Sedang memuat Hantu Pocong Bakal Punah, Ini Cara Pemakaman Go Green Yang Ramah Lingkungan

Hantu Pocong Bakal Punah, Ini Cara Pemakaman Go Green Yang Ramah Lingkungan

Konsep Pemakaman Eco-Friendly

Bagi penganut Go Green fanatik, mereka akan melakukan apapun untuk menjaga bumi ini tetap menjadi sehat. Mulai dari melakukan gaya hidup ramah lingkungan hingga mendamprat orang-orang lain yang berperilaku kejam dan semena-mena terhadap lingkungan. Perilaku yang umum di tunjukkan olah para fans Go Green fanatik ini antara lain: buang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, mendaur ulang sampah dan mengurangi pemakaian zat kimia. Tak cukup hanya dengan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, mereka juga kerap kali berani mendamprat orang-lain yang perilakunya tidak ramah lingkungan. Misalnya jika ada orang yang buang sampah sembarangan, para fans Go Green fanatik tersebut tidak segan segan menegur atau bahkan mengambil sampah dan mengembalikan ke si pembuang. Keren ya semangat mereka alam menjaga bumi tetap sehat tersebut. Bagi mereka selama masih hidup, mereka akan tetap memegang teguh prinsip Go Green.

Pemakaman Konsep Go green
Pemakaman Konsep Go green. image [source]

Tetap Go Green selama masih hidup sih sudah menjadi hal yang lumrah di jaman melek teknologi dan melek informasi seperti saat ini. Tetap Go Green meskipun sudah mati, itu baru luar biasa. Sekarang ini memang telah dikembangkan teknik yang memungkinkan manusia tetap Go Green meskipun mereka telah mati. Teknik tersebut terkait dengan teknik pemakaman yang ramah lingkungan. Seperti yang kita tahu, setiap yang hidup pasti mati. Dan jika orang mati masing-masing memakai 1×1.5 meter maka tanah di dunia akan habis di pakai untuk mengubur orang. jika orang mati tidak dikubur dan digeletakkan begitu saja, efeknya juga buruk bagi lingkungan. Selain bepotensi meyebarkan penyakit, baunya juga menganggung lingkungan sekitar. Jika kamu setelah mati nanti tidak ingin memakan tempat dan tidak ingin menganggu lingkungan, di bawah ini ada metode pemakaman yang mengadopsi konsep konsep go green. Dengan metode pemakaman yang ramah lingkungan seperti di bawah ini, bahkan setelah matipun kamu masih bisa bermanfaat bagi bumi. Simak daftarnya di bawah ini.

1. Pemakaman Gaya Itali Kapsula Mundi.

Ketika orang mati, mereka akan di kubur dalam peti. Peti tersebut diperoleh dari menebang pohon dihutan dan kayunya dibentuk menjadi peti. Jika kamu ingin kematianmu tidak menyebabkan 1 pohon di hutan mati untuk membuat peti maka kamu bisa meminta untuk dimakamkan dengan kapsula mundi ini. selain tidak membutuhkan peti, bahkan bisa membantu 1 pohon favoritmu untuk tumbuh besar.

Pemakaman Gaya Itali Kapsula Mundi
Pemakaman Gaya Itali Kapsula Mundi. image [source]

Cara pemakamannya, sebelum mati, kamu memilih satu tanaman favoritmu. Setelah itu, nanti ketika kamu mati, tubuhmu akan ditaruh di dalam wadah kapsul. Nah di bagian atas kapsul tersebut ditaruh benih atau bibit dari tanaman yang telah kamu pilih tersebut. Nanti begitu tubuhmu terurai dan menjadi zat hara, bibit.benih tersebut akan meyerap dan menjadikannya menjadi pupuk. Cara yang cukup aneh ya. Sayangnya Sampai saat ini pun, pemakaman dengan metode kapsula mundi ini masih sekedar konsep. Di samping itu hukum di itali juga masih menganggap pemakaman dengan teknik ini ilegal. Namun pencetusnya yakin bahwa suatu saat pemakaman dengan cara ini dapat dilakukan. Sabar kalau kamu ingin mencoba pemakaman dengan metode ini. minimal, jangan mati dulu.

2. Mengubah Tubuh Matimu Menjadi Butiran Pupuk, Mau?

Ide revolusioner yang satu ini berasal dari swedia. Berbeda dari ide pertama yang masih menjadi konsep, ide ini sudah bisa diterapkan. Bahkan pencetus dari ide ini telah membuat perusahaan yang bernama Promesa. Lewat lewat perusahaan ini impianmu untuk menjadi serbuk pupuk bisa terlaksana. Namun untuk bisa melakukan pemakaman dengan metode ini klien harus membayar uang dalam jumlah yang tidak sedikit.

Mengubah Tubuh Matimu Menjadi Butiran Pupuk, Mau
Mengubah Tubuh Matimu Menjadi Butiran Pupuk. image [source]

Untuk mengubah tubuhmu menjadi pupuk ini, tubuhmu di masukkan ke dalam sebuah mesin. Mesin tersebut akan membuat tubuhmu beku di dalam cairan nitrogen bersuhu minus 192 derajat celcius. Dalam nitrogen cair bersuhu rendah tersebut protein, lemak serta mineral di dalam tubuhmu akan cepat terurai. Dengan sedikit adukan saja, maka semua anggota badanmu akan larut dalam cairan nitrogen. Setelah itu cairan yang mengandung nitrogen beserta semua unsur hara dari tubuhmu yang larut tersebut diubah menjadi butiran. Setelah selesai, keluargamu bisa menaruh serbuk tersebut di tanah pekarangan rumah. Ditimbun dengan tanah. Setelah 6 bulan, kamu mewariskan tanah yang subur bagi anak dan cucumu.

3. Pemakaman Di Lautan.

Teori evolusi mengatakan bahwa kehidupan berasal dari laut. Kalau setelah mati mau kembali ke laut, maka ada cara pemakaman yang cocok untuk ide tersebut. Orang orang yang waktu muda hidup di laut, entah nelayan atau pegawai pelayaran, pasti memiliki pengalaman yang penuh nostalgia dengan laut. Tak jarang saking rindunya dengan lautan tersebut, mereka ingin dimakamkan di laut setelah mati. Pemakaman di lautan ini juga menjadi sesuatu yang ngetrend di jaman sekarang ini. caranya pun ada berbagai macam.

Pemakaman Di Lautan
Pemakaman Di Lautan. image [source]

Cara pertama, tubuh orang yang telah mati dikremasi, kemudian abunya di tabur ke lautan. Cara tersebut adalah cara yang paling umum. Cara kedua, tubuh orang mati bisa di larutkan kemudian materinya bisa dibuat sebagai campuran untuk membentuk koral. Koral buatan ini nantinya di taruh di dalam laut dan bisa menjadi tempat bagi ikan ikan untuk hidup. Cara yang ke tiga lebih ekstrim lagi. Tubuh orang mati di bebani dengan benda yang sangat berat kemudian di tenggelamkan ke dasar lautan. Mayat trsebut dibiarkan terurai dengan sendirinya atau masuk ke dalam rantai makanan makhluk makhluk laut. Cara ke dua sepertinya lebih seru ya karena kita akan menjadi koral secara permanen. Jika anak cucu rindu, tinggal disuruh menyelam saja mengunjungi koral dari tubuh kita tersebut.

4. Teknik Pemakaman Dari Negri Switzerland, Dijadikan Batu Mulia.

Di luar negeri sana ada orang yang ketika salah satu orang tercintanya meninggal, mayat mereka diubah jadi abu dan abunya di taruh di dalam suatu cincin. Cincin tersebut kemudian dipakai kemana pun orang itu pergi. Sebuah perusahaan di Switzerland mengubah membantu orang-orang yang ingin membawa bekas mayat orang paling dicintainya kemana pun mereka pergi dalam bentuk sebuah cincin. Bukan diubah menjadi abu, mayat orang yang telah meninggal tersebut diubah menjadi berlian.

Teknik Pemakaman Dari Negri Switzerland, Dijadikan Batu Mulia.
Teknik Pemakaman Dari Negri Switzerland, Dijadikan Batu Mulia. image [source]

Berlian sebenarnya memang terbuat dari atom karbon yang secara alami berada di lingkungan bersuhu dan bertekanan tinggi. Karbon-karbon biasa pun bisa menjadi berlian jika di taruh di tempat yang suhu dan tekanannya tinggi. Dengan fakta ini, orang yang telah mati jasadnya dibakar hingga menjadi abu. Abu tersebut kemudian diolah di dalam mesin yang suhunya mencapai 2500 derajat celcius. Setelah beberapa waktu abu dari jasad orang yang kita cintai akan berubah menjadi berlian. Mau tidak pergi kemana-mana membawa berlian dari jasad orang yang kamu cintai?

Itulah beberapa teknik pemakaman yang ramah lingkungan. Bagaimana menurut pendapatmu? Apa bisa diterima atau tidak. Yang jelas untuk menentukan pemakaman gaya apa yang mau diterapkan perlu melibatkan beberapa faktor. Antara lain faktor agama, budaya serta lingkungan setempat. untuk amannya lebih baik kita memilih cara pemakaman yang tidak bertentangan dengan faktor-faktor tersebut sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *