Sedang memuat Yakin Orang Zaman Dahulu Primitif Primitif? Temuan Temuan Berikut Mengungkapkan Sebaliknya.

Yakin Orang Zaman Dahulu Primitif Primitif? Temuan Temuan Berikut Mengungkapkan Sebaliknya.

Orang Orang Sekarang Jangan Mau Kalah

Teknoligi yang dimiliki manusia, dari tahun ke tahun makin maju. Inilah pola yang terlihat selama ini. misalnya saja dulu memasak itu bahan bakarnya pakai kayu, sekarang orang memakai listrik atau gas. Begitu juga jika dulu orang berkmunikasi pakai kenthongan, sekarang kita bisa dengan mudah berkomunikasi memakai handphone. Dari pola ini bisa disimpulkan bahwa orang orang dulu itu lebih primitif dari pada orang sekarang. Orang orang dulu itu teknologinya masih terbelakang.

Yakin Orang Zaman Dahulu Primitif Primitif? Temuan temuan Berikut Mengungkapkan sebaliknya.
Yakin Orang Zaman Dahulu Primitif Primitif? Temuan temuan Berikut Mengungkapkan sebaliknya. image [source]

Banyak peneliti setuju dengan pernyataan tersebut awalnya. Tapi mereka banyak juga yang menjadi bingung ketika melakukan penggalian peninggalan purba kala di berbagai tempat. Dari berbagai peninggalan yang ditemukan tersebut ternyata beberapa diantaranya adalah benda atau bangunan berteknologi tinggi. Untuk membuat bangunan atau benda seperti peninggalan purbakala tersebut di perlukan teknologi maju yang orang orang sekarang pun belum menguasainya. Beberapa teknologi maju yang di duga dikuasai oleh orang orang jaman dahulu tersebut antara lain: melelehkan batuan, membuat robot yang bisa di program, membuat navigasi yang sama akuratnya dengan GPS dan masih banyak lagi. Peradaban mana saja yang memiliki teknologi maju tersebut serta apa peninggalan dengan teknologi canggih yang mereka miliki? Berikut ini informasinya.

1. Teknologi Bangsa Inca Yang Mampu Melunakkan Batu.

Di cusco, peru, terdapat peninggalan peradapan kuno. Peninggalan tersebut berupa puzlle dari batu batu besar yang tersusun rapi. Batu batu berukuran raksasa tersebut mempunyai bentuk yang berbeda beda, namun saling melekat satu sama lain tanpa perekat apapun. Susunan batu baru tersebut mirip puzze. Perlekatan antar batuannya sangat pas sehingga mirip kalau batu tersebut di pahat satu satu dan di tempelkan dengan teliti.

Teknologi Bangsa Inca Yang Mampu Melunakkan Batu.
Teknologi Bangsa Inca Yang Mampu Melunakkan Batu. image [source]

Mengangkat saja susah, apalagi mengepaskan bentuk serta ukurannya ya. Di tambah lagi batu batu tersebut harus di pahat satu satu supaya cocok permukanya. Para arkeolog pun kemudian hanya bisa garuk garuk kepala, membayangkan bagaimana struktur benteng batuan raksasa tersebut di buat. Dari pengamatan di duga batu batu tersebut sebelum di tata di buat lunak dulu dengan cara dipanasi sampai suhu tertentu. Ketika sudah lunak maka batu baru raksasa tersebut tinggal di tata dan bentukny akan menyesuaikan dengan bentuk permukaan batu yang ada di bawahnya. Ini lah satu satunya penjelasan logis bagaimana struktur saksaywarman tersebut dibuat. Dari teori ini maka di perkirakan mereka punya teknologi yang mampu membuat batu menjadi lunak. Teknologi yang belum di temukan para ilmuwan hingga saat ini.

2. Teknologi Manipulasi Gelombang Suara Di Peninggalan Kuno Malta.

Pada masa peradaban Yunani kuno, di kenal adanya tokoh Oracle apollo. Oracle apollo ini dikenal sebagai sosok yang serba tahu dan bijaksana. Ketika orang orang ingin mendapatkan jawaban atas suatu permasalahan, mereka akan pergi ke tempat oracle apollo ini tinggal, yaitu di kuil suci Dhelpi. Anehnya kuil yang di duga sebagai tempat bersemayam oracle Apollo ini justru di temukan di Malta. Di Malta ada sebuah struktur peninggalan kuno yang disebut dengan Hypogeum.

Teknologi Manipulasi Gelombang Suara Di Peninggalan Kuno Malta.
Teknologi Manipulasi Gelombang Suara Di Peninggalan Kuno Malta. image [source]

Hypogeum tersebut merupakan bangunan bawah tanah dengan luas 500 meter persegi lebih. Dalam hypogeum terdapat kamar kamar yang dihubungkan oleh labirin. Di salah satu kamar dalam Hypogeum tersebut terdapat Oracle Chamber. Oracle chamber ini didesain sedemikian rupa sehingga getaran suara akan mendapatkan penguatan. Suara yang diucapkan dengan pelan pun akan menggema sehingga getarannya sampai ke tulang orang yang mendengarkan. Dalam Hypogeum, Suara tersebut akan terdengar datang dari segala arah. ini memberikan kesan bahwa yang meminta nasihat itu sedang berbicara dengan dewa atau mahkluk setengah dewa. Jadi orang di masa itu sudah mampu membuat pengeras suara yang efeknya lebih bombastis daripada megafon.

3. Nanoteknologi Yang Mampu Membuat Gelas Berubah Warna Tergantung Dari Mana Arah Datangnya Cahaya.

Pernah dengar istilah nanoteknologi kan. Itu lho, teknik manipulasi di skala molekul penyusun suatu bahan sehingga produk yang digasilkan lebih kuat, lebih ramah lingkunan dan lebih ringkas. Saat ini nano teknologi sedang marak di terapkan di berbagai bidang termasuk elektronik, kesehatan hingga haya hidup. Jangan heran ya kalau besok ada air cuci muka serta air kumur kumur bebasis nanoteknologi. Penyebabnya karena keunggulan nanoteknologi ini di gembar gemborkan banyak pihak untuk keperluan marketing produk produk mereka.

Nanoteknologi Yang Mampu Membuat Gelas Berubah Warna Tergantung Dari Mana Arah Datangnya Cahaya.
Nanoteknologi Yang Mampu Membuat Gelas Berubah Warna Tergantung Dari Mana Arah Datangnya Cahaya. image [source]

Hal yang mencengangkan adalah, ternyata peradaban yunani kuno pada zaman dahulu juga sudah mengenal nanoteknologi. Di temukan sebuah bejana terbuat dari campuran emas dan kaca. Ketika bejana tersebut disinari dari depan, maka warnanya akan berubah jadi kehijauan. Ketika disinari dari belakang, warnanya berubah jadi merah. Setelah dilakukan penelitian, bejana tersebut ternyata terbuat dari campuran emas dengan serat berukuran nano. Tak hanya mampu bereaksi terhadap cahaya saja, bejana tersebut diyakini mampu berubah warna ketika di isi dengan cairan yang punya kandungan kimia berbeda. Canggih bukan. mungkin gunanya untuk mendeteksi racun yang ada dalam minuman. Hanya dengan menuang cairan ke bejana tersebut, si pemilik mampu mengetahui kandungan kimia dari cairan tersebut. berbahaya atau tidak jika diminum. Teknologi sekarang belum mampu membuat tiruannya.

4. Baterai Jaman Kuno Yang Dimiliki Peradaban Masa Lalu Di Baghdad.

Jaman dahulu identik dengan jaman batu. Belum ada listrik dan belum ada alat alat elektronik. Sepertinya anggapan ini perlu dipertanyakan lagi pasalnya seorang pekerja kontraktor pembangunan jalur kereta api di Baghdad menemukan sesuatu yang oleh para ahli disebut sebagai baterai kuno. Tamuan tersebut terjadi pada tahun 1936 yang lali. Baterai kuno tersebut berupa beberapa tempayan tanah liat polos dengan cakram tembaga. Berada di dasarnya. Di tengah tengah tempayan silinder tersebut juga ada grafitnya mirip baterai baterai jaman sekarang. Di perkirakan umur baterai kuno sudah 2000 tahun lebih.

Baterai Jaman Kuno Yang Dimiliki Peradaban Masa Lalu Di Baghdad.
Baterai Jaman Kuno Yang Dimiliki Peradaban Masa Lalu Di Baghdad. image [source]

Tamuan tersebut tentu saja mengejutkan mengingat baterai baru diketemukan pada tahun 1700 an oleh ilmuwan itali. Bagaimana mungkin di Baghdad 200 tahun yang lalu sudah ada teknologi ini?. jangan jangan om jin dari timur tengan, pergi ke masa depan dan pinjam baterai dari alesandro Volta di itali. Jaman dahulu memang belum banyak di ketahui oleh para ahli.

5. Teknologi Navigasi Seakurat GPS Yang Dimiliki Bangsa Viking.

Dalam menentukan arah, kita dimudahkan dengan adanya berbagai bentukan alam seperti gunung maupun bangunan bikinan manusia seperti gunung gunung. Kemudian diketemukan lah kompas yang membantu memberikan petunjuk arah kemanapun kita pergi. Setelah generasi kompas, muncul navigasi lebih akurat yang berbasis satelit. Teknologi navigasi berbasis satelit tersebut kita kenal dengan GPS. Dengan gps kemanapun kita pergi, asal dapat menerima sinyal satelit, kita tidak akan kebingungan.

Teknologi Navigasi Seakurat GPS Yang Dimiliki Bangsa Viking.
Teknologi Navigasi Seakurat GPS Yang Dimiliki Bangsa Viking. image [source]

Kemana mana bawa GPS sekarang ini sudah hal yang umum, tapi bagi bangsa Viking hal tersebut tidak mungkin dilakukan karena teknologinya belum ada. meski tanpa GPS, mereka mampu lho berlayar dengan rute lurus tanpa bingung arah ketika ada di lautan. Itu karena mereka mempunyai alat navigasi yang seakurat GPS. Ternyata mereka mempunyai semacam alat yang fungsinya mirip dengan jam matahari. Mereka menggunakan sinar matahari untuk membantu navigasi. Cakram terbuat dari kayu diukir sedemikian rupa sehingga ketika terkena cahaya matahari, bayangannya dapat di pakai sebagai patokan untuk menentukan arah. Terus kalau mendung bagaimana? Tenang, mereka juga punya kris tas khusus yang berfungsi memfokuskan cahaya. Dengan kristal tersebut, cahaya redup sinar matahari pun bisa dipakai. Kalau malam hari tiba mereka menggunakan rasi bintang sebagai petunjuk arah. Keren kan? Tanpa listrik , tanpa gadget, mereka mampu untuk tidak tersesat di lautan.

Bagaimana? Keren keran kan teknologi yang dimiliki oleh orang orang pada jaman dahulu itu. Karena berbagai temuan ini maka muncul spekulasi bahwa pada peradaban masa lalu itu cangih cangih semua. Namun karena suatu hal mereka musnah tak berbekas. Jangan jangan mereka hancur oleh kecanggihan teknologi mereka sendiri ya. Entah lah tapi yang jelas, itu bisa dijadikan petunjuk bahwa masih ada ilmu ilmu yang bisa di pelajari oleh orang orang sekarang. Jadi jangan berhenti belajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *