu planet bisa di tinggali oleh bentuk kehidupan tersebut antara lain, pertama suhunya tidak terlalu panas, namun tidak juga terlalu dingin. Syarat yang kedua, permukaan planet tersebut tidak boleh terlalu lunak, namun tidak boleh juga terlalu keras. Permukaan yang terlalu lunak misalnya berupa gas hidrogen. Idealnya permukaan planet berupa batuan seperti bumi. Syarat yang ketiga, planet tersebut juga harus punya pelindung berupa lapisan atmosfer yang memiliki ketebalan ideal. Syarat keempat, harus ada air serta reservoirnya berupa struktur mirip danau atau lautan.

Di Ke 7 Planet Baru Temuan NASA Tersebut Terdapat Ozon Dan Metananya.
Di Ke 7 Planet Baru Temuan NASA Tersebut Terdapat Ozon Dan Metananya. image [source]

Dari banyak syarat tersebut, ke tujuh planet baru yang ditemukan oleh NASA ini memiliki syarat syarat yang di perlukan supaya bisa di tinggali oleh makhluk hidup. Bahkan do planet planet tersebut juga terdapat campuran ozon dan metana. Keberadaan ozon dan metana ini semakin memperbesar peluang ditemukannya bentuk makhluk hidup. Seperti kita tahu, dulu pada awalnya bumi juga dilapisi oleh atmosfer yang kaya akan gas metana. Baru setelah muncul makhluk hidup penghasil oksigen, ozon mulai banyak terbentuk. Jika di beberapa planet baru temuan NASA tersebut telah ditemukan ozon, maka bisa diduga ada makhluk hidup yang bisa melakukan fotosintesis.

3. Tata Surya Yang Berpusat Di Bintang Trappis-1 Umurnya Bakal Lebih Panjang Dari Tata Surya Kita.

Sudah menjadi pengetahuan umum kalau bahan bakar dari bintang dalam menerangi sekitarnya itu berasal dari reaksi nuklir. Semakin terang cahaya suatu buntang, maka reaksi nuklir yang berlangsung di bintang tersebut pun semakin cepat lajunya. Jika laju reaksi nuklir berlangsung cepat, umur bintang tersebut tentu pendek karena bahan bakarnya cepat habis. Bintang kerdil trappis-1 ini memiliki cahaya yang lebih redup dari pada matahari yang ada di tata surya kita. Itu artinya laju reaksi nuklir di buntang trappis-1 lebih lambat daripada matahari kita. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa, nanti ketika bahan bakar matahari kita sudah habis, bintang Trappist-1 tersebut masih akan hidup dan memancarkan kehangatan bagi planet planet yang mengorbit padanya. Bisa dikatakan, nanti ketika tata surya kita mati kedinginan akibat matahari telah padam, tata surya yang menoirbit pada trappis-1 tersebut tetap hangat dan bisa ditinggali.

Tata Surya Yang Berpusat Di Bintang Trappis-1 Umurnya Bakal Lebih Panjang Dari Tata Surya Kita.
Tata Surya Yang Berpusat Di Bintang Trappis-1 Umurnya Bakal Lebih Panjang Dari Tata Surya Kita. image [source]

Tentu saja ini merupakan berita gembira. Ini berarti kita punya planet yang sangat potensial untuk berpindah tempat dan araknya relatif dekat. Teknologi akan semakin maju. Kalau sekarang piknik ke luar angkasa bukanlah hal yang mustahil lagi, mungkin di masa depan perjalanan ke planet lain adalah seuatu yang bisa dilakukan. Dengan ditemukannya 7 planet baru dan punya bintang yang berumur panjang tersebut minimal kita punya planet cadangan jika suatu saat terjadi sesuatu dengan tata surya kita. Istilahnya ngungsi ke tata surya lain jika matahari kita mengalami kendala.

4. Munculnya Kesempatan Untuk Mempelajari Proses Terbentuknya Planet Planet.

Teori yang menjelaskan terbentuknya planet planet sangat banyak. Salah satunya yang paling populer adalah teori cakram protoplanet. Menurut teori ini, planet planet terbentuk dari gumpalan gas pipih yang berputar cepat karena berputar tersebut, sebagian dari gumpalan gas terpisah dari masa utamanya. Gumpalan kecil gas yang terpisah inilah yang nantinya mengalami pendinginan dan menjadi planet. Sedangkan masa utama gas yang ada di tengah membentuk bintang.

Munculnya Kesempatan Untuk Mempelajari Proses Terbentuknya Planet Planet
Munculnya Kesempatan Untuk Mempelajari Proses Terbentuknya Planet Planet. image [source]

Jadi pada awalnnya, planet dan bintang itu berasal dari masa gas yang sama, namun kenapa kemudian terbentuk planet planet dengan sifat yang berbeda beda? Pertanyaan inilah yang masih membuat banyak ilmuwan penasaran. Dengan mengamati t planet baru mengorbit pada bintang kerdil Trappist-1 ini ilmuwan bisa mempelajari terbentuknya planet planet hingga mempunyai karakteristik yang berbeda beda. Saat ini ke 7 planet tersebut memiliki struktur yang masih seragam. Seiring dengan berjalannya waktu, planet planet tersebut akan menampakkan karekteristiknya sendiri sendiri. Para ilmuwan hanya perlu mengamati perubahan perubahan yang terjadi pada 7 planet baru ini.

5. Penemuan 7 Planet Baru Tersebut Menjadi Bukti Kehandalan Teleskop NASA Yang Di Pasang Di Luar Angkasa.

Tak cukup puas dengan teleskop teleskop canggih yang terpasang di daratan, NASA akhirnya memakai teleskop baru yang dinamai spitzer. Teleskop ini di luncurkan ke ruang angkasa dan mengorbit di lintasan heliosentris. Teleskop luar angkasa spitzer ini mulai di luncurkan pada tahun 2003 lalu. Dan selama 14 tahun difungsikan sudah banyak foto foto mengagumkan dengan objek ruang angkasa. Berbagai teknologi fotografi paling canggih disematkan dalam teleskop ini.

Penemuan 7 Planet Baru Tersebut Menjadi Bukti Kehandalan Teleskop NASA Yang Di Pasang Di Luar Angkasa.
Penemuan 7 Planet Baru Tersebut Menjadi Bukti Kehandalan Teleskop NASA Yang Di Pasang Di Luar Angkasa. image [source]

Sejak memaki teleskop spitzer ini, NASA mampu menangkap foto pendaran cahaya dari planet planet yang berada di luar tata surya. Terkait dengan penemuan 7 planet baru tersebut teleskop ini juga punya peran yang besar. Planet planet tersebut di deteksi dari gejala meredupnya cahaya bintang kerdil Trappist-1 secara berkala. Cahaya bintang meredup, berarti ada sesuatu yang menghalanginya. Diduga yang menutupi tersebut adalah planet planet. Dari rentang waktu meredupnya bintang kerdil dapat diketahui jumlah planet yang mengorbit pada bintang tersebut. Dimasa depan peran dari teleskop ruang angkasa spitzer ini sepertinya akan semakin besar.

Sebagai orang awam, tentu hanya sedikit gambaran yang kita punyai tentang bagaimana para ilmuwan NASA tersebut bekerja keras menemukan 7 planet baru. Yang bisa kita lakukan tentu saja hanya mengapresiasi hasil kerja mereka dan ikut bahagia. Semoga saja dengan ramainya pemberitaan tentang penemuan planet baru yang mengorbit pada buntang kerdil Trappist ini, banyak anak anak kecil yang tertarik dengan topik ruang angkasa. Dengan begitu dimasa depan indonesia bukan sekedar menjadi penonton penemuan planet planet baru. Akan membanggakan jika planet planet baru tersebut ditemukan oleh orang orang kita. India saja baru baru ini meluncurkan 105 satelit sekaligus, Indonesia tidak boleh kalah dong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *