Sedang memuat Ini Metode Eksekusi Mati Yang Masih Dipakai Hingga Abad 20.

Ini Metode Eksekusi Mati Yang Masih Dipakai Hingga Abad 20.

Beberapa Negara Masih Memberlakukan Eksekusi Mati Ini

Untuk menciptakan masyarakat yang teratur, maka disepakatilah beberapa aturan yang disebut hukum. Hukum tersebut bersifat mengikat semua anggota masyarakat. Semua anggota masyarakat yang melanggar aturan-aturan tersebut akan mendapatkan hukuman. Jenis hukuman yang diterima pelanggar hukum tersebut bervariasi. Berat atau ringanya hukuman tergantung dari jenis pelanggaran yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Untuk pelaku kejahatan berat, biasanya pihak yang berwenang menyiapkan hukuman maksimal, yaitu hukuman mati.

10 Metode Eksekusi Yang Masih Di Pakai Hingga Abad 20..jpg
Metode Eksekusi Yang Masih Di Pakai Hingga Abad 20. image [source]

Beberapa kejahatan berat yang tidak diampuni dan harus di hukum mati tersebut antara lain: pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan dan masih banyak lagi. Dari jaman ke jaman, para penegak hukum telah mengembangkan berbagai cara pelaksanaan hukuman mati yang dianggap efektif. Metode pelaksanaan hukuman mati dirancang supaya terpidana, mati dengan cepat dan tanpa merasa sakit. Meskipun begitu ada beberapa metode eksekusi hukuman mati yang jika dipikir-pikir lagi pada jaman sekarang terasa cukup kejam. Inilah bentuk eksekusi hukuman mati yang masih di pakai di abad 20 an.

1. Eksekusi Dengan Disuntik Mati.

Eksekusi mati dengan metode suntik dirasa paling manusiawi karena tidak melibatkan tumpahan darah dan rasa sakit yang dialami oleh terpidana. Sebelum dilakukan eksekusi mati ini, si terpidana mati disiapkan terlebih dahulu. Dia diminta untuk mandi, berganti pakaian dan menikmati makanan terakhirnya. Biasanya si terpidana boleh meminta makanan tertentu sebagai permintaan terakhirnya. Setelah semua persiapan dilakukan, terpidana mati di bawa ke ruang eksekusi.

Eksekusi Dengan Disuntik Mati.
Eksekusi Dengan Disuntik Mati. image [source]

Begitu sampai di ruang eksekusi, 4 tabung intravena di masukkan ke dalam pembuluh darah di bagian lengannya. kamar eksekusi tersebut terdiri atas dua ruangan yang dipisahkan oleh jendela kaca bagian depan digunakan untuk tempat para saksi yang ingin melihat eksekusi sedangkan bagian belakang berisi si terpidana mati dengan 4 orang dokter yang akan melakukan eksekusi. Setelah semua peralatan selesai di set, gordin yang menutup kaca dibuka, si terpidana mati dipersilahkan untuk mengucapkan pernyataan terakhir. 4 dokter pelaksanan eksekusi memegang masing-masing 1 suntikan. 3 suntikan berisi cairan garam dan hanya 1 suntikan lah yang berisi zat kimia beracun. Satu persatu cairan di 4 suntikan tersebut disuntikkan secara acak. Sehingga tidak pernah ada yang tahu, dokter mana yang menyuntikkan obat beracun ke dalam tubuh si terpidana mati. Beberapa jenis obat yabg di pakai dalam eksekusi suntik mati ini antara lain: sodium thiopenthol, pancuronium bromida dan potasiium chlorida. Sebenarnya semua cairan tersebut merupakan obat untuk penyakit tertentu, namun dalam proses eksekusi mati obat tersebut diberikan dalam dosis yang sangat berlebih sehingga si terpidana mati, kehilangan nyawa dalam hitungan detik.

2. Metode Eksekusi Listrik Temuan Thomas Alfa Edison

Metode eksekusi dengan kursi listrik pertama kali dilakukan pada tahun 1889. Kursi listrik sendiri ditemukan oleh Harold P Brown. Brown ini sebenarnya adalah seorang dokter gigi. Dia sehari-harinya ia bekerja dengan orang yang duduk di kursi untuk melakukan perawatan gigi. Ia kemudian menyetujui untuk bekerja di bawah arahah Thomas Alfa edison. Saat Brown mulai melakukan penelitian penggunaan kursi listrik sebagai metode eksekusi mati ini, sedang ada persaingan, jenis arus listrik mana yang lebih bagus untuk digunakan, arus listrik DC milik Alfa Edison atau arus listrik ac milik Westinghouse. Dalam pengembangan kursi listrik tersebut, Alfa Edison memilih menggunakan arus AC milik Westinghouse. Alasannya sebenarnya cukup licik. Dengan dipakainya arus ac untuk mengeksekusi orang, maka masyarakat akan tahu bahwa arus AC milik saingan bisnis Edison adalah arus listrik yang berbahaya. Dengan begitu ia berharap orang orang akan memakai arus DC miliknya dalam kehidupan sehari hari.

Metode Eksekusi Listrik Temuan Thomas Alfa Edison
Metode Eksekusi Listrik Temuan Thomas Alfa Edison. image [source]

Dalam pelaksanaan eksekusi mati dengan kursi listrik ini si terpidana di dudukkan pada kursi yang terbuat dari besi. Tangan dan kakinya diikat dengan lempengan dari logam. Elektroda di pasang di kaki dan kepalanya. Kepala si terpidana mati kemudian dilapisi dengan spons yang jenuh terisi air. Dengan adanya spons jenuh air ini, arus listrik dapat terhubung dan mengalir lewat tubuh si terpidana. Eksekusi mati dengan kursi listrik ini melibatkan 2 tahapan. Tahap pertama listrik di alirkan melalui elektroda yang ada di kaki dan kepala terpidana mati dengan tegangan 2000 volt. Dengan listrik yang memiliki daya 2000 volt ini, organ-organ dalam terpidana mati akan mengalami kerusakan akibat serangan listrik. Jantungnya akan berhenti berdetak dan dia kehilangan kesadaran. Setelah terpidana mati tidak sadarkan diri arus berikutnya dialirkan sampai benar-benar mati. Akibat sengatan arus listrik bertegangan tinggi ini, kulit terpidana mati bisa melepuh dan menempel di elektroda. Petugas yang melakukan pembersihan pada kursi listrik biasanya harus ekstra keras bekerja karena banyak kulit hangus terpidana yang menempel di kursi. Di Amerika Serikat, eksekusi mati dengan kursi listrik ini masih digunakan hingga tahun 2007.

3. Eksekusi Mati Dengan Kamar Gas Beracun.

Eksekusi mati dengan kamar gas beracun ini dipopulerkan oleh Nazi di Jerman pada tahun 1944. Di kamp konsentrasi Jerman tersebut puluhan ribu orang dimusnahkan dengan gas beracun. Banyak keturunan Yahudi diburu dan dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi. Di dalam kamp konsentrasi tersebutlah genosida berlangsung. Orang-orang dari keturunan Yahudi tersebut dimasukkan ke dalam kamar beracun dan dieksekusi. Di Amerika Serikat dan Eropa, metode eksekusi dengan kamar gas beracun ini masih di pakai.

 Eksekusi Mati Dengan Kamar Gas Beracun.
Eksekusi Mati Dengan Kamar Gas Beracun. image [source]

Dalam proses eksekusi, sebuah kamar tertutup dengan jendela kaca disiapkan. Di kamar tersebut ada sebuah kursi. Di bawah kursi ada lempengan-lempengan potasium sianida. Terpidana mati diikat di kursi tersebut dan dipersilahkan untuk mengucapkan perkataan terakhir. Setelah mengucapkan pesan terakhir tersebut, kamar kemudian ditutup rapat. Gordin yanh menutupi jendela kaca dibuka. Para saksi melihat eksekusi dari jendela kaca. Setelah kamar tertutup rapat, larutan asam sulfat (h2so4) dialirkan melalui pipa sehingga akan bereaksi dengan lempengan potasium sulfida di bawah kursi terpidana mati. Reaksi tersebut akan menghasilkan gas, hidrogen sianida (HCN) yang sangat beracun. Agar proses kematiannya cepat, biasanya terpidana mati diminta untuk menghirup has HCN tersebut dalam dalam. Namun karena reflek alami mereka menahan nafas, biasanya kematian akibat keracunan gas hidrogen sianida ini sangat menyiksa.

4. Eksekusi Dengan Di Penggal.

Di negara negara yang menerapkan hukum Islam, eksekusi mati dengan cara di penggal merupakan sesuatu hal yang lumrah dilakukan. Salah satu negara tersebut adalah Saudi Arabia. Pemenggalan kepala ini dilakukan dengan sebilah pedang melengkung bermata satu. Beberapa kejahatan yang dijatuhi hukuman penggal antara lain pembunuhan, pemerkosaan, penyalah gunaan obat dan penghinaan terhadap agama. Arab saudi seringkali mendapat protes dari banyak badan internasional akibat pelaksanaan hukuman penggal ini. pasalnya yang dieksekusi terkadang adalah korban perkosaan dan bukan pelakunya. Dari warga negara indonesia ada juga TKW yang dijatuhi hukuman penggal ini akibat dituduh membunuh majikannya.

 Eksekusi Dengan Di Penggal.
Eksekusi Dengan Di Penggal. image [source]

Protes pihak internasional juga kadang di ajukan kepada pemerintah Saudi Arabia karena ada juga anak-anak yang menjadi korban eksekusi ini. meskipun mendapat protes dari badan internasional arab saudi tetap memberlakukan hukuman penggal ini dengan alasan, meskipun yang dijatuhi hukuman penggal berumur kurang dari 18 tahun, mereka baru akan di eksekusi pada umur 12 tahun. Salah satu orang yang pernah mendapat hukuman penggal ini adalah Dhahian Rakan al-Sibai yang dijatuhi hukuman mati pada umur 15 dan dieksekusi ketika umurnya genap 18 tahun.

5. Eksekusi Mati Dengan Cara Di Gantung.

Eksekusi mati dengan cara di gantung juga umum digunakan di berbagai negara. Cara yang dipakai dalam hukuman gantung ini juga bermacam-macam. Pada jaman Nazi, banyak juga lo wanita-wanita bahkan anak-anak yang dieksekusi mati dengan cara digantung ini. hukuman gantung yang dilakukaan oleh tentara nazi Jerman pun sangat kejam dan ada Tujuan menyiksa. Si terpidana mati hanya diminta untuk berdiri di atas sebuah kotak, kemudian kotak tersebut ditendang. Orang yang digantung pun kemudian akan mati tercekik dalam waktu yang lama.

Eksekusi Mati Dengan Cara Di Gantung.
Eksekusi Mati Dengan Cara Di Gantung. image [source]

Di negara-negara Eropa dan Amerika, hukuman gantung ini juga kerap di pakai. Namun prosesi hukuman gantung yang dilakukan di Eropa dan Amerika ini lebih manusiawi dibandingkan dengan hukuman gantung yang dilakukan oleh Nazi. Di Amerika, si terpidana akan ditempatkan pada ketinggian tertentu. Tempat berpijaknya si terpidana tersebut dibuat dari kayu yang bisa di buka dan di tutup. Sebelum eksekusi dilakukan si terpidana diminta untuk berdiri di tempat yang sudah disediakan. Lehernya dikalungi dengan tambang. Setelah siap, pijakan si terpidana terbuka, menyebabkan si terpidana jatuh dari ketinggian tertentu sementara tali terikat di lehernya. Akibat jatuh tersebut, leher si terpidana mati akan patah, tak sadarkan diri dan kemudian mati karena tercekik. Pada proses eksekusi gabtung oleh nazi, terpidana mati tidak dibuat jatuh dari ketinggian tertentu sehingga lehernya todak patah dan dia masih sadar ketika tercekik oleh tali.

6. Eksekusi Mati Dengan Di Rajam .

Berdasarkan hukum Islam, orang yang ketahuan berzina, maka dia akan dijatuhi hukuman rajam. Hukuman rajam ini banyak dilakukan di berbagai negara Islam salah satunya arab. Pada pelaksanaanya, si terpidana akan dikubur hingga tampak dada ke atas. Kemudian ia akan dilempari dengan batu hingga mati. Di Iran aturan mengenai proses eksekusi dengan rajam ini cukup detail. Bahkan ukuran batu yang digunakan untuk melempar si terpidana mati pun diatur. Batu tersebut tidak boleh terlalu besar dan tidak boleh juga terlalu kecil. Jika terlalu besar, takutnya si terpidana mati dalam 3 kali lemparan. Jika batu yang digunakan terlalu kecil, takutnya tidak bisa melukai si terpidana mati.

Eksekusi Mati Dengan Di Rajam .
Eksekusi Mati Dengan Di Rajam. image [source]

Batu yang digunakan dalam proses eksekusi mati dengan rajam tersebut harus berukuran cukup besar sehingga mampu menimbulkan luka pada mereka yang dilempari. Selain hukuman mati, terkadang perzinahan juga diukum dengan hukuman cambuk. Untuk pelaku yang belum menikahlah hukuman cambuk ini diberlakukan. Untuk yang sudah menikah, satu-satunya hukuman bagi pelaku perzinahan adalah di rajam. Aturan di iran tersebut juga mengungkapkan bahwa jika si terpidana mampu melepaskan diri ketika dirajam tersebut maka ia boleh bebas. Hasilnya biasanya terpidana lelaki punya peluang lebih besar untuk lolos dibandingkan terpidana perempuan.

Dari beberapa metode hukuman mati di atas, menurutmu mana yang paling kejam? Berhubung banyak metode hukuman mati seperti yang ada di atas masih berlaku di beberapa negara, maka kamu harus hati-hati ya kalau sedang melakukan perjalanan ke negara lain. beda tempat, beda aturan. Sesuatu yang kamu anggap sepele di tempat asalmu bisa jadi merupakan pelanggaran berat di negara lain. jangan sampai karena ketidak-tahuan, kamu mendapatkan hukuman berat di negara lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *