Kampung Warna-Warni Jadi Objek Wisata di Malang

Inilah Kampung Juanda, Jodipan, Kota Malang, yang mendadak menjadi perbincangan wisatawan. Setiap hari kampung itu kini dikunjungi ratusan wisatawan dari berbagai penjuru Nusantara.

Sejak sebulan terakhir, kampung yang terletak di bantaran sungai, bawah jembatan rel kereta api, dan belakang pasar loak, ini mendadak menjadi indah. Aneka warna cat cerah yang mewarnai rumah warga, membuat tempat itu jadi lokasi wisata baru.

1. Ide Kreatif di Gagas dari Seorang Mahasiswa

Berawal dari ide seorang mahasiswi semester akhir di Malang yang ingin mengubah pola hidup warga menjadi sadar kebersihan, hingga mendapatkan dukungan berbagai pihak, maka berubahlah kampung kumuh menjadi kampung yang indah.

kampung jodipan

“Dari data ini salah satu kampung kumuh, dirubah agar perilaku berubah,” kata Nabila, penggagas ide mengubah pola hidup warga agar sadar kebersihan. Kini kampung itu dijuluki dengan nama suatu kota di Brazil, yakni Rio de Janeiro-nya Indonesia.

2. Jadi Tempat Hits Baru di Malang

Tempat tersebut sudah kadung menarik minat pengunjung untuk selfie. Seperti yang diakui seorang wisatawan bernama M Hidayatullah. Ia menganggap bahwa ini adalah hal yang menarik dan Rio de Janeiro nya Malang.

tempat hunting baru

Hal yang senada dilontarkan Dea Ani Dianti, wisatawan asal Jakarta. Dea mengaku menemukan spot foto ini lewat instagram. Awalnya, ia mengira itu adalah di Brazil, ternyata tempat ini ada di Malang. Wah, keren!

3. Jumlah Rumah yang Berhasil di Sulap

Kini, 200 lebih rumah warga berubah warna-warni ceria. Kampung ini menjadi nge-hits, bahkan wisatawan tidak hanya menyebutnya sebagai kampung warna-warni, namun Rio de Janeiro-nya Indonesia. Rio de Janeiro adalah sebuah negara bagian di Brasil bagian tenggara.

perkampungan jodipan

Dengan mengusung konsep “Decofresh Warnai Jodipan”, warna-warni kampung dari temboknya menjadi kampung itu berbeda. Apalagi lokasinya unik. Di bantaran sungai, rumah-rumah berdiri sesuai kontur tanah sehingga seperti bersusun.

4. Proses Penyelenggaraan Progam Oleh Mahasiswa

Mereka adalah mahasiswa semester enam. Dalam kelompok mereka ada enam mahasiswa lainnya yang terlibat. “Teman-teman lain saat ini sedang KKN. Sementara saya dan Dinni harus menunda KKN dulu karena proyek ini belum selesai tuntas,” terang Nabila. Hal ini karena pengecatan kampung di tiga RT sasaran belum selesai 100 persen.

Kampung-Jodipan

Nabila menceritakan embrio klien yang dibidiknya adalah perusahaan cat Indana Paint. Sehingga tidak langsung mengajukan proposal. Kelompok ini melakukan riset dulu. Sebelum menggarap Jodipan, untuk mencari objeknya, tim kemudian jalan-jalan. Dan kemudian mendapatkan sasaran di Jodipan. Ide itu mereka sampaikan kepada Ketua RW, Pairin dan mendapat sambutan bagus dengan ide itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *