Sedang memuat Ini Yang Akan Terjadi Jika Kita Dilahirkan Tanpa Sistem Kekebalan Tubuh

Ini Yang Akan Terjadi Jika Kita Dilahirkan Tanpa Sistem Kekebalan Tubuh

Malang Sekali Ya nasih Anak Yang Dilahirkan Tanpa Sistem Kekebalan Ini

Dunia memang keras. Beberapa saat setelah manusia lahir ada kuman serta bibit penyakit yang siap menyergap dan mengancam nyawa. Kuman tersebut ada di udara, di air di makanan bahkan di tangan ibu serta bapaknya yang selalu mendampingi. Bakteri, jamur serta virus merupakan bentuk dari kuman kuman yang mengancam kehidupan manusia yang baru lahir tersebut. Itulah makanya alat alat yang digunakan bayi perlu dijaga kebersihannya.

Beberapa Anak Berikut Harus Hidup Di Dalam Gelembung Steril Agar Terhindar Dari Infeksi Kuman
Anak Harus Hidup Di Dalam Gelembung Steril Agar Terhindar Dari Infeksi Kuman. image [source]

Meskipun begitu lahir di dunia ancaman kuman serta bibit penyakit terus mengintai, untungnya kita dilahirkan dengan sistem kekebalan. Begitu ada kuman baru yang menginfeksi, tubuh kita mungkin akan demam sebentar, kemudian melawan penyakit tersebut dengan sistem kekebalan yang di bentuk. Tentara yang melawan penyakit dalam tubuh kita dibuat oleh kelenjar limpa dan dikendalikan oleh sumsum tulang belakang. Celakanya tidak semua anak dilahirkan dengan sumsum tulang belakang yang berfungsi dengan sempurna. Bahkan ada beberapa yang tak ada sumsum tulang belakang sama sekali sehingga mereka tidak punya sistem kekebalan. Akibatnya terkena infeksi kuman sedikit saja, tubuh mereka tidak bisa melawan. Nyawa mereka terancam oleh hal hal sepele yang bagi banyak orang aman. Terpapar udara bebas saja dapat mengancam jiwa mereka. Oleh karena tidak memiliki sistem kekebalan tersebut, anak anak malang ini harus hidup dalam ruang yang steril dan terisolasi. Mereka harus berada dalam gelembung ketika keluar dari ruangan tersebut. Inilah beberapa anak yang dalam kehidupan nyata harus terpenjara dalam gelembung steril tersebut.

1. Seth Lane, Bocah Yang Populer Dengan Tagar #Wearyellowforseth

Pada rahun 2015, netizen di hebohkan dengan tagar #wearyellowforseth. Ternyata tagar tersebut adalah dukungan untuk boceh bernama Seth Lane yang sedang berjuang melawan penyakit tidak adanya susmsum tulang belakang di tubuhnya. Seth lahir pada februari 2010. Selang satu hari dari HPL nya. Ia dilahirkan normal dengan berat 2.7 kilogram. Begitu dilahirkan, ia pun menyusu dengan normal seperti bayi bayi lain. setelah melewati pengecekan kesehatan standar untuk bayi yang baru saja dilahirkan, hari berikutnya ibu dan anak ini diperbolehkan untuk pulang. Sampai usia seminggu kehidupan Seth berjalan dengan normal. Kemudian ia mulai menangis hebat selama berjam-jam. Kondisi tersebut menandakan bahwa Seth mengalami kolik. Tangisan yang lama tersebut disusul dengan muntah muntah. Setiap kali menyusu, semua asi dalam perut seth disembutkan dengan kecepatan tinggi dari mulut seh. Ia juga mengalami susah buang air besar. Petugas kesehatan menduga bahwa seth mengalami intoleransi laktosa. Namun setelah di periksa di laboratorium, kandungan laktosa dalam asi sedikit. Muntah muntah terus berlanjut dan seth pun mulai kehilangan berat badan.

Seth Lane, Bocah Yang Populer Dengan Tagar #Wearyellowforseth
Seth Lane, Bocah Yang Populer Dengan Tagar #Wearyellowforseth. image [source]

setelah dilakukan cek darah menyeluruh diketahui Seth tidak mempunyai limfosit yang berperan sebagai sistem kekebalan tubuh. Jadi muntah muntah yang dialaminya akibat infeksi dari bakteri bakteri sepele. Karena tidak punya sistem kekebalan tubuh tersebut seth harus menjalani transplantasi sumsum tulang belakang. Transplantasi pertama belum membuahkan hasil dan seth harus hidup di dalam kamar yang steril. Ketika keluar ia harus berada dalam gelembung udara steril agar kuman dari udara luar tidak menginfeksinya. Untuk bisa hidup normal ia perlu transplantasi sumsung tulang belakang yang ke dua kalinya. Untuk mencari donor tersebut ia menulis dalam kertas kuning. Dengan memegang kertas kuning berisi permintaan dukungan tersebut Seth difoto. Fotonya kemudian di unggah di internet dan menjadi viral. Penduduk dunia pun kemudian memberikan dukungan dengan memakai pakaian serba kuning dan mempopulerkan tagar #wearyellowforseth. Dengan viralnya tagar tersebut Seth pun berhasil mendapatkan donor dan melakukan transplantasi sumsum tulang belakang untuk kedua kalinya. Setelah transplantasi berhasil, ia pun hidup normal kembali.

2. David Vetter, Bocah Yang Terkenal Dengan Sebutan “Boy In The Bubble” Di Era 70 An.

David Vetter ini lahir di tahun 1971. Ia mengalami penyakit langka yang dikenal dengan severe combined Imuno Deficiency (SCID). Penyakit disebabkan karena ketiadaan sistem kekebalan tubuh. Pada masa itu, satu satunya cara penyembuhan penyakit SCID ini adalah dengan cara transplantasi sumsung tulang belakang. Sayangnya dalam keluarga David Vetter tidak ada yang cocok untuk menjadi donor. Hasilnya, David harus menjalani hidup di dalam ruang yang steril sepanjang hidupnya. Jika ingin keluar ruangan ia harus memakai gelembung udara steril. Sejak lahir hingga berumur 12 tahun ia terus menerus hidup di dalam gelembung steril tersebut tanpa pernah bersentuhan langsung dengan manusia lain termasuk orang tuanya. Kehidupan bocah di dalam gelembung steril ini menarik perhatian orang seluruh dunia.

2.David Vetter, Bocah Yang Terkenal Dengan Sebutan  “Boy In The Bubble” Di Era 70 An.
2. David Vetter, Bocah Yang Terkenal Dengan Sebutan “Boy In The Bubble” Di Era 70 An. image [source]

Bahkan NASA, membuatkan pakaian gelembung khusus untuk si David Vetter ini. dengan gelembung steril buatan NASA tersebut David bisa keluar ruangan dengan aman. Selama 12 tahun hidup di dalam gelembung steril hanya 5 kali ia keluar dari ruangan di rumah sakit anak Texas. Di usia 12 tahun ada orang yang cocok dan mau mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Namun naas sehabis operasi dia malah terserang kanker limfoma. Kanker limfoma tersebut disebabkan oleh infeksi virus Epsteim-Bar. Ia meninggal pada tahun 1984. Kematiannya meyisakan kesedihan bagi banyak orang. namun berkat penyakit yang terjadi pada diri David Vetter tersebut dunia kedokteran kini mampu menangani orang dengan kelainan SCID lebih baik. kematian David Vetter telah memungkinkan penderita SCID pada masa sekarang bisa diselamatkan.

3. Ted Devita, Berada Dalam Kurungan Plastik Selama 18 Tahun.

Ted Devita ini juga mengalami penyakit langka parah yang disebut dengan Aplastik Anemi. Dalam kondisi ini, sel sel darah Ted tidak bisa memproduksi sel darah baru. Padahal sel darah manusia umumnya hanya berumur 120 hari dan setelah itu harus dibuat lagi. Akibat ketidakmampuan membuat sel darah baru ini, tubuh Ted Devita tidak mempunyai sel darah putih yang berfungsi sebagai sistem kekebalan. Ted Devita rentan terhadap serangan bakteri dan bibit penyakit lainnya. Oleh karena itu ia harus hidup di ruangan sempit yang terbungkus oleh plastik. Udara dalam ruangan tersebut harus steril. Ketika menyentuh benda benda tertentu, ted harus menggunakan sarung tangan.

Ted Devita, Berada Dalam Kurungan Plastik Selama 18 Tahun.
Ted Devita, Berada Dalam Kurungan Plastik Selama 18 Tahun. image [source]

Sama seperti David Vetter, ketika ingin meninggalkan rumah, devita ini harus mengenakan pakain rapat mitip astronot. Pakaian pelindung yang dipakai Devita ini dilengkapi dengan polpa yang fungsinya meniup semua bakteri patogen ke menjauh. Karena terlalu banyak menjalani tranfusi darah, kadar besi dalam tubuh devita terlalu tinggi. Ia pun meninggal pada tahun 1980 karena kelebihan kandungan besi tersebut dan bukan karena penyakit Aplastik anemia tersebut. Berbahagialah karena saat ini dunia kedokteran sudah mampu menangani penyakit aplastik anemia dengan baik sehingga penderitanya mampu sembuh.

4. Gabriel Solis.

Gabriel Solis menjalani hidup normal sampai usia 3 tahun. Anak manis tersebut suka berenang, bermain puzzle dan bernyanyi. Suatu hari ia terkena demam dan peradangan selaput otak. Meskipun menjalani aktivitas seperti anak normal sejak lahir orang tua Gabriel sudah tahu bahwa dia lahir tanpa dilengkapi dengan sistem kekebalan yang berfungsi dengan baik. Gabriel menderita kelainan genetik yang menyebabkan tubuhnya tidak bisa memproduksi sel T pada darah putihnya. Akibat tidak ada sil T inilah bakteri sepele saja mampu membuat tubuhnya mengalami demam dan terserang pneumonia.

Gabriel Solis.
Gabriel Solis. image [source]

Setelah dibawa ke rumah sakit, anak ini harus hidup di dalam gelembung steril untuk mencegah infeksi bakteri patogen dari luar. Penyakit yang diderita Gabriel ini terpaut dalam kromosom x sel tubuhnya. Oleh para ahli genetik penyakit ini disebut dengan SCID-X1. Selama 6 bulan lebih Gabriel Solis hidup didalam gelembung tersebut. Para ahli kemudian berhasil merekayasa sebuah virus yang mampu mempebaiki kelainan genetik penyebab penyakit SCID-x1 ini. bersama dengan 12 anak lainya, Gabriel menjalani terapi gebetik dengan virus buatan tersebut. Ke 12 anak inipun sembuh dari penyakit langkanya. Diperkirakan dengan terapi ini mereka mampu hidup 12 sampai 38 tahun lagi.

5. Wilco Conradi Dan Jameson Golliday, Penderita SCID-X Lainnya.

Wolco Conradi dan Jamesson Golliday merupakan 2 anak lain dengan penyakit SCID-x yang hanya menyerang anak laki laki. Penyebabnya penyakit ini tertaut gen resesif yang tertaut pada kromosom x. Gen resesif artinya, efek dari gen tersebut hanya muncul jika tidak tertutup oleh gen lain yang dominan. Wanita mempunyai 2 kromosom x, sehingga jika salah satu nya membawa penyakit SCID-x penyakit tersebut masih bisa di kalahkan oleh kromosom x satunya lagi. Namun lelaki hanya punya satu kromosom x, akibatnya jika satu satunya kromosom x ini membawa penyakit SCID-x maka penyakit tersebut akan muncul. Itulah mengapa penyakit SCID-x banyak menyerang laki laki dibandingkan perempuan.

Wilco Conradi Dan Jameson Golliday, Penderita SCID-X Lainnya.
Wilco Conradi Dan Jameson Golliday, Penderita SCID-X Lainnya. image [source]

Khusus untuk Wilco Conrad ini, penyakit SCID-x telah membunuh 3 anggota keluarganya. Paman dan sepupunya juga terbunuh oleh penyakit ini. untungnya ibu wilco membawa nya ke rumah sakit anak Cincinati dimana disana akan diujicobakan penyembuhan penyakit SCID-x dengan terapi virus. Sebelum terapi dilakukan Wilco menghabiskan waktunya di dalam gelembung steril. Bersama dengan Jamesson Golliday kedua anak ini menjalani terapi sehingga mereka bisa lepas dari penyakit langka yang menyerang 1 bayi dari 75000 kelahiran tersebut.

Dari berbagai kasus penyakit sistem kekebalan yang diderita anak anak di atas, tampak bahwa kesehatan sangat mahal harganya. Bahkan punya uang untuk membayar semua biaya pengobatan pun belum tentu mampu menolong nyawa orang orang yang kita cintai. Kesehatan memang sesuatu yang tidak ternilai harganya. Kesehatan tidak bisa di beli, tapi kita bisa menjaganya. Kesimpulannya, dilahirkan dalam kondisi sehat saja sudah merupakan anugerah yang luar biasa. Jadi jangan lupa untuk bersyukur ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *