Sedang memuat Ini Lho Para Ilmuwan Edan Yang Melakukan Eksperimen Terlarang Pada Manusia.

Ini Lho Para Ilmuwan Edan Yang Melakukan Eksperimen Terlarang Pada Manusia.

Eksperimen Mengerikan Yang Tidak Boleh Dilakukan

Ilmu pengetahuan memang banyak membawa manfaat bagi kehidupan manusia. Penemuan berbagai jenis obat, penemuan alat-alat listrik, komputer serta alat komunikasi, semuanya membuat kehidupan manusia lebih mudah dan efisien. Semua penemuan di bidang teknologi tersebut berawal dari penerapan teori-teori di bidang fisika, kimia dan biologi. Melalui teori-teori, para ilmuwan melakukan eksperimen-eksperimen tertentu sehingga teori-teori yang berupa ide tersebut bisa diaplikasikan ke dalam sebuah alat.

Ini Lho Para Ilmuwan Edan Yang Melakukan Eksperimen Terlarang Pada Manusia.
Ini Lho Para Ilmuwan Edan Yang Melakukan Eksperimen Terlarang Pada Manusia. image [source]

Dalam melakukan sebuah eksperimen, para ilmuwan mempunyai kode etik tertentu yang sudah disepakati oleh para ilmuwan. Aturan aturan tersebut dibuat agar percobaan yang belum diyakini kebenarannya tersebut tidak menimbulkan efek samping fatal bagi pihak-pihak yang terlibat dalam penelitian. Untuk meminimalisir efek, biasanya penelitian dengan kelinci percobaan berupa manusia sangat-sangat dihindari. Para ilmuwan baru berani melakukan eksperimen pada manusia setelah teori yang ia pakai sudah terbukti benar ketika diujikan pada hewan. Sebagian besar peneliti patuh dengan aturan dan kode etik tersebut. Namun selalu ada ilmuwan-ilmuwan edan yang melanggar aturan dan mencari keuntungan untuk diri sendiri. Mereka melakukan eksperimen yang efek negatifnya belum banyak diketahui. Lebih edannya lagi, eksperimen tersebut dilakukan kepada manusia. Selain terlarang, eksperimen seperti ini tentu saja tidak etis. Ingin tahu seberapa edanya para peneliti ini? berikut ini eksperimen terlarang dari ilmuwan-ilmuwan edan tersebut.

1. Anak Anak Disuruh Memakan Sereal Beradioaktif.

Untuk mengembangkan produk, sudah sangat wajar bagi sebuah perusahaan untuk melakukan penelitian dengan dana besar. Jika perusahaan tersebut tidak mempunyai tim peneliti sendiri, mereka akan bekerja sama dengan universitas-universitas untuk melakukan penelitian bagi mereka. Kamu pasti tahu kan Quaker Oats? Produsen sereal asal Amerika Serikat tersebut pada tahun 1940 an juga mengadakan kerjasama dengan salah satu universitas teknologi paling moncer di amerika. Universitas tersebut adalah MIT atau Massacushet Institut of Technology. Perusahaan Quaker Oats, menghibahkan dana banyak bagi peneliti-peneliti muda dari MIT tersebut.

Anak Anak Disuruh Memakan Sereal Berradioaktif
Anak Anak Disuruh Memakan Sereal Berradioaktif. image [source]

Kebetulan saat itu, perusahaan saingan dari Quaker Oats ini memasang iklan bahwa produk sereal miliknya mengalir langsung ke seluruh tubuh. Quaker Oats yang nyata-nyata perusahaan besar, tak mau kalah dengan klaim dari saingan tersebut. Mereka ingin menunjukkan pada konsumen bahwa sereal dari Quaker Oats ini juga langsung dialirkan ke seluruh tubuh lewat pembuluh darah. Untuk keperluan itu bersama MIT, 100 anak yatim dikumpulkan. Selain yatim anak anak ini juga mengalami gangguan mental dan keterbelakangan. Ke seratus anak yatim berkebutuhan khusus tersebut kemudian diberi makan sereal yang mengandung garam dan beri beradioaktif. Pancaran radiasi dari besi radio aktif inilah yang kemudian akan ditangkap oleh alat deteksi. Radiasi dari beri tersebut bisa di tangkap di seluruh bagian tubuh anak-anak, itu artinya sereal milik Quaker Oats memang mengalir ke seluruh tubuh. Mereka tidak peduli bahwa radiasi dalam tubuh anak-anak terbelakang tersebut sangat membahayakan. Setelah terbongkar ke publik, sekelompok pengacara mengajukan tuntutan sebesar 1.85 juta dolar. Harga yang murah ya, karena nyawa 100 anak seharusnya tidak bisa diganti dengan uang sejumlah apa pun.

2. Eksperimen Untuk Mengetahui Bahasa Yang Digunakan Manusia Pertama Kali.

Pernah tidak kamu bertanya-tanya, kira-kira manusia yang pertama hidup di bumi ini berbicara pakai bahasa apa ya? Jika kamu penasaran dengan pertanyaan tersebut, maka pikiranmu sama dengan ilmuwan-ilmuwan pada jaman mesir kuno. Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, sekelompok peneliti dari jaman mesir kuno mengasuh bayi-bayi dalam lingkungan terisolir. Di lingkungan tersebut bayi-bayi dibesarkan tanpa mendengar suara dari manusia atau binatang lain. jika tanpa diajari kok bayi-bayi bisa berbicara, berarti itulah bahasa pertama yang dipakai manusia awal di bumi. Dari hasil pengamatan, bayi tersebut mengucapkan kata dekos yang berarti roti dalam bahasa frigia. Para ilmuwan mesir pun kemudian menyimpulkan bahwa bahasa yang digunakan manusia pertama adalah bahasa frigia.

Eksperimen Untuk Mengetahui Bahasa Yang Digunakan Manusia Pertama Kali.
Eksperimen Untuk Mengetahui Bahasa Yang Digunakan Manusia Pertama Kali. image [source]

Beda jaman, beda penelitian namun dengan tujuan sama, yaitu mengetahui bahasa awal yang dipakai pertama kali manusia dibumi. Penelitian berikutnya di prakarsai oleh raja James 4 yang hidup pada abad 15 masehi. Untuk mengetahui bahasa awal manusia pertama yang hidup di bumi tersebut, wanita-wanita diminta untuk melahirkan di pulau-pulau terpencil. setelah lahir, sang ibu tidak diperbolehkan berbicara. Setelah bisa berbicara para prajurit melaporkan kepada raja bahwa bayi-bayi tersebut berbicara dalam bahasa yahudi fasih. Namun tentu saja orang-orang jaman sekarang meragukan kesahihan dari hasil penelitian taja james tersebut. Yang paling parah adalah penelitian yang dilakukan oleh raja Federick II. Pada penelitian terakhir ini, setelah lahir bayi-bayi tidak boleh disentuh-sentuh sama sekali. Hasilnya, bukan jawaban yang didapat dari penelitian tersebut, namun mayat-mayat bayi mungil yang meninggal karena di telantarkan tanpa diberi makan.

3. Eksperimen Antibiotik Yang Membunuh 50 Anak Nigeria.

Di negara-negara yang sudah maju, aturan diterima atau tidaknya sebuah penelitian sangat ketat. Jika sebuah penelitian ingin menggunakan manusia sebagai objek, padahal penelitian tersebut belum pernah diterapkan kepada binatang, kemungkinan besar penelitian tersebut akan di tolak. Kasus seperti itu pulalah yang menimpa Pfizer, sebuah perusahaan farmasi besar asal amerika serikat. Mereka ingin menguji coba keefektifan dari jenis antibiotik baru. Antibiotik tersebut ditujukan untuk membangun kekebalan terhadap penyakit meningitis. Karena mereka tidak mendapatkan ijin untuk melakukan eksperimen di amerika serikat, mereka pergi ke Nigeria. Pada tahun 1996 situasi nigeria masih kacau, banyak pemberontakan dan di sana sedang terjangkit wabah meningitis.

 Eksperimen Antibiotik Yang Membunuh 50 Anak Nigeria.
Eksperimen Antibiotik Yang Membunuh 50 Anak Nigeria. image [source]

Banyak pejabat-pejabat korup di nigeria membuat Pfizer ini dengan mudah mendapatkan ijin untuk melakukan eksperimen berbahaya tersebut. Mereka pun mengumpulkan anak-anak miskin nigeria. Dengan dalin ingin mengobati meningitis yang sedang mewabah, Pfizer menyuntikan antibiotik yang belum jadi tersebut. Hasilnya, 50 anak Nigeria dari keluarga miskin meninggal dunia akibat gagal ginjal dan kelainan fungsi tubuh lain. ketika mencuat ke publik, pemerintah nigeria membantah mereka telah memberikan ijin penelitian. Sebaliknya pihak Pfizer pun membantah bahwa mereka melakukan eksperimen secara ilegal. Tanpa mengaku bersalah kemudian mereka memilih membayar denda sebesar 75 juta dolar kepada pemerintah Nigeria. Anak anak yang terlanjur meninggal dapat apa ya?

4. Seorang Ilmuwan Menyuntikkan Penyakit Gonorhoe Kepada Anak-Anak

Penyakit Gonorhoe merupakan penyakit kencing nanah yang ditularkan melalui hubungan seksual, pada awal abad 19, penyakit ini meraja lela karena prostitusi masih marak dan orang-orang belum banyak yang sadar untuk memakai kondom. Pada waktu itu para ilmuwan masih ragu apakah Gonorhoe ini penyakit menular atau bukan. oleh karena itu mereka melakukan penelitian pada tikus. Tikus disuntik dengan cairan dari orang yang sakit Gonorhoe. Kemudian tikur yang telah disintuk tersebut di campur dengan tikus-tikus lain. hasilnya ternyata tikus tikus lain bisa tertular. Kesimpulannya penyakit Gonorhoe merupakan penyakit menular.

Seorang Ilmuwan Menyuntikkan Penyakit Gonorhoe Kepada Anak-Anak
Seorang Ilmuwan Menyuntikkan Penyakit Gonorhoe Kepada Anak-Anak. image [source]

Henry Heinman, seorang peneliti kurang puas dengan hasil penelitian tersebut. Ia mengatakan bahwa penelitian pada tikus tidak akan bisa untuk menyimpulkan pola penyakit pada manusia. Untuk membuktikan bantahanya, peneliti edan yang satu ini mengambil 2 anak yang menderita keterbelakangan mental. Anak tersebut ia suntik dengan cairan Gonorhoe. Hasilnya, pendapatnya ternyata salah. Anak-anak yang disuntik dengan gonohoe tersebut ternyata tartular penyakit. Sedih karena pendapatnya tidak terbukti, ternyata nasib anak-anak tersebut lebih menyedihkan lagi. Penyakit Gonorhoe anak-anak yang menjadi kelinci percobaan tersebut tidak bisa disembuhkan. Lagi-lagi anak yang memiliki keterbelakangan mental harus menanggung eksperimen terlarang dari ilmuwan edan.

Dari beberapa informasi terkait eksperimen edan di atas, terlihat bahwa sesuatu yang dilakukan dengan melanggar aturan akan menimbulkan kerugian bagi si pelaku serta orang lain. para peneliti di atas, setelah ketahuan oleh publik akhirnya harus membayar sejumlah ganti rugi. Untung saja mereka hanya sekedar di minta untuk membayar ganti rugi. Jika kasus percobaan tak beretika tersebut dilakukan pada jaman sekarang, bisa bisa peneliti atau perusahaan yang melakukannya di cabut ijinnya. Namun tidak menutup kemungkinan aksi-aksi edan ilmuwan tersebut akan berlangsung dimasa depan. Jangan sampai kamu menjadi korban ya. Selalu cermati setiap tindakan medis yang kamu terima. pastikan prosedur tersebut aman dan telah teruji sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *