Sedang memuat 6 Anak Ini Punya Bakat Mengagumkan Ketika Kecil, Sayang Sekali Hidupnya Berakhir Dengan Tragis.

6 Anak Ini Punya Bakat Mengagumkan Ketika Kecil, Sayang Sekali Hidupnya Berakhir Dengan Tragis.

Andai Saja Mereka Hidup, Pasti Sangat Bermanfaat

Punya anak yang cerdas atau berbakat memang dambaan setiap orang tua. Karena sebagian besar orang masih berpikir bahwa kecerdasan merupakan faktor utama penentu kesuksesan. Maka itu begitu ada anak kecil, bayi, atau balita yang mempunyai kemampuan di atas umurnya, biasanya berita tersebut akan tersebar dan menimbulkan kekaguman pada banyak orang.

6 Anak Ini Punya Bakat Mengagumkan Ketika Kecil, Sayang Sekali Hidupnya Berakhir Dengan Tragis.
6 Anak Ini Punya Bakat Mengagumkan Ketika Kecil, Hidupnya Berakhir Tragis. image [source]

Kamu pasti pernah dengar kan cerita tentang anak kecil yang sudah bisa membaca, atau anak balita yang sudah bisa berbicara 3 bahasa, anak balita yang mampu menghafal semua jenis mata uang dari negara  di seluruh dunia, anak kecil yang pandai main piano dan kisah-kisah anak berbakat lainnya. Mendengar kisah-kisah anak yang cerdas tersebut banyak orang tua merasa kagum dan ingin anaknya ikut cerdas juga. Untuk tujuan tersebut sejak kecil anak dijejali dengan berbagai macam pelajaran, kursus ini-kursus itu, makan vitamin-ini vitamin itu. Hasil akhirnya anak justru merasa tertekan dan terbebani. Kecerdasan dan bakat luar biasa yang ada pada diri anak hanyalah salah satu faktor penentu kesuksesan. Jadi menjadi anak cerdas dan berbakat tidak lantas menjamin anak tersebut pasti sukses di masa depan. Selain bakat dan kecerdasan, anak juga perlu disiplin, ketekunan, integritas, serta kerja keras. Sebagai bukti bahwa kecerdasan serta bakat saja belumlah cukup untuk meraih kesuksesan, berikut ini kami sajikan daftar anak berbakat serta cerdas yang hidupnya justru berakhir dengan tragis.

1. Aaron Swartz, Gantung Diri Setelah Terlibat Peretasan

Pasti tahu kan situs Reddit, tempatnya diskusi orang dari seluruh dunia. Nah Aaron Swartz ini merupakan salah satu pendirinya. Ia lahir pada 8 november 1986. Bakatnya di bidang komputer tampak sejak kecil. Pada umur 14 tahun saja dia sudah terlibat dalam pengembangan salah satu platform berlangganan informasi di dunia internet. Teknologi yang ia ciptakan tersebut masih di pakai hingga saat ini yaitu RSS (resume site summary). Adanya RSS ini memungkinkan kita untuk berlangganan berita-berita baru dari situs-situs favorit. Selain sebagai programer komputer, Aaron Swartz juga seorang aktivis internet. Ia memperjuangkan supaya orang-orang bebas mengakses info apapun dari internet tanpa takut adanya ancaman dari uu anti pembajakan. Ia juga menjadi peneliti di universitas Harvard. Selain berbagai aktivitas tersebut, Aaron juga aktif dalam dunia perhackingan. Ia meretas berbagai situs agar informasi yang terdapat di sana bisa tersedia bebas bagi para pengguna internet

Aaron Swartz, Gantung Diri Setelah Terlibat Peretasan
Aaron Swartz, Gantung Diri Setelah Terlibat Peretasan. image [source]

Tahun 2011, Aaron swartz menjebol situs non profit milik MIT JSTOR dan mengunduh 4.8 juta dokumen yang tersimpan di dalamnya. Aksinya terendus oleh jaksa federal . dua tahun kemudian ia dijatuhi hukuman penjara lebih dari 35 tahun, denda 1 juta dolar, serta penyitaan pada semua aset-asetnya. Menghadapi tuntutan hukuman yang terlampau nerat tersebut Aaron Swartz memutuskan untung gantung diri di usia 26 tahun. Diketahui sejak lama si Aaron ini memang menderita depresi berat. Ditambah dengan ancaman hukuman tersebut, kemungkinan besar itulah yang mondorong ia untuk bunuh diri. sayang sekali ya, padahal jika masih hidup mungkin sumbangannya bagi dunia internet akan lebih banyak lagi.

2. Robert Peace, Jenius Yang jadi bandar Ganja

Dilahirkan di lingkungan miskin, ayah Robert Peace ini merupakan seorang pengedar Obat terlarang. Sementara ibu dari Robert peace ini berkerja di bidang pekerjaan dengan gaji rendah dan jam kerja panjang. Karena tak ada yang menjaganya ketika di rumah ibu Robert Peace memasukkannya ke asrama di sebuah sekolah swasta. Penderitaan keluarga tersebut makin bertambah ketika pada umur 7 tahun, ayah Robert di tangkap polisi karena kasus peredaran Obat terlarang. Kecerdasan Robert Peace ini sudah nampak sejak kecil sehingga para pengasuhnya memberi julukan sang profesor. Kecerdasannya tersebut kemudian di ketahui oleh salah seorang bos bank swasta di New Jersey. Bos bank swasta tersebutvpun lantas memberikan hibah untuk membiayai semua keperluan kuliah ketika Robert diterima di universitas top Yale.

Robert Peace, Jenius Yang jadi bandar Ganja
Robert Peace, Jenius Yang jadi bandar Ganja. image [source]

Di universitas Yale ini Robert belajar di bidang biokimia dan biofisika. Ketika kuliah pun ia sudah bekerja part time di laboratorium yang fokus meneliti penyembuhan kanker. Berkat kecemerlangannya ia berhasil lulus dengan predikat cumlaude di tahun 2012. Dengan kecerdasannya serta predikat cumlaude dari universitas Yale tersebut, tentu saja Robert Peace akan dengan sangat mudah mendapatkan pekerjaan. Namun sayang sekali, seperti ayahnya Robert Peace ini terlibat dalam jaringan pengedar narkoba. Ia tergiur penghasilan besar menjadi pengedar narkoba kelas kakap. Di usia 30 ia ditemukan dengan luka tembak divkepala berlokasi di green house pribadi yang ia gunakan untuk menumbuhkan Ganja. Sekali lagi dunia kehilangan bocah berbakat tersebut.

3. Peaches Geldof, Penulis Serta Model Yang Mati Akibat Heroin

Ia adalah putri berbakat dari pasangan seorang presenter TV Paula Yates dan musisi Bob Geldof. Sedak kecil bakat yang dimiliki Peaches ini cukup banyak. bayangkan saja, di usia 15 tahun, ia sudah menjadi penulis bagi makalah terkenal elle, The Guardian dan The Tellegraph. Umur 16 tahun ia sudah mandiri dan meluncurkan merek fashion sendiri. Perlu di ketahui, ketika Peaches masih berusia 11 tahun, ibunya meninggal karena overdosis.

Peaches Geldof, Penulis Serta Model Yang Mati Akibat Heroin
Peaches Geldof, Penulis Serta Model Yang Mati Akibat Heroin. image [source]

Memiliki hidup yang sempurna, sukses dalam karir maupun rejeki ternyata tidak menjamin masa depan seseorang. Si gadis berbakat ini ternyata menyimpan rahasia kelam. Sama seperti ibunya, ia merupakan pecandu heroin. Dengan sangat rapi ia merahasiakan kebiasaanya mengkonsumsi heroin tersebut. Hingga setelah 2.5 tahun hidup dalam cengkeraman narkoba, ia ditemukan tewas akibat overdosis di apartemen yang ia miliki. Diketahui sebelum ditemukan tewas karena overdosis tersebut, Peaches sempat menjalani terapi ketergantungan obat dan berhasil sembuh. Namun ketika kambuh, ia mengkonsumsi heroin dalam dosis lebih banyak sehingga mengalami overdosis. Jangan sampai anak kita mengalami hal yang seperti in ya.

4. Ervin Nyireghyhazi , Anak Cerdas Yang Bunuh Diri Tanpa Alasan

Lahir di Budaphest di keluarga yang kurang perhatian. Ayahnya meninggal ketika Ervin masih kecil. Si ibu, satu-satunya keluarga yang tersisa ternyata justru mengekploitasi bakat luar biasa yang ada padanya. Ervin Ini sejak kecil memang menunjukkan bakat dan ketertarikan di bidang musik. Di umur 3 tahun saja, ia sudah dapat membuat komposisi musik sendiri. Di usia 4 tahun ia sudah diundang untuk tampil memainkan musik di event-event resmi kerajaan Ingris dan istana kenegaraan lainnya.

Ervin Nyireghyhazi , Anak Cerdas Yang Bunuh Diri Tanpa Alasan
Ervin Nyireghyhazi , Anak Cerdas Yang Bunuh Diri Tanpa Alasan. image [source]

Karirnya di bidang musik begitu cemerlang sejak muda. Kemudian mala petaka pun di mulai ketika ia berpindah ke amerika serikat. Awalnya ia berpikir, bahwa dengan pindah ke amerika serikat, karir bermusiknya akan semakin melejit. Takdir berkata lain. setelah pindah ke amerika setikat, karir musiknya malah tidak jelas. Ia jarang mendapatkan job untuk manggung di berbagai event. Kondisi tersebut membuatnya terlilit dalam kemiskinan dan kecanduan alkohol. Setiap kali ia meluncurkan karya musik terbaru, tanggapan publik tak pernah positif dan akhirnya ia pun meninggal dalam kemiskinan pada 1987.

5. Brandenn Bremmer, Bunuh Diri Agar Bisa Menjadi Donor Organ

Anak yang bisa membaca pada usia 18 bulan, pastilah anak yang cerdas. Itu pulalah yang bisa dilakukan oleh Brandann. Pada usia 3 tahun bocah ini mampu bermain piano dan membuat komposisi musik sendiri. Bisa di tebak saat usia 10 tahun ia sudah selesai sekolah sma nya. Brendann masuk kuliah ketika usia 11 tahun. Permainan musik serta karya komposisi musik Brendan Membuat orang yang mendengarkan kagum. Menurut sang ibu si Brendann ini juga bocah yang ceria.

Brandenn Bremmer, Bunuh Diri Agar Bisa Menjadi Donor Organ
Brandenn Bremmer, Bunuh Diri Agar Bisa Menjadi Donor Organ. image [source]

Di universitas, ia fokus belajar pada anestesi, ia juga sudah merampungkan album musik nya yang ke 2. Namun sayang tahun 2005 dia ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala. Dari penyelidikan diketahui bahwa Brendann tewas karena bunuh diri. ia tidak meninggalkan catatan apa pun. Sang ibu juga menjelaskan bahwa sebelumnya Brendann tidak mengalami tanda-tanda depresi. Ketika hidup Brendann sangat ingin menjadi pendonor organ. Oleh karena itu setelah kematiannya, sang ibu pun kemudian mewujudkan keinginan si anak. Seluruh organ Brendann di donorkan kepada mereka yang membutuhkan. Alasan kenapa Brendann Bunuh diri tidak pernah terungkap. Yang jelas kematiannya telah menyelamatkan banyak orang.

6. Sergey Resnichenkov, Tuhan Palsu Yang Lompat Dari Jendela.

Bisa membaca di usia 2 tahun kecerdasan Sergey ini tidak diragukan lagi. Ketika usianya 13 tahun, ia telah mampu menunjukkan bakar yang luar biasa. Berbakat dalam menulis puisi, pandai matematika tertarik dengan ilmu sains dan masih banyak lagi. Namanya menjadi terkenal ketika ia tampil dalam sebuah acara televisi yang menampilkan anak-anak cerdas berbakat. Umur 15 tahun ia sudah mempelajari ilmu ekonomi di universitas top do Ukraina.Meskipun terlihat memiliki kehidupan yang sempurna, ternyata ia diisolasi oleh ibunya yang merupakan penganut fanatik dari aliran kepercayaan jehovah witness.

Sergey Resnichenkov, Tuhan Palsu Yang Lompat Dari Jendela.
Sergey Resnichenkov, Tuhan Palsu Yang Lompat Dari Jendela. image [source]

Untuk keperluan kuliah akhirnya si Sergey ini keluar dari rumah dan lepas dari kekangan ibunya yang serba mendikte. Ketika lepas dari kekangan ibunya, si Sergey tersebut mulai terjerat dengan penyalah gunaan obat terlarang serta kecanduan video game. Tahun 2011, ia menderita depresi parah dan mengalami halusinasi. Bahkan ia juga mengklaim bahwa dirinya adalah tuhan. Akhir tragis menimpa dirinya ketika ia lompat dari jendela lantai 5 asrama yang ia tempati. Ia pun meninggal karena cidera parah.

Tuh kan, ternyata kecerdasan saja belumlah cukup untuk meraih kehidupan yang sukses. Untuk itu bagi para orang tua, calon orang tua dan yang masih mencari-cari jodoh agar bisa menjadi orang tua, jangan hanya membekali anak dengan kecerdasan saja ya. Tapi aspek kecerdasan emosi dan kecerdasan spritual anak juga perlu diperkuat. Orang cerdas rentan depresi, jika tidak diimbangi dengan SQ dan EQ, kehidupan mereka bisa berakhir tragis seperti kiah-kisah di atas. Waspadalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *