Sedang memuat Bencana Nuklir Paling Mematikan Sepanjang Masa.

Bencana Nuklir Paling Mematikan Sepanjang Masa.

Jangan Sampai Terjadi di Indonesia ya Bencana Nuklir Seperti ini

Nuklir memang berbahaya. Hal itu sudah terbukti ketika pada perang dunia ke dua, 2 kota di Jepang diledakkan dengan bom nuklir. Dua kota tersebut adalah Hiroshima dan Nagasaki. Di kedua kota tersebut. Dampak ledakan bom nuklir sangat dahsyat. Semua bangunan radius 1 mil dari ledakan mengalami kerusakan total. Belum lagi dampak efek radiasinya yang memerlukan waktu sangat lama untuk hilang. Efek radiasi dari ledakan bom nuklir tersebut akan menyebabkan tingginya angka penyakit kanker. Bayi-bayi yang dilahirkan di tempat tersebut juga mempunyai resiko cacat yang tinggi. Untung saja dalam sejarah bom atom hanya digunakan 2 di dua kota tersebut. Jika sampai saat ini terus digunakan dalam peperangan, entah efek buruk apa yang akan diderita oleh bumi.

Insident Ledakan Reaktor Nuklir
Insident Ledakan Reaktor Nuklir. image [source]

Bom nuklir sudah sejak lama dihentikan penggunaanya dalam perang. Namun teknologi nuklir sampai sekarang masih dibutuhkan oleh manusia. Teknologi nuklir tersebut di pakai untuk keperluan non perang seperti: pengobatan dan untuk pembangkit tenaga listrik. Meskipun tidak di pakai untuk keperluan perang, teknologi nuklir ini masih menyimpan resiko yang besar. Jika ada kesalahan sedikit saja, maka reaktor nuklir tersebut bisa mendatangkan bahaya yang sama seperti ledakan bom nuklir. Meskipun tidak ada ledakan nuklir, radiasi yang bocor dari reaktor yang mengalami gangguan tersebut cukup mematikan bagi tubuh manusia. Di masa lalu insiden kecelakaan yang dialami reaktor nuklir tersebut pernah terjadi beberapa kali. Berikut ini 10 insiden kecelakaan reaktor nuklir yang paling dahsyat akibatnya.

1. Kebocoran Reaktor Nuklir di Chernobyl, Ukraina.

Terjadi pada tanggal 26 April 1986. Insiden kebocoran Reaktor Nuklir di Chernobyl ini terjadi dulu ketika Ukraina masih menjadi bagian dari Uni Sovyet. Reaktor nuklir di Chernobyl sendiri sebenarnyamerupakan reaktor kelas menengah. Terletak di kota Pripyat Ukraina. Ledakan kecelakaan reaktor nuklir di Chernobyl ini merupakan bencana nuklir yang paling besar. Reaktor nuklir Chernobyl ini dibuat untuk menghasilkan energi listrik dan untuk tujuan pengayaan plutonium.

Kebocoran Reaktor Nuklir di Chernobyl, Ukraina.
Kebocoran Reaktor Nuklir di Chernobyl, Ukraina. image [source]

Awal kecelakaan dimulai ketika pengelola perlu melakukan perawatan rutin pada reaktor. Untuk keperluan perawatan rutin tersebut, reaktor perlu dipadamkan. Selain ingin melakukan perawatan rutin, para teknisi di reaktor nuklir tersebut juga ingin melakukan stress test. Stress test ini mengukur ketahanan reaktor ketika dihadapkan pada kondisi darurat seperti hilangnya daya listrik. Agar hasil tes mendekati kondisi darurat sebenarnya, para teknisi tersebut mematikan pengaman reaktor nuklir. Begitu stress test dilakukan ternyata teaktor nuklir berjalan tak terkendali dan terjadi ledakan. Kecelakaan reaktor nuklir Chernobil ini termasuk ke dalam tingkat kecelakaan reaktor nuklir level 7. 31 orang meninggal akibat kecelakaan ini, sementara ribuan lainnya terancam terkena dampak jangka panjang dari radiasi. Untuk melakukan pemulihan sejumlah 500.00 pekerja dilibatkan dengan dana mencapai 18 milyar rubel.

2. Ledakan Reaktor Nuklir Di Fhukushima Jepang.

Jepang merupakan negara maju. Mereka telah lama mengantungkan enegri listriknya dari pembangkit listrik tenaga nuklir. Salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir milik Jepang yang menjadi andalan adalah reaktor nuklir di fhukushima. Namun pada 11 Maret 2011 yang lalu, sebuah insiden keelakaan reaktor nuklir besar terjadi di Fhukushima ini. pada hari itu gempa dan tsunami menyerang Jepang. Akibar tsunami dan gempa tersebut, turbin yang digunakan reaktor untuk mensuplay daya terhenti. Sama seperti kecelakaan nuklir di cernobil, ledakan reaktor nuklir di Fhukushima ini juga masuk kategori 7.

Ledakan Reaktor Nuklir Di Fhukushima Jepang.
Ledakan Reaktor Nuklir Di Fhukushima Jepang. image [source]

Reaktor nuklir memerlukan daya mengendalikan suhu reaktor akar reaksi pemecahan inti berlangsung secara terkendali. Akibat rusaknya turbin penyuplai daya tersebut, suhu reaktor menjadi tidak terkontrol dan akhirnya terjadi reaksi pemecahan atom radioaktif yang tidak terkendali. Ledakan reaktor nuklir pun tidak dapat dihindarkan. Akibat ledakan tersebut, material radioaktif pun menyebar kemana mana dan membahayakan mereka yang terpapar. Terpapar 1 jam saja bisa membuat orang biasa tanpa baju pengaman meninggal. Akibat ledakan reaktir nuklir di Fhukushima ini beberapa reaktor nuklir lain di jepang pun dihenttikan operasionalnya. Akibatnya Jepang mengalami krisis energi dan pertumbuhan ekonominya menurun.

3. Bencana Reaktor Nuklir Kyshtym.

Terjadi pada 29 September 1957 di Mayak, Uni Sovyet. Bencana ini merupakan terjadinya kontamisasi senyawa radioaktif. Kala itu Uni Sovyet sedang berusaha mengejar ketertinggalannya di bidang pernukliran dengan Amerika Serikat. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Uni Sovyet mengadaakan penelitian dan membangun banyak reaktor nuklir di berbagai tempat. Karena bagi Uni Sovyet nuklir merupakan ilmu baru, mereka belum menerapkan standar keamanan yang memadai.

Bencana Reaktor Nuklir Kyshtym.
Bencana Reaktor Nuklir Kyshtym. image [source]

Reaktor nuklir di Kishtym tersebut menggunakan sistem pendinginan terbuka untuk menurunkan suhu reaktor nuklir. Aliran air sungai yang dingin, dialirkan ke sistem pendingin reaktor dan kemudian dialirkan kembali ke sungai. Tentu saja aliran air yang keluar dari reaktor nuklir tersebut membawa zat-radioaktif berbahaya dan terbawa ke sepanjang aliran sungai. Sistem pendingin reaktor nuklir di Kyshtym ini menggunakan beberapa tangki untuk menampung air. Selain membuang panas. Dalam tangki pendingin tersebut juga dihasilkan Amonium Nitrat dan Asam Asetat. Pada tanggal 29 September tersebut, salah satu sistem pendingin mengalami kerusakan. Suhu di salah satu tangki menjadi sangat panas. Air yang ada di dalam tangki pendingin menguap semua, menyisakan residu yang mengandung Amonium Nitrat dan Asam Asetat. Volume Amonium Nitrat sendiri dalam tangki pendingin tersebut mencapai beberapa ton. Akibat suhu yang terlalu panas tersebut residu Amonium Nitrat yang berton-ton tersebut meledak. Kekuatan ledakkannya sangat dahsyat sehingga setara dengan ledakan 70 sampai 100 ton TNT. Akibat ledakan tersebut residu di tangki lain yang berisi 160 ton lumpur radioaktif terlembar ke udara. Material radioaktif pun tersebar hinga ratusan kilometer lewat udara. Selain lewat udara, air di sungai sekitar juga tercemar materi radioaktif. Ledakan reaktor nuklir ini masuk ke level 6 tingkat kecelakaan nuklir.

4. Tragedi Terbakarnya Reaktor Nuklir Windscale Di Inggris.

Ternyata bukan hanya Uni Sovyat saja yang merasa ketingalan di dunia pernukliran. Inggris juga merasa tertinggal sehingga memutuskan untuk membangun 2 reaktor nuklir sekaligus di Windscale. Reaktor nuklir yang dibangun Inggriss dengan tergesa gesa ini dinilai oleh banyak pihak masih memiliki teknologi yang ketinggalan. Selain memakai cerobong asap terbuka, pengamanan reaktor terhadap kondisi darurat juga kurang. 10 Oktober 1957 tersebut merupakan hari yang naas bagi reaktor tersebut. Salah satu reaktor dideteksi mengalami kelebihan panas.

Tragedi Terbakarnya Reaktor Nuklir Windscale Di Inggris.
Tragedi Terbakarnya Reaktor Nuklir Windscale Di Inggris. image [source]

Suhu reaktor yang terlalu panas tersebut sebelumnya juga pernah dialami oleh reaktor Windscale. Para teknisi di sanapun telah menemukan metode untuk membuat suhu reaktor menjadi normal lagi. Mekanisme tersebut dinamai pelepasan energi Wigner. Mekanisme pengendaluan suhunya, jika suhu reaktor memanas, maka reaksi nuklir di satu cerobong di percepat, kemudian panas yang dihasilkan dari reaksi akan ikut terbawa keluar cerobong reaktor. Dengan begitu suhu reaktor turun ke tingkat semula. Celakanya pada hari itu, mekanisme pendinginan telah dijalankan namun suhu tetap naik. Pimpinan pengelola reaktor kemudian meminta teknisi untuk mempercepat kipas sehingga angin yang lewat dalam treaktor semakin banyak. harapannya suhu reaktor akan semakin dingin. Hasilnya, ternyata berkebalikan dengan harapan. Suhu reaktor malah semakin meningkat. Kebakaran malah makin hebat sehingga dari cerobong reaktor keluar asap yang mengandung zat radioaktif berbahaya. Akibat dari insiden windscale ini sebanyak 240 kasus kanker baru terdeteksi dan susu sapi daklam radius 500 kilometer dihancurkan karena pemerintah sudah takut terinfeksi dengan radioaktif tersebut.

5. Insiden Goiania, Di Brazil 1987.

Pada tanggal 13 September 1987 di Goiania, Brazil Sebuah alat terapi berupa Tabung yang berisi zat radio aktif dicuri. Tabung berisi zat radioaktif tersebut dicuri dari rumah sakit yang sudah tidak beroperasi. Setelah dicuri, tabung tersebut berpindah dari tangan 1 orang ke orang lainnya. Mereka tidak tahu bahwa tabung tersebut masih memancarkan radiasi nuklir yang berbahaya bagi tubuh manusia. Hasilnya 4 orang meninggal dan 112.000 orang di duga terkena dampak radiasi nuklir dari alat terapi tersebut. Bahkan untuk menghilangkan efek radiasi ini, lapisan permukaan tanah paling atas harus dihilangkan. Tidak hanya itu beberapa bangunan di kota setempat juga harus di hancurkan karena paparan radiasi sudah terlampau tinggi.

Insiden Goiania, Di Brazil 1987.
Insiden Goiania, Di Brazil 1987. image [source]

Majalah Time mengkategorikan bahwa ini merupakan bencana nuklir akibat kecerobohan manusia paling parah. Biro nuklir internasional mengkategorikan insiden ini sebagai insiden nuklir level 5. Rumah sakit yang sudah tidak digunakan tersebut awalnya merupakan rumah sakit swasta yang melayani radio terapi. Karena suatu sengketa di persidangan, pengelola kalah dan rumah sakit pun disegel. Pengelola tidak diperbolehkan memindahkan apapun yang ada di dalam gedung rumah sakit pasca penyegelan tersebut. Si pemilik sebelumnya sudah memperingatkan pihak yang berwenang bahwa akan sangat berbahaya membiarkan zat radioaktidf yang ada di dalam rumah sakit tanpa penjagaan. Namun peringatan itu diabaikan. Beberapa bulan kemudian 3 orang pencuri masuk memanfaatkan kondisi rumah sakit yang tanpa penjagaan tersebut. Mereka mengambil barang-barang berharga dan salah satunya tabung berisi zat radioaktif caesium isotop 137. Tahu kalau harga alat terapi tersebut mahal, si pencuri menjualnya ke pihak lain. akibat di perjualbelikan, tabung radioaktif tersebut berpindah pindah ke banyak orang. sehingga terjadi bencana seperti yang sudah dijelaskan di awal.

Itulah beberapa insiden kecelakaan nuklir yang pernah terjadi dari seluruh dunia. Begara yang sudah maju saja banyak yang gagal dalam menjaga keamanan reaktor nuklir ini. indonesia siap belum ya untuk mengadopsi teknologi nuklir. Jangan sampai insiden seperti diatas terjadi di indonesia. selain korbannya banyak, efeknya lama, biaya penanggulangannya juga pasti besar. Semoga saja ahli-ahli nuklir dari negeri kita lebih berhati-hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *