Sedang memuat 5 Alasan Yang Sering Membuat Orang Kecewa Saat Belanja Di Online Shop

5 Alasan Yang Sering Membuat Orang Kecewa Saat Belanja Di Online Shop

Pembeli Perlu Berhati-hati

Kehadiran gadget, internet dan sosial media memang telah mengubah banyak aspek dari kehidupan manusia. Salah satu hal yang banyak berubah adalah cara orang berbelanja. Ketika belum ada internet gadget dan sosial media, berbelanja itu cukup merepotkan. Mereka harus pergi keluar rumah. Mendatangi toko satu persatu, tawar menawar harga dan terkadang barang yang dicari susah ditemukan. Begitu ada internet, sosial media dan online shop, ketika mau belanja, orang tinggal klak klik dari dalam rumah dan barang pun akan diantar ke alamat pembeli.

Permintaan Pembeli Warna Hitam Diganti Gambar Tema Natal, Tapi yang di Dapat?
Permintaan Pembeli Warna Hitam Diganti Gambar Tema Natal, Tapi yang di Dapat?. image [source]

Dengan adanya internet dan online shop berbelanja semudah mengetukkan jari ke layar gadget. Selain memudahkan, ternyata belanja online itu ada resikonya juga. Berbeda dari belanja ketemu langsung antara penjual dan pembeli, pada belanja online, bisa saja antara penjual dan pembeli tidak saling kenal. Mereka juga tidak saling ketemu. Yang diandalkan dari belanja online adalah rasa saling percaya antara penjual dan pembeli. Meskipun banyak penjual yang jujur, banyak juga lho penjual yang curang sehingga pembelinya merasa kecewa dan kapok beli barang secara online. Apa saja ya bentuk kecurangan yang sering dilakukan oleh penjual sehingga pembeli merasa kapok? Berikut ini beberapa modusnya.

1. Review Produk Palsu.

Di setiap online shop, sering kali kita melihat komentar dari orang orang yang sudah beli produk tersebut. rata rata komentarnya positif. Mulai dari kualitas barangnya bagus, penjualnya dapat di percaya sampai pengiriman yang cepat. Semua review serta komentar dari pembeli yang di pajang di website online shop tersebut tentu saja membuat pembeli semakin percaya. Yang perlu diketahui, review produk tersebut kadang palsu. Kadang para penjual memang sengaja menulis review palsu dengan tujuan untuk meyakinkan calon pembeli. Review palsu tersebut dibuat semeyakinkan mungkin.

Pesan Tenda Camping, Yang Datang Tidak Sesuai Ukuran
Pesan Tenda Camping, Yang Datang Tidak Sesuai Ukuran. image [source]

Dilengkapi dengan foto, nama lengkap serta alamat si pembeli yang menulis review. Bisa saja foto, nama serta alamat yang di pakai dalam review tersebut adalah identitas palsu yang diambil asal comot dari internet. Logikanya mana ada pembeli barang yang sampai rela mengirimkan foto kepada penjual barang yang ia beli. Apalagi fotonya adalah foto pose KTP. Untuk itu jangan mudah percaya dengan review produk yang ada di website online shop. Review yang muluk muluk dan tidak detail biasanya palsu.

2. Rincian Harga Tidak Lengkap. Masih Ada Biaya Biaya Tersembunyi.

Salah satu keunggulan online shop adalah adanya kejelasan harga. Calon pembeli bisa dengan bebas melihat lihat barang beserta harga yang tertera di samping nya. Namun tak jarang harga yang di tuliskan itu tidak lah detail. Kadang masih ada biaya lain lain yang harus di keluarkan pembeli agar barang yang di beli tersebut sampai ke pembeli dan bisa langsung di pakai. Misalnya saja, untuk laptop, masih harus beli OS nya. Ada juga barang barang yang baterainya di jual terpisah. Paling sering ongkir kirim tidak dicantumkan secara rinci.

Pesan Karpet Untuk Lantai, Yang Datang Karpet Seukuran Tikus
Pesan Karpet Untuk Lantai, Yang Datang Karpet Seukuran Tikus. image [source]

Akibatnya, ketika pembeli sudah mantap untuk beli dan tinggal mentotal harga, mereka dikejutkan oleh ongkos lain lain tersebut. atau bisa juga ketika barang sampai mereka tidak bisa langsung memakainya karena perlu beli baterai atau menginstall software khusus. Paling parah jika pembeli sudah mentransfer sejumlah uang seseuai kesepakatan, namun kemudian mendapat infi dari penjual bahwa jika ingin barang dikirim mereka harus transfer lagi sejumlah uang untuk pajak cukai ataupun membayar petugas bandara. Mau di transfer lagi takut kalau modus penipuan tapi kalau tidak di transfer lagi sudah terlanjur keluar uang banyak untuk membayar barangnya. Maka itu agar tidak kecewa sebaiknya minta penjelasan secara rinci terhadap harga barang serta ongkos lain lain.

3. Membeli Barang Tiruan.

Barang tiruan bertebaran dimana mana. Masyarakat biasa menyebut barang tiruan ini dengan istilah barang KW. Ada KW i, KW 2, KW 3 hingga ada pula KW super. Kalau di dunia gadget ada Super copy, King copy dan sebagainya. Barang barang KW ini perlu kejelian tersendiri untuk membedakannya dari yang asli. Bentuk, ukuran serta penampilan luarnya hampir sama dengan yang asli. Yang berbeda mungkin bagian dalamnya.

Baju Yang Didapat Tak Seindah Iklan
Baju Yang Didapat Tak Seindah Iklan. image [source]

Barang Barang KW biasanya dijual dengan harga yang jauh lebih murah. Para penjual mungkin beralasan bahwa barang tersebut di perolah dari pasar gelap, sehingga bebas pajak dan bisa dijual murah. Jika kualitas barang sesuai yang asli, meskipun ilegal mugkin tak banyak yang berkeberatan. Namun jika ternyata kualitasnya beda jauh dengan yang asli, tentu pembeli akan kecewa berat. Untuk itu kamu harus selalu waspada terhadap barang barang yang dijual sangat murah jauh dari harga normal.

4. Barang Yang Dibeli Tak Pernah Sampai.

Yang paling ditakutkan oleh para pembeli adalah beli barang, sudah bayar, namun kiriman tidak pernah sampai. Barang yang tidak sampai ini ada beberapa penyebab. Penyebab pertama, kesalahan penulisan alamat. Seberpengalaman apapun si penjual, kesalahan penulisan alamat kerap terjadi. Seperti yang kita tahu, saat ini kita terlalu mengandalkan gadget. Gatget pintar yang dimiliki seseorang kadang mengkoreksi ketikan ketikan yang dibuat oleh penggunanya. Kata kata ertentu yang kurang lazim biasanya diganti secara otomatis dengan kata kata yang sering diketikkan. Misalnya saja jika ada alamat memakai kata boda, maka akan langsung dikoreksi menjadi bola. Karena fitur auto korek ini banyak penulisan alamat yang keliru yang menyebabkan barang yang di pesan tidak sampai.

Beli Meja Kantor Yang Sampai Miniatur Meja
Beli Meja Kantor Yang Sampai Miniatur Meja. image [source]

Bisa juga alamat sudah benar tapi ketika diantar kita tidak berada di tempat dan diterima Pihak lain. bisa pembantu, karyawan atau teman. Bisa juga karena alamat susah sama pak posnya dikirim balik ke alamar pengirim. Namun tak jarang juga, kita membeli pada penjual yang salah. Di internet banyak penjual yang tidak jujur. Mereka sudah menerima pembayaran tapi barang tidak dikirim. Ketika di tanya bukti pengiriman, mereka memberi bukti palsu. Untuk memastikan barang sampai maka, dokumentasikan semua proses transaksi termasuk bukti transfer. Pastikan juga penjual selalu memberikan resi pengiriman barang pada kita agar kira mudah melakukan pelacakan barang pesanan. Jika ada indikasi penipuan, segera proses pemblokiran rekening penjual.

5. Pencurian Identitas.

Ketika kita memutuskan untuk membeli barang kepada orang berarti kita sudah percaya dengan orang tersebut. karena sudah percaya sepenuhnya, maka kita pun tak segan segan mengirim uang serta identitas pribadi kita. identitas yang kita kirim dalam proses transaksi itu antara lain: alamat, nama terang, nomor handphone hingga nomor rekening bank. Informasi ini tentu saja sensitif dan jika sampai di tangan orang yang tak bertanggung jawab bisa bahaya.

Pencurian Identitas.
Pencurian Identitas. image [source]

Jika kita melakukan transaksi dengan penjual yang salah, identitas kita justru bisa di curi. Identitas kita yang dicuri tersebut kemudian bisa dimanfaatkan untuk keperluan penipuan. Pernah dengar kan penipuan modus pulsa serta modus anggota keluarga mengalami kecelakaan. Jika tidak hati hati kita bisa menjadi korban akibat belanja sembarangan di toko online. Bisa juga rekening atau kartu kredit yang di pakai untuk belanja di curi loginnya. Tau tau uang kita di rekening habis. Bisa juga, kartu kredit yang tidak pernah di pakai tiba tiba tagihannya membengkak. Jadi hati hati merupakan sebuah keharusan dalam belanja online.

6. Ukuran Barang Yang Di Beli Tidak Sesuai.

Jika kita beli secara ofline, kita bisa mengamati dan mencoba barang tersebut secara langsung. Namun jika membeli barang secara online, kita tidak bisa mengira-ira ukuran sebenarnya barang dari gambar yang di pajang di website. Ukuran barang hanya kita ketahui dari diskripsi yang di berikan penjual saja.

Ukuran Barang Yang Di Beli Tidak Sesuai.
Ukuran Barang Yang Di Beli Tidak Sesuai. image [source]

Banyak penjual yang amanah dapat di peercaya. Namun tak sedikit juga yang curang. Ketika stok barang yang kita minta tidak ada, maka si penjual akan mengirim barang asal asalan. Ukuran bentuk maupun warnanya tidak sesuai dengan apa yang kita pesan. Ketika barang sampai, kita jadi kecewa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *