Sedang memuat Galau Karena Cinta Nggak Ada Apa-Apanya Dibanding Penderitaan Mereka

Galau Karena Cinta Nggak Ada Apa-Apanya Dibanding Penderitaan Mereka

Cinta memang terasa indah bila dirasakan dengan pasangan kita. Orang kadang bisa sangat bahagia karena cinta, kadang juga merasa sakit karena cinta. Sakit karena cinta atau biasa kita kenal sakit hati akan mengalami proses atau hari-hari yang tidak menyenangkan atau Bahasa gaulnya sekarang galau.

Anak-anak muda atau baru beranjak dewasa akan mengalami kegalauan pada saat mengalami putus cinta, atau cinta bertepuk sebelah tangan. Kadangkala pada saat galau, semua hal negative banyak dilakukan untuk menghilangkan galau tersebut. Tapi, mengertikah anda bahwa galau karena cinta tidak ada apa-apanya di bandikan dengan penderitaan mereka. Berikut kita simak ulasannya.

1. Buruh angkut yang meikul puluhan kilo beban di pundak

Terik panas sinar matahari tidak menyulutkan semangat puluhan bapak-bapak atau ibu-ibu yang terlihat meggendong sekarung bawang merah di pasar. Mereka seakan tak memperdulikan tubuh mereka yang seharusnya sudah tidak pantas lagi untuk memikul puluhan kilo bawang merah tersebut. Sesekali mereka mengelap keringat yang mengalir deras di wajahnya. Beban berat yang dipikulnya kadang mencapai 40 kg.

Buruh angkut di pasar [ Image Source ]
Buruh angkut di pasar [ Image Source ]

Beban berat itu kadang tak dihiraukan meski sangat tertaih untuk menaiki anak tangga agar bisa diantar ke pemiliknya. Setelah barang diantar kepada pemiliknya, bapak atau ibu tersebut menerima upah. Terkadang upah yang diberikan hanya Rp.6000 bahkan tidak melebihi Rp 10000 untuk pekerjaan seberat itu. Sehari mereka hanya mendapat penghasilan sekitar 40 – 60 ribu. Terkadang juga terlihat mereka memijat punggung satu sama lain untuk menghilangkan pegal-pegal setelah mengangkat beban yang begitu berat.

2. Ibu-ibu yang harus merantau jadi TKW karena kebutuhan hidup yang begitu besar

Untuk memenuhi kebutuhan hidup yang begitu besar kadang tidak bisa dipikir dengan pikiran jernih. Orang akan melakukan apapun untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya, tidak peduli akan capek atau sampai-sampai harus bekerja di luar negeri untuk menjadi TKW. Terkadang, ibu-ibu yang memutuskan untuk menjadi TKW bisa di bilang menjadi pengorbanan terbesarnya karena tentu akan jauh dari keluarga, suami, orang tua dan anak tercintanya.

Ibu ibu yang harus merantau jadi tkw [ Image Source ]
Ibu ibu yang harus merantau jadi tkw [ Image Source ]

Yang mereka pikirkan adalah untuk mencari uang dan merubah nasib keluarga mereka. Keluarga yang penghasilannya pas-pasan, dengan suami yang berpenghasilan tidak tetap serta ingin mewujudkan cita-cita anak-anaknya adalah beberapa alasan ibu-ibu untuk merantau menjadi TKW.

3. Anak-anak penderita busung lapar

Busung lapar atau gizi buruk adalah sebuah fenomena penyakit di Indonesia yang bisa mengakibatkan kekurangan protein kronis pada anak-anak yang disebabkan oleh anak tidak cukup mendapat makanan bergizi, anak tidak dapat mendapat asuhan gizi yang memadai dan anak mungkin menderita infeksi penyakit. Dampak dari penyakit ini adalah tubuh anak semakin kurus, bahkan dapat menurunnya tingkat kecerdasan anak, rabun senja sampai kematian.

Anak penderita busung lapar [ Image Source ]
Anak penderita busung lapar [ Image Source ]

4. Anak yang kehilangan orangtuanya di masa remaja

Masa remaja merupakan masa dimana anak sangat dekat dengan orang tuanya. Dan masa ini adalah masa dimana orang tua harus selalu mengawasi anak tersebut. Tapi, bagaimana jika anak pada usia remaja kehilangan orang tuanya. Pasti sangat menyedihkan. Membicarakannya pasti merupakan hal yang sangat sensitive. Salah satu elemen yang paling menyedihkan dari anak yang kehilangan orang tuanya adalah kemampuan untuk mempertahankan kenangan jangka panjang. Selain itu, penelitian mengatakan bahwan kesedihan kehilangan orang tua bukan satu-satunya dampak yang ditinggalkan dari peristiwa tersebut.

Anak yang kehilangan orang tuanya [ Image Source ]
Anak yang kehilangan orang tuanya [ Image Source ]

Kehilangan orang tua untuk selama-lamanya pada saat usia remaja dapat berpengaruh pada kesuksesan anak itu di kemudian hari. Kenapa di usia remaja dikatan sebagai kehilangan yang paling menyedihkan, karena usia itu adalah usia yang paling tidak bisa mengerti. Jika kehilangan orang tua sewaktu kecil, anak kecil jelas belum terlalu mengerti akan hal itu. Dan jika kehilangan orang tua pada saat dewasa, maka lambat laun akan bisa menerima dengan ikhlas karena mengerti bahwa semua yang hidup pasti akan mati.

Itu tadi sekilas penderitaan mereka yang tidak bisa dibandingkan dengan galau karena putus cinta. Harusnya kita merasa bersyukur karena nasib kita bisa di bilang lebih baik daripada mereka. Kita tidak perlu merlakukan pekerjaan-pekerjaan yang bahkan kita tidak akan mampu melakukannya.
Dalam soal percintaan, galau sah-sah saja mengingat kita masih muda dan wajar merasakan hal itu. Tapi jika galau terus-terusan sehingga kita melakukan hal-hal yang negatif lebih baik dipikirin lagi karena masih banyak hal positif yang bisa dikerjakan. So guys.. masih mau galau terus-terusan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *