Sedang memuat 7 Kota Terapung Yang Menakjubkan Dunia

7 Kota Terapung Yang Menakjubkan Dunia

Salah satu tujuan wisata yang paling diminati di dunia adalah karena kotanya. Ada yang dikunjungi karena menyuguhkan bangunan dengan arsitektur kuno nan megah. Ada pula yang meyuguhkan kebesaran sejarah masa lalunya. Ada pula yang didatangi karena memiliki keunikan tersendiri. Salah satunya adalah kota terapung.

Kota terapung menjadi salah satu destinasi unik karena dibangun sepenuhnya di atas air. Akibatnya tidak ada kendaraan umum yang lalu lalang melainkan hanya ada mode transportasi kapal yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain. Nah, berikut kami akan mengulas 7 kota terapung yang menakjubkan dunia. Bukan saja karena pemukimannya, tapi juga karena sistem kehidupannya yang cenderung unik dan lain daripada yang lain. Seperti apa sih? Simak ulasannya berikut ini.

1. Ko Panyi, Thailand

Desa terapung ini terletak di Provinsi Phang Na, Thailand dan uniknya dibangun oleh para nelayan asal Indonesia pada akhir abad ke-18 sebagai pemukiman nelayan Melayu yang hidup nomaden. Saat ini ada 200 keluarga yang tinggal di desa ini dengan 1.500 orang yang tinggal di dalamnya. Konon, semuanya berasal dari dua keluarga asal Jawa.

phang-nga-bay-koh-panyee-by-longtail-boat2
Ko Panyi [ Image Source ]

Berbeda dengan penduduk Thailand pada umumnya, para penduduk Desa Ko Panyi memeluk agama Islam. Di sini sudah ada sekolah Islam, masjid, serta sebuah lapangan sepakbola yang mengapung di atas air! Ko Panyi, selain menjadi desa nelayan, saat ini sudah berkembang menjadi salah satu obyek wisata di Thailand. Ada beragam restoran makanan laut yang tersaji di sini, juga beragam souvenir asli dari desa terapung ini.

2. Kota Wuzhen, Cina

Sekilas, Kota Wuzhen tampak seperti Kota Venesia, hanya saja arsitektur bangunannya merupakan arsitektur khas Cina. Oleh masyarakat setempat, kota ini disebut sebagai Kota Air Wuzhen karena posisinya yang berada di atas air. Kota ini terletak di tengah enam kota kuno dan diairi langsung dari Sungai Yangtze Kiang.

Wuzhen-Snow-2-830x500
Kota Wuzhen [ Image Source ]
Kono kota ini sudah dihuni manusia selama 7.000 tahun. Nuansa tradisional di seluruh penjuru kota masih dipertahankan hingga sekarang. Karena itu, Kota Wuzhen sudah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Cina.

3. Giethoorn, Belanda

Giethoorn, yang merupakan sebuah desa terapung di Belanda, dijuluki sebagai “Venice of Netherlands” atau “Venesia dari Belanda”. Di desa ini bebas kendaraan karena tidak ada jalan raya. Yang ada hanya perahu-perahu kecil sebagai alat transportasi utama. Desa ini terletak di Kotamadya Steenwijkerlaan, sekitar 5 km sebelah barat daya dari Steenwijk, Provinsi Overijssel.

Giethoorn-juni15-panorama1-06
Giethoorn [ Image Source ]

Air yang mengelilingi kawasan ini berawal dari banjir besar tahun 1170. Desa itu kemudian dikembangkan kembali di tahun 1230. Para wisatawan yang berkunjung ke tempat ini akan terpesona dengan keramahan penduduknya, kanalnya, jembatan kayu kecil, bunga berwarna-warni, dan rumah yang menggunakan arsitektur klasik di abad ke-18 dan ke-19 masehi.

4. Hallong Bay Village, Vietnam

Teluk Hallong memang terkenal dengan panorama bukit-bukit kapurnya yang eksotis. Hal ini semakin lengkap dengan adanya pemandangan desa setempat yang terapung di air. Setidaknya ada 600 orang yang menghuni pemukiman ini dengan nelayan sebagai mata pencaharian utamanya. Biasanya ikan hasil tangkapan dijual ke perahu-perahu yang lebih besar dan akhirnya sampai ke seluruh pasar Benua Asia.

Floating-fishing-village-in-Halong-Bay.
Hallong Bay Village [ Image Source ]

Pemukiman ini cukup jauh dari keramaian kota, sehingga sangat cocok untuk wisatawan yang sedang mencari ketenangan. UNESCO secara resmi telah menetapkan Hallong Bay Village sebagai salah satu situs warisan dunia dan masuk dalam salah satu keajaiban dunia. Di desa ini, para wisatawan akan mengalami berbagai hal unik, salah satunya adalah ikut bergeraknya perumahan setempat mengikuti gerakan pasang surut air laut.

5. Pulau Tortora, Peru

Pulau Tortora merupakan puau buatan yang ada di Danau Titicaca, Puno, Peru, yang merupakan tempat pemukiman bagi Suku Uros. Hebatnya, pulau buatan ini terbuat dari bahan alami, yakni dari anyaman rumput ilalang. Sebanyak 2000 orang hidup di Pulau Tortora yang berada di ketinggian 3812 meter. Saat ini ada sebanyak 40 pulau yang terapung di Danau Titicaca.

Lake_Titicaca_attr_1
Pulau Tortora [Image Source ]

Awalnya pulau ini dibuat sebagai cara untuk melindungi kehidupan Suku Uros dari serangan para agresor. Mereka membuatnya sejauh mungkin dari daratan dan dan sepertinya tidak ada alasan lagi yang mengharuskan mereka untuk berpindah ke daratan. Hasilnya, sampai berabad-abad Suku Uros ini bertahan di pulau ini, sampai-sampai sempat terisolasi dari kehidupan modern.

6. Desa Genvie, Benin

Genvie merupakan desa kecil yang mengapung di atas air Danau Nokoue di Republik Benin. Desa tersebut merupakan desa danau terbesar di Afrika dengan sebanyak 20.000 jiwa mendiami pemukiman tersebut. Awalnya Desa Genvie didirikan oleh orang-orang Tofinu. Mereka mendirikan desa pada abad 16 atau 17 untuk melarikan diri dari kejaran Suku Fon karena alasan agama. Rata-rata mereka awalnya adalah seorang budak.

ganvie-benin-10[6]
Desa Genvie [ Image Source ]

Karena aman, kemudian banyak suku lain yang turut bergabung di pemukiman ini. Lalu dibuatlah rumah-rumah di atas air yang mampu bertahan hingga 500 tahun kemudian. Sebagai sumber penghidupan, masyarakat Desa Genvie bergantung dari hasil Danau Nokoue. Selain itu, mereka juga mendapatkan penghasilan dengan mendirikan restoran dan toko di atas danau, termasuk juga menjual souvenir khas wisata setempat untuk para wisatawan yang berkunjung ke tempat ini.

7. Kay Lar Ywa, Myanmar

Kay Lar ywa merupakan desa terapung yang berada di Myanmar. Desa ini berdiri tepat di atas Danau Inle yang airnya menghidupi 70.000 warga dari empat kota yang berada di sekitarnya. Sebagian besar warga Kay Lar Ywa hidup di rumah panggung yang terbuat dari bambu. Moda transportasi utamanya menggunakan perahu kayu yang digerakkan dengan dayung.

media_gallery-2015-11-30-13-4_Yawnghwe_82a41743124f824c3c1a41a044028a2b
Kay Lar Ywa [ Image Source ]

Mata pencaharian utama dari penduduk Kay Lar Ywa adalah bercocok tanam. Mereka mengembangkan sistem bercocok tanam yang unik dengan membuat kebun terapung dengan nama yun-hmaw. Di kebun-kebun itulah mereka kemudian menanam berbagai tanaman untuk kebutuhan sehari-hari. Rata-rata tumbuhan yang ditanam di kebun ini berupa tomat dan kacang-kacangan.

Itulah 7 kota terapung yang menakjubkan dunia. Di era modern seperti ini, mungkin tak banyak yang bisa hidup sederhana layaknya penduduk di kota terapung tersebut. Namun, bisa jadi kehidupan di atas air akan menjadi salah satu solusi jika di masa depan penduduk dunia kehabisan daratan untuk membuat pemukiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *