Hati hati,  Kucing,  Anjing Serta Binatang Peliharaan mu Yang Lain Bisa Menular kan Infeksi Bakteri Ini

Kehadiran binatang peliharaan di dalam seseorang sudah sangat umum terjadi. Orang orang memelihara berbagai macam binatang untuk sekedar menyalurkan hobi atau untuk menjaga rumah dari berbagai macam gangguan. Berbagai binatang yang sering dipelihara dirumah antara lain: kucing, anjing, burung, iguana, ular dan kura kura. Saking dekatnya hubungan antara pemilik dengan binatang peliharaannya tersebut kadang membuat mereka selalu kemana mana bersama selama masih di dalam rumah.

Penyakit yang disebabkan oleh binatang peliharaan
Penyakit yang disebabkan oleh binatang peliharaan.  image [source]

Di dalam tubuh binatang sering kali ada kuman kuman parasit yang menempel. Meskipun rutin dibersihkan keberadaan kuman kuman parasit tersebut susah dihilangkan secara total. Akibat sering melakukan kontak fisik tak jarang kuman parasit tersebut berpindah ke tubuh pemiliknya. Pada banyak kasus kekebalan tubuh si pemilik mampu mengatasi serangan parasit yang menular lewat binatang peliharaan. Namun pada saat saat tertentu, kekebalan seseorang pasti akan melemah dan gagal mengantisipasi serangan kuman parasit yang berpindah dari binatang peliharaan ke tubuh pemiliknya. Kuman parasit apa saja ya yang mengintai para pemilik binatang peliharaan? Penasaran? Berikut ini daftarnya.

1. Capnocytophaga canimorsus.

Apakah kamu hobi memelihara anjing atau kucing? Jika iya, maka banyak sekali orang lain yang seperti kamu. Kedua binatang ini memang menyenangkan untuk di pelihara. Mereka bisa menjadi teman ketika kamu kesepian. Mereka juga setia dan seringkali mengajak pemiliknya bermain. Anjing mampu menjaga rumah dari pencuri sedangkan kucing menjaga rumah kita dari serangan tikus. Namun tahu tidak bahwa ternyata kucing membawa kuman parasit yang berbahaya bagi manusia.

Capnocytophaga canimorsus, bakteri pada kotoran kucing dan anjing
Capnocytophaga canimorsus, bakteri pada kotoran kucing dan anjing. image [source]

Kuman parasit tersebut bernama Capnocytophaga canimorsus atau sering disingkat dengan c. Canimorsus. 74 persen anjing membawa parasit c. Canimorsus. Sementara hanya 54 persen kucing saja yang tubuhnya membawa binatang parasit yang satu ini. Jadi bisa dikatakan para pemilik anjing menanggung resiko yang lebih besar tertular infeksi bakteri c. Canimorsus ini. Tidak semua infeksi c canimorsus berbahaya sih. Seringnya infeksi canimorsus ini bisa dinetralisir oleh sistem kekebalan tubuh ketika sedang kuat. Namun ketika kekebalan tubuh kita melemah dan bakteri parasit ini berhasil masuk, maka infeksi c. Canimorsus bisa sangat fatal. Bakteri ini bisa menyebabkan penyakit meningitis, sesak nafas, serta keracunan darah. Jika tidak hati hati penyakit penyakit yang disebabkan oleh c. Canimorsus ini dapat mengancam nyawa. Cara infeksi nya bisa melalui air liur atau melalui gigitan dan cakaran. Namun berada di sekitar anjing atau kucing yang terinfeksi juga bisa membuat kita tertular. Untuk pencegahan nya, ketika daya tahan tubuh mu sedang menurun, sebaiknya tidak usah dekat dekat dengan anjing.

2. Bartonella Henselae.

Meskipun namanya mirip, bakteri ini tidak ada kaitannya dengan tokoh Barton dalam film avenger ataupun Hansel dalam cerita rakyat Hansel and gratel. Lagi lagi parasit yang satu ini ada pada kucing. Ketika kamu dicakar oleh kucing kemudian ada gejala pembengkakan pada kelenjar limfa, demam, serta selalu merasa kelelahan maka kemungkinan besar kamu terkena infeksi dari Bartonella Henselae ini.

Bartonella Henselae, penyebab penyakit cakaran kucing
Bartonella Henselae, penyebab penyakit cakaran kucing. image [source]

Memang sih infeksi Bartonella Henselae ini dapat dengan mudah di atasi dengan antibiotik, namun jika kita terinfeksi saat kondisi tubuh melemah, bakteri ini bisa mengakibatkan berbagai macam komplikasi penyakit yang berbahaya. Untuk mencegahnya segera bilas cakaran kucing dengan air dan antibiotik. Karena kalau tidak potensi infeksi Bartonella Henselae ini cukup besar.

3. Campylobacter jejuni.

Pernah dengar penyakit campilobacteriosis? Penyakit ini merupakan jenis penyakit keracunan makanan yang diakibatkan oleh tertelan nya Campylobacter jejuni ke dalam sistem pencernaan manusia. Gejala penyakit Campilobacteriosis ini tidak langsung muncul begitu kamu menelan kuman ini. Perlu waktu sekitar 7 harian sampai bakteri berinkubasi dan menginfeksi tubuh. Setelah terinfeksi kamu akan menderita diare ringan hingga parah, demam, dan mual mual.

Campylobacter jejuni, penyebab keracunan makanan
Campylobacter jejuni, penyebab keracunan makanan. image [source]

Lalu darimana ya datang nya Campylobacter jejuni ini sehingga sampai ke makanan yang kita konsumsi. Ternyata lagi lagi kotoran kucing merupakan biang kerok adanya Campylobacter dalam makanan kita. Kita tahu bahwa kucing suka memilih tempat tempat tersembunyi jika membuang kotoran. Kotoran kucing merupakan sumber utama dari bakteri ini. Ketika kucing buang kotoran, maka bakteri ini akan menempel di tubuh kucing. Nah ketika si kucing diam diam mencuri makanan dari meja makan kita, saat itulah si bakteri menempel di makanan. Saat kita makanan yang sudah di sentuh sentuh kucing itulah bakteri masuk ke sistem pencernaan kita. Atau bisa juga, kamu habis membersihkan kandang kucing dan lupa cuci tangan. Kemudian kamu langsung mengambil makanan dari kulkas dan memakan nya. Untuk mencegah terjangkitnya penyakit campilobacteriosis ini cuci tangan mu setelah bersentuhan dengan kucing ya. Bisa dengan antiseptik biasa. Jika sudah terlanjur terinfeksi penyakit ini bisa disembuhkan dengan antibiotik.

4.Brucella canis.

Bakteri yang satu ini mengancam mereka mereka yang hobi memelihara anjing. Ketika Brucella canis menginfeksi anjing gejala penyakit nya berbeda antara anjing jantan dan anjing betina. Jika anjing jantan terinfeksi bakteri Brucella canis, maka anjing tersebut menjadi mandul. Penyebabnya si anjing membuat antigen yang akan membunuh sperma yang ia hasilkan sendiri. Sementara jika anjing betina yang terinfeksi, maka kemungkinan besar ia akan mengalaminya keguguran jika sedang hamil.

Brucella canis, penyebab kemandulan pada anjing
Brucella canis, penyebab kemandulan pada anjing. image [source]

Bakteri Brucella canis ini juga bisa menginfeksi manusia. Jika sampai terinfeksi, gejala penyakit yang timbul adalah depan, kelelahan dan berat badan menjadi turun drastis akibat nafsu makan berkurang. Bakteri ini juga menyebabkan pembengkakan pada limfa dan hati manusia. Tertular melalui air liur, kencing serta cairan vagina anjing. Untuk menghindari nya kamu perlu segera mencuci bagian tubuhmu yang terkena.

5. Chlamydophila psittaci.

Bagi kamu kamu yang hobi pelihara burung, hati hati ya dengan ancaman infeksi bakteri ini. Bakteri Chlamydophila Psittaci ini ada di kotoran dan ingus burung. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini cukup berbahaya dan bisa mengancam nyawa. Beberapa penyakit mematikan yang bisa diakibatkan oleh bakteri Chlamydophila psittaci Ini adalah pneumonia, hepatitis, arthritis serta kegagalan pernapasan. Gejala yang muncul pada infeksi oleh Chlamydophila ini mirip gejala flu. Namun berbeda dengan flu yang bisa sembuh sendiri, penyakit yang disebabkan oleh Chlamydophila makin parah dari waktu ke waktu.

Chlamydophila Psittaci, penyebab penyakit mirip flu yang mematikan
Chlamydophila Psittaci, penyebab penyakit mirip flu yang mematikan.image [source]

Untuk mencegah infeksi dari bakteri Chlamydophila ini usahakan kamu tidak sering sering berinteraksi dengan kotoran dan ingus burung. Lalu bagaimana jika kamu harus membersihkan kandang burung? Untuk aman nya kamu perlu memakai masker serta pelindung wajah yang memadai. Penyebabnya adalah karena bakteri ini bisa masuk lewat saluran pernapasan.

Dengan adanya berbagai macam bakteri yang menempel pada binatang peliharaan ini, kita perlu hati hati. Kebersihan binatang perlu kita jaga dan jangan pernah menganggap remeh kotoran binatang peliharaan. Jika kondisi tubuhmu sedang lemah jangan dekat dekat dengan binatang peliharaan. Sebaik jauhkan juga anak anak dari binatang yang sedang sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *