Sedang memuat Tragis, Kisah Bunuh Diri Sekeluarga, Anak Kecil Tak Berdosa Pun Jadi Korban.

Tragis, Kisah Bunuh Diri Sekeluarga, Anak Kecil Tak Berdosa Pun Jadi Korban.

Kok Ada ya Orang Tua Yang Tega Ajak Anaknya Bunuh Diri Bersama

Dalam hidupnya, manusia tidak pernah lepas dari masalah. Ada masalah-masalah yang kecil dan ada pula masalah yang besar. Permasalahan dalam hidup tersebut muncul disebabkan oleh banyak hal. Beberapa hal yang mampu memicu masalah antara lain: masalah ekonomi, masalah percintaan dan masalah keluarga. Masalah-masalah besar yang susah diselesaikan akan membuat orang putus asa. Jika masalah-masalah yang berat tersebut menumpuk maka rasa putus asa yang berat dapat menyebabkan orang tersebut mengalami depresi.

Bunuh Diri sekeluarga
Bunuh Diri sekeluarga. image [source]

Depresi berat adalah salah satu faktor yang memicu orang untuk melakukan tindakan bunuh diri. ketika seseorang merasa putus asa, depresi ditambah lagi ia merupakan penyendiri maka dorongan untuk bunuh diri pada orang tersebut semakin besar. Untuk sebagian besar orang, bunuh diri merupakan suatu hal yang susah diterima oleh akal. Bunuh diri tidak menyelesaikan masalah dan hanya merupakan bentuk pelarian. Namun bagi orang-orang yang menderita depresi berat, sedang berada dalam keputusasaan yang hebat maka bunuh diri bagi mereka merupakan satu-satunya solusi. Bahkan tak jarang dalam melakukan bunuh diri tersebut mereka mengajak juga anggota keluarga yang lain seperti anak dan istri. Berikut ini beberapa contoh kasus bunuh diri yang dilakukan dengan mengajak anggota keluarga yang lain.

1. Kasus Bunuh Diri Sekeluarga Di Semarang

Namanya David Nugroho (30 tahun) Semarang , bekerja sebagai supir angkutan barang di Semarang. Ia mempunyai dua anak yang berumur 7 dan 3 tahun. Istrinya bernama Dian Komala Dewi diperbudak oleh sindikat pengedar narkoba sehingga lalai dalam mengurus anak-anak. Si David ini sebetulnya masih mencintai sang istri namun karena sang istri lebih patuh pada sindikat bandar narkoba dari pada mengurus anak dan rumah tangganya, ia pun menjadi depresi. Sejak menikah David Nugroho beserta anak dan istrinya tinggal bersama mertua. Akibat deprsi karena di abaikan oleh sang istri tersebut David akan memenuhi janji yang dulu ia ucap ketika pertama kali melamar istrinya. Cintanya tersebut akan ia bawa hingga mati.

Kasus Bunuh Diri Sekeluarga Di Semarang
Kasus Bunuh Diri Sekeluarga Di Semarang. image [source]

Ketika bapak mertuanya sedang bekerja keluar kota, bersama kedua anaknya, David mengunci pintu kamar dari dalam. Bersama kedua anaknya David menenggak racun serangga. Si ibu mertua pun curiga dan meminta bantuan warga sekitar untuk mendobrak pintu kamar David. Pintu kamar pun di dobrak. David dan ke dua anaknya sudah terbaring lemas dengan mulutnya keluar busa. Disamping tubuh mereka terdapat surat wasiat yang ditujukan untuk sang istri. Surat wasiat tersebut berisi bahwa ia membuktikan janji untuk membawa cintanya hingga mati. Ia mengajak kedua anak mereka untuk menemani perjalanan menuju kematian. Oleh warga ke tiga orang tersebut pun langsung dibawa ke rumah sakit. David dan anak yang kecil selamat. Namun Aura Safya Nugroho si anak pertama, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

2. Bunuh Diri Sarminah Sekeluarga Di Pemalang.

4 mayat ditemukan membusuk di dusun Colo rt 03 rw 07 kelurahan Mulyoharjo Pemalang Jawa Tengah. Keempat mayat tersebut terdiri atas Sarminah (istri), Mudri (suami), Winda anak 19 tahun) dan Gita (anak 9 tahun). Diduga mereka telah meninggal selama 4 hari. Awalnya seorang warga mencium bau busuk menyengat dari dalam rumah sarminah. Diketahui juga sudah selama beberapa hari Sarminah sekeluarga tidak pernah keluar rumah. Rumah mereka terkunci rapat dari dalam. Ketika bersama warga lain si Ahmad ini mendobrak pintu, ditemukan 4 mayat dalam kondisi tertelungkup dan sudah membusuk.

Bunuh Diri Sarminah Sekeluarga Di Pemalang.
Bunuh Diri Sarminah Sekeluarga Di Pemalang. image [source]

Dari hasil pemeriksaan polisi, tidak ada bekas luka di tubuh mereka. Tidak nampak juga adanya kerusakan di pintu dan jendela rumah. Itu artinya rumah memang sengaja dikunci dari dalam oleh penggunanya. Mereka meninggal karena keracunan. Dengan berbagai petunjuk tersebut diduga kuat mereka meninggal karena bunuh diri bersama. Namun alasan kenapa 1 keluarga di Pemalang tersebut bunuh diri, tidak ada yang tahu pasti.

3. Tewasnya 2 Keluarga Di Pekalongan Dan Cirebon.

Pada tanggal 4 Maret 2014 dua keluarga ditemukan meninggal dalam waktu yang berdekatan. Kedua keluarga tersebut diketahui memiliki hubungan ibu dan anak. Keduanya meninggal dengan tanda-tanda yang sama. Organ dalam membengkak dan mulut keluar busa. Keluarga pertama tinggal di Pekalongan. Lina sang ibu yang berumur 41 tahun ditemukan tewas bersama Dani, sang anak yang berusia 11 tahun. Sebelumnya mereka sempat makan bersama keluarga asal Cirebon yang juga ditemukan tewas keracunan. Keluarga yang tewas di Cirebon ini terdiri atas 2 anggota juga yaitu Anita yang berusia 58 tahun dan Rudito yang berusia 39 tahun.

Tewasnya 2 Keluarga Di Pekalongan Dan Cirebon.
Tewasnya 2 Keluarga Di Pekalongan Dan Cirebon. image [source]

Polisi Pekalongan pun lantas bekerja sama dengan polisi Cirebon. Hasilnya ditemukan alat bukti yang sama berupa serbuk porselin. Hasil otopsi juga menunjukkan gejala keracunan yang sama yaitu organ dalam mereka mengalami pembengkakan. Disimpulkan ke dua keluarga tersebut meningggal akibat menenggak racun serangga. Anggota keluarga yang masih selamat bernama Tomi. Menurut Tomi ini yang merupakan kakak Lina, keluarga besarnya meninggal bunuh diri akibat teror dari distributor semen. Ibunya mengelola 2 toko bangunan dan menyisakan tagihan ke distributor semen sebanyak 700 juta. Setiap hari petugas dari distributor semen tersebut menagih hutang. Tekanan dari teror tersebutlah yang membuat linda dan anita beserta keluarga melakukan bunuh diri.

4. Satu Keluarga Tewas Bakar Diri Di Klungkung.

Sebuah keluarga yang beranggotakan 5 orang ditemukan tewas terbakar hangus di sebuah hotel di Klungkung. Kelima orang tersebut terdiri atas I Gusti Bagus Karpica, I Gusti Ayu Eka (istri), i Gusti Ngurah Narendra (anak), I Gusti Ngurah Satria (anak), I Gusti Ayu (anak). Dari hasil autopsi, mereka meninggal 6 jam setelah makan malam. Terbukti masih ada makanan yang tercerna dengan sempurna di usus anak yang masih kecil. Dari informasi yang diperoleh oleh polisi, mereka memutuskan untuk bakar diri bersama karena terlilit utang sebesar 700 juta. Diperkirakan akibat tidak mampu membayar hutang tersebut mereka sekeluarga memutuskan untuk bunuh diri.

Satu Keluarga Tewas Bakar Diri Di Klungkung.
Satu Keluarga Tewas Bakar Diri Di Klungkung. image [source]

Satu keluarga tersebut ditemukan tewas di atas kasur. Diperkirakan mereka lemas setelah menghirup banyak gas co (karbon monoksida). Setelah lemas, api pun membakar tubuh mereka hingga hangus. Ada juga informasi yang beredar bahwa mereka punya hutang disebuah toko oli. Namun ketika polisi berusaha mengkontirmasi informasi tersebut pihak manajemen toko oli masih keluar. Sangat disayangkan ya jika hanya karena orang tua yang punya hutang, anak yang tidak tahu apa apa ikut jadi korban.

5. Satu Keluarga Bunuh Diri Di Kediri.

Nama kepala keluarga yang ditemukan meninggal satu keluarga di Kediri tersebut adalah Yudi yang berumur 4 tahun. Ia ditemukan tewas membusuk bersama istri dan anaknya. Semua pintu rumah berada dalam keadaan terkunci sementara televisinya menyala. Dari dalam rumah juga tercium bau busuk menyengat. Adik korban yang baru pulang dari Surabaya langsung curiga dengan kondisi tersebut dan meminta tolong warga sekitar untuk mendobrak pintu untuk melihat apa yang terjadi di dalam.

Satu Keluarga Bunuh Diri Di Kediri.
Satu Keluarga Bunuh Diri Di Kediri. image [source]

Setelah didobrak ditemukan satu keluarga tersebut sudah membusuk. Kuat dugaan ayah ibu dan anak tersebut tewas akibat menenggak racun serangga. Di kamar korban ditemukan racun serangga, gelas dan sedotan. Jenis racun belum bisa di pastikan oleh pihak kepolisian. Yang sangat disayangkan oleh warga, anak korban yang ikut meninggal bernama Olla. Olla ini baru berusia 6 tahun dan masih duduk di bangki taman kanak-kanak. Warga menyayangkan kenapa anak yang belum tahu apa-apa tersebut ikut menjadi korban. Diduga himpitan ekonomi membuat keluarga tersebut nekat. Di dalam surat wasiatnya Yudi berbesan agar mayat mereka dikuburkan dalam satu liang lahat. Namun wasiat tersebut tidak dipenuhi karena keluarga sang istri meminta untuk dikuburkan di rumah ibunya.

Bunuh diri kok ajak-ajak hingga anak yang belum tahu apa-apa ikut menjadi korban. Mungkin itulah gunanya bersosialisasi dengan orang lain. jika terbiasa berkomunikasi dengan orang lain, maka begitu mendapat masalah kita punya orang lain untuk berbagi dan mencari solusi. Dengan membagikan atau membicarakan masalah yang kita hadapi dengan orang lain tersebut kita akan mereasa lega, beban terkurangi dan terhindar dari depresi. Untuk mencegah berlanjutnya bunuh diri sekeluarga ini masyarakat sekitar juga bisa berperan dengan cara peduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Jika sekiranya ada keluarga yang terkena kesulitan masyarakat sekitar tersebut bisa ramai-ramai membantu. Dengan semakin baiknya komunikasi antar warga ini aksi bunuh diri sekeluarga semoga saja berkurang dan tak ada lagi anak-anak yang menjadi korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *