Sedang memuat Beberapa Fakta Terkait Demo 212 Yang Akan Digelar Pada 2 Desember 2016 Mendatang.

Beberapa Fakta Terkait Demo 212 Yang Akan Digelar Pada 2 Desember 2016 Mendatang.

Provokator, Jangan Mendekat!

Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pembela fatwa MUI (GMPF MUI) berencana menggelar demo aksi bela Islam III yang akan dilaksanakan pada 2 Desember 2016 mendatang. Dalam aksi tersebut mereka akan mengadakan aksi gelar sajadah, salat jumat serta doa bersama agar Ahok yang dijadikan tersangka pada kasus penistaan agama segera di tahan.

Beberapa fakta terkait Demo 212 yang akan digelar pada 2 desember 2016 mendatang.
Beberapa fakta terkait Demo 212 yang akan digelar pada 2 desember 2016 mendatang. image [source]

Aksi demo yang dikenal dengan demo 212 tersebut menuai pro dan kontra. Pihak yang kontra berpendapat bahwa tuntutan mereka sebelumnya, yaitu Ahok di jadikan tersangka sudah di penuhi oleh polri. Sehingga jika ada demo lagi pihak yang kontra ini menduga ada agenda lain, termasuk agenda melengserkan Jokowi. Pihak yang pro beralasan, tuntutan mereka belum sepenuhnya dipenuhi oleh pihak kepolisian. Alasannya beberapa orang yang ditetapkan sebagai tersangka, seperti Dahlan Iskan langsing ditahan. Sementara itu Ahok tersangka pelaku penistaan agama masih dibiarkan bebar di luar tahanan polisi. Terkait dengan aksi bela Islam jilid III yang akan digelar pada 2 Desember 2016 besok inilah beberapa fakta nya.

1. Tidak Ada Larangan Demo Dari POLRi

Melalui kepala devisi Humasnya, Polri menyatakan bahwa tak ada larangan demo asal tertib dan tidak melanggar hukum. Sebelumnya kapolri telah mengeluarkan maklumat terkait rencana akan digelarnya demo 2 Desember mendatang. Maklumat Kapolri tersebut dikeluarkan di Gedung Main Hall Polda Metro Jaya pada tanggal 22 nobember 2016. Isi Maklumat tersebut antara lain: pertama, para pendemo harus mematuhi ketentuan yang telah diatur oleh undang-undang. Jika tidak sesuai ketentuan maka bisa di tindak. Yang kedua, par pendemo dilarang membawa senjata tajam, senjata pemukul atau benda-benda yang membahayakan. Isi maklumat kapolri yang ke tiga, para pendemo dilarang melakukan pengrusakan fasilitas umum, ketertiban umum, menganggu akses jalan raya dan melakukan provokasi yang anarkis ataupun mengarah kepada unsur SARA. Yang keempat, para demonstran dilarang keras melakukan kejahatan terhadap keamanan negara berupa makar atau menggulingkan pemerintahan.

Tidak Ada Larangan Demo Dari POLRi
Tidak Ada Larangan Demo Dari POLRi. image [source]

Boy Rafli Amar mengungkapkan bahwa Maklumat Kapolri tersebut dikeluarkan bukan bermaksud untuk melarang demo. Maklumat tersebut dikeluarkan dengan harapan demo berjalan dengan tertib dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Disampaikan juga bahwa penyampaian demo hanya boleh dilakukan dari pukul 06.00 pagi dan harus sudah berakhir pada pukul 18.00 Wib petang.sebanyak 18.000 personil akan dikerahkan untuk mengamankan masa pendemo yang ikut serta.

2. Tim Cyber Crime Bareskrim Polri Mengawasi Akun Akun Medsos Pengiring Opini Menjelang Demo 212.

Dengan semakin dekatnya waktu pelaksanaan demo 212 aksi bela Islam jilid III, di media sosial berseliweran informasi-informasi yang susah untuk di cek kebenarannya. Salah satu contohnya misal Hoax yang menyatakan bahwa Buni Yani ditahan setelah dijadikan tersangka, isu kedekatan pejabat polri dengan Teman Ahok, Hoax antrian panjang di depan Teller bank untuk keperluan Rush Money dan hoax-hoax lainnya. Berbagai isu hoax tersebut disinyalir disebarkan oleh beberapa akun media sosial dengan identitas palsu.

Tim Cyber Crime Bareskrim Polri Mengawasi Akun Akun Medsos Pengiring Opini Menjelang Demo 212.
Tim Cyber Crime Bareskrim Polri Mengawasi Akun Medsos Pengiring Opini Menjelang Demo 212.image [source]

Tugas tim Cyber Crime Bareskrim Polri lah untuk mengidentifikasi akun-akun media sosial penyebar isu hoax tersebut dikelola oleh siapa. Beberapa penyebar hoax memang sedang getol-getolnya menyebar info palsu yang bisa membuat suasana makin panas. Beberapa akun medsos tersebut menyebar hoax untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Seperti yang kita ketahui bersama, posting di media sosial yang mendapatkan like, share dan subscribe yang banyak laku dijual. Beberapa situs yang menggoreng isu-isu panas untuk mendapatkan banjir pengunjung juga telah diblokir berkat pengawasan ketat dari tim Cyber Crime Polri ini.

3. Demo 212 Berpotensi Mengganggu Iklim Investasi.

Terkait dengan akan digelarnya demo 212 Aksi bela Islam jilid III oleh GMPF MUI, Ketua asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) memiliki pendapat tersendiri. Dilansir dari situs beritasatu, menurut ketua Apindo Antonius Joenoes Supit, pelaksanaan demo menuntut ditahannya tersangka penistaan agama 212 mendatang berpotensi menganggu iklim investasi. Pasalnya proses hukum terhadap tersangka masih perjalan, tapi ada pihak-pihak yang tidak menghormati proses hukum tersebut. Menurut ketua Apindo ini investasi di suatu negara sangat tergantung dengan kepastian hukum yang ada di negara tersebut. Jika ada pihak-pihak yang tidak menghormati hukum, maka investor akan kabur ke negara lain.

Demo 212 Berpotensi Mengganggu Iklim Investasi.
Demo 212 Berpotensi Mengganggu Iklim Investasi.image [source]

Ketua Apindo ini juga mengungkapkan bahwa demo yang digelar pada 4 November saja telah memberikan dampak negatif pada investasi. Sebagai bukti ia memaparkan batalnya beberapa penandatanganan kontrak yang sebelumnya telah ia sepakati dengan investor. Ketua Apindo ini hanya berharap bahwa kondisi sering terjadinya demo tidak dibiarkan berlarut-larut. Apalagi demo-demo yang pelaksanaannya melibatkan pemblokiran jalan tol dan melibatkan banyak buruh ikut serta.

4. Mui Menggodog fatwa Baru Terkait sholat Jumat di Jalan di Demo 212.

Dalam demo 212 aksi bela Islam jilid III yang akan digelar 2 Desember mendatang, salah satu aksi yang akan dilakukan adalah Gelar sajadah serta salat jumat bersama di jalan-jalan protokol wilayah jakarta. Terkait dengan rencana itu Mui sedang menggodok fatwa tentang boleh tidaknya salat jumat di lakukan di jalan-jalan protokol. Informasi tersebut diperoleh dari ketua MUI Ma’ruf Amin yang diwawancarai oleh situs berita detik seusai mengikuti Rakernas Mui di Hotel Mercure, Ancol Jakarta.

Mui Menggodog fatwa Baru Terkait sholat Jumat di Jalan di Demo 212.
Mui Menggodog fatwa Baru Terkait sholat Jumat di Jalan di Demo 212. image [source]

Menurut Ma’ruf Amin, untuk mengeluarkan fatwa, MUI harus melakukan prosedur prosedur tertentu. Prosedur tersebut antara lain menghimpun pendapat-pendapat para ulama dan menghimpun rujukan-rujukan. Sebelum fatwa tersebut melewati prosedur penyusunan yang berlaku, ketua MUI ini tidak mau membuat pernyataan. Ia hanya menjanjikan nanti fatwa akan disampaikan jika sudah sampai pada waktunya.

5. Harapan Terkait Demo 212 Aksi Bela Islam Jilid III.

Pada demo yang digelar 4 November 2016 kemarin peserta demo yang berasal dari berbagai element masyarakat telah berhasil menjaga terjadinya demo yang damai dan kondusif. Para pendemo mendapatkan hak-haknya untuk menyampaikan aspirasinya. Begitu juga, pihak kepolisian berhasil menuntaskan kewajiban mereka untuk mengamankan para pendemo dan mecegah demo berjalan dengan ricuh. Namun setelah jam demo yang sudah disepakati berakhir, beberapa oknum peserta demo menolak untuk membubarkan diri. situasi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh penyusup yang berhasil membuat provokasi dan memicu bentrokan kecil antara polisi dan pendemo. Tentu saja aksi kericuhan disaat demo telah berakhir tersebut mencoreng nama baik dan kerja keras para demonstran dalam menjaga aksi damai.

Harapan Terkait Demo 212 aksi Bela Islam Jilid III.
Harapan Terkait Demo 212 aksi Bela Islam Jilid III.. image [source]

Namun di balik setitik kasus bentrokan tersebut di media sosial beredar foto-foto yang menunjukkan mesranya hubungan antara polisi dengan pendemo. Dari gambar gambar tersebut muncul kesan bahwa antara polisi dan pendemo ada hubungan dekat. Mereka sama sama bagian dari rakyat indonesia. kebetulan saja mereka sedang menunaikan kewajiban di sisi yang berbeda. Rakyat indonesia berharap meskipun terjadi demo besar lagi, momen-momen keakraban antara polisi dan pendemo bisa terjalin lagi. Sehingga meskipun suasana demo bisa terjaga tetap damai dan sejuk. Kita berharap foto foto dekatnya polisi dan pendemo beredar lagi di demo 212 aksi bela Islam jilid II 2 Desember 2016 mendatang.Selain itu para pejabat semoga saja kapok dan berhati-hati dalam bertutur kata. Jangan sampai ucapan mereka memicu keributan yang besar seperti saat ini. jika terbukti bersalah semoga pelaku penistaan agama dihukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *