Sedang memuat Memilukan, Inilah 7 Fakta Terkait Gelandangan Di Kota Kota Besar Seluruh Dunia.

Memilukan, Inilah 7 Fakta Terkait Gelandangan Di Kota Kota Besar Seluruh Dunia.

Cara Hidup Yang Beresiko

Disadari atau tidak setiap hari kita bertemu dengan gelandangan. Mereka biasanya ada di perempatan, emperan toko atau pinggir pinggir jalan. Gelandangan ada di semua kota seluruh dunia. Di jepang yang dikenal negara maju pun tak kurang dari 20 000 penduduknya hidup menggelandang tanpa rumah. Di Amerika serikat sendiri ada sekitar 500 ribu orang yang hidup menggelandang. Kalau di Indonesia sendiri sepertinya jumlah gelandangan sangat banyak.

Memilukan, Inilah 7 Fakta Terkait Gelandangan Di Kota Kota Besar Seluruh Dunia.
Memilukan, Inilah 7 Fakta Terkait Gelandangan Di Kota Kota Besar Seluruh Dunia. image [source]

Keberadaan gelandangan seringkali tidak disukai oleh pihak lain karena dianggap menganggu. Gangguan tersebut bisa berwujud perilaku mereka yang suka meminta minta atau buang air kecil sembarangan. Perilaku tidur di emperan toko juga seringkali membuat pemiliknya merasa risih. Pemerintah lewat dinas sosial juga sudah membuatkan shelter khusus bagi mereka. Namun entah karena daya tampungnya kurang atau karena tidak nyaman, gelandangan ini akhirnya kembali lagi ke jalan. Meskipun di benci keberadaan mereka masih saja berlanjut hingga sekarang. Penyebabnya karena, menjadi gelandangan itu sebenarnya bukan keinginan mereka. Mereka terpaksa menjalani kehidupan sebagai gelandangan. Meskipun sudah terbiasa, menjadi gelandangan itu tidaklah mudah. Berbagai kesulitan harus mereka hadapi setiap harinya. Berikut ini berbagai fakta terkait gelandangan yang memilukan.

1. Harapan Hidup Gelandangan Sangat Rendah.

Umur memang tangan tuhan. Tidak ada orang yang bakal tahu kapan ia akan mati. namun manusia diberi kewenangan untuk memilih gaya hidup yang ia jalani. Mau memilih gaya hidup sehat, atau memilih hidup yang sakit-sakitan, terserah manusia tersebut yang menjalani. Secara logika dapat dipahami bahwa, jika kita menjalani gaya hidup sehat, maka umur kita akan panjang. Sebaliknya jika tidak menjaga kesehatan, harapan hidup kita akan pendek. Kebebasan untuk memilih gaya hidup sehat ini ternyata memerlukan biaya. Ironisnya gelandangan tidak punya cukup kekayaan untuk mendapatkan gaya hidup sehat tersebut. Oleh karena itulah harapan hidup orang yang menjadi gelandangan sangat rendah.

Harapan Hidup Gelandangan Sangat Rendah.
Harapan Hidup Gelandangan Sangat Rendah. image [source]

Di negara negara maju angka harapan hidup rata rata penduduknya sekitar 80 tahun. Sedangkan dinegara negara berkembang harapan hidup rata rata 70 an tahun. Akibat tidak mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan yang memadai, angka harapan hidup gelandangan hanya 47 tahunan. Angka harapan hidup gelandangan ini hampir sama dengan angka harapan hidup orang orang yang tinggal di daerah konflik seperti Afganistan, suriah, irak dan negara konflik lainnya. Dengan harapan hidup serendah ini, para gelandangan sama saja hidup di Zaman saat vaksin dan pinisilin belum ditemukan.

2. Gelandangan Rentan Terjangkit Berbagai Macam Penyakit Parah.

Rumah menjadi tempat yang paling aman untuk di tinggali. Rumah melindungi kita dari panas, hujan, cuaca buruk serta serangga. Rumah juga menjadi tempat paling nyaman untuk merawat diri seperti mandi gosok gigi serta mencuci berbagai anggota badan lain. tanpa rumah orang tidak punya perlindungan dari hal hal buruk diatas, serta tidak punya akses untuk menjaga kebersihan diri sendiri. sebuah lembaga yang bernama The national center of Biotecnology information (NCBI) melakukan penelitian terhadap para gelandangan yang ada di kota london inggris. Laporan hasil penelitian terhadap kondisi kesehatan para gelandangan tersebut sangat miris.

Gelandangan Rentan Terjangkit Berbagai Macam Penyakit Parah.
Gelandangan Rentan Terjangkit Berbagai Macam Penyakit Parah. image [source]

Pada Para gelandangan yang diteliti ditemukan berbagai jenis penyakit. Mulai dari penyakit ringan seperti radang kulit, alergi dingin, gatal gatal sampai penyakit parah. Berbagai penyakit parah yang diderita oleh gelandangan antara lain: infeksi, korengan, tidak berfungsinya tangan dan kaki, serta anggota badan yang luka dan kemudian membusuk. Saat penelitian ditemukan juga seorang wanita yang kakinya bengkak dan ada belatungnya. Selain beresiko terkena berbagai jenis penyakit gelandangan ini juga kadang mengalami trauma. Banyak orang yang cenderung kasar terhadap gelandangan dan tak segan segan memukul mereka. Status mereka yang gelandangan ini juga seringkali membuat mereka sulit mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. oleh karena itu bisa dianggap bahwa menjadi gelandangan sama saja dengan menderita berbagai penyakit parah.

3. Di Kota Kota Besar, Banyak Gelandangan Yang Ternyata Punya Pekerjaan.

Ketika mendengar kata gelandangan, biasanya yang langsung terlintas di pikiran kita adalah orang dengan penampilan kumuh. Gelandangan identik dengan pengangguran yang berpenampilan kotor. Kulit hitam akibat debu dan asap kendaraan yang terus menempel. Penampilan mereka kumuh karena jarang mandi. Menghabiskan waktu 24 jam dengan duduk duduk dan tiduran di pinggir trotoar jalan. Ternyata tidak semua gelandangan seperti itu. Ada juga gelandangan yang statusnya adalah pekerja.

Di Kota Kota Besar, Banyak Gelandangan Yang Ternyata Punya Pekerjaan.
Di Kota Kota Besar, Banyak Gelandangan Yang Ternyata Punya Pekerjaan. image [source]

Gelandangan pekerja ini bekerja di bar bar, bekerja sebagai pegawai kebersihan di perkantoran, pelayan di restoran restoran cepat saji dan bidang pekerjaan lainnya. Meskipun bekerja, mereka tidak mampu menyewa kontrakan apalagi membeli rumah. Gaji mereka kecil. Karena tidak punya rumah, mereka tinggal di tempat kerja, stasiun kereta atau terminal terminal bus. Meskipun hidup di jalanan mereka tetap harus mandi dan menjaga penampilan tetap bersih ketika pergi bekerja. Tentu saja menjaga penampilan tetap bersih ketika hidup di jalanan ini merupakan suatu yang bisa membuat mereka frustasi. Pasalnya, bagi gelandangan pun tidak ada fasilitas yang gratis di kota kota besar. Mandi dan buang air di wc umum perlu biaya. Oleh karena itu menjadi gelandangan pekerja juga bukanlah hal yang mudah.

4. Diantara Para Gelandangan Ada Juga Yang Status Mereka Sebagai Pelajar.

Jumlah orang miskin lebih besar dari mereka yang kaya. Salah satu jalan untuk keluar dari kemiskinan adalah dengan pendidikan yang baik. oleh karena itu di kota kota besar, banyak pelajar pelajar yang berdatangan untuk menuntut ilmu. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia. Sayangnya tidak semua pelajar yang datang untuk kuliah di kota besar itu membawa bekal uang yang cukup. Mereka banyak yang berasal dari keluarga miskin. bekal uang mereka hanya cukup untuk biaya kuliah dan makan saja. Tidak ada biaya untuk sewa tempat tinggal. oleh karena itu pelajar yang tidak punya rumah ini tidur di perpustakaan, taman atau ada juga yang numpang di kos kosan teman.

Diantara Para Gelandangan Ada Juga Yang Status Mereka Sebagai Pelajar.
Diantara Para Gelandangan Ada Juga Yang Status Mereka Sebagai Pelajar. image [source]

Pernah kan punya teman kuliah yang tidurnya di sekertariat sekertariat organisasi mahasiswa? Selama kuliah mereka tidak pernah menyewa kos. Mereka mandi tidur dan mencuci pakaian di komplek sekertariat mahasiswa yang biasanya disediakan oleh kampus kampus. Hal seperti ini juga banyak terjadi di kota kota besar di luar negeri. Mereka biasanya adalah pelajar yang kuliah karena mendapatkan beasiswa. Biaya kuliah mereka di tanggung, namun biaya hidup sehari hari harus mencari sendiri. untuk memenuhi biaya hidup sehari hari tersebut ada juga yang melakukan kerja sambilan. Ada yang berhasil, namun ada juga yang prestasi belajarnya menurun akibat harus bekerja sambilan tersebut. Belajar sembari setiap hari harus memutar otak untuk menjadi tempat tidur memang bukanlah hal yang mudah.

5. Menjadi Gelandangan Yang Hidup Tanpa Punya Rumah Itu Boros.

Ketika melihat gelandangan mungkin kita berpikir bahwa gaya hidup mereka tidak memerlukan biaya sama sekali. Tidak perlu membayar sewa rumah juga tidak perlu membayar biaya perawatan tempat tinggal. Faktanya justru berkebalikan dengan anggapan kita tentang gelandangan ini. misalnya saja, ketika ingin mandi para gelandangan ini harus membayar sejumlah uang tertentu di wc umum. Begitu juga ketika mau buang air kecil dan buang air besar. Belum lagi, ketika mereka mau pergi, mereka perlu menyewa tempat khusus untuk menyimpan barang barang yang dimiliki nya. Kalau tidak disimpan di penitipan, barang barang mereka bisa hilang dicuri gelandangan lain.

Menjadi Gelandangan Yang Hidup Tanpa Punya Rumah Itu Boros.
Menjadi Gelandangan Yang Hidup Tanpa Punya Rumah Itu Boros. image [source]

Masalah bertambah ketika para gelandangan ini punya keluarga dan punya anak. Ketika mereka mau bekerja mereka akhirnya harus menitipkan anak anak mereka ke tempat penitipan anak. Beda dengan mereka yang punya rumah. Jika ingin mau di tinggal kerja cukup disediakan makanan serta kebutuhan hidup yang lain. anak pun bisa aman tinggal di dalam rumah. Namun untuk gelandangan, anak anak mereka tentu saja tidak bisa di tinggal sendiri di jalanan. Penyebabnya mereka rentan menerima kekerasan dari pihak lain. jadi tampak kan bahwa menjadi gelandangan tersebut memerlukan biaya yang besar.

6. Para Gelandangan Ternyata Juga Membebani Pemerintah Dengan Biaya Yang Cukup Tinggi.

Saat melihat gelandangan berserakan di tiap sudut kota, tidur sembarangan di emperan toko, mungkin kita bertanya tanya. Apakah pemerintah tidak memperhatikan mereka? Ternyata pemerintahan berbagai kota di dunia juga memperhatikan para gelandangan ini. bahkan mereka mengeluarkan biaya cukup besar untuk memberi fasilitas yang layak bagi para gelandangan. Di kota Newyork misalnya, pemerintah rata rata menghabiskan $36.000 dolar setahunnya untuk memberikan fasilitas hidup para gelandangan ini. fasilitas fasilitas tersebut berupa shelter tempat tinggal sementara, selimut hangat serta untuk biaya jaminan sosial. Seperti yang kita ketahui, di Amerika orang orang yang tidak punya pekerjaan diberi sejumlah uang dari pemerinntah. Biaya biaya yang dikeluarkan pemerintah setempat untuk mengurusi para gelandangan ini sangat mengurah anggaran belanja pemerintah.

Para Gelandangan Ternyata Juga Membebani Pemerintah Dengan Biaya Yang Cukup Tinggi.
Para Gelandangan Ternyata Juga Membebani Pemerintah Dengan Biaya Yang Cukup Tinggi. image [source]

Karena tingginya biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah kota untuk mengurusi para gelandangan ini, pernah dipakai satu ide radikal untuk mengurangi jumlah gelandangan di kota Newyork. Para gelandangan tersebut ditawarkan untuk mendapat tiket naik pesawat gratis menuju kemanapun. Tujuannya agar banyak gelandangan yang akan menerima tawaran tiket pesawat gratis dan pergi meninggalkan Newyork. Dengan begitu jumlah gelandangan akan semakin sedikit dan beban yang harus ditanggung pemerintah menjadi menurun. Karena kebijakan ini, pernah perintahan kota neryork harus mengeluarkan dana sebesar $6000 dolar untuk satu keluarga gelandangan yang ingin terbang ke paris. Permintaan tiket pesawat gratis tersebut pun dikabulkan oleh pemerintah Newyork.

7. Gelandangan Rentan Menjadi Korban Pembunuhan.

Seperti yang sudah diungkapkan tadi, bahwa rumah adalah tempat berlindung paling baik. tanpa rumah orang akan rentan menjadi target sasaran tangan tangan jahat termasuk pembunuhan. Kasus pembunuhan yang menimpa gelandangan sangat sering terjadi. Misalnya saja, pernah ada kasus seorang gelandangan perempuan dibunuh oleh seorang pria. Kepala gelandangan perempuan tersebut dibenturkan berkali kali ke tembok. Alasannya kenapa pria membunuh si gelandangan Cuma sepele. Ia tidak tahan dengan bau yang tercium dari gelandangan.

Gelandangan Rentan Menjadi Korban Pembunuhan.
Gelandangan Rentan Menjadi Korban Pembunuhan. image [source]

Tak hanya rentan dibunuh oleh penjahat, gelandangan bahkan bisa menjadi terget pembunuhan oleh pemerintah. Kasus ekstrem ini pernah terjadi di india. Karena pernah terjadi konflik dengan pemberontak, beberapa gelandangan didandani dengan atribut pemberontak. Polisi kemudian menembak mati gelandangan yang telah didandani dengan atribut pemberontak tersebut semata mata untuk mendapatkan hadian dan sekaligus mengurangi jumlah gelandangan. Di korea utara, anak anak gelandangan di tampung di kamp kamp khusus. Sayangnya anak anak ini seringkali dibiarkan berada dalam kondisi kekurangan makan sehingga meninggal. Di kota New Delhi, shelter penampungan dibangun kurang memadai sehingga tak jarang gelandangan yang tidur di dalamnya mati karena cuaca dingin.

Setelah membaca informasi terkait gelandangan yang kami sajikan di atas, kamu jadi sadar kan betapa berharganya rumah yang kamu tinggali itu. Meskipun tidak mewah, rumah telah memberikan tempat perlindungan yang cukup nyaman untuk tumbuh dan berkembang. Meskipun jelek, ada ribuan orang yang berharap memiliki rumah seperti yang kamu punyai lho. Untuk itu selalu bersyukur dan jangan pernah menyia-nyiakan nya ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *