Dugaan Makar 8 Orang Dan Aksi Kudeta Paling Heboh Di Dunia.

Semoga Kekacauan Akibat Makar dan Kudeta Tidak Pernah Terjadi di Indonesia Kita Tercinta

Siapa pun pemerintahan yang sedang berkuasa di suatu negara, akan ada pihak pihak yang kurang puas. Pihak pihak yang kurang puas ini akan menggali berbagai keburukan yang ada di pihak penguasa dan kemudian menyebarkannya ke khalayak ramai. Selain menggali keburukan keburukan sang penguasa orang orang yang tidak puas ini juga akan berusaha mengajak orang lain untuk ikut membenci pemerintah. Tak jarang orang orang yang tidak puas tersebut juga berusaha mengganti pemerintahan yang sah dengan berbagai cara. Upaya untuk menggulingkan pemerintahan yang sah ini disebut makar.

Dugaan Makar 8 Orang Dan  Aksi Kudeta Paling Heboh Di Dunia.
Dugaan Makar 8 Orang Dan Aksi Kudeta Paling Heboh Di Dunia.. image [source]

Satu hari sebelum aksi super damai 212 di Monas pada 2 Desember 2016 kemarin polisi menangkap 8 orang yang diduga makar dan 2 orang lagi karena melanggar UU ITE. Beberapa orang tersebut antara lain Kivlan Zein, Adityawarman, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas. Orang orang tersebut di tangkap karena di ketahui melakukan berbagai ajakan untuk kembali ke UUD 1945 asli dan meminta MPR untuk melakukan sidang istimewa. Terlepas dari terbukti atau tidaknya dugaan makar yang dilakukan oleh ke 8 orang ini, aktivitas menggulingkan pemerintahan yang sah memang sering terjadi di beberapa negara. Setelah terjadi pengambil alihan kekuasaan biasanya situasi keamanan di negara tersebut menjadi kacau. Sebagai gambaran berikut ini kami sajikan beberapa peristiwa pengambil alihan pemerintahan di berbagai negara yang cukup membuat dunia heboh. Inilah daftarnya.

1. Dugaan Aksi Makar Oleh 8 Tokoh Di Indonesia Pada 2 Desember 2016.

Sehari sebelum acara doa bersama dan salat jumat di Monas yang bertajuk aksi super damai 212 pada 2 Desember 2016 yang lalu polisi mengumumkan telah menangkap 8 orang yang diduga melakukan tindakan makar. 8 tokoh yang ditangkap dengan dugaan makar adalah Ahmad Dhani, Eko, Adityawarman, Kivlan zein, Firza Huzein, Rachmawati, Ratna Sarumpaet dan Sri Bintang Pamungkas. Mereka ditangkap terkait dengan pernyataan-pernyataan yang disampaikan di berbagai kesempatan termasuk lewat media sosial. Ratna Sarumpaet misalnya, lewat akun media sosial yang ia kelola, rutin mengeluarkan pernyataan untuk mengajak netizen kembali kepada UUD 1945 asli dan mendorong MPR melakukan sidang istimewa. Beberapa orang lain diduga berusaha menghimpun masa untuk menduduki gedung MPR bertepatan dengan aksi super damai 212 di Monas yang diselenggarakan oleh element masyarakat GNPF-MUI.

Dugaan Aksi Makar Oleh 8 Tokoh Di Indonesia Pada 2 Desember 2016.
Dugaan Aksi Makar Oleh 8 Tokoh Di Indonesia Pada 2 Desember 2016. image [source]

Ada yang menduga bahwa penangkapan beberapa tokoh dengan dugaan makar ini bertujuan untuk menjauhkan aksi superdamai 212 dari para penunggang. Kemungkinan besar polisi ingin membersihkan aksi menuntut di hukumnya penista agama Ahok dari kepentingan politik yang ingin menngulingkan pemerintahan Jokowi. Beberapa pengamat menilai penangkapan 8 tokoh yang diduga makar ini berlebihan. Ada juga yang berpendapat bahwa tuduhan makar membelenggu kebebasan berpendapat. Namun tak sedikit juga yang berpendapat bahwa tindakan polisi ini efektif, terbukti dengan tidak ikut sertanya duo F Fadli Zon dan Fahri Hamzah dalam aksi doa bersama dan sholat Jumat di Monas tersebut. Kedua tokoh ini memang berasal dari partai politik dan ikut serta dalam aksi bela islam jilid II pada 4 november 2016 yang lalu. Namun ketika tiba waktu digelar aksi superdamai 212, kedua tokoh ini menyatakan tidak bisa hadir karena ada agenda ke luar Negri. Ke delapan orang yang diduga makar ini pun ditahan selama 24 jam dan diperbolehkan pulang ketika aksi super damai 212 telah sukses di gelar tanpa keributan sedikit pun.

2. Kudeta Di Ukraina Pada Tahun 2004 Dengan Nama Revolusi Oranye.

Pada tahun 2000 Ukraina dipimpin oleh Presiden Leonid Kuchma. Di era pemerintahannya ini korupsi merajalela di berbagai bidang. Sebuah surat kabar online pun muncul dan rajin mempublikasikan berbagai dugaan korupsi yang dilakukan oleh pemerintah. Situs tersebut bernama Ukrayinska Pravda. Pendiri situs tersebut yang bernama Georgiy Gongadze kemudian diculik di siksa dan dibunuh. Polisi tidak bisa menangkap pelaku penculikan dan pembunuhan tersebut. Kemudian publik menduga bahwa Presiden Kuchma sendirilah yang memerintahkan pembunuhan terhadap jurnalis online tersebut. Peristiwa pembunuhan jurnalis ini memicu pergerakan anti presiden Kuchma yang dikenal dengan Kuchmagate. Pergerakan anti presiden Kucha inilah yang menjadi cikal bakal dari Kudeta Revolusi orannye di Ukraina para tahun 2004.

Kudeta Di Ukraina Pada Tahun 2004 Dengan Nama Revolusi Oranye.
Kudeta Di Ukraina Pada Tahun 2004 Dengan Nama Revolusi Oranye. image [source]

Setelah presiden Kuchma berkuasa selama dua periode sejak tahun 1994, Ukraina di gerogoti oleh korupsi yang parah. Korupsi tersebut dilakukan oleh kroni-kroni presiden. Lalu pada pemilu 2004 partai pendukung presiden Kuchma kembali menang.masih ingat dengan peristiwa penculikan dan pembunuhan jurnnalis online yang dilakukan oleh presiden Kuchma, rakyat ukraina tidak mau di pimpin tokoh politik dari partai yang sama. Apalagi kemenangan partai yang di dukung presiden Kuchma tersebut disertai dengan cara-cara curang dan intimidasi. Kandidat presiden dari partai pesaing yang populer di mata rakyat Ukraina pun sempat diracun oleh pemerintah. Rakyat pun marah. Dengan pakaian serba oranye mereka melakukan protes di seluruh bagian ukraina. Tekanan dari rakyat tersebut akhirnya mampu memaksa pemerintahan untuk melakukan pemilu ulang dan mengubah undang undang yang berlaku di ukraina.

3. Kudeta Bersamaan Dengan Revolusi Yang Terjadi Di Iran.

Sebelum tahun 1979, Iran masih di bawah pemerintahan Monarki Mohammad Reza shah Pahlevi. Raja yang satu ini dikenal sangat pro barat. Mendapat dukungan penuh dari Amerika. Pemerintahan iran di bawah Reza shah Pahlevi ini juga cenderung opresif terhadap rakyatnya. Selain itu korupsi terjadi di mana mana dan terjadi kegagalan fungsi pemerintahan. Kegagalan pemerintahan yang di kelola oleh Reza shah Pahlevi tersebut menyebabkan ekonomi di iran memburuk dan membuat angka kemiskinan bertambah tinggi.

Kudeta Bersamaan Dengan Revolusi Yang Terjadi Di Iran.
Kudeta Bersamaan Dengan Revolusi Yang Terjadi Di Iran. image [source]

Akibat ketidakpuasan terhadap pemerintahan Reza Shah Pahlevi ini, rakyat iran yang sekuler bersatu dengan rakyat Iran yang islami. Mereka meminta Ayatollah Ruhollah Khomaeni untuk di undang kembali ke iran. Sebelumnya Ayatollah Ruhollah Khomaini ini diburu oleh pemerindahan sehingga terpaksa mencari perlindungan ke luar negri. Setelah ada di dalam negri Khomaini pun memimpin revolusi di Iran. Membersihkan semua pengaruh barat. Pemerintahan Shah Pahlevi yang dikendalikan oleh Amerika di gulingkan dan terbentuklah republik negara islam Iran. Hebatnya pergerakan para pelajar juga turut serta dalam mensukseskan revolusi Iran ini. iran sempat dibuat lumpuh oleh aksi para demonstran ini.

4. Kudeta Di Mesir.

Kudeta di Mesir ini terjadi pada tahun 1952. Kala itu Mesir di pimpin oleh raja Farouk I. Pemerintahan monarki yang dinahkodai oleh raja Farouk ini terkenal korup dan penuh dengan aksi nepotisme. Kudeta dilakukan oleh para perwira muda militer. Awalnya mereka hanya ingin menggulingkan raja Farouk I dari pemerintahan. Namun ambisi mereka berkembang menjadi mengganti pemerintahan monarki menjadi pemerintahan republik.

 Kudeta Di Mesir.
Kudeta Di Mesir. image [source]

Ketika para perwira militer muda yang dipimpin oleh Gamal Abdul Nasser ini sukses membentuk pemerintahan republik Inggris serta Perancis yang sejak dulu menduduki wolayah mesir pun panik. Kedua negara ini menginnginkan agar terusan suez tetap bebas di kelola oleh mereka dan bebas dilewati. Nasionalisasi terhadap terusan Suez membuat Inggis dan Perancis melakukan serangan besar besaran terkadap negara republik mesir yang baru terbentul. Hebatnya di bawah Mustafa Kemal Pasha pasukan koalisi Inggris dan Perancis dapat di kalahkan. Kemenangan gemilang pun di peroleh oleh Mesir. Kesuksesan kudeta pemerintahan di Mesir pada tahun 1952 ini menginspirasi beberapa negara di Arab dan Afrika untuk melakukan revolusi yang sama. Negara-negara di kawasan tersebut juga mulai menggulingkan pemerintahan yang korup dan menganti dengan pemerintahan yang baru.

Itu tadi beberapa informasi tentang dugaan makar dan peristiwa kudeta dari berbagai negara. Indonesia sendiri kekacauan akibat menggulingkan pemerintahan yang sah pernah terjadi pada tahun 1998 yang lalu. Waktu itu pemerintahan suharto digulingkan lewat sidang istimewa MPR. Peristiwa tersebut kita kenal dengan reformasi. Meskipun berhasil mengganti pemerintahan yang penuh kolusi korupsi dan mepotisme di era Suharto, nyatanya imbas kekacauan dari peristiwa 1998 masih terasa hingga sekarang. Korupsi yang dulu terpusat di kalangan kroni Suharto sekarang justru menyebar dan kestabilan politik, ekonomi serta keamanan nasional belum sepenuhnya pulih seperti dulu lagi. Oleh karena itu sebaiknya kita menghindari tindakan-tindakan makar serta kudeta terhadap pemerintahan yang sah. Jika tidak puas dengan pemerintahan yang sekarang pastikan saja pada pemilu yang akan datang kamu memilih tokoh yang benar benar tepat. Jika pergantian pemerintahan dilakukan secara konstitusional maka tak perlu ada kekacauan seperti yang terjadi tahun 1998. Dengan begitu rakyat tetap tenang bisa bekerja mencari makan buat anak serta keluarga mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *