Sedang memuat Fakta Kesehatan Tentang Rasa Sakit Yang Tidak Di Ketahui Banyak Orang

Fakta Kesehatan Tentang Rasa Sakit Yang Tidak Di Ketahui Banyak Orang

Sering Mengalami Tapi Belum Sepenuhnya Mengetahui

Setiap orang pasti pernah merasa sakit. entah itu akibat benturan, luka maupun tekanan. Rasa sakit itu memang membuat tidak nyaman. Tapi rasa sakit juga menjadi petunjuk bahwa sistem saraf kita masih bekerja dengan baik. sebenarnya apa sih manfaat rasa sakit itu dan kenapa juga manusia harus dilengkapo dengan rasa sakit.

Fakta Kesehatan Tentang Rasa Sakit Yang Tidak Di Ketahui Banyak Orang
Fakta Kesehatan Tentang Rasa Sakit Yang Tidak Di Ketahui Banyak Orang image [source]

Ternyata rasa sakit itu penting juga. Rasa sakit bisa menjadi peringatan pertama ketika kita berhadapan dengan kondisi kondisi yang berbahaya bagi keselamatan kita. misalnya saja jari kaki kita sedang menyentuh bara api. Karena rasa sakit yang ditimbulkan saat menyentuh bara api, kita pun segera mengangkat jempol kaki tersebut sebelum terbakar hangus. Bayangkan jika kita tidak bisa merasa sakit. bisa bisa kita baru tersadar kalau kaki kita terbakar sesudah hangus di beberapa bagian. Rasa sakit sendiri bagi olmuwan masih merupakan sebuah misteri. Kali ini iyakan.com akan menyajikanbeberapa fakta mengejutkan tentang rasa sakit yang belum di ketahui oleh orang banyak dan penting juga bagi kesehatan tubuhmu. Mau tahu info lengkapnya? Baca di bawah ini.

1. Otak Sendiri Ternyata Tak Bisa Merasakan Sakit.

Ketika tertusuk paku rasa sakit nya tersebar kemana mana kan. Urut urutan bagaimana kita merasa sakit itu adalah seperti ini. ujung paku yang runcing menekan sel sel saraf di permukaan kulit yang peka terhadap tekanan. Oleh sel saraf, tekanan tersebut akan di ubah menjadi impuls listrik dan di rambatkan sari satu serabut saraf sambung menyambung hingga sampai ke otak. Mendapatkan sinyal listrik dari saraf kaki ini, otak kemudian akan menerjemahkannya menjadi rasa sakit seperti yang selama ini kita rasakan. Jadi otak ini tugasnya menerjemahkan arus listrik kecil kecil menjadi sensasi rasa. Jika kaki yang tertusuk maka otaklah yang menangkap adanya rasa sakit ini dankemudian memerintahkan kaki untuk pindah posisi.

Otak Sendiri Ternyata Tak Bisa Merasakan Sakit.
Otak Sendiri Ternyata Tak Bisa Merasakan Sakit.image [source]

Namun apa jadinya ya jika otak yang tertusuk paku? Kalau otak yang tertusuk paku, ternyata otak justru tidak bisa merasakan sakit. itu karena sensor tekanan yang dirasakan sel sel saraf otak tidak ada yang bisa memprosesnya. Dia yang seharusnya memproses detksi rasa sakit kini malah justru tertusuk. Itulah mengapa kadang operasi otak justru dilakukan dalam keadaan pasiennya tak di bius total. Tapi anehnya si pasien tidak merasa sakit.

2. Toleransi Orang Terhadap Rasa Sakit Itu Beda Beda.

Pernah lihat tidak ada anak yang jatuh dari sepeda lecet lecet banyak tapi Cuma senyum senyum kecut. Sementara disisi lain ada anak yang Cuma terbentur kerikil sudah nangis nangis lebay? Pernah juga kan di bantah teman ketika mengatakan bahwa kaki kejatuhan cobek itu rasanya luar biasa menyiksa. Sementara menurut temanmu rasanya Cuma kaya dihihit semut? Ibu ibu yang pernah menjalani operasi ceasar juga memiliki penilaian sendiri sendiri tentang tingkat rasa sakit

Toleransi Orang Terhadap Rasa Sakit Itu Beda Beda.
Toleransi Orang Terhadap Rasa Sakit Itu Beda Beda.image [source]

Penyebab dari semua itu karena setiap orang itu mempunyai toleransi yang bebeda beda tentang rasa sakit. perbedaan tentang rasa sakit itu disebabkan karena adanya perbedan struktur otak dan hormon yang ada pada setiap manusia. Seperti kita tahu rasa sakit itu bisa ditekan dan dikurangi oleh hormon tertentu. Jika di dalam tubuh seseorang ada banyak hormon pereda rasa sakit, maka rasa sakit yang dialami pun akan jauh berkurang. Sebaliknya yang hanya ada sedikit hormon dalam tubuh, rasa sakit yang dirasakan akibat luka yang sama akan jauh lebih dahsyat.

3. Ada Perbedaan Rasa Sakit Yang Dialami Oleh Pria Dan Wanita.

Wanita mampu melewati proses kelahiran tanpa di bantu obat bius sedikitpun. Fakta ini membuat banyak pria menduga bahwawanita itu lebih tahan sakit dari pada pria. Namun faktanya ternyata berlawanan. saraf detektor rasa sakit itu ternyata lebih banyak ada pada tubuh wanita. di kulit wajah saja, per sentimeter kilit wanita itu ada sekitar 34 reseptor rasa sakit. sedangkan di wajah pria, persentimeternya hanya ada 17 saja. Jadi kalau lomba tampar menampar, wanita seemarnya lebih tersiksa.

Ada Perbedaan Rasa Sakit Yang Dialami Oleh Pria Dan Wanita.
Ada Perbedaan Rasa Sakit Yang Dialami Oleh Pria Dan Wanita. image [source]

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2005 mengkonfrmasi fakta ini. daerah yang berpotensi sakit pada tubuh wanita itu lebih banyak daripada yang ada pada tubuh pria. Rasa sakit pada wanita juga berlangsung lebih lama dengan jenis luka yang sama. Untung saja ya keadaanya seperti itu. Coba saja kalau terjadi sebaliknya. Malu kan cowok merengek rengek sakit di depan ceweknya.

4. Ada Kelainan Genetik Langka Yang Menyebabkan Orang Tersebut Tidak Bisa Merasakan Sakit.

Jika ditawari tidak bisa merasakan sakit kamu mau atau tidak? Pasti terdengar asik kan. Jatuh terluka, ternakar bahkan tertusuk pun kita tidak merasakan sakit. ada tidak ya orang dengan kemampuan ini? ternyata ada. dan kekebalan mereka taerhadap rasa sakit itu tidak dibantu oleh jin atau ilmu ilmu gaib lainnya. ketidak mampuan merasakan sakit yang di miliki oleh orang orang ini disebabkan karena adanya kelainan henetik langka. Kelainan genetik ini hanya terjadi pada sedikit orang saja.

 Ada Kelainan Genetik Langka Yang Menyebabkan Orang Tersebut Tidak Bisa Merasakan Sakit.
Ada Kelainan Genetik Langka Yang Menyebabkan Orang Tersebut Tidak Bisa Merasakan Sakit. image [source]

Mereka mungkin bisa merasakan perbedaan panas dan ingin, namun ketika tangannya terbakar, mereka tidak mampu merasakan sakit. kelainan gebetik ini disebut dengan congenial insensitivity. Meskipun terlihat keren tidak bisa merasakan sakit, tapi kondisi ini tentu saja berbahaya bagi penderitanya. Ketika ada hal hal yang membahayakan, mereka tidak mampu mendapatkan peringatan dini. Misalnya saja, sedang

jalan di rerumputan tiba tiba kakinya digigit ulat. Tanpa adanya kemampouan merasa sakit, ia tidak akan tahu hewan apa yang menggigitnya. Ketidak tahuan jenis bisa hewan tersebut tentu menyulitkan pengobatan.

5. Rasa Sakit Yang Dibiarkan Lama Ternyata Dapat Menciutkan Ukuran Otak.

Rasa sakit yang kronis serta berlangsung lama memang mengganggu. Selain menyebabkan kita tidak bisa menyelesaikan tugas tugas rutin, ternata ada efek uang lebih parah lho. Akibat rasa sakit yang rutin dan lama tersebut ukuran otak kita bisa jadi menciut.

Rasa Sakit Yang Dibiarkan Lama Ternyata Dapat Menciutkan Ukuran Otak.
Rasa Sakit Yang Dibiarkan Lama Ternyata Dapat Menciutkan Ukuran Otak. image [source]

Penelitian ilmiah yang dilakukan pada tahun 2004 menunjukkan fakta ini. otak yang dimiliki oleh penderita sakit kronis seperti sakit tulang belakang ternyata ukurannya 11 persen lebih kecil. Kemungkina penyebabnya adalah karena neurion di berbagai bagian otak tersebut tidak dapat berkembang karena otak terlalu sibuk menerjemahkan impuls listrik dari organ yang sakit. oleh karena itu jika ada rasa sakit di bagian tubuih tertentu, sebaiknya langsung diobati ya. Agar tidak membuat kecil otak kita.

Demikian informasi tentang rasa sakit yang belum banyak diketahui banyak orang. rasa sakit bisa jadi musuh sekaligus teman kita. ia menganggu aktivitas sehari hari namun disisi lain memberi tahu bahwa tubuh kita sedang tidak beres. Sekarang tergantung kita mau mendengarkan alarm peringatan tubuh tersebut atau mengabaikannya. Mendengarkan alarm rasa sakit berarti trubuh kita bisa sembuh, mengabaikan rasa sakit berarti sama saja dengan membiarkan tubuh kita rusak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *