Mau Tahu Unit Paling Kejam Dari Tentara Jepang Pada Perang Dunia II? Inilah mereka Unit 731 beserta aksi aksi tidak manusiawi mereka

Kekejamannya Hampir Sama Seperti Nazi Ternyata.

Jepang merupakan salah satu negara maju di dunia. Jepang juga menjadi salah satu negara yang memberikan banyak bantuan dana untuk negara negara lain yang sedang berkembang. Kemungkinan besar pemberian bantuan tersebut adalah untuk menebus kekejaman mereka di masa perang dunia ke dua dulu. Pada masa perang dunia ke II Jepang memang dikenal kejam. Indonesia juga menjadi salah satu negara yang menjadi korban kekejaman penjajahan Jepang ini. Jepang memang hanya menjajah Indonesia selama 3,5 tahun. Namun kekejaman mereka mengalahkan kekejaman belanda yang menjajah Indonesia lebih dari 3 abad.

Inilah mereka Unit 731 beserta aksi aksi tidak manusiawi mereka
Inilah mereka Unit 731 beserta aksi aksi tidak manusiawi mereka. image [source]

Beberapa bentuk kekejaman yang dilakukan penjajah belanda antara lain: kerja paksa, perampasan harta benda, perkosaan serta perbudakan perempuan. Ternyata kekejaman yang dialami oleh bangsa Indonesia akibat penjajahan Jepang ini belumlah seberapa dibandingkan dengan ulah divisi tentara Jepang yang dikenal paling kejam. Divisi tentara Jepang yang dikenal paling kejam itu adalah unit 731. Mereka beroprasi di Cina. Mereka terdiri atas tentara, dokter serta ilmuwan ilmuwan Jepang. Tugas mereka adalah melakukan penelitian untuk meningkatkan kemampuan tempur tentara Jepang. Penelitian ini melibatkan penduduk Cina yang dipakai sebagai kelinci percobaan. Mau tau apa saja kekejaman dari unit 731 milik Jepang ini? berikut ini beberapa diantaranya.

1. Percobaan Amputasi Organ Hidup Hidup Tanpa Anestesi.

Luka merupakan hal yang lumrah bagi para tentara ketika terjun di medan perang. Terkena bom, terkena peluru hingga kena sabetan senjata tajam pihak lawan. Tak jarang akibat terkena ledakan serta tembakan tersebut tentara di medan perang harus kehilangan salah satu organnya. Bisa kehilangan tangan atau kaki. Para peneliti Jepang ingin mengetahui, seberapa lama prajurit dapat bertahan ketika mereka kehilangan salah satu anggota badannya. maka eksperimen keji pun dilakukan oleh unit 731 milik Jepang ini.

Percobaan Amputasi Organ Hidup Hidup Tanpa Anestesi.

Beberapa saat setelah Jepang memasuki wilayah Cina, tentara dan penduduk sipil Cina pun di tangkapi. Sebagian dari mereka dipaksa untuk ikut serta sebagai kelinci percobaan oleh unit 731 tersebut. saat para tawanan tersebut masih hidup beberapa organ tubuh mereka di amputasi. Kemudian mereka diawasi berapa lama mereka mampu bertahan hidup akibat kehilangan darah. Yang menambah kejam aksi ini, proses amputasi tersebut tidak memakai obat bius. Jadi kondisinya disamakan seperti tentara yang benar benar kena bom di medan perang.

2. Kekejaman Unit 731 Di Nanjing.

Tentara Jepang memasuki Nanjing Cina, pada Desember 1937. Segera setelah tentara Jepang masuk, semua penduduk Cina di tangkap tanpa terkecuali. Kala itu di Jepang memang sedang muncul sentimen anti Cina. Sehingga tentara Jepang sangat benci terhadap orang Cina. Segera setelah tentara Jepang masuk di Nanjing tersebut, kota itu menjadi ladang pembantaian.

 Kekejaman Unit 731 Di Nanjing.
Kekejaman Unit 731 Di Nanjing. image [source]

Bukan hanya tentara saja yang dibunuh oleh tentara Jepang, namun warga sipil termasuk wanita dan anak anak juga ikut dimusnahkan. Di Nanjing tersebut berbagai praktek penyiksaan di ujicobakan. Beberapa bentuk penyiksaan secara kejam yang diterima orang Cina akibat ulah unit 731 itu antara lain: di pukuli, di tenggelamkan, di mutilasi, di paksa berhubungan seksual, dikubur hidup hidup hingga dipaksa untuk memakai obat terlarang. bahkan penduduk ini dipakai sebagai objek kontes bagi pegawai unit 731. Kontes tersebut adalah kontes cepat-cepatan membunuh 100 orang dengan pedang. Untungnya setelah perang usai, para tentara yang terlibat kekejaman di Nanjing ini dihukum setimpal.

3. Pembedahan Dengan Cara Yang Kejam.

Unit 731 ini juga mencoba untuk mengetahui efek penyakit terhadap organ dalam seseorang. Pembedahan ini banyak dilakukan pada tawanan yang dirasa sudah tidak berguna lagi. Sebelumnya tentu saja tawanan tersebut sudah di infeksi dulu dengan berbagai macam penyakit. Ketika penyakitnya sudah parah dan tidak bisa di pakai untuk bahan kelinci percobaan lagi, tawanan tersebut akan dibunuh. Tapi sebelumnya mereka akan dibedah dulu untuk melihat kondisi organ dalam.

Pembedahan Dengan Cara Yang Kejam.
Pembedahan Dengan Cara Yang Kejam. image [source]

Lagi lagi pembedahan ini pun dilakukan tanpa memaki obat bius. Tentu ini adalah bentuk tindakan yang tidak manusiawi. Memakai manusia sebagai subjek kelinci percobaan saja sudah melanggar etika, apalagi memperlakukan mereka secara kejam. Bisa di pahami kalau sampai sekarang hubungan antara Cina dengan Jepang masih agak panas. Itu karena ulah Jepang di masa lalu.

4. Percobaan Yang Melibatkan Proses Penyuntikan Bahan Bahan Mematikan.

Di medan perang, banyak tentara Jepang yang meninggal akibat penyakit. Kondisi ini tentu saja kurang menguntungkan. Pasalnya Jepang itu bersifat agresif. Mereka menyerang daerah daerah baru untuk di rebut dan dijadikan kekuasaan mereka. Oleh karena itu tentara Jepang pasti sering dikirim ke negara negara baru. Di negara baru tersebut ada banyak jenis penyakit yang tidak di ketahui oleh tentara Jepang. Apalagi dengan ada nya kebiasaan tentara Jepang yang berhubungan seks dengan wanita wanita lokal maka penyakit pun makin banyak yang menjangkiti mereka.
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons

Percobaan Yang Melibatkan Proses Penyuntikan Bahan Bahan Mematikan.
Percobaan Yang Melibatkan Proses Penyuntikan Bahan Bahan Mematikan. image [source]

Bagian dari unit 731 ada yang diberi tugas untuk melakukan pencegahan terhadap serangan penyakit penyakit ini. untuk mengetahui pencegahan penyakit tersebut, beberapa tawanan dari etnis Cina sengaja disuntik dengan bibit penyakit TBC, Antrax, kolera, tipus hingga penyakit seksual. Mereka kemudian diamati perubahan yang terjadi akibat infeksi penyakit secara sengaja tersebut. karena para tawanan tersebut di kurung dalam sel yang berisi banyak orang, otomatis penyakit tersebut mudah menular. Rata rata efek dari suntikan bibit penyakit ter]sebut mematikan.

5. Melibatkan Bayi Sebagai Objek Penelitian.

Salah satu penyakit yang menjadi perhatian unit 731 ini adalah penyakit menulat seksual yang disebut dengan sipilis. Seperti kita tahu, tentara Jepang sering memaksa wanita lokal menjadi budak seks atau kalau tidak mereka juga suka jajan sembarangan di psk psk lokal. Oleh karena itu penyakit menular seksual sangat sering menyerang para prajurit Jepang. Unit 731 ini juga bertugas untuk meneliti efek sipilis terhadap organ reprosuksi perempuan serta pengaruhnya pada bayi dalam kandungan.

Melibatkan Bayi Sebagai Objek Penelitian.
Melibatkan Bayi Sebagai Objek Penelitian. image [source]

Untuk keperluan ini, wanita wanita tawanan di paksa untuk berhubungan dengan orang yang sudah terinfeksi sifilis. Bayi yang dikandung oleh si perempuan kemudian di teliti efeknya. Tentu eksperimen ini sangat kejam. Bukan hanya untuk si bayai, tapi juga untuk kekerasan yang harus diterima oleh si ibu. Di perkirakan banyak bayi yang dilahirkan dalam eksperimen yang dilakuka oleh unit 731 ini. namun ketika unit tersebut dibubarkan setelah Jepang menyerah, tidak ditemukan 1 bayi pun. Itu artinya semua bayi yang dilahirkan dengan infeksi sifilis tersebut tidak dapat bertahan hidup semua.

Sebetulnya asih banyak lagi bentuk kekejaman unit 731 yang tidak tercatat dalam sejarah. Sebagian informasi kekejaman unit 731 tersebut didapat dari pengakuan mantan parajurit yang terlibat. Terkait dengan kekejaman tentara Jepang di masa peramng ini, perdana menteri Jepang Shinzo Abe telah meminta maaf khususnya kepada Cina. Kepada negara negara lain yang menjadi korban, termasuk Indonesia, Jepang juga sudah meminta maaf. Namun permintaan maaf terkadang belum cukup untuk menghapus trauma yang melekat kuat di kepala para korban. Mungkin sebagian rakyat Cina juga belum bisa memafkan perlakuan kejam tentara Jepang tersebut. sikap kita sebaiknya bagaimana ya terhadap kejamanJepang dimasa lalu tersebut. sebaiknya kita tidak perlu dendam, namun juga tidak boleh meluoakan kekejaman yang telah dialami oleh nenek moyang kita selama dijajah Jepang. Yang perlu kita lakukan hanyalah berbuat yang terbaik sehingga negeri kita tidak pernah lagi dijajah oleh bangsa lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *