6 Cara Kontroversial Dalam Menghukum Anak Ini Benar Benar Pernah Dilakukan

Dari hukuman Ringan Hingga Yang Ektrim

Setiap orang tua pasti menginginkan anak anak mereka tumbuh dan berkembang menjadi orang yang mereka inginkan. Gagah. Sukses, berpendidikan, patuh pada orang tua dan sifat sifat baik lainnya. Untuk memastikan anaknya tumbuh dengan segala sifat baik tersebut, orang tua melakukan beberapa hal. Anak anak pada usia tertentu disekolahkan. Para orang tua juga mengajarkan nilai nilai budaya, kesopanan dan norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat mereka. Ketika anak anak melakukan sesuatu hal yang baik, tak jarang orang tua memberikan hadiah atau pujian pada anak tersebut. Sebaliknya ketika anak melakukan hal buruk, orang tua memberikan hukuman.

5 Cara Kontroversial Dalam Menghukum Anak Ini Benar Benar Pernah Dilakukan Oleh
5 Cara Kontroversial Dalam Menghukum Anak Ini Benar Benar Pernah Dilakukan Oleh. image [source]

Hukuman diberikan pada anak agar mereka tidak mengulangi perbuatan yang salah tersebut. Terkadang hukuman memang efektif dalam membentuk kedisiplinan anak. Namun tak jarang, akibat sering mendapatkan hukuman, anak justru makin membangkang. Bentuk hukuman yang diberikan orang tua pada anak anaknya pun bermacam macam. Ada hukuman fisik dan ada pula hukuman nonfisik. Meskipun orang tua bebas menentukan hukuman bagi anak anaknya yang berbuat salah, ada juga bentuk hukuman yang berlebihan dan menimbulkan kontroversi di dalam masyarakat. Bahkan tak jarang orang tua si pemberi hukuman tersebut justru harus berurusan dengan polisi akibat bentuk hukuman yang keterlaluan. Hukuman yang diberikan orang tua tersebut melanggar undang undang perlindungan anak dan masuk ke  dalam kategori tindakan kriminal. Berikut ini bentuk bentuk hukuman dari orang tua pada anak yang kontroversial tersebut.

1. Anak Diwajibkan Main Basket.

Di wilayah pemukiman miskin Huntingdon, Tennesse, Amerika Serikat, orang tua terkadang terlalu miskin sehingga tidak mampu memegang peran dalam mendidik anak anaknya. Akibatnya ketika anak anak tersebut tumbuh dengan perilaku nakal, orang tua yang tinggal di kawasan tersebut kebingungan untuk memberikan hukuman apa untuk anak anak mereka. Karena kenakalan remaja makin meraja lela, sebuah sekolah yang bernama Carold Akademi didirikan dengan dana pemerintah. Sekolah tersebut merupakan sekolah full day. Sekolah ini merekrut anak anak nakal dari wilayah sekitar, kemudian mewajibkan mereka untuk bergabung dalam tim bola basket. Tidak ada toleransi bagi anak anak yang menolak untuk bermain basket kecuali anak tersebut menderita penyakit yang membuatnya tidak mungkin bermain basket.

Anak Diwajibkan Main Basket.
Anak Diwajibkan Main Basket. image [source]

Entah anak yang nakal tersebut berbakat main basket atau tidak, ketika sudah masuk sekolah mereka diwajibkan untuk bermain. Menurut kepala sekolah yang mengelola Carold akademi, bermain basket bagus untuk membentuk sifat gigih, kemampuan kerja sama dan kerja keras. Ketika mereka terlatih dalam bermain basket, Solidaritas mereka sesama teman akan muncul dan diharapkan perilaku buruk mereka akan hilang. Ketika energi mereka sudah fokus untuk bermain basket, mereka tidak akan berbuat onar lagi di luar sekolah.

2. Hukuman Fisik Yang Dilakukan Oleh Hakim Perlindungan Anak.

Di beberapa negara hukuman fisik berupa memukul pantat anak sudah dilarang di beberapa negara seperti swedia, selandia baru dan beberapa negara afrika. Namun larangan memukul pantat anak di amerika baru ada relatif lebih baru. Pemicunya adalah aksi yang dilakukan oleh William Adams, seorang hakim yang sering menangani kasus kekerasan pada anak. Hakim ini tertangkap kamera sedang memukul pantat anak perempuannya selama 9 menit. Hukuman tersebut disebabkan karena anak perempuannya mengakses internet dan mendownload lagu tanpa seijin orang tua.

Hukuman Fisik Yang Dilakukan Oleh Hakim Perlindungan Anak.
Hukuman Fisik Yang Dilakukan Oleh Hakim Perlindungan Anak. image [source]

Video tersebut pun kemudian beredar di dunia maya. Orang orang kemudian saling berbeda pendapat. Sebagian berpendapat bahwa memukul pantat anak sama saja dengan melakukan kekerasan fisik pada anak. Kelompok yang lain berpendapat bahwa hukuman memukul pantat tersebut merupakan sebuah bentuk hukuman yang wajar. Akibat kasus tersebut amerika serikat akhirnya juga membuat uu larangan melakukan hukuman dengan memukul pantat anak. Wah padahal di berbagai negara, termasuk masyarakat indonesia memukul pantat tersebut adalah hukuman yang umum. Mungkin kalau dilakukan sewajarnya tidak masalah ya untuk kepentingan mendidik anak.

3. Menghukum Anak Dengan Memakaikan Pakaian Yang Memalukan.

Ada berbagai macam cara untuk mengajarkan anak memiliki rasa empati kepada orang lain. apa yang dilakukan oleh seorang ibu di Utah, amerika serikat ini cukup unik, kreatif namun juga kontroversial. Ketika mendengar bahwa anaknya mengolok olok siswa lain akibat gaya pakaiannya, sang ibu ini marah. Ia kemudian pergi ke toko baju. Menghabiskan $50 dolar untuk membeli baju dengan desain yang cukup aneh untuk anak perempuannya tersebut. Model baju polkadot dengan motif bunga khas nenek-nenek dan baju kebesaran untuk ukuran anak pun ia beli. Si anak kemudian diminta untuk memakainya ke sekolah selama dua hari.

 Menghukum Anak Dengan Memakaikan Pakaian Yang Memalukan.
Menghukum Anak Dengan Memakaikan Pakaian Yang Memalukan. image [source]

Setelah si anak tersebut dihari sebelumnya mengolok olok anak lain, hari berikutnya ia merasakan sendiri bagaimana diejek dan di permalukan oleh teman sebaya akibat berpakaian aneh. Si anak pun kemudian sangat malu. Setelah mendapatkan hukuman tersebut ia benar benar belajar merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. semenjak saat itu ia berjanji untuk tidak lagi mengolok olok anak lain yang berpakaian aneh.

4. Menghukum Anak Dengan Tidak Memberi Makan.

Makanan yang cukup sangat penting bagi anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan. Jika sampai mengalami kekurangan makan, pertumbuhan mereka bisa terganggu. Rupanya pendeta dan istrinya yang tinggal di Smethport Pensylvania tidak menyadari pentingnya asupan gizi cukup bagi anak ini. terbukti mereka sering menghukum anak anak angkatnya dengan tidak memberikan makan. Kasus tersebut terbongkar setelah salah satu anak angkat nya yang berusia 11 tahun kabur dari rumah. Setelah kabur dari rumah pasangan pendeta, si anak mendatangi kantor polisi dan melapor bahwa ia sering tidak diberi makan sebelum menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya. Saat lapor ke kantor polisi tersebut pun ia memiliki berat badan di bawah standar. Pertumbuhan tulangnya pun terhambat dan mirip dengan tulang anak yang berusia 5 tahun.

Menghukum Anak Dengan Tidak Memberi Makan.
Menghukum Anak Dengan Tidak Memberi Makan. image [source]

Rupanya di rumah pasangan pendeta tersebut masih ada dua anak lain yang juga diperlakukan buruk. Salah satu anak lainnya tersebut berusia 10 tahun. Setelah diselamatkan, sia anak bercerita bahwa ia seringkali hanya diberi makan semangkuk oatmeal setiap harinya. Jika ingin makan lagi ia harus meminta kepada tetangga sekitar. Pendeta dengan istrinya tersebut pun kemudian diadili dengan tuduhan membuat nak anak angkatnya dalam keadaan bahaya.

5. Membuang Anak Nakal.

Di amerika serikat ada undang undang yang cukup aneh, yaitu undang undang yang membolehkan untuk membuang anak. Undang undang tersebut berlaku di 50 negara bagian. Para orang tua boleh membuang bayi yang dilahirkan di kantor pemadam kebakaran, kantor polisi atau rumah sakit. Undang undang kontroversial tersebut dibuat untuk mencegah para orang tua yang tidak mampu membiayai anak anak mereka dan membuang di tempat yang tidak layak. Rupanya undang undang yang kontroversial ini disalahgunakan beberapa orang tua.

Membuang Anak Nakal.
Membuang Anak Nakal. image [source]

Karena undang undang tersebut tidak membatasi secara khusus umur anak yang boleh dibuang, banyak orang tua di Nebraska membuang anak anak mereka yang berusia belasan tahun. Mereka di buang di kantor polisi, rumah sakit dan kantor pemadam kebakaran. Alasannya orang tua tersebut sudah tidak bisa mengendalikan kenakalan yang dilakukan oleh anak anak mereka. Paling parah, seorang laki laki membuang 9 anaknya yang berusia 1 tahu hingga 17 tahun. Lelaki tersebut membuang ke 9 anaknya setelah di tanggal mati sang istri. Akibat disalahgunakan tersebut, undang undang yang membolehkan orang tua untuk membuang anak kemudian di revisi dengan membuat batasan umur anak yang boleh di buang.

6. Menghukum Anak Denga Cara Menculik Dan Mengirimkan Ke Kam Konsentrasi Di Luar Negeri.

Orang tua terkadang melakukan hal hal gila untuk membuat anaknya patuh. Minimal inilah yang dilakukan oleh pasangan suami istri Levy. Pasangan suami istri ini mempunyai anak perempuan yang nakalnya tidak ketulungan. Suka mabuk-mabukan, tidur dengan pria yang lebih tua, bahkan mengkonsumsi ganja. Anak perempuan ini pun sering sekali membolos sekolah dan tidak pernah mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang tua nya.

Menghukum Anak Denga Cara Menculik Dan Mengirimkan Ke Kam Konsentrasi Di Luar Negri.
Menghukum Anak Denga Cara Menculik Dan Mengirimkan Ke Kam Konsentrasi Di Luar Negri. image [source]

http://static6.businessinsider.com/image/53b2cde46bb3f7e138603d6c/step-inside-a-chinese-boot-camp-for-teens-who-are-addicted-to-the-internet-photos.jpg

Saking bingungnya, pasangan suami istri Levy ini kemudian menyuruh orang untuk menculik si anak. Orang suruhan tersebut ternyata merupakan salah satu pegawai sebuah badan yang membuka jasa pemulihan perilaku buruk anak yang bernama Tranquility bay. Perusahaan Tranquility Bay ini berbasis di Jamaica. Di bangun de atas tebing curam yang dikelilingi pantai. Klien mereka berasal dari orang tua seluruh dunia yang ingin anaknya pulih dari perilaku nakal. Tranquility ini mirip sekolah. Nak anak diberi terapi dan diajar dengan disiplin tingkat tinggi. Anak anak nakal tersebut diisolasi dari keluarganya selama 1 tahun penuh. Mereka di paksa kerja untuk menumbuhkan kedisiplinan.anak anak nakal dididik dengan gaya militer di camp ini.

beberapa cara kontroversial yang dilakukan para orang tua dalam mendisiplinkan anak anaknya. Setelah membaca informasi di atas, apa yang dilakukan oleh orang tuamu lebih baik atau lebih buruk? Apapun perlakuan orang tuamu kamu harus bersyukur dan berterima kasih. Meskipun mereka sering memarahi mu, itu merupakan wujud cinta agar kamu tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang lebih baik. minimal mereka tidak membuang kamu di kantor polisi atau mengirimmu ke jamaika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *