Sedang memuat HEBAT! Para Perempuan Ini Mempertaruhkan Nyawa Demi Bangsa

HEBAT! Para Perempuan Ini Mempertaruhkan Nyawa Demi Bangsa

Sebagai warga negara Indonesia, pernahkah kita merasa malu? Adakah rasa ingin pindah dan tinggal di negara lain? Jika pernah, harusnya kita tahu jika kemerdekaan yang saat ini kita nikmati adalah buah kerja keras para pahlawan. Kemerdekaan ini hanya sebuah warisan.

Dulu, tak hanya para pria yang berjuang di medan perang. Bahkan para perempuan pemberani pun juga maju di garis depan. Dan berikut adalah penjuang perempuan yang rela pertaruhkan nyawa demi masa depan bangsa.

Cut Nyak Dien

Istri dari Teuku Umar ini banyak memimpin pertempuran di tanah rencong. Belanda cukup kualahan menghadapi dua pahlawan yang merupakan suami istri itu. Sepeninggal suaminya, Cut Nyak Dien tetap meneruskan perjuangannya hingga tutup usia.

cerita-teuku-umar-melamar-cut-nyak-dhien
Cut Nyak Dien [ Image Source ]

Keberanian Cut Nyak Dien ternyata cukup populer. Sejarahnya masih dipelajari hingga kini. Bahkan, pada tahun 1988 rilis film bertajuk Cut Nyak Dien yang juga ditayangkan di festival film Cannas.

Nyi Ageng Serang

Merupakan perempuan yang aktif membantu Pangeran Diponegoro saat melawan Belanda. Pemilik nama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi ini mempimpin pasukan dari tandu. Selama bertahun-tahun, perempuan ini berani mempertaruhkan nyawa demi bangsa.

220px-Nyi_Ageng_Serang
Nyi Ageng Serang [ Image Source ]

Kata Serang di belakang namanya diambil dari nama desa terpencil. Namun, akhirnya Nyi Ageng mengundurkan diri dari pertempuran karena fisiknya yang menua. Ia menetap di Jogjakarta dan akhirnya meninggal di usia ke-76.

Opu Daeng Risadju

Seorang perempuan pemberani dari Sulawesi Selatan. Beliau terlahir di kalangan bangsawan. Meski demikian, Opu Daeng Risadju tidak mengecap pendidikan Barat. Pendidikan yang diterimanya hanya tentang budaya dan agama.

Opu Daeng Risaju
Opu Daeng Risaju [ Image Source ]
Beliau melakukan pemberontakan pada tentara NICA pada tahun 1946. Namun setelahnya ia berhasil ditangkap. Beliau disiksa hingga kehilangan pendengaran hingga akhir hayat.

Raden Ajeng Kartini

Nama Kartini sangat identik dengan perempuan. Tak heran, perjuangannya untuk emansipasi wanita memang sampai menarik perhatian Belanda. Salah satu yang masih dikenang hingga kini adalah bukunya yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

2102-WP-Kartini-by-Najwa
Raden Ajeng Kartini [ Image Source ]
Berkat Kartini, kaum perempuan bisa memiliki persamaan hak dengan laki-laki. Nama beliau pun menjadi inspirasi bagi W.R Soepratman dalam menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini. Salah satu lagu kebangsaan yang wajib dihapal.

Rangkayo Rasuna Said

Seorang pejuang asal Sumatera Barat. Beliau terlahir di kalangan bangsawan. Sama seperti Raden Ajeng Kartini, ia juga memperjuangkan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan.

103852495_135872751508
Hj. Rangkayo Rasuna Said [ Image Source ]
Beliau pernah menjadi anggota DPR-RIS. Dan pernah dipenjara oleh Belanda tahun 1932. Hal itu disebabkan oleh keberaniannya memprotes keadilan Pemerintah Hindia Belanda.

Makam para pahlawan yang menjadi saksi kemerdekaan yang sudah kita nikmati. Kaum perempuan, yang dikenal rapuh dan lemah nyatanya tetap bisa menjadi bagian dari proklamasi. Masihkah kamu tidak bersyukur?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *