Sedang memuat Dari Jumlah Sperma Berkurang, Sampai Jadi Kriminal. Ini Efek Buruk Dari Nonton Televisi

Dari Jumlah Sperma Berkurang, Sampai Jadi Kriminal. Ini Efek Buruk Dari Nonton Televisi

Yuk Kurangi Menonton Televisi

Di zaman modern ini televisi merupakan barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Dari mulai berada di tuang tunggu fasilitas umum, sampai kamar tidur sebagian besar orang akan menemui televisi. Televisi memang teman yang paling nyaman untuk bersantai. Ketika tubuh dan pikiran kita lelah, yang perlu kita lakukan hanyalah berada di depan televisi, entah sambil berbaring atau duduk di sofa, hiburan pun akan dengan sendirinya masuk ke mata kita. bandingkan dengan hp yang masih perlu berjuang keras ketak-ketik di keyboard yang kecil untuk mengoperasikannya.

Alasan mengapa Televisi merupakan Barang yang paling berbahaya di rumahmu
Alasan mengapa Televisi merupakan Barang yang paling berbahaya di rumahmu. image [source]

Meskipun menyajikan hiburan yang nyaman, ternyata televisi juga membawa efek negatif lho bagi kesehatan kita. terutama kalau rutin setiap hari menghabiskan waktu duduk di depan televisi dalam jangka waktu yang lama. Berikut ini beberapa efek negatif yang diakibatkan karena terlalu banyak menonton televisi dalam jangka waktu yang lama setiap hari.

1. Menonton Televisi Terlalu Lama Membuat Kadar Kolesterolmu Tinggi.

Sebuah studi yang dilakukan di universitas California, mempelajari efek dari menonton televisi dan main video game. Sejumlah 30 anak dibagi menjadi 2 kelompok yang masing masing terdiri atas 15 anak. Satu kelompok anak diminta untuk menonton televisi dan bermain video game 4 jam dalam sehari. Sedangkan kelompok lain di minta untuk banyak bermain di luar ruangan.

Menonton Televisi Terlalu Lama Membat Kadar Kolesterolmu Tinggi.
Menonton Televisi Terlalu Lama Membat Kadar Kolesterolmu Tinggi. image [source]

Perlakuan tersebut di berikan selama 1 minggu. Setelah 1 minggu darah semua anak diperiksa. Hasilnya anak-anak yang menghabiskan waktu menonton televisi dan bermain video game mempunyai kadar kolesterol jauh lebih tinggi dari kelompok anak-anak yang bermain di luar. Kemungkinan besar, kebiasaan menonton televisi tersebut berkaitan dengan kebiasaan memakan makanan kurang sehat dan kebiasaan jarang berolahraga. Ketika setiap hari kamu banyak duduk, tidak pernah olahraga dan memakan makanan junkfood, maka kadar kolesterolmu akan meningkat tajam. Menonton televisi dan makan makanan junkfood? Kombinasi yang sempurna ya untuk gaya hidup tidak sehat.

2. Banyak Menonton Televisi Membuat Kamu Cenderung Kasar.

Sejak tahun 1960, ketika televisi di seluruh dunia masih hitam putih, Profesor Rowei Huesmann telah mencurigai bahwa televisi mempengaruhi timbulnya perilaku kekerasan pada anak. Ia pun kemudian merancang sebuah penelitian. Ia mengumpulkan data selama 10 tahun, mengamati hubungan antara kegiatan menonton acara-acara kekerasan di televisi dengan timbulnya perilaku kasar pada anak. Profesor tersebut kemudian memperoleh data yang menunjukkan bahwa memang ada hubungan antara tontonan yang berbau kekerasan dengan perilaku agresif pada anak.

Banyak Menonton Televisi Membuat Kamu Cenderung Kasar.
Banyak Menonton Televisi Membuat Kamu Cenderung Kasar. image [source]

Beberapa orang mungkin tidak setuju dengan pendapat profesor Hoesmann tersebut dengan mengatakan bahwa, anakku setiap hari menonton televisi, tapi mereka baik baik saja tuh, tidak agresif dan kasar. Profesor huesmann menjelaskan bahwa efek tontonan yang berbau kekerasan terhadap perilaku agresif anak ini seperti efek merokok dengan penyakit kanker paru-paru. Tak semua orang yang merokok terkena kanker paru-paru, seperti tidak semua anak yang nonton televisi menunjukkan perilaku kasar. Namun menonton acara berbau kekerasan merupakan faktor yang mempertinggi munculnya perilaku kasar pada anak.

3. Banyak Menonton Televisi Membuatmu Lebih Bodoh Dari Yang Seharusnya.

Dina Borzekowski, seorang peneliti dari Universitas John Hopkins melakukan penelitian mengenai aktivitas menonton televisi dengan tingkat kecerdasan anak. Dina melakukan sebuah tes pada dua kelompok anak. Kelompok anak pertama adalah mereka-mereka yang menghabiskan waktu minimal 2 jam dalam sehari menonton televisi. Kelompok ke dua adalah anak-anak yang hanya sebentar atau tidak menonton televisi sama sekali setiap harinya.

Banyak Menonton Televisi Membuatmu Lebih Bodoh Dari Yang Seharusnya
Banyak Menonton Televisi Membuatmu Lebih Bodoh Dari Yang Seharusnya. image [source]

Hasil tes tersebut, ternyata anak-anak yang di dalam kamarnya ada televisi dan setiap harinya mereka menghabiskan lebih dari 2 jam untuk menonton, memiliki skor tes yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak punya televisi di kamarnya. Penelitian pun dilanjutkan dengan mengetes anak yang punya akses internet dalam keseharianya. Ternyata anak yang punya akses internet tersebut menunjukkan kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan 2 kelompok anak sebelumnya.

4. Banyak Nonton Televisi Menurunkan Jumlah Spermamu.

Sebuah jurnal obat dan olahraga di Inggris mempublikasikan sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari universitas Hardvard. Studi tersebut mempelajari hubungan antara aktivitas orang yang banyak duduk dengan dengan jumlah sel sperma yang dimiliki. Ternyata pria-pria yang banyak duduk- termasuk mereka yang banyak menonton televisi, mempunyai sperma 44 persen lebih sedikit dari mereka yang aktif bergerak. Gejala penurunan jumlah sperma ini dijumpai pada lelaki yang menghabiskan waktu 20 jam atau lebih perminggunya du depan televisi.

Banyak Nonton Televisi Menurunkan Jumlah Spermamu.
Banyak Nonton Televisi Menurunkan Jumlah Spermamu. image [source]

Di sisi lain pria-pria yang aktif bergerak dan rutin melakukan olahraga minimal 14 jam dalam seminggu mempunyai jumlah sperma yang lebih tinggi dari mereka yang pasif. Dalam penelitian ini, peneliti belum sempat membandingkan apakah ada perbedaan kualitas sperma pada kedua kelompok pria tersebut. Kemungkinan besar, alasannya adalah, testis memerlukan suhu yang lebih dingin untuk memproduksi sperma. Ketika kita duduk maka posisi testis lebih dekat ke tubuh yang suhunya panas. Akibatnya testis pun suhunya menjadi lebih panas jika dibandingkan saat posisi orang tersebut berdiri lebih lama. Karena suhu testis meningkat sel sperma yang diproduksi pun lebih sedikit.

5. Banyak Menonton Acara-Acara Dengan Muatan Kriminal Membuatmu Menjadi Kriminal

Sekelompok peneliti di ingriis mencoba untuk mengumpulkan data hubungan antara tayangan kriminal dengan banyaknya angka kriminal yang terjadi. Penelitian dan pengumpulan data tersebut dilakukan selama kurun waktu tahun 2000 sampai 2002. Hasilnya mereka-mereka yang menonton acara televisi bermuatan kriminal paling sedikit 3 jam dalam sehari mempunyai peluang besar terlibat dalam berbagai tindakan antisosial. Berbagai tindakan antisosial yang sering di tampilkan orang-orang yang menonton acara kriminal itu antara lain, mencuri dan berkelahi dengan sesama teman. Perilaku anti sosial tersebut justru tidak nampak pada anak-anak yang suka main game.

Banyak Menonton Acara-Acara Dengan Muatan Kriminal Membuatmu Menjadi Kriminal
Banyak Menonton Acara-Acara Kriminal Membuatmu Menjadi Kriminal. image [source]

Salah satu penyebab kenapa menonton televisi bisa membuat orang menjadi kriminal adalah karena dalam acara televisi yang disiarkan tersebut, sebagian besarnya adalah aktifitas-aktifitas kriminal. Semakni banyak acara kekerasan dan kejahatan disiarkan di televisi, angka terjadinya tindak kriminal pun semakin tinggi. Itulah mengapa di inggris film-film kartun yang berbau kekerasan dibatasi penayanganya.

Itulah beberapa efek buruk jika kita menghabiskan waktu kita untuk menonton televisi. Agar efeknya tidak menimpa anak-anak kita, yuk kurangi aktivitas menonton televisi ini. mengajak anak-anak untuk beraktivitas di luar mungkin lebih menyenangkan dari pada duduk manis di depan televisi. Di samping itu dengan banyak beraktivitas di luar rumah kita pun jadi lebih sehat kan? Anak-anak pun mengenal dunia luar dari mata kepala mereka sendiri, bukan dari layar televisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *