Repotnya Jika Kamu Tumbuh Dewasa Di Jaman Romawi Kuno

Enakan Remaja Sekarang Atau Jaman Dahulu ?

Anak anak remaja jaman sekarang itu terkesan cemen cemen. Bagaimana tidak, disentil sedikit saja oleh guru di sekolah, mereka langsung ngadu pada orang tuanya. Herannya kebanyakan orang tua yang mendapat aduan dari si anak tersebut langsung saja percaya dan melaporkan guru ke polisi. Padahal terkadang pukulan, sentilan, cubitan serta hardikan yang dilakukan oleh guru guru di sekolah itu tujuannya baik. untuk mengajari siswa siswa tersebut sopan santun dan budi pekerti.

Repotnya Jika Kamu Tumbuh Dewasa Di Jaman Romawi Kuno
Repotnya Jika Kamu Tumbuh Dewasa Di Jaman Romawi Kuno. image [source

Sedikit sedikit ngadu ke orang tua tapi kelakuannya banyak yang mirip berandalan. Tawuran disana sini, bacok sembarang orang di jalan, coret coret tembok di ruang publik dan masih banyak lagi kenakalan remaja lain. nakal tapi manja, ini kemungkinan terjadi karena orang tuanya terlalu lunak dalam mendidik mereka. Kebiasaan orang tua yang lunak dalam mendidik anak ini sangat berbeda lho jika dibandingkan dengan orang tua orang tua di jaman romawi kuno. Anak anak remaja sekarang yang terkesan cemen itu mungkin tidak akan bisa bertahan hidup jika di didik oleh orang tua dari jaman romawi kuno. Jadi penasaran nih, bagaimana ya susahnya jadi remaja yang tumbuh dewasa di jaman romawi kuno? Berikut ini informasinya.

1. Dilahirkan Dalam Suatu Keluarga Tidak Otomatis Diakui Sebagai Anak.

Sejahat jahatnya orang di jaman kita, akan senang jika anak mereka lahir. Bahkan sebelum lahir pun banyak persiapan yang sudah dilakukan untuk menyambut buah hati mereka hadir di dunia. misalnya saja melakukan usg rutin 2 minggu sekali untuk memastikan kesehatan calon bayi dan mengetahui jenis kelamin. Membeli pakaian dan semua perlengkapan bayi jauh jauh hari sebelum bayi tersebut lahir. Hingga memilih milih nama bagi si jabang bayi. Semua aktivitas tersebut dilakukan dengan penuh suka cita, dengan penuh harap. Jadi di jaman kita, sebelum lahirpun anak sudah menjadi bagian yang takterpisahkan dalam suatu keluarga. Untung ya kita di lahirkan di jaman ini.

1.Dilahirkan Dalam Suatu Keluarga Tidak Otomatis Diakui Sebagai Anak.
Dilahirkan Dalam Suatu Keluarga Tidak Otomatis Diakui Sebagai Anak.image [source]

Anak anak yang dilahirkan di keluarga romawi jaman dahulu tidak bisa langsung tenang dan bahagia begitu dilahirkan. Mereka harus harap harap cemas selama seminggu. Menunggu keputusan akan diterima sebagai anggota keluarga atau malah bakal dijual sebagai budak. Di keluarga romawi kuno, ada seseorang yang dijuluki pater familia. Bisa dibilang pater familia ini pemegang kekuasaan tertinggi dalam satu keluarga. Meskipun ada kata father fathernya, yang menjabat sebagai pater familia ini tidak harus seorang ayah lho. Pater familia ini adalah lelaki tertua yang ada dalam keluarga tersebut. Wewenang dari pater familia ini sangat tinngi. Kekuasaanya meliputi, mengelola kekayaan, mewakili keluarga dalam urusan urusan resmi hingga memutuskan apakah seorang anak yang baru dilahirkan dikeluarga tersebut diakui sebagai anggota atau tidak. Begitu anak lahir, mereka tidak langsung diberi nama. Selang seminggu bayi tersebut akan diletakkan di bawah telapak kali sang pater familia. Jika sang pater familia mau mengangkat sang anak berarti bayi tersebut diakui sebagai anggota keluarga. Jika tidak diakui, san pater familia boleh menjualnya sebagai budak atau malah membunuhnya sekalian. Tuh kan kejam kejam banget ya orang orang romawi pada jaman dahulu.

2. Anak Laki Diharuskan Memakai Liontin Kalung Segede Gaban Sebelum Beranjak Dewasa.

Seminggu setelah anak lahir, kepala seluarga akan memutuskan apakah anak tersebut di terima atau di tolak masuk sebagai anggota keluarga. Jika di terima maka akan diadakan upacara perayaan kecil kecilan dimana kerabat datang dan memberi kado. Mirip pesta ulang tahun jaman sekarang. Pada upacara ini pulalah si anak mulai diberi nama, jika anak tersebut kebetulan laki laki, maka ia akan diberi sebuah kalung yang liontinnya berukuran cukup besar. Kalung ini disebut dengan nama bulla. Bulla ini bisa terbuat dari emas bisa juga terbuat dari perunggu. Karena ukurannya lumayan besar, hanya orang orang kayalah yang membuat bulla dari emas untuk anak anak mereka. Kalangan miskin cukup membuat bulla ari perunggu.

Anak Laki Diharuskan Memakai Liontin Kalung Segede Gaban Sebelum Beranjak Dewasa
Anak Laki Diharuskan Memakai Liontin Kalung Segede Gaban Sebelum Beranjak Dewasa. image [source]

Fungsi dari kalung yang disebut bulla ini adalah sebagai penangkal roh jahat. Semacam jimat lah kalau orang orang sekarang menyebutnya. Selain sebagai jimat, bulla ini juga menjadi pertanda bahwa pemainya merupakan anak sah penduduk romawi kuno. Kalau tidak memakai bulla bisa jadi ia adalah budak atau pelarian. Sebelum tumbuh dewasa anak anak remaja bangsa romawi harus terus menerus memakai kalung segede gaban ini.

3. Harus Melewati Beberapa Tahapan Sebelum Disebut Dewasa.

Tahap pertama yang harus dilewati oleh seseorang yang dilahirkan di keluarga romawi kuno adalah tahap infantia. Yang dikategorikan infantia ini adalah mereka mereka yag berumur kurang dari 7 tahun. Mereka mereka ini lebih banyak dikurung di dalam rumah. Menghabiskan seharian penuh bersama kakak, nenek, ibu atau kerabat yang betugas menjaga mereka. Di mata hukum mereka tidak bisa dijatuhi hukuman apapun atas kejahatan yang mereka lakukan. Tahap kedua yang harus dilalui seorang anak adalah impuberes. Meraka adalah anak anak yang berumur 7 sampai 12 tahun. Mereka ini mulai disuruh suruh keluar rumah. Mulai sering ditemani oleh orang asing bahkan ada yag diharuskan untuk belajar di tempat yang jauh dari rumah.

Harus Melewati Beberapa Tahapan Sebelum Disebut Dewasa.
Harus Melewati Beberapa Tahapan Sebelum Disebut Dewasa. image [source]

Setelah berumur 12 tahun ke atas, kehidupan murai keras terhadap mereka. Anak anak yang umurnya lebih dari 12 tahun telah dianggap pubertas. Mereka mulai memiliki status legal dimata hukum. Artinya mereka bisa didakwa apa saja terkait dengan kejahatan yang mereka buat. Bandingkan dengan remaja remaja sekarang senakal apapun jika ketangkap paling paling hanya wajib lapor. Selain sudah diakui secara hukum, remaja remaja puber ini juga mulai diberi tanggung jawab yang berat. Termasuk kewajiban berperang jika tiba tiba negeri mereka diserang pihak lain.

4. Pengetahuan Yang Harus Di Pelajari.

Anak anak romawi kuno ini mulai bersekolah pada umur 7 tahun. Di usia ini mereka belajar membaca, menulis dan menghitung. Di usia 12 tahun mereka akan melanjutkan sekolahkan untuk mempelajari tata bahasa. Entah bakatmu apa, pokoknya tata bahasa harus dikuasai oleh semua anak.

Pengetahuan Yang Harus Di Pelajari.
Pengetahuan Yang Harus Di Pelajari. image [source]

Nah pada tahap inilah mereka sampai pada level pendidikan tertinggi. Itu pun yang mereka pelajari adalah membuat puisi dan syair. Di tahap ini kamu diharuskan mempelajari literatur literatur dari penyair penyair bangsa romawi terdahulu. Pelajaran seperti ini tentu saja cukup menyiksa bagi mereka mereka yang punya bakat lain. setelah tahap ini selesai, tak ada alasan lagi bagi remaja remaja yunani untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang s1 s2 atau s3. Rampung sekolah mereka harus kerja kerja dan kerja. bandingkan dengan anak anak sekarang yang sekolah dan sekolah lagi untuk menghindar dari tanggung jawab bekerja dan hidup mandiri.

5. Mencari Pekerjaan Itu Tidak Mudah Di Jaman Romawi Kuno.

Jaman sekarang kita bisa memilih jenis perkerjaan apapun asalkan mampu dan memenuhi kualifikasi. Berbeda dengan remaja remaja romawi yang hidup pada jaman dahulu. Pekerjaan yang mereka dapatkan sangat tergantung dari golongan mana mereka berasal. Pekerjaan paling elit adalah para politisi. Namun tentu saja tidak sembarangan orang bisa menjadi politisi ini. mereka yang bisa menjadi politisi adalah para remaja keturunan bangsawan. Itupun harus melalui pendidikan yang panjang dulu. Anak anak dari golongan proletar, hanya bisa gigit jari. Dari kalangan menengah yang mencicipi bangku sekolah, mereka bisa memilih pekerjaan sebagai guru, pengacara, pengumpul pajak atau notaris.

Mencari Pekerjaan Itu Tidak Mudah Di Jaman Romawi Kuno.
Mencari Pekerjaan Itu Tidak Mudah Di Jaman Romawi Kuno. image [source]

Bagi mereka yang pengalaman sekolahnya minim dan berasal dari kalangan bawah, satu satunya lowongan yang mudah didapat adalah menjadi tentara. Seperti kita tahu, pada jaman romawi kuno, perang sangat sering terjadi. Prajurit yang gugur tentu saja banyak. tak heran jika proses perekrutan tentara berlangsung terus menerus. Ini memberi kesempatan bagi golongan bawah untuk memperoleh penghidupan yang layak. Para prajurit ini nantinya juga akan dihadiahi tanah jika sudah mengabdi menjadi tentara selama 25 tahun. Jadi pilihan pekerjaan bagi remaja remaja romawi itu tidak fleksibel. Tidak bebas seperti anak anak sekarang.

Denga beratnya gaya hidup menjadi remaja remaja ro9mawi kuno ini, anak anak sekarang seharusnya bersyukur. Kesempatan mereka untu mengenyam pendidikan terbuka lebar. Di samping itu tak ada lagi pembatasan kelas kelas sosial. semua bbebas memilih pekerjaan yang mereka sukai. Di bidang pendidikan mereka juga bebas memilih jenis ilmu yang mereka gemari. Bisa dipastikan juga guru guru pada jaman romawi kuno ini jauh lebih keras dalam mendidik murid muridnya dibandingkan guru disekolah sekolah sekarang ini. jadi jangan mudah mengeluh dan mengadu ya jika di sekolah kalian diingatkan oleh guru. Cukup introspeksi diri dan perbaiki sikap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *