Sedang memuat Ini 9 Kecerobohan Manusia Yang Membuat Bumi Nyaris Kiamat

Ini 9 Kecerobohan Manusia Yang Membuat Bumi Nyaris Kiamat

Berkali-kali Dunia Hampir Kiamat

berkali kali orang meramalkan akan terjadi kiamat pada tanggal tanggal tertentu, berkali-kali pula ramalan kiamat tersebut tidak terbukti. Namun sebenarnya dunia ini sempat berada dalam keadaan bahaya akibat ulah manusia itu sendiri. Manusia punya pengetahuan dan dengan pengetahuan yang lumayan maju tersebut manusia menciptakan teknologi. Teknologi di tangan manusia bagaikan pisau bermata dua. Jika berada di tangan yang benar dan dimanfaatkan untuk tujuan yang baik, maka teknologi akan membawa kemakmuran. Sebaliknya, jika teknologi jatuh ketangan yang salah dan digunakan untuk tujuan yang salah pula, teknologi tersebut justru dapat mengakibatkan kehancuran di dunia ini. Salah satu bentuk teknologi yang bisa mengakibatkan kehancuran dunia tersebut adalah teknologi nuklir.

Dunia Hampir Kiamat
Dunia Hampir Kiamat. image [source]

Berkali kali dunia kita ini terancam dari perang nuklir. Penyebabnya karena ada beberapa negara yang punya teknologi nuklir tersebut, dan masing masing tidak mau kalah untuk menjadi negara yang paling berkuasa. Dua negara pemilik nuklir tersebut adalah Amerika Serikat dan Rusia. Jika dua negara tersebut saling serang dengan bom nuklirnya, maka seluruh negara di dunia akan terkena dampaknya. Tapi bukan hanya nuklir saja yang mengancam keselamatan dunia ini ada beberapa penyebab lain yang pernah menempatkan dunia dalam keadaan bahaya. Peristiwa tersebut apa saja? Inilah daftarnya.

1. Kegagalan Komunikasi BMEWS (Ballostic Missile Early Warning System)

Pada tanggal 24 november 1961 dunia nyaris berakhir karena perang nuklir. Penyebabnya adalah rusaknya sistem komunikasi BMEWS milik Amerika Serikat ini. Pusat komando sistem pertahanan udara Amerika Serikat, tidak mampu menjalin kontak dengan 3 pusat radar pertahanan udara mereka. Kegagalan terjalinnya kontak dengan ke 3 radar pusat pertahanan udara ini menjadi salah satu pertanda sabotase dari pihak lawan. Dikhawatirkan akan terjadi penyerangan dengan rudal nuklir dari negara lain. Karena kekhawatiran mendapat serangan nuklir dari negara lain tersebut pusat komando pertahanan udara amerika serikat memerintahkan pesawat pembom untuk siap siap lepas landas dengan persenjataan nuklir penuh.

Kegagalan Komunikasi BMEWS
Kegagalan Komunikasi BMEWS. image [source]

Saat itu banyak pihak orang dalam militer amerika berpikir bahwa perang dengan Rusia akan benar benar terjadi. Namun setelah pihak militer berhasil mengontak pesawat pembom boeing b-52 yang mengamati dari udara, mereka baru yakin bahwa tidak ada serangan nuklir dari pihak Rusia. Setelah di selidiki ternyata stasiun relay komando pertahanan udara di Kolorado mengalami kerusakan akibat mengalami overheat. Pesawat pembom yang sudah di lengkapi dengan misil pun segera batal dikirim ke medan perang. Dunia terselamatkan dari bencana perang nuklir.

2. Badai Matahari 1859 (Carrington Super Flare)

Pada tahun 1959 badai matahari terbesar tercatat dalam sejarah. Badai matahari tersebut memancarkan energi radiasi berkekuatan 10 milyar bom atom. Pancaran energi radiasi badai matahari yang besar tersebut menyebabkan terjadinya badai magnetik bumi. Artinya akibat pancaran energi radiasi tersebut medan magnet bumi mengalami gangguan. Gangguan ini menyebabkan kegagalan fungsi alat alat elektronik menyebar ke seluruh dunia. Untung saja saat itu dunia belum terlalu tergantung dengan elektraonik. Badai tersebut, jika terjadi saat ini akan menyebabkan kehancuran yang dasyat di berbagai bidang. Seperti kita tahu, saat ini sistem navigasi pesawat, sistem telekomunikasi dan satelit sangat tergantung pada alat alat elektronik.

Baday Matahari 1859
Badai Matahari 1859. image [source]

Jika badai matahari terjadi dengan kekuatan yang sama dasyat dengan peristiwa pada tahun 1959, maka navigasi pesawat akan terganggu dan bisa saja pesawat berjatuhan dimana mana. Pesawat yang jatuh tersebut akan menimpa pemukiman, perkantoran dan berbagai tempat lainnya. Kegagalan komunikasi akibat radiasi matahari yang besar akan menyebabkan sistem perbankkan terganggu. Mesin ATM tidak berjalan sebagai mana mestinya, orang tidak bisa berkomunikasi satu sama lain. Potensi kerusuhan pun akan semakin besar terjadi. Orang orang yang binggung mudah dibakar isu isu yang tidak jelas, mudah diprovokasi untuk berbuat kerusuhan. NASA memperkirakan badai matahari dengan kekuatan besar tersebut dapat terjadi tiap 150 tahun sekali. Jika itu terjadi manusia hanya punya waktu 20 jam dari gejala awal terdeteksi sampai bencana badai matahari terjadi. Artinya manusia hanya punya waktu kurang dari 1 hari untuk mempersiapkan diri dari bencana yang dasyat.

3. Insiden Rocket Norwegia.

Insiden roket Norwegia ini, terjadi pada tahun 1995, atau 4 tahun setelah berakhirnya perang dingin antara Rusia dan Amerika. Ketika itu para ilmuwan Amerika Serikat bekerja sama dengan ilmuwan Norwegia meluncurkan roket di daerah Norwegia. Roket tersebut dilengkapi dengan perlengkapan sain. Tujuan diluncurkan roket yang bernama Black Brant XII tersebut sebenarnya adalah untuk mempelajari fenomena aurora berealis di kutup utara. Aurora borealis ini adalah peristiwa muncuknya sinar warna warni di atmosfer kutup utara akibat radiasi matahari. Meskipun tujuan diluncurkannya roket ini untuk tujuan penelitian, pihak Rusia mengartikannya sebagai serangan nuklir Amerika Serikat ke Rusia. Ketika itu masing masing negara baik Rusia maupun Amerika selalu siaga terhadap serangan dari pihak lawan. Prosedur baku telah disiapkan, jika sewaktu waktu ada indikasi serangan, maka roket balasan akan siap diluncurkan dalam hitungan detik.

 Insiden Rocket Norwegia
Insiden Rocket Norwegia. image [source]

Begitu Rusia mendeteksi adanya peluncuran roket di Norwegia, pihak pertahanan udara Rusia egera menghubungi presiden mereka-Boris Yetsin. Presiden Rusia saat itu- Boris Yetsin hanya punya waktu 8 menit untuk memutuskan, akan meluncurkan roket nuklir sebagai serangan balasan atau tidak. Jika saat itu Rusia memutuskan untuk mekuncurkan roket balasan, maka dunia sekali lagi akan rusak oleh perang nuklir. Untungnya sebelum memasuki teritori wilayah udara Rusia, roket penelitan tersebut jatuh ke laut. Setelah radar Rusia mendeteksi bahwa roket tersebut tidak mengarah ke wilayahnya, presiden Rusia pun membatalkan peluncuran misil nuklir serangan balasan.

4. The Black Death.

Pada abad ke 14, Eropa diserang sejenis wabah pest yang menewaskan hampir 25 juta orang. jumlah tersebut merupakan sepertiga dari penduduk Eropa saat itu. Wabah tersebut dinamakan The Black Death. Wabah ini mampu membunuh manusia dalam waktu 3 hari. Penderita akan mengalami demam. Kelenjar getah bening mereka mengalami pembengkakan hingga pecah. Darah hitam keluar dari pecahan pecahan luka tersebut. Oleh karena itulah wabah ini disebut dengan The Black Death.

The Black Death
The Black Death. image [source]

Ternyata penyebabnya adalah karena pada jaman itu orang orang Eropa tidak membudayakan hidup bersih. Mereka bisa tidak mandi selama seminggu dan tidak ganti pakaian. Ditambah lagi, rumah mereka selalu tertutup rapat kurang ventilasi. Mereka mengira bahwa penyakit itu menyebar di luar rumah, sehingga jika rumah mereka di tutup rapat maka penyakit tidak akan masuk. Ternyata penyebab penyakit ini adalah bakteri yang dibawa oleh lalat yang hinggap di tikus. Dengan kebiasaaan hidup bangsa Eropa yang jorok tersebut, begitu ada wabah penyakit datang, maka akan meyebar dengan cepat. Karena tidak tahu penyebab dari penyakit tersebut, orang orang Eropa menuduh orang Yahudi telah meracuni sumur sumur mereka untuk membunuh semua penduduk Eropa. Akibatnya terjadi pembantaian orang Yahudi dimana-mana. Untung saja wabah tersebut terjadi pada jaman dahulu ketika perpindahan manusia dari satu tempat ke tempat lain belum secepat sekarang. Jika terjadi saat ini diperkirakan wabah akan cepat meluas dengan adanya perjalanan manusia naik pesawat berpindah dari satu negara ke negara lain.

5. Komet Bonilla

Pada tahun 1883 seorang astronom bernama Jose Bonilla merekam ada 450 benda melintas di depan matahari. Temuan tersebut diabaikan oleh ilmuwan jaman jaman berikutnya selama beberapa waktu. Setelah ada ilmuwan lagi yang tertarik utuk mengamati, ternyata dia menemukan fakta yang mengerikan. Diketahui bahwa ke-450 benda yang melintas di depan matahari tersebut merupakan pecahan komet yang memiliki berat milyaran ton.

Komet Bonilla
Komet Bonilla. image [source]

Pecahan pecahan dari komet Bonila ini rata-rata berukuran lebih dari 800 meter diameternya. Tumbukan dari salah satu pecahan komet saja akan mengakibatkan bencana yang lebih dasyat dari 1000 kali bom atom. Untungnya ketika melintasi bumi komet ini meleset 600 km dari bumi. Jarak yang cukup dekat bukan untuk ukuran antariksa yang sangat luas.

6. Wabah Flu Spanyol.

Pada tahun 1918 terjadi wabah flu terparah dalam sejarah. Wabah flu tersebut menyebar ke seluruh dunia. Kala itu wabah flu ini membunuh 50 juta orang. Penyakit flu spanyol ini mampu membunuh orang dalam hitungan jam sejak gejala infeksi terdeteksi. Virus flu Spanyol ini memenuhi paru-paru dengan cairan sehingga korbannya sulit untuk bernafas. Pada tahun 2014, ada ilmuwan kontroversial yang menghidupkan kembali virus flu ini. Ketika di ujicobakan, firus tersebut menginfeksi tupai. Virus ini memiliki 97% kesamaan dengan virus flu yang menyebar pada tahun 1918 tersebut. Setelah diteliti, diketahui bahwa hanya dengan sedikit mutasi, virus ini dapat menjangkit ke jenis hewan lain.

Wabah Flu Spanyol
Wabah Flu Spanyol. image [source]

Jika saja nirus ini bermutasi dan berhasil menjangkit manusia, maka wabah virus ini akan menyebar luas dengan sangat cepat akibat perpindahan orang yang naik pesawat seperti jaman sekarang. Untung saja varian virus tersebut dengan segera dikarantina dan tidak dibiarkan bebas. Wabah virus flu berbahaya pun dapat dihindari. Meskipun begitu ada banyak virus mematikan lain yang siap menyerang manusia. Misalnya virus flu burung.

7. Wabah Bakteri Klebsiella Planticola

Pada tahun 1990-an monster biologis berupa bakteri yang mampu membunuh semua tanaman di bumi hampir saja dilepaskan. Seorang peneliti biokimia menggabungkan bakteri Klebsiella Planticola dengan bakteri lain yang bisa menghasilkan alkohol. Tujuan dari penggabungan bakteri ini adalah untuk menghasilkan organisme rekayasa genetik yang menghancurkan tanaman penganggu dan menghasilkan alkohol yang bisa dijual. Tergiur oleh kemungkinan yang menguntungkan tersebut, bakteri ini kemudian direncanakan akan di lepas ke alam liar untuk uji coba. Ilmuwan lain yang khawatir dengan kemampuan bakteri tersebut mengadakan tes sendiri. Hasilnya alkohol yang dihasilkan bakteri rekayasa genetik tersebut akan membunuh tanaman inang dalam waktu kurang dari satu minggu. Berkat hasil tes tambahan tersebut, uji coba pelepasan bakteri ke alam liar di hentikan.

Wabah Bakteri Klebsiella Planticola
Wabah Bakteri Klebsiella Planticola. image [source]

Jika saja sampai dilepaskan, maka bakteri tersebut akan memusnahkan semua tanaman di dunia dan membuat manusia kehabisan bahan makanan dan ikut punah.

8. Krisis Misil di Kuba.

Berkali kali perang dingin antara Rusia dengan Amerika nyaris saja menempatkan dunia diperang nuklir. Begitu juga yang terjadi pada 16 sampai 28 oktober 1962. Kala itu Amerika melakukan blokade laut untuk mencegah Uni Soviet membangun landasan nuklir di Kuba. Akibat blokade laut tersebut, pimpinan Uni Soviet Khrushchev menafsirkannya sebagai pernyataan perang dari Amerika Serikat. Selama 13 hari perang tampak jelas akan terjadi. Pesawat pembom Amerika Serikat yang dilengkapi dengan senjata nuklir dI siapkan untuk lepas landas. Penyerangan terhadap Kuba mulai di rencanakan. Bahkan presiden Amerika Serikat Kennedy juga di anjurkan untuk bersembunyi di bunker bawah tanah.

Krisis Misil di Kuba
Krisis Misil di Kuba. image [source]

Ketegangan baru berakhir ketika Rusia setuju untuk melucuti landasan nuklir di Kuba dan Amerika Serikat berjanji untuk membuka blokade laut serta melucuti landasan nuklir mereka sendiri di Turki.

9. Alarm Nuklir Palsu

Di tahun 1983 ketika sedang mengamati alarm peringatan dini serangan nuklir, Stainslav Petrov mendapat peringatan dari komputer bahwa 5 roket nuklir Amerika Serikat telah diluncurkan. Ia mempunyai 2 pilihan saat itu. Melaporkan ke atasan atau mengabaikan alarm serangan roket nuklir tersebut. Jika ia melaporkan alarm serangan tersebut ke atasannya, maka Rusia akan segera meluncurkan serangan roket balasan dan membuat Amerika berada di dalam medan perang nuklir. Kemudian ia memutuskan untuk mengabaikan alarm peringatan serangan nuklir tersebut dan melaporkan sebagai kesalahan system. Ternyata keputusannya tepat.

Alarm Nuklir Palsu
Alarm Nuklir Palsu. image [source]

Penyebab munculnya alarm peringatan dini serangan roket tertsebut ternyata disebabkan salahnya satelit Uni Soviet menerjemahkan bayangan hitam sinar matahari yang tertutup oleh awan. Jika kedua negara adidaya tersebut jadi berperang, maka negara negara lain juga akan menerima dampaknya. Apalaagi perang nuklir, radiasinya akan menyebar ke mana mana.

itulah 9 kejadian yang hampir menyebabkan bumi mengalami kehancuran. Dari peristiwa peristiwa diatas terlihat bahwa sebenarnya dunia pernah nerada dalam bahaya beberapa kali. Untunglah sampai saat ini keadaan nya masih aman aman saja meskipun kerusuhan, peperangan, bencana serta wabah penyakit masih mengintai dan bisa terjadi kapan saja. Waspada itu perlu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *