Bukannya Boros Atau Buang Buang Waktu, Ini 5 Manfaat Traveling Bagi Profesionalime Dunia Kerjamu.

Selain Asik, Ternyata Bagus Juga Bagi Produktivitas Kerja Kita

Traveling untuk sebagian orang dianggap buang buang uang dan waktu. Alasannya, mereka punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Bisa juga di jam jam kerja mereka bisa menghasilkan uang dalam jumlah banyak. Jika mereka menghabiskan waktu untuk pergi travelinng, maka potensi pemasukan pun jadi berkurang. Sebagian orang lagi malas traveling karena aktivitas tersebut menguras kantong. Banyak biaya biaya yang harus di keluarkan ketika traveling contohnya saja: biaya tiket pesawat, biaya sewa hotel dan biaya masuk ke berbagai lokasi wisata. Tidak sedikit pula orang yang malas traveling karena mereka tidak suka berada di tempat tempat baru dan lebih nyaman di lingkungan kerja.

Bukannya Boros Atau Buang Buang Waktu, Ini 5 Manfaat Traveling Bagi Profesionalime Dunia Kerjamu.
Bukannya Boros Atau Buang Buang Waktu, Ini 5 Manfaat Traveling Bagi Profesionalime Dunia Kerjamu. image [source]

Meskipun sering dianggap buang buang waktu, pemborosan atau menganggu produktivitas kerja, ternyata traveking punya efek positif lho bagi karir profesional kita di dunia kerja. Seperti kita tahu, di dunia kerja, kita memerlukan beberapa kemampuan tertentu. Dengan traveling, kita bisa memperoleh kemampuan kemampuan baru yang bisa diterapkan di dunia kerja. Selain kemampuan baru, traveling juga membuka kesempatan bagi diri kita untuk memperoleh pola pikir baru serta kemampuan berinteraksi dengan orang asing. Dua hal tersebut sangat berguna bagi keberhasilan kita di dunia kerja. Itu baru sebagian kecil saja dari traveling yang berguna di dunia kerja. Jika kamu ingin tahu informasi lebih lengkap tentang manfaat traveling bagi karir di dunia kerjamu, ini informasi lengkapnya.

1. Traveling Membuat Seseorang Memiliki Pikiran Terbuka.

Pernah kan melihat tingkah seseorang yang mudah membuli pendapat orang lain di media sosial, kemudian dia di ejek dengan ejekan kurang piknik oleh orang lain? Bagaimana kalau ejekan yang ditujukan pada para pembuli di media sosial itu ternyata benar. Orang yang mudah marah terhadap pendapat orang lain itu berarti memiliki pikiran tertutup. Ia menganggap dirinya paling benar, paling pintar. Ia menganggap bahwa pendapat yang berbeda dari pendapatnya itu salah. Bisa diduga, orang ini pun menganggap orang lain lebih rendah dari pada dirinya. Pikiran tertutup yang tidak mau menerima pendapat orang lain dan menganggap orang lain lebih rendah daripada dirinya tersebut tentu saja tidak baik untuk kemajuan kariernya di dunia kerja.

Traveling Membuat Seseorang Memiliki Pikiran Terbuka.
Traveling Membuat Seseorang Memiliki Pikiran Terbuka. image [source]

Jika ia masih menjadi bawahan, maka ia akan cenderung marah ketika di koreksi oleh atasannya. Kalau pun tidak berani marah, minimal kesal. Jika ia menjadi atasan maka, orang dengan pikiran tertutup ini akan cenderung arogan, tidak mau mendengar saran dari bawahan arau rekan kerjanya. Akibat pekerja dengan pikiran tertutup ini, hasil kerja tim secara keseluruhan akan terganggu. Lalu bagaimana traveling bisa mengubah pola pikir tertutup menjadi terbuka? Dengan melakukan traveling, orang akan mengunjungi tempat tempat baru. Dengan traveling orang akan bertemu dengan orang orang baru. Di tempat baru tersebut ia akan sadar bahwa norma norma yang berlaku di daerah asalnya bisa berbeda dengan norma tempat ia melakukan traveling tersebut. Ia akan menjadi sadar bahwa apa yang dianggap benar di daerah asalnya bisa jadi dianggap salah di negara tujuan traveling. Dengan semakin seringnya menemui hal hal baru lewat traveling tersebut lama ama pikirannya pasti terbuka dan bisa menerima ide ide atau pendapat yang berbeda darinya.

2. Traveling Membuat Orang Bisa Berkomunikasi Dengan Lebih Efektif.

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting. Di manapun kita berada kita perlu berkomunikasi dengan orang lain. Di dunia kerja pun, komunikasi sangat penting. Kegagalan orang di dunia kerja tak jarang disebabkan oleh minimnya kemampuan komunikasi dari orang tersebut. Ketika traveling komunikasi ini juga penting lho. Terkadang kita melakukan traveling ke tempat tempat baru, tempat tempat jauh yang dihuni orang orang dengan bahasa yang berbeda. Syukur syukur jika kita menguasai bahasa orang orang lokal yang tinggal di tempat tersebut jika tidak, maka kita pun akan kesulitan berkomunikasi dengan orang lain.

Traveling Membuat Orang Bisa Berkomunikasi Dengan Lebih Efektif.
Traveling Membuat Orang Bisa Berkomunikasi Dengan Lebih Efektif. image [source]

Sekali dalam hidupmu selama ini, pasti pernah kan mengalami kebuntuan komunikasi dengan orang orang yang bicara pakai bahasa berbeda. Misalnya saja, saat traveling, kamu tak tahu arah dan orang orang yang kamu temui hanya bisa berbicara bahasa jawa. Padahal kamu sendiri hanya bisa berbicara bahasa indonesia. Akhirnya dengan upaya yang cukup keras, kamu bisa juga bertanya tentang arah suatu tujuan wisata ke orang tersebut meskipun harus berbicara dengan bahasa isyarat. Semakin sering traveling, maka semakin sering juga kita akan bertemu dengan orang yang bicara pakai bahasa berbeda tersebut. Setiap kali kita menemui masalah komunikasi akibat hambatan bahasa ini kita mendapat kesempatan untuk belajar mencari solusi untuk mengatasi kebuntuan komunikasi tersebut. Pertama memang susah, tapi setelah terbiasa, akhirnya jadi mudah. Kunci dari keberhasilan komunikasi antara kita dengan orang asing tersebut hanyalah keinginan yang kuat serta sabar dalam mendengarkan orang lain. Jika kemampuan dalam memecahkan kebuntuan komunikasi ini kita terapkan di dunia kerja, tentu karir kita akan lebih berhasil bukan.

3. Memiliki Kemampuan Bekerja Sama Dengan Orang Dari Seluruh Dunia.

Semakin canggih teknologi maka dunia ini akan terasa semakin sempit. Ditambah lagi dengan semakin dibukanya pintu globalisasi, maka mau tak mau kita harus bersaing dengan orang orang dari seluruh dunia dalam hal mencari uang. Kedatangan tenaga kerja asing ke suatu negara di masa depan tidak akan bisa dibendung lagi. Akhirnya kita pun terpaksa mempelajari kemampuan kemampuan yang dimiliki oleh orang orang asing tersebut. Akibat efek dari globalisasi ini bisa jadi perusahaan perusahaan besar yang ada di negara kita akan mempekerjakan tenaga ahli dari luar negeri. Jika kita ingin bekerja di perusahaan besar tersebut, memiliki kemampuan bekerja sama dengan orang asing tentu sudah menjadi keharusan.

Memiliki Kemampuan Bekerja Sama Dengan Orang Dari Seluruh Dunia.
Memiliki Kemampuan Bekerja Sama Dengan Orang Dari Seluruh Dunia. image [source]

Kebiasaan traveling juga memberikan keuntungan bagi kita untuk membiasakan diri bekerja sama dengan orang asing tersebut. Ketika kita traveling, maka kita akan bertemu dengan orang asing yang sedang bekerja. Entah orang asing tersebut sebagai petugas bandara, karyawan hotel, driver atau seorang penjual makanan, kita pasti berinteraksi dengan salah salah dari mereka. Dalam situasi tersebut kita bisa mengamati bagaimana bedanya saat orang asing bekerja dan saat orang di negara kita sendiri bekerja. Dengan mengamati bagaimana orang asing bekerja tersebut kita jadi punya gambaran bahwa orang jepang ternyata disiplin, bahwa orang eropa ternyata ramah ramah, dan berbagai kebiasaan mereka lainnya di dunia kerja. Pengetahuan tersebut nantinya bisa kita terapkan ketika bertemu dengan orang asing di tempat kerja. Semakin sering traveling kemampuan untuk bekerja sama dengan orang asing pun meningkat.

4. Punya Kesempatan Mempelajari Bahasa Bahasa Baru.

Saat ini kemampuan bahasa menjadi syarat penting sebagai pertimbangan seseorang diterima kerja atau tidak. Penyebabnya adalah banyak dari bidang pekerjaan yang tersedia di dalam masyarakat melibatkan penggunaan bahasa bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Mandarin, Bahasa Korea Bahasa Jepang hingga bahasa arab. Salah satu contohnya misal, TKI yang mau bekerja di negara asing. Sebelum berangkat biasanya mereka akan kursus bahasa dulu. Tidak hanya TKI, orang orang yang bekerja di kapal pesiar pun biasanya dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa asing. Sekertaris serta admin web sebuah perusahaan kadang juga perlu berkomunikasi dalam bahasa asing ketika bertemu dengan klient dari luar negeri.

Punya Kesempatan Mempelajari Bahasa Bahasa Baru.
Punya Kesempatan Mempelajari Bahasa Bahasa Baru. image [source]

Mempelajari bahasa asing itu gampang gampang susah. Selain karena kita sudah terbiasa dengan bahasa sendiri, terdapat juga hambatan cara pengucapan dan tata bahasa yang ada di bahasa asing tersebut. Akibat adanya pengucapan beberapa huruf tersebut, telinga kita kadang terseok-seok alias ketinggalan saat mencoba untuk mengikuti perkataan dari orang asing yang sedang berbicara dengan bahasa asli. Begitu juga, akibat perbedaan pengucapan tersebut, kadang kita jadi kurang pede mengucapkan suatu kata dari bahasa asing. Namun begitu kita sering traveling dan ketemu dengan orang orang asing asli, kita pun menjadi semakin familier dengan bahasa asing tersebut. Sedikit demi sedikit kita jadi tahu apa yang mereka ucapkan. Dan puncaknya kita merasa tertantang untuk semakin mendalami dan mempraktekan bahasa asing tersebut.

5. Traveling Mengasah Kreativitas Berpikir.

Kita dilahirkan dengan otak yang cukup canggih. Otak kita tersebut mampu menghasilkan ide ide baru dan menggabungkannya dengan ide lama yang sudah ada. Itulah makanya mengapa anak anak kadang bisa melakukan sesuatu yang sangat berbeda dari yang biasa kita lakukan. Anak anak juga cenderung imajinatif, memandang segala seuatu dengan sudut pandang lain dan berpikir secara sederhana.tak jarang daya imajinasi mereka membuat kita kagum. Kreativitas mereka membuat kita tertawa. Namun seiring kita tumbuh dewasa, kreativitas serta imajinasi kita tersebut semakin hilang. Penyebabnya adalah kita terlalu di forsir untuk melakukan rutinitas rutinitas tertentu yang tidak membuka peluang bagi otak kita untuk berpikir kreatif. Misalnya saja, di kantor kita punya tugas seabrek.

Traveling Mengasah Kreativitas Berpikir.
Traveling Mengasah Kreativitas Berpikir. image [source]

Dalam melakukan tugas tersebut kita dituntut cepat dan mengikuti standar operasional tertentu. Karena tuntutan cepat dalam waktu terbatas inilah kita hanya sebatas mengikuti prosedur tanpa memberikan kesempatan pada otak kita untuk memikirkan cara lain yang lebih efektif. Lama kelamaan kreatifitas otak kita pun akan mati. Dengan meluangkan waktu untuk traveling, maka kita punya kesempatan untuk keluar dari rutinitas tersebut dan memberikan ruang bagi otak kita untuk berpikir kreatif. Ketika terbiasa traveling otak kita pun akan terjaga daya kreativitasnya. Kreativitas berpikir ini berguna jika suatu saat terjadi perubahan mendadak pada dunia kerja kita dan kita dipaksa untuk membuat keputusan yang berbeda dari yang sudah diatur dalam sop. Semakin kreatif daya pikir kita, maka keberhasilan di dunia kerja pun semakin besar.

Setelah mengetahui besarnya manfaat dari traveling terhadap karir profesional mu tersebut maka jangan pelit ya untuk mengeluarkan biaya buat keperluan tersebut. Minimal dua minggu sekali traveling ke lokasi lokasi dekat rumah dan beberapa bulan sekali ke tempat wisata yang agak jauh. Tak perlu Traveling ke tempat mahal dan mewah mewah. Yang penting bisa memberikan kesegaran bagi pikiranmu dan sejenak keluar dari rutinitas dunia kerja. Semoga saja setelah masuk kerja lagi produktivitasmu akan meningkat dan cepat naik pangkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *