Sedang memuat Ini Lho Yang Bisa Menjadi Penyebab Kenapa Penyakit Justru Tambah Parah Sehabis Dirawat Dirumah Sakit.

Ini Lho Yang Bisa Menjadi Penyebab Kenapa Penyakit Justru Tambah Parah Sehabis Dirawat Dirumah Sakit.

Di rawat Inap Malah Tambah Sakit ?

Sehat adalah harta yang paling berharga. Tidak banyak orang yang menyadarinya. Mereka sebagian besar terus menerus mengeluh tentang berbagai macam hal yang tidak dimiliki. Namun mereka lupa pada nikmat sehat yang telah dianugerahkan. Ketika suatu waktu terserang penyakit, mereka baru sadar bahwa untuk sekedar sehat saja dibutuhkan biaya yang banyak. usaha agar sehat ini ditempuh orang dengan berbagai macam cara. salah satunya adalah dengan membiasakan gaya hidup sehat di dalam kehidupan sehari harinya. Namun ada juga yang sadar pentingnya hidup sehat ketika dia sudah terserang penyakit.

Ini Lho Yang Bisa Menjadi Penyebab Kenapa Penyakit Justru Tambah Parah Sehabis Dirawat Dirumah Sakit.
Ini Lho Yang Bisa Menjadi Penyebab Kenapa Penyakit Justru Tambah Parah Sehabis Dirawat Di rumah Sakit. image [source]

Salah satu cara agar kembali sehat pada orang yang sudah terkena penyakit adalah dengan berobat ke rumah sakit. Tak jarang ketika penyakit yang mereka derita sudah parah, mereka harus menjalani perawatan intensif. Orang tersebut harus menjalani rawat inap agar bisa kembali sehat. Sebagian besar pasien memang sembuh setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Tidak sedikit pula yang penyakitnya bertambah parah setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Bahkan ada beberapa pasien yang masalah kesehatannya justru bertambah setelah rawat inap di sebuah rumah sakit. Penyebabnya, rumah sakit tidak terlepas dari kesalahan. Orang-orang yang bekerja di rumah sakit juga manusia biasa. Kadang petugas rumah sakit ini melakukan kesalahan. Berikut ini beberapa alasan yang menjadi penyebab, masalah kesehatanmu bertambah parah setelah menjalani rawat inap dirumah sakit. Simak informasinya ya, supaya kamu bisa melakukan langkah pencegahan.

1. Sindrom Pasca Rawat Inap.

Sindrom pasca rawat inap ini pertama kali dicetuskan oleh seorang doktor di sekolah farmasi Yale. Selama kurun waktu 30 hari setelah keluar dari rumah sakit, biasanya pasient rentan sakit lagi. Penyebab tingginya resiko sakit pada pasien dalam waktu 30 hari setelah perawatan ini bisa bervariasi. Salah satunya adalah serangan infeksi kuman yang diterima ketika masih dirawat di rumah sakit. Bakteri biasanya perlu waktu untuk berinkubasi di tubuh penderitanya. Ketika keluar dari rumah sakit, gejala belum nampak. Namun beberapa hari setelah sampai rumah, gejala infeksi tersebut mulai muncul sehingga pasien harus kembali dirawat di rumah sakit.

Sindrom Pasca Rawat Inap.
Sindrom Pasca Rawat Inap. image [source]

Penyebab lain yang menjadi alasan munculnya sindrom pasca rawat inap ini adalah terganggunya pola tidur waktu selama dirawat, kekurangan nutrisi tertentu serta menurunnya sistem pertahanan tubuh. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Harlan Krumholz dari Yale tersebut menunjukkan bahwa 20 persen pasien rawat inap kembali masuk rumah sakit dalam kurun waktu 30 hari setelah mereka dibolehkan pulang. Jadi sebelum pulang dari rumah sakit, pastikan kamu atau anggota keluargamu benar benar sehat ya.

2. Tambah Sakit Karena Salah Menu Makanan.

Ketika seorang pasien masuk rumah sakit untuk menjalani rawat inap, maka biasanya akan dilakukan beberapa test. Uji darah di laboratorium biasanya dilakukan untuk mengetahui kadar hemoglobin, leukosit serta ada tidaknya infeksi bakteri ditubuh pasien. Antibiotik dalam dosis kecil biasanya juga disuntikkan di bawah kulit untuk mengetahui apakah orang tersebut alergi atau tidak terhadap antibiotik yang akan dipakai dalam pengobatan. Yang jarang di tes adalah alergi terhadap makanan tertentu. Alergi makanan memang tidak bisa disepelekan. ketika kandungan makanan dalam menu yang disiapkan oleh rumah sakit membuat pasien alergi, maka langkah pengobatan pun bisa menjadi lebih rumah.

Tambah Sakit Karena Salah Menu Makanan.
Tambah Sakit Karena Salah Menu Makanan. image [source]

Kasus salah menu makanan ini sering terjadi di rumah sakit. Pada penelitian yang dilakukan di lakukan oleh badan keamanan pasien Pensylvania menunjukkan fakta tersebut. Selama kurun waktu 2009 hingga 2014, staf yang menyediakan menu makanan di rumah sakit setempat melakukan 285 kali kesalahan pemilihan menu. 181 kasus diantaranya terkait dengan alergi makanan pada pasien. Para petugas di rumah sakit tersebut kurang cermat dalam membuat catatan terkait pasien yang alergi terhadap makanan tertentu.Dari 285 kali kasus salah menu makanan tersebut 8 diantaranya menyebabkan si pasien mengalami kondisi sakit serius dan harus berpindah ke ruang ICU. Salah satu kasusnya, seorang pasien yang alergi terhadap makanan laut, diberi menu yang mengandung ikan laut. Akibatnya beberapa dosis epinefrin harus diberikan kepada pasien beserta obat intravena lain.

3. Kekurangan Nutrisi Akibat Tidak Boleh Makan Sebelum Dan Sesudah Operasi.

Sebelum menjalani operasi, biasanya si pasien diminta untuk berpuasa. Lama waktu berpuasa biasanya sekitar 8 jam sesudah dan sebelum operasi. Namun karena jadwal operasi kadang molor, waktu puasa si pasien pun bisa lebih lama juga. Salah satu alasan mengapa pasien harus puasa ini adalah agar sistem pencernaannya tidak menimbulkan masalah saat dilakukan prosedur operasi. Saat pasien di bius total, kemudian ada makanan di lambung, maka katup lambung tidak bisa mencegah makanan bergerak balik ke atas. Muntahan makanan ini beresiko menghambat saluran nafas. Untuk itulah pasien dianjurkan untuk puasa.

Kekurangan Nutrisi Akibat Tidak Boleh Makan Sebelum Dan Sesudah Operasi.
Kekurangan Nutrisi Akibat Tidak Boleh Makan Sebelum Dan Sesudah Operasi. image [source]

Namun dalam sebuah artikel yang dimuat di Jurnal BMJ, sekelompok doktor dari rumah sakit Johnhopkins berpendapat bahwa puasa sebelum dan seseudah operasi sebenarnya kurang diperlukan dan malah justru bisa bahaya.kekurangan nutrisi yang diakibatkan karena puasa sebelum dan sesudah operasi ini bisa memicu terjadinya peradangan, lemah otot dan kerusakan organ dalam. Setengan dari jumlah pasien yang menjalani diet puasa sebelum operasi mengalami kekurangan nutrisi ini. menurut salah seorang penulis dari artikel tersebut makan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi 2 jam sebelum operasi masih aman. Bahkan Dr. Martin ini juga menyarankan supaya pasien di perbolehkan makan makanan lain selain yang disajikan oleh rumah sakit.

4. Sakit Bertambah Parah Karena Infeksi Baru.

Infeksi bisa disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus. Ketiga macam mahkluk munggil dan jahat ini punya beribu-ribu cara untuk masuk kedalam tubuh kita. peralatan medis yang kurang steril, sayatan bekas operasi yang salah serta kekeliruan dalam penggunaan antibiotik dapat terjadi kapan saja ketika pasien dirawat di rumah sakit. di tahun 2011 saja, badan pencegahan dan pengendalian penyakit Amerika Serikat mencatat 650.000 pasien terjangkit penyakit yang disebabkan oleh bakteri, jamur dan virus baru selama mereka mendapatkan perawatan dirumah sakit. bahkan infeksi baru ini terjadi juga di rumah sakit-rumah sakit papan atas seperti rumah sakit Johns Hopkins dan rumah sakit Ronald Reagent UCLA.

Sakit Bertambah Parah Karena Infeksi Baru.
Sakit Bertambah Parah Karena Infeksi Baru. image [source]

Sayangnya penanganan lanjutan akibat infeksi ketika dirawat ini seringkali tidak diinformasikan kepada pasien. Dalam tagihan, rincian untuk pembelian obat akibat infeksi sampingan di samarkan dengan rincian pengobatan yang lain. diduga penyamaran biaya tindakan akibat infeksi sampingan ini disamarkan untuk menghindarkan mereka dari sangsi tidak dibayarkannya subsidi dari pemerintah. Jika dalam setiap laporan penanganan pasien, infeksi infeksi sampingan ketika dirawat di rumah sakit ini di sertakan, mungkin tindakan pencegahan bisa dilakukan.

5. Eror Dan Tidak Berfungsinya Peralatan Tertentu.

Setiap alat yang ada di rumah sakit sudah dirancang sedemikian rupa sehinga pasien nyaman dan bibit penyakit tidak mudah menyebar. Berfungsi normalnya alat alat dirumah sakit juga penting karena kondisi pasien tidak bisa di tebak dan sewaktu waktu bisa masuk ke dalam keadaan gawat darurat. Apa jadinya jika pasien sedang memerlukan tindakan darurat dan alat yang diperlukan tidak bekerja? Tentu kondisi si pasien akan bertambah parah bukan? Bahkan AC yang tidak berfungsi pun punya pengaruh besar lho di sebuah rumah sakit.

Eror Dan Tidak Berfungsinya Peralatan Tertentu.
Eror Dan Tidak Berfungsinya Peralatan Tertentu.image [source]

Ketika AC berfungsi dengan baik, maka dokter dan tenaga medis lainnya akan nyaman saat melakukan operasi. Begitu juga dengan pasien. Dalam tinakan operasi, terkadang pasien masih sadar. Ketika pasien sadar dan ruangan operasi tidak dingin, maka ia bisa merasa kurang nyaman. Kurang nyaman tapi tidak berdaya karena bagian tubuh lainnya sedang menjalani prosedur operasi. Rumah sakit juga sering kekurangan alat. Misalnya saja yang dialami oleh rumah sakit Princess Margaret di Jamaica. Meskipun menjadi rumah sakit andalan mereka masih perlu beberapa alat seperti alat analisis hematologi, AC di beberapa ruangan yang baru di bangun serta peralatan rumah sakit dasar lainnya. Tanpa keberadaan alat analisis hematologi, sample darah pasien tidak bisa diuji dengan cepat.

Ketika dirawat di rumah sakit, pasti sembuh adalah harapan semua orang. oleh karena itu, kita berhak untuk mendapatkan pelayanan terbaik dari rumah sakit tersebut. Jika ada sesuatu yang aneh kita hendaknya menanyakan langsung kepada petugas yang sedang berjaga. Kita juga bisa meminta rincian dari tindakan medis yang telah kita terima. Yang harus disadari, tenaga medis juga manusia. Wajar bagi mereka jika melakukan kesalahan. Sebagai pasien kita harus memastikan bahwa tidak ada kesalahan fatal yang menimpa kita selama di rumah sakit. semoga saja kita selalu ada dalam keadaan sehat sehingga tidak perlu dirawat di rumah sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *