5 Faktor Kenapa Sarjana Muda Susah Cari Kerja, Kamu Termasuk?

Saat masa kuliah selesai, setelah mengalami jatuh bangun berkali-kali, akhirnya sampai juga pada penghujung dimana para sarjana muda menemukan dunia baru. Banyak orang mengatakan jika dunia baru yang tak lain adalah dunia kerja merupakan dunia yang lebih kejam. Banyak juga yang mengatakan ‘selamat datang di dunia yang sesungguhnya’.

Dunia yang dimana kita akan mengalami jatuh bangun secara kuadrat dibanding saat kuliah dulu karena dunia kerja akan menemui berbagai penolakan yang akan lebih menyakitkan. Mental yang akan diuji, bertahan dan berjuang atau menyerah dan berarti kalah. Hal-hal yang biasanya di takutkan oleh para sarjana muda adalah ‘kerja apa aku nanti? Bagaimana jika aku gagal?’. Padahal sejatinya, setiap orang pasti akan menemukan jalannya masing-masing. Jika kamu adalah seorang sarjana muda lalu merasakan sulit sekali mencari kerja, mungkin ini beberapa faktornya.

1. Kaku dan Tidak Mau Kompromi

Sebelum kamu akan melamar pekerjaan, hindarilah sikap kaku dan tidak mau kompromi. Percayalah pada dirimu sendiri dan tetap bisa menerima pendapat orang lain. Sikap kaku akan membuatmu tidak percaya diri saat akan melamar pekerjaan.

Kaku dan tidak mau kompromi [ Image Source ]
Kaku dan tidak mau kompromi [ Image Source ]

Begitu juga dengan tidak mau kompromi. Berpegang teguh pada diri sendiri memang sangat bagus, tapi akan lebih bagus untuk bisa menerima pendapat orang lain. Kamu bisa memperbaiki dirimu jika kamu bisa mendengarkan orang lain dan otomatis kamu akan merasa percaya diri.

2. Pilih-pilih Pekerjaan

Jika kamu adalah seorang sarjana muda yang baru saja mengalami transisi kehidupan, maka yang terpenting bagimu adalah mencari pengalaman. Jarang sekali terjadi dalam sejarah seorang sarjana muda langsung menduduki posisi manager, kecuali perusahaan itu adalah milik orang tuamu atau keluargamu. Pengalaman adalah harga mati untuk kamu bisa meraih posisi yang lebih tinggi.

Pilih-pilih pekerjaan [ Image Source ]
Pilih-pilih pekerjaan [ Image Source ]

Singkirkan gengsimu. Jangan memilih-milih pekerjaan. Jika kamu sudah lelah ditolak dengan perusahaan yang sudah ternama, bergabunglah dengan perusahaan yang kecil tapi berkembang. Kesempatanmu untuk membuktikan siapa dirimu akan terbuka lebar. Tentu kamu bisa jadikan itu sebagai pengalamanmu saat kamu bergabung dengan perusahaan besar.

3. Tidak Mau Upgrade Skill

Jika kamu adalah seprang lulusan akutansi, bukan berarti hal yang harus kamu pelajari terus-terusan adalah mengenai akutansi. Begitu banyak orang yang mau belajar hal lain atau meng-upgrade skill mereka. Jika kamu tetap untuk menutup diri tidak mengupgrade skillmu, kamu akan tertinggal jauh di belakang mereka yang mau belajar banyak hal.

Tidak mau upgrade skill [ Image Source ]
Tidak mau upgrade skill [ Image Source ]

Upgrade skillmu misalnya kamu juga mau belajar kemampuan menjual, kemampuan membangun hubungan, kemampuan berkomunikasi, dan lain-lain. Kemampuan menjual bukan berarti ditujukan untuk sales aja, tapi juga untuk setiaporang yang ingin meningkatkan karir. Begitu juga yang lainnya. Belajarlah banyak hal. Maka kamu akan mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan.

4. Terpatok pada Gaji Besar

Tidak pernah berpuas diri, itulah sifat manusia yang bisa menjadi racun untuk menghancurkan diri sendiri. Hal itu memang bagus untuk kamu bisa memperbaiki kulaitas hidup. Tapi tidak untuk terus merasa kurang. Jika kamu iri dengan orang-orang yang bergaji besar, pikirlah bahwa dulu dirinya juga pernah merasakan gaji yang kecil.

Berpatok pada gaji besar [ Image Source ]
Berpatok pada gaji besar [ Image Source ]

Tidak ada orang yang langsung melesat. Bahkan orang-orang yang kamu irikan karena mempunyai gaji besar dulunya adalah seorang yang pekerja keras dengan pulang larut malam, pekerjaan yang bejibun sehingga sekarang dia bisa menikmatinya. Janganlah berpatokan pada gaji yang besar.

5. Tidak Mau Berusaha Keras

Jika belum berjodoh dengan perusahaan yang kamu inginkan, maka kamu perlu mawas diri. Mental sekuat baja sangat diperlukan untuk menghadapi dunia kerja. Pesismis adalah satu-satuya hal yang harus kamu buang dari pikiranmu. Berusahalah lebih keras untuk mencari dan mencoba pekerjaan yang layak untuk dirimu. Berusaha keraslah untuk tidak berandai-andai tentang kegagalan yang akan menimpamu. Berprasangka baik dan optimis bahwa kamu yakin bisa akan membuatmu berhasil.

Tidak mau berusaha keras [ Image Source ]
Tidak mau berusaha keras [ Image Source ]

Kamu pasti akan kaget saat kamu ditolak berkali-kali oleh perusahaan yang kamu inginkan. Melalui masa pahit akan memberimu dua pilihan. Membentukmu menjadi pemenang atau membuatmu menjadi seorang pecundang. Cobalah selama kamu masih diberi kesempatan untuk mencoba. Jangan lelah. Berusahalah.

Well guys, itu tadi factor-faktor kenapa sarjana muda susah untuk mendapat pekerjaan. Mulai saat ini jika kamu adalah sarjana muda yang belum juga mendapatkan pekerjaan, hilangkan kebiasaan hal-hal di atas. Semoga beruntung dan bermanfaat yaa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *