Wisata Kuliner di Yogya yang Enak dan Terjangkau

Apa yang akan terbersit dalam pikiran Anda jika mendengar kata gudeg, angkringan atau juga Malioboro? Tentunya, pikiran akan secara langsung tertuju pada satu kota di Jawa Tengah, yaitu Yogyakarta.

Kota Yogyakarta merupakan salah satu tujuan wisata populer di Jawa Tengah karena sisi tradisionalnya masih sangat kental dan khas Jawa. Selain menjadi salah satu icon wisata di Jawa Tengah, Yogyakarta juga dikenal sebagai Kota Pelajar karena banyaknya orang yang ingin menimba ilmu di kota ini.

Seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia, Yogyakarta juga memiliki berbagai macam makanan khas yang enak. Walaupun sekarang ini sudah banyak bermunculan restoran atau juga tempat nongkrong kekinian yang sering dipadati pengunjung, ada pula beberapa warung atau rumah makan legendaris yang terkesan seperti enggan untuk menyerah pada zaman alias tetap berdiri sampai sekarang ini.

So, tidak usah banyak prolog pembuka, mari telusuri wisata kuliner legendaris di Kota Yogyakarta.

1. Bakmi Jawa Kadin

Berdiri sejak tahun 1970-an, Bakmi Jawa Kadin yang berlokasi di Jalan Bintaran Kulon No.3, Yogyakarta, ini merupakan salah satu kuliner jenis bakmi yang terkenal dan selalu ramai dikunjungi. Karena selalu banyak pengunjung, maka diharapkan bersabar ketika pesanan belum juga datang.

Disarankan agar tidak berkunjung ke warung ini pada weekend karena dijamin super ramai, khususnya ketika malam menjelang. Bakmi Jawa Kadin memiliki ciri khas dalam peracikan dan pembuatannya. Untuk satu porsi bakmi jawa godog ditambah wedang bajigur, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 20.000 saja.

2. Gudeg Yu Djum

Bagi orang asli Yogyakarta, tentunya akan aneh dan lucu jika tidak mengenal atau mengetahui warung gudeg yang bernama Gudeg Yu Djum. Tempat makan yang terletak di Jalan Wijilan no 167, Yogyakarta, ini didirikan sekitar tahun 1950-an. Selain di tempat tersebut, cabang dari warung gudeg ini juga dapat ditemukan di Jalan Kaliurang km 4.

A photo posted by Andi Rezky Wahab (@andrew_eki) on

Walaupun tempatnya tidak terlalu besar, akan tetapi setiap harinya selalu ramai dikunjungi pembeli. Warung gudeg satu ini hanya buka pada pukul 11 malam hingga 2 pagi saja.

3. Soto Kadipiro

Terletak di Jalan Wates di dekat perempatan Wirobrajan, Soto Kadipuro juga termasuk warung makan legendaris. Warung soto yang dirintis oleh Karto Wijoyo ini pertama kali didirikan sekitar tahun 1921 atau saat penjajah Belanda masih bercokol di Indonesia.

Salah satu keunikan dari Soto Kadipiro adalah masakannya tidak menggunakan santan yang menurut banyak orang yang belum mencicipinya akan merasa aneh dan kurang gurih. Akan tetapi jika sudah merasakannya, dijamin akan ketagihan, deh.

4. Angkringan Lik Man

Angkringan Lik Man didirikan pertama kali oleh seorang pria yang dikenal dengan nama Mbah Paimo sektiar tahun 1950an yang mana kemudian diteruskan oleh anaknya yang bernama Lik Man pada tahun 1969. Banyak orang Yogya, khususnya para anak muda yang mengetahui angkringan legendaris satu ini dan membuatnya selalu ramai dikunjungi, terutama pada saat malam menjelang.

Walaupun menunya kurang lebih sama dengan menu angkringan pada umumnya, seperti menyediakan nasi kucing dengan tambahan lauk sate usus sampai dengan gorengan, akan tetapi cita rasa ‘jadu’ dari Angkringan Lik Man ini masih terasa. Minuman yang sangat digemari adalah kopi joss, yaitu kopi panas yang di dalamnya dimasukkan arang pijar.

5. Sate Klatak

Walaupun didirikannya bukan di era perjuangan atau ketika pasca kemerdekaan, namun Sate Klatak ini juga masuk dalam kategori legendaris karena banyaknya orang yang mengetahui dan mengakui kelezatannya. Sate Klatak yang didirikan oleh Mak Adi pada tahun 1995 ini mendapatkan namanya dari suara hasil pembakaran sate, yang berbunyi “klatak … klatak.” Oleh karenanya, makanan tersebut dinamakan Sate Klatak.

A photo posted by AnnA IrawaN (@annairawan88) on

Jika dilihat sekilas dari tampilannya, Sate Klatak seperti sate-sate lain pada umumnya, akan tetapi keunikan dan kelezatannya terletak pada bumbu racikan serta penggunaan tongkat penusuk atau sujen yang terbuat dari besi. Harganya pun masih ramah di kantong.

Bagaimana, siap ‘menghajar’ semua makanan dari warung-warung legendaris di Kota Yogya di atas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *