Sedang memuat Ulah Licik Amerika Pada Perang Vietnam Serta 5 Aksi Modifikasi Cuaca Lainya.

Ulah Licik Amerika Pada Perang Vietnam Serta 5 Aksi Modifikasi Cuaca Lainya.

Bahkan Cuaca pun Dilawan Oleh Manusia

Cuaca, salah satu faktor alam yang mempunyai banyak pengaruh dalam kehidupan manusia. Bentuk rumah, aktivitas pertanian, jenis makanan, saluran telekomunikasi hingga penerbangan sangat dipengaruhi oleh cuaca. Ketika musim kemarau panjang misalnya, petani biasanya akan menanam tanaman yang memerlukan sedikit air. Demikian juga bentuk rumah akan disesuaikan dengan keadaan cuaca di sekitarnya. Misalnya saja di daerah yang cuacanya bersalju, biasanya atap terbuat dari bahan yang kuat dan berbentuk datar. Sedangkan di daerah yang hujanya berupa air, atap rumah cukup dari genteng dan bentuknya mengerucut. Sejak zaman dahulu manusia memang sangat bergantung pada cuaca. Karena manusia belum bisa mengendalikan cuaca pada zaman dahulu, maka yang bisa dilakukan hanyalah menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca.

Ulah Licik Amerika Pada Perang Vietnam Serta 5 Aksi Modifikasi Cuaca Lainya.
Ulah Licik Amerika Pada Perang Vietnam Serta 5 Aksi Modifikasi Cuaca Lainya. image [source]

Meskipun kita cendeung pasrah dan mengikuti kondisi cuaca, ada kalanya kepentingan manusia tidak bisa menunggu sampai cuaca membaik. Misalnya saja, saat perang dan cuaca sedang berkabut. Pesawat pengangkut pasukan tidak bisa menunggu sampai kabut menghilang. Mau tidak mau pesawat pengangkut tersebut harus terbang saat itu juga. Kalau tidak nyawa pasukan menjadi taruhanya. Atau juga saat terjadi kemarau panjang. Mau tidak mau pemerintah setermpat harus membuat hujan, karena kalau tidak rakyat yang hidup di daerah tersebut akan kelaparan dan kekeringan. Ketika diharapkan pada kondisi genting seperti ini manusia berusaha mengendalikan cuaca. Mereka memodifikasi cuaca yang merugikan menjadi cuaca yang berpihak pada manusia. Bisalah manusia memodifikasi cuaca? Ternyata bisa. Dengan bantuan kemajuan teknologi berkali kali manusia telah berhasil memodifikasi cuaca agar sesuai denga keinginan mereka. Berikut ini daftar modifikasi cuaca yang pernah dilakukan oleh manusia.

1. Modifikasi Cuaca Untuk Mengusir Kabut

keberadaan di bandara tentu sangat mengganggu penerbangan. Dengan adanya lapisan kabut tebal tersebut, pesawat tidak bisa lepas landas dan melakukan pendaratan. Ketika kabut tebal membungkus pangkalan udara, biasanya pilot terpaksa menunggu dengan cara berputar putar di atas sampai kanut menghilang. Namun pesawat pesawat yang sedang berada dalam tugas perang tentu tidak bisa menunggu. Entah cuaca sedang berkabut atau cerah, mereka mau tidak mau harus lepas landas dan melakukan pendaratam. Pada satu pagi di masa perang dunia II, pesawat pesawat perang ingrris menghadapai masalah kabut tebal ini. sang perdana menteri inggris waktu itu, Winston Churchill memerintahkan departemen perminnyakan untuk mencari solusi dari tebalnya kabut di pangkalan militer ini. Departement perminyakan kemudian membentuk FIDO (Fog Investigation and Dispersal)

Modifikasi Cuaca Untuk Mengusir Kabut
Modifikasi Cuaca Untuk Mengusir Kabut. image [source]

Dari serangkaian penelitian, di ketahui bahwa kabut dapat dihilangkan dengan cara membakar 100 ribu galon minyak tiap satu jam. pembakaran dilakukan secara terus menerus mengelilingi pangkalan militer. Dengan pembakaran minyak dalam jumlah tersebut, akan dihasilkan panas. Panas ini akan membuat kabut terangkat ke atas sehingga pangkalan bersih dari kabut. Dengan metode FIDO ini dalam kurun waktu 1943 sampai 1945, 2500 pesawat telah di daratkan dalam keadaan genting. Nyawa 10.000 tentara pun dapat di selamatkan berkat teknik pengusiran kabut ini. teknik pengusiran kabut ini sampai sekarang masih di pakai secara rutin di beberapa bandar udara. Namun caranya sedikit berbeda dari yang di pakai di zaman Winston Churchill tersebut. Di jaman modern, jika kabut tebal membungkus bandara, maka Co2 dan propana akan di lepas dari permukaan tanah. Gas ini kemudian akan mengangkat kabut ke awan. Bandara pun dapat di pakai untuk pendaratan dan lepas landas pesawat secara aman.

2. Memodifikasi Cuaca Dengan Meriam Mendung

Seorang petani anggur dari austria bernama Albert Stiger melakukan sebuah penelitian di halaman belakang rumahnya. Ia berusaha mencegah terjadinya hukan di ladang anggur miliknya. Hujan akan merusak atau minimal menurunkan kualitas dari buah anggur yang ia miliki. Untuk mencegah hujan tersebut, ia berusaha menghalau pembentukan awan di atas ladang anggur yang ia miliki. Ia membuat meriam dengan bentuk seperti megafon, namun mempunyai ukuran jauh lebih besar. Dengan meriam tersebut, ia menembakkan cincin cincin udara berkecepatan tinggi. Cincin udara tersebut akan melesat ke atas hingga ketinggian 985 kaki. Awan hujan yang mulai terbentuk pun kemudian akan terpecah dan hujan pun tidak jadi turun di ladang anggur yang ia miliki.

Memodifikasi Cuaca Dengan Meriam Mendung
Memodifikasi Cuaca Dengan Meriam Mendung. image [source]

Keberhasilan alat mencegah hujan yang dibuat oleh Albert Stiger ini kemudian memicu petani petani lain membuat alat yang sama. Dalam setahun 1630 meriam mendung dibuat oleh para petani. Namun setelah penggunaan meriam mendung tersebut mulai populer banyak ditemukan kasus kasus dimana penembakan cincin udara tidak mampu mencegah hujan. Ternyata penyebabnya adalah ketidak tepatan dalam cara penembakan, jangka waktu penembakan, dan posisi penembakan. Pemerintah Itali pun kemudian turun tangan dan melakukan penelitian. 223 meriam mendung dilibatkan dalam penelitian tersebut, namun hasilnya ternyata tidak sesuai harapan. Disimpulkan bahwa meriam mendung ini tidak mampu mencegah hujan. Namun anehnya, sampai saat ini masih banyak pihak yang memakai meriam mendung untuk mencegah hujan.

3. Modifikasi Cuaca Berupa Hujan Buatan.

Hujan buatan sudah sering di pakai di berbagai tempat. Teknik ini di pakai terutama ketika suatu wilayah mengalami kekeringan yang panjang. Teknik hujan buatan pertama kali ditemukan oleh vincent scaever dan Irving langmuir. Hujan buatan ini tujuannya adalah menaikkan curah hujan di suatu tempat. Caranya senyawa perak iodin atau dry ice di tebarkan di atas awan dengan pesawat. Senyawa iodin atau dry ice tersebut akan menaikkan titik beku butiran butiran air. Dengan adanya serbuk perak iodin dalam awan tersebut, awan akan cepat membeku. Ketika titik titik air yang membeku tersebut berkumpul, maka terjadilah hujan.

Modifikasi Cuaca Berupa Hujan Buatan.
Modifikasi Cuaca Berupa Hujan Buatan. image [source]

Metode hujan buatan ini terbukti mampu meningkatkan curah hujan hingga 10 persen. Teknik ini sering juga di pakai dibeberapa daerah untuk mengatasi kebakaran hutan. Ketika terjadi peristiwa kebakaran hutan di suatu tempat, maka pesawat pesawat akan mulai terbang dan menaburkan serbuk perak iodin ini. beberapa saat kemudian diharapkan hujan akan turun dan memadamkan kebakaran hutan secara otomatis. Selain memerlukan bayak tenaga, pemadamam kebakaran hutan oleh tenaga manusia mempunyai resiko yang tinggi dan mahal biayanya. Dengan hujan buatan ini, kebakaran hutan dapat diatasi lebih cepat dan efisien.

4. Projeck Cirrus, Modifikasi Cuaca Untuk Mengurangi Badai.

Amerika dan Eropa adalah wilayah wilayah yang sering terlanda badai, angin topan dan tornado. Hal itu disebabkan karena Amerika dan eropa berada di wilayah subtropis. Karena sering diterpa badai ini, pemerintah Amerika pernah berupaya untuk mengurangi badai yang terjadi di wilayah mereka. Pemerintah Amerika pun kemudian menjalankan sebuah proyek yang disebut projeck cirrus. Projeck cirrus ini di mulai pada tahun 1946. Angkatan udara AS mencoba mencari tahu bagaimana memanfaatkan banyaknya badai yang terjadi untuk keuntungan negara. Mereka melakukan 37 penerbangan. Pesawat pesawat militer diarahkan untuk terbang melewati badai petir, bahkan tornado. Pada bulan oktober 1947 projeck cirrus ini mengejar angin topan yang mulai terbentuk di samudra Atlantik. Setelah sampai diatasnya mereka menyebar sekitar 40 kilogram dry ice. Namun sial, badai tornado tersebut malah justru berbalik arah dan kembali menuju wilayah Amerika Serikat.

Projeck Cirrus, Modifikasi Cuaca Untuk Mengurangi Badai.
Projeck Cirrus, Modifikasi Cuaca Untuk Mengurangi Badai. image [source]

Wilayah Georgia pun kemudian di hantam badai tornado tersebut. Memporak-porandakan pemukiman penduduk. 1400 orang kehilangan rumah dan 2 orang meninggal dunia. Kerugian materi yang diderita akibat kegagalan projeck cirrus ini pun mencapai jutaan dolar. Projeck cirrus salahkan sebagai biang kerok dari bencana tornado tersebut. Karena terus di salah salahkan, percobaan pun kemudian di[indah ke wilayah meksiko. Baru dimulai, cuaca aneh telah melanda meksiko. Karena terus menerus memberikan efek negatif, projeck cirrus ini kemudian dihentikan pada tahun 1952

5. Projeck Skyfire Untuk Mengurangi Badai Petir.

Setiap hari ada 1800 badai petir terjadi di seluruh dunia. Badai badai ini dalam 20 menit saja sudah menghasilkan 60.000 sambaran petir. Ada kalanya, kekuatan petir sangatlah besar sehingga memicu terjadinya kebakaran di berbagai tempat. Wilayah yang sering di timpa kebakaran akibat sambaran petir ini salah satunya adalah hutan dan padang rumput di Amerika serikat.

Projeck Skyfire Untuk Mengurangi Badai Petir.
Projeck Skyfire Untuk Mengurangi Badai Petir. image [source]

Setiap musim panas 9000 peristiwa kebakaran padang rumput dan hutan terjadi di Amerika serikat. Karena seringnya peristiwa kebakaran ini, pada tahun 1955 angkatan udara Amerika serikat mengadakan projeck skyfire. Mereka berusaha memahami proses alam apa yang memicu terbentuknya badai petir. Dengan mengetahui pemicunya mereka berharap bisa menurunkan intensitas dari badai petir tersebut. Para ilmuwan yang terlihat dalam Projeck skyfire ini menggunakan serbuk perak iodin untuk ditaburkan di atas awan. Dengan ditaburkannya serbuk perak iodin tersebut, awan akan dengan cepat menjadi hujan sehingga badai petir dapat dikurangi. Namun karena pengetahuan mereka masih terbatas, keefektifan penggunaan serbuk perak iodin pun sulit diukur. Meskipun begitu banyak yang berkeyakinan bahwa projeck skyfire ini berhasil.

6. Projeck Popeye, Modifikasi Cuaca Mematikan Pada Perang Vietnam

Dari ke 5 proyek modifikasi cuaca yang sudah disebutkan di atas, terlihat bahwa angkatan udara sangat antusias dengan penelitian ini. ternyata ada udang dibalik batu. Di balik ketertarikan militer terhadap modifikasi cuaca, mereka ternyata ingin memanfaatkan pengetahuan tersebut dalam perang. Terbukti dalam perang melawan vietnam antara 1988 sampai 1972, Amerika serikat telah melakukan modifikasi cuaca untuk memperoleh tujuan mereka. Militer Amerika serikat menjalankan operasi rahasia yang dinamakan projeck popeye. Mereka memodifikasi cuaca sehingga hujan di wilayah vietnam turun secara terus menerus dengan curah hujan yang tinggi. Tujuannya agar desa desa tertentu yang menjadi basis persembunyian tentara vietkong dilanda banjir dan terputus akses jalannya.

Projeck Popeye, Modifikasi Cuaca Mematikan Pada Perang Vietnam
Projeck Popeye, Modifikasi Cuaca Mematikan Pada Perang Vietnam. image [source]

Tak kurang dari 2600 penerbangan dilakukan 4700 unit material pemodifikasi cuaca dijatuhkan di atas langit vietnam. Operasi popeye untuk kepentingan pemenangan perang vietnam ini menelan biaya $21,6 juta dolar Amerika Serikat. Operasi ini berhasil memperpanjang badai monsoon hingga 45 hari. Selain memodifikasi curah hujan, operasi popeye ini juga meyebarkan berbagai macam herbisida di atas hutan vietnam utara. Tujuannya agar, pohon pohon di hutan vietnam tersebut mati sehingga pesawat Amerika dapat lebih mudah menemukan tentara Vietkong yang bersembunyi. Ketika operasi rahasia ini terkuak ke publik banyak yang mengutuk tindakan militer Amerika. PBB pun kemudian menandatangani kesepakatan untuk menolak penggunaan modifikasi cuaca berbahaya dalam perang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *