Sedang memuat Fakta Tentang Perompak Somalia Serta 4 WNI Yang Baru Saja Dibebaskan

Fakta Tentang Perompak Somalia Serta 4 WNI Yang Baru Saja Dibebaskan

Kejam, namun awalnya niat perompak somalia ini baik

22 Oktober 2016 kemarin 4 warga negara Indonesia beserta 22 warga negara Filipina, Cina, Kamboja dan Taiwan dibebaskan oleh perompak Somalia. Kabar ini tentu menggembirakan bagi kita serta keluarga dari ABK yang dibebaskan tersebut. Namun yang mengherankan, dijaman yang sudah moderen seperti sekarang ini kenapa ya masih saja ada perompakan. Bukankah tiap negara punya angkatan laut sendiri-sendiri serta kapal perang yang cukup canggih. Bagaimana bisa orang-orang sipil bersenjata tersebut mampu mengejar dan merompak kapal-kapal pencari ikan modern yang sudah canggih.

Perompak Somalia Beraksi
Perompak Somalia Beraksi. image [source]

Bukan hanya di film Peterpan, bukan juga di filemnya captain Jack Sparrow. Para bajak laut yang dikenal dengan perompak Somalia ini bernar benar ada dan sampai sekarang masih aktif mengincar setiap kapal ikan yang memasuki wilayah mereka. Mereka menjadi momok para pelaut dan anak buah kapal. Tak peduli dari negara mana, setiap kapal yang lewat akan di incar, di rompak di rampas hartanya dan lebih parah lagi, awak kapalnya juga akan di sandera. Kalau disandera selama 1 hari dua hari sih tidak masalah, namun perumpak Somalia ini memiliki kesabaran yang tinggi. Mereka mampu dan mau menahan sandera mereka hingga bertahun tahun lamanya. Berikut ini fakta-fakta mengenai perompak Somalia serta sandra-sandra mereka.

1. 4 warga negara Indonesia tawanan perompak Somalia, memakan tikus untuk bertahan.

Hari naas tersebut terjadi pada 26 Maret 2012. 5 Wni bersama 24 warga negara Asia lain menjadi kru kapal penangkap ikan Naham 3. Mereka dicegat oleh para perompak Somalia ketika sedang berlayar menangkap ikan di perairan Seychelles samudra Indonesia. pada peristiwa perompakan tersebut, nahkoda kapal tewas. Setahun kemudiankapal naham 3 ditemukan tenggelam dan para anak buah kapal di bawa ke Somalia.

4 warga negara Indonesia tawanan perompak Somalia, memakan tikus untuk bertahan.
4 warga negara Indonesia tawanan perompak Somalia, memakan tikus untuk bertahan. image [source]

Total Abk kapal Naham 3 yang disandra oleh perompak Somalia berjumlah 28. 25 asal indonesia dan sisanya asal Filipina, Taiwan, Cina Vietnam dan Kamboja. Ada 1 Abk asal Indonesia yang mengalami sakit dan meninggal saat dalam penyandraan. ABK tersebut bernama Nasirin asal Cirebon. Mereka telah menjadi sandra perompak Somalia selama 4.5 tahun. Selama dalam penyandraan tersebut, kondisi mereka seperti mayat hidup. Mereka hanya diberi sedikit air untuk minum dan terpaksa memakan tikus untuk bertahan hidup. Mereka dibebaskan setelah uang tebusan dipenuhi. Setalah dibebaskan mereka di pulangkan ke negaranya masing masing.

2. Para Perompak Telah Bertahan Selama 15 Tahun.

Dulunya mereka adalah para nelayan biasa. Namun pemerintahan mereka kolap, perairan tempat mereka mencari makan tidak ada yang melindungi. Kapal kapal asing dari negara lain leluasa mencuri ikan di perairan mereka. Para nelayan miskin biasa ini kemudian tergerak hatinya untuk melindungi perairan mereka sendiri. Mereka mulai mempersenjatai diri, mengejar kapal-kapal asing dan menarik biaya masuk.

Para Perompak Telah Bertahan Selama 15 Tahun.
Para Perompak Telah Bertahan Selama 15 Tahun. image [source]

Kapal-kapal asing yang mau membayar, mereka ijinkan untuk mencari ikan di perairan tersebut, kapal yang menolak membayar, mereka paksa dan ancam dengan senjata. Tak jarang kapal-kapal yang menolak untuk membayar tersebut mereka tawan dan dimintai tebusan dari perusahaan pengelolanya untuk membayar. Perusahaan pengelola yang menangkap ikan di perairan ilegal tentu tidak mau ribut-ribut dan segera membayar. Pada awalnya uang tebusan yang diminta oleh para perompak Somalia ini kecil jumlahnya. Kemudian mereka sadar bahwa ketika negara terlibat, para perompak Somalia ini bisa meminta tebusan dalam jumlah yang jauh lebih besar. Dari negri mereka di afrika, para perompak Somalia inipun berpindah ke perairan yang lenih strategis. Perairan yang menghubungkan jalur asia ke eropa.

3. Para Perompak Merasa Diri Mereka Tidak Jahat

Mereka mulai memegang senjata ketika pemerintahan yang menaungi mereka-Mogadishu tumbang pada tahun 1991. Karena pemerintahan tumbang, kapal-kapal pencari ikan dari negara tetangga mulai melakukan pencurian ikan di perairan Somalia secara membabi-buta. Para nelayan lokal yang marah kemudian memegang senjata, memerangi para pencuri ikan ini dan mengusir mereka atau menarik biaya. Para nelayan lokal bersenjata tersebut kemudian bersatu dan membentu kelompk yang dinamakan penjaga perairan Somalia.

Para Perompak Merasa Diri Mereka Tidak Jahat
Para Perompak Merasa Diri Mereka Tidak Jahat. image [source]

Namun selain nelayan yang penjaga perairan ini, di Somalia ada juga kelompok lain yang melakukan perompakan pada kapal PBB yang membawa bantuan makanan. alasan mereka merampok kapal PBB tersebut adalah untuk menghindarkan bantuan makanan dirampok oleh penjahat-penjahat lain di daratan Somalia. Niat awal mereka mendirikan kelompok nelayan bersenjata ini memang baik, namun ketika menyadari bahwa mereka bisa mendapatkan uang dalam jumlah banyak niat mereka jadi berubah. Mereka tidak lagi merompak untuk melindungi perairan Somalia, mereka merompak murni untuk uang.

4. Perompakan Merupakan Bisnis Yang Mengiurkan Di Somalia.

Pada awal munculnya perompak Somalia, jumlah uang tebusan yang diminta para perompak relatif kecil. Kemudian mereka sadar, jika bisa meminta uang tebusan pada negara asal sandera mereka bisa mendapatkan uang lebih banyak. oleh karena itulah mereka lantas memeinta uang lebih banyak dan memaksa negara asal sandera membayar tebusan tersebut. Penghasilan tahunan dari bos-bos para perompak ini bisa mencapai lebih dari $150 juta dolar amerika tiap tahunnya.

Perompakan Merupakan Bisnis Yang Mengiurkan Di Somalia.
Perompakan Merupakan Bisnis Yang Mengiurkan Di Somalia. image [source]

Dengan uang sebanyak itu para bos perompak Somalia menginvestasikan uang mereka untuk membeli properti-properti di luar negeri. Mereka membeli hotel, apartemen serta komdominium. Beberapa negara yang disinyalir menjadi tempat mengalirnya uang hasil rompakan ini antara lain: Mombasa dan Kenya. Tak jarang untuk menutupi asal usul dari uang yang dipakai untuk membeli properti tersebut mereka menyogok para petugas pajak di negeri asing tersebut.

5. Menjadi Perompak Itu Mudah.

Martyn Murphy, seorang ahli bajak laut dari Pusat Kajian Kebijakan Maritim Corbet menjelaskan bahwa modal untuk menjadi bajak laut hanyalah senjata, tangga aluminium untuk mengukur besarnya kaapal dan kapal bermotor. Setelah memiliki semua barang tersebut para bajak laut hanya perlu duduk manis danmenunggu kapal komersial lewat. Ketika kapal komersial lewat mereka hanya perlu mengejar kapal tersebut. Naik keatasnya dan menodongkan pistol.

Menjadi Perompak Itu Mudah.
Menjadi Perompak Itu Mudah.image [source]

Perompakan kapal komersial menjadi mudah karena semua negara tidak mengijinkan kapal yang melewati perairan mereka sembari membawa senjata. Dengan aturan ini para perompak tidak perlu takut akan ditembak balik oleh mangsanya. Satu-satunya yang menjadi kendala saat merompak kapal adalah kecepatan kapal yang menjadi incaran. Namun karena pada umumnya kapal komersial tidak dirancang untuk melaju cepat, para perompak Somalia terdak pernah mengalami kesulitan. Kapal kapal yang dipakai oleh para perompak pada umumnya masih berteknologi rendah. Hanya sedikit yang telah dilengkapi dengan GPS dan senapan mesin.

6. Para Perompak Somalia, Tak Tersentuh Hukum.

Wilayah Somalia yang terus menerus kacau membuat para perompak ini tidak tersentuh hukum. Meskipun perilaku merompak, merampas dan menculik orang itu salah namun jika tidak ada pemerintahan yang mengatur suatu negara maka hukumpun tidak bisa di jalankan. Inilah celah yang dimanfaatkan oleh para perompak so9malia. Mereka beroperasi di wilayah yang pemerintahnya disibukkan diri oleh perang saudara.

Para Perompak Somalia, Tak Tersentuh Hukum.
Para Perompak Somalia, Tak Tersentuh Hukum. image [source]

Beberapa negara memang sering menjalin kerjasama untuk menangani perompakan ini. Namun ketika berhasil menangkap perompak pun, mereka tidak punya kewenangan untuk menghukum para perompak tersebut. Yang sering ditemui jika angkatan laur suatu negara berhasil menangkap perompak adalah melucuti persenjataan perompak dan melepas mereka di pantai terdekat. Setelah lepas, mereka pun akan kembali menjadi perompak lagi. Angkatan laut as pun pernah berhasil menangkap kelompok perompak. Ketika diserahkan ke wilayah mombasa, pengadilan setempat membebaskan para perompak tersebut akibat adanya lobiplobi yang kuat dari bos perompak yang punya banyak uang di wilayah tersebut.

7. Para Perompak Jarang Membunuh Sanderanya

Meskipun sering melakukan pembajakan kapal, dan menahan sandera selama bertahun tahun, tabu bagi pera perompak ini untuk membunuh kru kapal yang mereka bajak. Penyebabnya mereka berpikir bahwa sandera-sandera tersebut akan lebih berharga jika dalam keadaan hidup. Saat sandera hidup, mereka bisa mengajukan tebusan pada negara tempat sandera berasal. Jika mati tentu mereka tak bisa meminta tebusan. Alasan lainnya jika para perompak Somalia tersebut membabi buta membunuh sanderanya, ada kemungkinan negara asal sandera akan melakukan serangan balik dan menggempur habis-habisan. Oleh karena itulah sebisa mungkin mereka menjaga sanderanya hidup.

Para Perompak Jarang Membunuh Sanderanya
Para Perompak Jarang Membunuh Sanderanya. image [source]

Karena membiarkan sanderanya hidup ini, patroli militer dari negara lain justru mengalami kesulitan dalam membasmi para perompak. Pernah suatu kali patroli laut india menyerang perompak Somalia habis-habisan dan menghancurkan kapal perompak. Termyata di dala kapal yang dihancurkan tersebut ada banyak tawanan dari taiwan. Hasilnya banyak nyawa yang melayang diakibatkan penyerangan pada perompak tersebut. Karena itu patroli militer dari negara lain kebanyakan Cuma memantau saja. Setalah terjadi pembajakan kapal oleh perompak, patroli militer tersebut jarang ada yang berani mengambil ali kapal dari perompak. Mereka khawatir, banyak nyawa justru melayang pada proses pembebasan kapal yang di bajak tersebut. Pembebasan sandra biasanya lewat jalur diplomasi.

8. Para Perompak Ini Mempunyai Orang Dalam.

Laut kan luas, seharusnnya akan sangat sulit bagi perompak untuk mencegat setiap kapal komersial yang menjadi incaran. Apalagi mengingat peralatan yang dipakao para perompak tersebut masih tergolong sederhana, tanoa radar dan tanpa Gps. Namun faktanya para perampok tersebut menunggu di tempat dan waktu yang tepat dimana kapal komersial akan lewat.

Para Perompak Ini Mempunyai Orang Dalam.
Para Perompak Ini Mempunyai Orang Dalam..image [source]

Kenyataan ini mengindikasikan bahwa mereka punya channel di dunia pelayaran. Ketika kapal penagkap ikan mau memasuki wilayah negara tertentu, biasanya mereka akan mendaftarkan diri ke pelabuhan. Mereka menyetor data lengkap kapal, jumlah kru beserta muatan. Orang orang di pelabuhan inilah yang akan menjual info ono ke para perompak. Dengan begitu perompak tidak perlu berkeliaran untuk mencari mangsa. Mereka bisa berada di waktu dan tempat yang tepat sesuai info yang diberikan oleh orang dalam dunia pelayaran.

Itulah beberapa fakta tentang para perompak Somalia serta sandera mereka. Cukup ngeri ya. Kita diakan saja semoga pemerintahan Somalia segera solid dan dapat menjaga perairan mereka. Dengan begitu tak ada lagi para perompak yang berkeliaran. Karena bisa jadi cepat atau lampat warga negara kita menjadi korban penyandraan perompak Somalia lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *