Sedang memuat Perbedaan Perlakuan Pada Wisatawan Asing Dan Lokal Saat Berlibur Di Bali

Perbedaan Perlakuan Pada Wisatawan Asing Dan Lokal Saat Berlibur Di Bali

Bali merupakan salah satu tujuan wisata nomer satu di dunia. Bahkan orang-orang asing sering bertanya ‘Indonesia terletak disebalah mana Bali?’ padahal seharusya “Bali terletak di bagian mana Indonesia”. Ini merupakan suatu pembuktian bahwa bali sudah terkenal sampai keluar dunia. Tak hanya dunia, baru-baru ini penyelenggara survei menemukan 8 dari 20 orang Indonesia memilih untuk mengunjungi tempat wisata di dalam negri, dan Bali menduduki peringkat pertama sebagai destinasi wisata local yang paling sering dikunjungi, disusul oleh Bandung dan Yogyakarta.

Tapi dengan menjadikan Bali peringkat satu sebagai destinasi wisata local adalah kurang tepat jika Bali hanya focus menggarap pasar Internasional saja. Dan sangat sayang jika potensi besar ini sia-sia karena pramuwisata di Bali bersikap deskriminatif terhadap wisatawa local. Sudah banyak dikeluhkan mengenai deskriminatisi terhadap wisatawan lokasl ini. Sampai-sampai ada beberapa perbedaan perlakuan pada wisatawan asing dan lokal saat berlibur ke bali, berikut ulasannya.

1. Lama menunggu datangnya waitress/waiter

Disalah satu hotel bintang 3 di Bali, saat hendak makan malam seorang keluarga wisatawan lokal sudah menunggu hampir 20 menit dan tidak ada seorang pun waiter atau waitress yang datang menghampiri. Padahal saat itu jumlah mereka banyak. Mereka malah terlihat asik mengobrol sambil bercanda.

Lama menunggu [ Image Source ]
Lama menunggu [ Image Source ]

Sewaktu wisatawan asing masuk ke dalam restauran tersebut, para waiter/waitress tersebut berlomba-lomba untuk menghampiri wisatawan asing tersebut. Ini merupakan hal yang sangat tidak menyenangkan dan jelas sekali terlihat bahwa ada deskrimasi antara wisatawan local dengan wisatawan asing.

2. Penyajian makanan dan gesture tubuh

Memberikan menu kepada pelanggan wisatawan local sengat berbeda dengan menyajikan menu kepada wisatawan asing. Kepada wisatawan local waiter/waitress terlihat merenggut dengan bertanya akan pesan apa, setelah selesai memilih menu dan dengan tidak sopan waiter/waitress tersebut mengambil buku menu di meja tanpa bilang permisi terlebih dahulu. Dan ketika menyajikan makanan, terkesan seperti tidak niat mengantarkan dan bisa terbaca dengan jelas dari gesture yang mereka tunjukkan serta penyajian makanannya pun tidak rapi.

Penyajian makanan [ Image Source ]
Penyajian makanan [ Image Source ]

Entah disadari atau tidak, sengaja atau tidak kesan itulah yang wisatawan local rasakan. Sangat berbeda dengan penyajian kepada wisatawan asing yang dengan sopan mengambil buku menu dimeja dan mengantarkan dengan senyum, gesit dan begitu focus.

3. Rent Car

Banyak wisatawan local yang ingin menikmati pengalaman berwisata dengan mengendarai mobil sendiri. Terlebih biaya sewa mobil di bali jauh lebih murah di bandingkan dengan Jakarta dan Surabaya. Sayangnya rent car di Bali sangat tidak menyenangkan. Mereka hanya mau menyewakan mobilnya untuk wisatawan asing.

Rent car [ Image Source ]
Rent car [ Image Source ]

4. Tidak melakukan komunikasi dengan baik

Di salah satu beach club Bali, pengunjung yang merupakan wisatawan local merasa sangat dikecawakan dengan pelayanan yang ada di sana. Tedapat dua area di beach club tersebut, nasional dan internasional. Karena merupakan wisatawan local, pengunjung di halangi untuk duduk di area internasional. Pelayanan disana disebutkan bahwa area internasional sudah full booked. Salah memberikan informasi tentang menu juga dirasakan oleh wisatawan local, pengujung hanya diperbolehkan untuk memesan satu jenis menu padahal wisatawan asing memesan lebih dari tiga jenis menu.

Tidak melakukan komunikasi dengan baik [ Image Source ]
Tidak melakukan komunikasi dengan baik [ Image Source ]

Dan yang paling fatal, pelayan memberikan tempat duduk yang pengunjung tempati kepada orang yang booking dan berkata bohong bahwa ada batasan waktu untuk berkunjung ke beach club tersebut. Ini jelas kelihatan mendeskriminasi karena wisatawan asing seberang sudah jauh lebih lama diam di mejanya dan tidak ada satupun pelayan yang menghampiri mereka untuk mengatakan bahwa ada batasan waktu untuk berkunjung.

Sangat disayangkan jika menjadi turis di negara sendiri tidak dihargai. Baik wisatawan asing maupun wisatawan local merupakan pelanggan yang sama-sama datang ke Bali untuk menikmati kenyamanan dan untuk itulah mereka rela membayar pakai uang. Sehingga sudah sewajarkan mereka disugukan dengan pelayanan yang baik. Tak perlu berlebihan dalam membuat pelanggan merasa puas, senyum artifisal sekedar untuk memenuhi standar ramah, apalagi sampai bungkung samasekali tidak perlu.

Well, itu tadi ulasan singkat perbedaan wisatawan asing dan wisatawan local yang berkunjung ke Bali. Semoga bisa bermanfaat dan bisa memberi pelajaran bagi yang membaca, terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *