Strategi Konyol Namun Brilian Yang Diterapkan Para Penglima Perang Cina Jaman Dahulu Yang Membuat Lawan Lawannya Mati Kutu.

Demi Meraih Kemenangan, Cara Konyol Pun Dipakai

Pernah dengar kan keberadaan buku yang berjudul the art of war karya Tsunzu. Boleh dibilang buku ini merupakan buku yang berisi tentang strategi perang tertua dan terbaik dikarang oleh orang cina. Dibuat pada tahun 400-320 sebelum masehi, buku The Art Of War ini telah tersebar di berbagai negara dan diterapkan diberbagai strategi perang modern. Tersebarnya buku The Art Of War karya Tsunzu ini membuktikan bahwa bagi orang cina strategi perang itu merupakan bentuk seni. Selain dipakai oleh jendral jendral perang cina, buju ini juga di pakai oleh para panglina Jepang sejak tahun 716 masehi. Masuk ke Eropa diperkenalkan oleh Jesuit Jean Joseph pada tahun 1772. Oleh kapten Everard Calthrop buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Bahkan Napoleon Bonaparte dari perancis dan jendral Douglas MacArtur juga menerapkan strategi perang yang ada di buku ini.

Strategi Konyol Namun Brilian Yang Diterapkan Para Penglima Perang Cina Jaman Dahulu Yang Membuat Lawan Lawannya Mati Kutu.
Strategi Konyol Namun Brilian Yang Diterapkan Para Penglima Perang Cina Jaman Dahulu Yang Membuat Lawan Lawannya Mati Kutu. Image [Source]

Kaisar dan jendral perang cina memang terkenal jenius dalam strategi perangnya. Mereka pandai sekali mengelabuhi lawan lawannya. Mereka mampu mengubah keadan terpojok menjadi sebuah kemenangan yang brilian. Meskipun kalah jumlah dan kalah pengalaman berperang mereka menggunakan teknik teknik tipu daya yang tidak pernah terpikirkan oleh pihak lain. Beberapa teknik tipu daya tersebutmungkin terdengar konyol. Namun sekonyol apapun cara tersebut, jika terbukti berhasil, maka cara tersebut tergolong jenius. Inilah beberapa strategi perang plus tipu daya paling cerdas yang pernah di pakai oleh kaisar kaisar cina dalam mengalahkan musuhnya.

1. Mengirim 2 Penari Erotis Untuk Mengganggu Konsentrasi Pasukan Penunggang Kuda Musuh

Peristiwa ini terjadi di thun 623 Masehi. Kala itu jendral Chai Shao dari kekaisaran Dinasti Tang menyadari bahwa pasukan berkuda dengan jumlah besar sedang bergerak dari atas bukit yang mengelilingi kerajaan. Panglima perang yang satu ini tahu bahwa pasukannya kalah jumlah dan kalah pengalaman perang jika berhadap hadapan langsung secara adil dengan pasukan penyerang. Alih alih mengirimkan prajurit prajurit terbaiknya ke garis depan medan perang, Chai Shao mngirimkan 2 penari erotis. Ketika sampai di depan pasukan musuh yang siap menyerbu, ke dua wanita ini pun mulai mempertontonkan tarian erotis mereka.

Mengirim 2 Penari Erotis Untuk Mengganggu Konsentrasi Pasukan Penunggang Kuda Musuh
Mengirim 2 Penari Erotis Untuk Mengganggu Konsentrasi Pasukan Penunggang Kuda Musuh. Image [Source]

Pasukan penyerbu yang berasal dari kerajaan Tuyuhan pun kemudian heran. Mereka betanya tanya apa yang terjadi dan kenapa ada 2 penari cantik di medan perang sementara tak satupun pasukan dari dinasti Tang terlihat. Namun karena para penunggang kuda dari Tuyuhan ini sudah lama di medan perang dan jarang melihat wanita cantik, mereka pun tak melewatkan kesempatan untuk melihat hiburan tersebut. Melihat musuhnya tengah asyik menikmati para penari erotis, Jendral Chai Shao memerintahkan pasukannya mengitari bukit dan kemudian menyergap pasukan dari belakang. Tak siap dengan serangan tak terduga tersebut, pasukan penyerbu dari kerajaan tuyuhan pun kalang kabut. Kemenangan demi kemenangan yang telah mereka peroleh di tempat lain akhirnya harus terhenti oleh aksi 2 penari erotis yang sukses memecah perhatian mereka.

2. Merontokkan Mental Musuh Dengan Mengirim Pasukan Bunuh Diri.

Jika dalam perang baru baru ini sering kita dengar adanya orang yang melakukan bom bunuh diri, maka teknik tersebut juga diterapkan oleh salah satu kaisar cina yang bernama Goujian. Raja yang satu ini naik tahta setelah berhasil merebut singgasana dari raja sebelumnya pada tahun 496 sebelum masehi. Baru saja naik tahta, gelombang pemberontakan pun mulai merebak dimana mana. Tak punya pengalaman memimpin pasukan, ia pun langsung kalut ketika ada pasukan yang berniat menyerbu istananya. Dalam kebingungan ini ia memperoleh ide yang cemerlang. Ia mengirimkan sejumlah peleton prajurit, mendekati pasukan penyerbu. Tugas beberapa peleton prajurit yang dikirim ke barisan depan lawan ini cukup mudah. Mereka hanya diminta memandang dengan tatapan tajam kearah lawan, dan kemudian menggorok leher mereka sendiri di depan lawannya.

Merontokkan Mental Musuh Dengan Mengirim Pasukan Bunuh Diri
Merontokkan Mental Musuh Dengan Mengirim Pasukan Bunuh Diri. Image [Source]

Melihat aksi prajurit yang menggorok leher sendiri tersebut, pasukan lawan pun hanya bias melonggo tak tahu harus bagaimana bereaksi. Dalam benak, mereka sadar sedang berhadapan dengan prajurit prajurit psikopat yang berani mati dan tak segan untuk mengorbankan nyawa demi mempertahankan keajaan. Ketika sisa pasukan dari kaisar Goujian maju ke medan tempur, mental pasukan lawan pun jadi rontok. Fakta bahwa mereka sedang berhadapan dengan pasukan psikopat membuat keder keberanian para penyerang tersebut. Formasi serangan mereka menjadi kacau balau dan mudah di patahkan di berbagai lini. Akhirnya pasukan penyerang pun dapat dikalahkan dengan mudah.

3. Mengalahkan Pasukan Lawan Dengan Seribuan Banteng.

Banteng dikenal sebagai hewan yang tidak punya otak. Mereka hanya jago ketika marah saja. Oleh karena itulah ada permainan rodeo. Namun jika banteng dikendalikan oleh orang pandai mungkin hasilnya akan mengagumkan. Inilah yang terjadi di sebuah pertempuran pada 279 sebelum masehi. Saat itu kota Chi-mo sudah diserbu terus menerus oleh pasukan dari kerajaan lawan selama 5 tahun tanpa henti. Pasukan pertahanan dari kerajaan, Chi-Mo ini hanya mampu bertahan tanpa pernah mampu menghentikan penyerangan demi penyerangan. Mungkin karena lelah menyerang tanpa hasil selama 5 tahun, phak lawan rupanya ingin melakukan penyerangan secara besar besaran. Lawan mengirimkan 100 ribu pasukan. Sementara jumlah pasukan pertahanan Chi-mo ini tinggal 7000 saja.

Mengalahkan Pasukan Lawan Dengan Seribuan Banteng.
Mengalahkan Pasukan Lawan Dengan Seribuan Banteng. Image [Source]

Jendral Perang dari kerajaan Chi-mo pun harus memutar otak untuk bias bertahan dari gempuran 100 ribu pasukan tersebut. Sang jendral perang pun kemudian mengumpulkan 1000 banteng. Beberapa tumpuk ilalang kemudian di rendam dalam minyak dan diikat di ekor banteng banteng tersebut. Ketika malam tiba, ilalang di ekor banteng tersebut kemudian dibakar. Puluhan orang kemudian disiapkan lengkap dengan genderang yang ditabuh sekeras kerasnya secara bersamaan. Mendengar suara super bising tersebut, pasukan penyerang yang sedari tadi mengepung pun kemudian terbangun. Meskipun punya pengalaman berperang dan di persenjatai dengan pedang, panah dan tombak, serbuan dari 1000 banteng dengan ekor menyala membuat mereka kalang kabut. Suara berisik dari gendang yang ditabuh secara bersamaan juga membuat pasukan lawan ini tidak menyadari bahwa pasukan Chi-mo sedang bergerak dan mengepung mereka dari belakang. Segera setelah serbuan banteng tersebut memporak porandakan formasi pasukan musuh, tentara Chi Mo pun menyerbu dan berhasil membuat lawan kocar kacir.

4. Pandai Mengekploitasi Kelemahan Lawan, Termasuk Istri Panglima Perang Lawan Yang Galak.

Pada tahun 199 sebelum masehi. Dinasti Han sedang diserang terus terusan oleh pasukan Xiongnu. Pasukan dinasti Han ini terdesak di segala lini pertempuran. Keadaan ini memaksa kaisar dari dinasti Han untuk mundur dan bertahan di kota Pincheng. Pasukan dari Xiongnu rupaanya tak ingin melepaskan musuhnya. Mereka mengejar dan mengepung benteng terakhir dari kekaisaran dinasti Han ini. Kalah di segala lini pertempuran membuat kaisar dari dinasti Han sadar, bahwa mereka tak akan bisa menang lewat pertempuran fisik. Mata mata pun dikirim untuk mengorek kelemahan yang dimiliki oleh pasukan lawan.

Pandai Mengekploitasi Kelemahan Lawan, Termauk Istri Panglima Perang Lawan Yang Galak
Pandai Mengekploitasi Kelemahan Lawan, Termauk Istri Panglima Perang Lawan Yang Galak. Image [Source]

Didapatlah informasi bahwa istri dari panglima pasukan lawan ini sangat galak dan pencemburu. Berbekal fakta itu, kaisar dari dinasti Han, kemudian mengundang pelukis terbaknya. Ia memerintahkan untuk melukis wanita paling cantik dari dinasti Han. Lukisan wanita cantik tersebut kemudian dikirim kepada istri panglima perang lawan dengan disertai catatan. Isi catatan tersebut menyatakan bahwa kaisar dari dinasti Han akan menyerah dan wanita dalam lukisan tersebut akan dieberikan sebagai hadiah untuk dujadikan gundik si panglima perang pasukan Xiongnu. Api cemburu sontak membakar istri sang panglima perang lawan. Si istri serta merta merobek robek lukisan beserta catatannya. Ia kemudian mendatangi suaminya, meminta menghentikan perang dan memaksa pulang. Benar saja, karena desakan sang istri panglima perang dari pasukan Xiongnu tersebut pun menarik mundur pasukannya dan kembali pulang. Dinasti Han pun kemudian bias lepas dan menyusun kembali pasukannya.

5. Mengecoh Dengan Anak Panah Sedotan Untuk Memancing Panglima Perang Lawan Keluar.

Bunuh pimpinan pasukan lawan dan seluruh sisa pasukan pun akan kocar kacir. Strategi inilah yang diterapkan oleh Zhang Xun, panglima perang dari dinasti Tang. Kejadian ini berlangsung pada tahun 755 Masehi. Waktu itu kerajaannya sedang menghadapi invasi dari pasukan yang di pimpin oleh Jendral Yin Ziqi. Jendral yang satu ini dikenal jendral tempur yang cerdas, mempunyai banyak pengalaman perang dan sangat dihormati oleh pasukan pasukannya. Panglima pasukan bertahan Zhang Xun pun tahu kemampuan lawan yang sedang dihadapinya ini. Ia berpikir bahwa pasukan lawan akan lebih mudah dikalahkan jika ia berhasil membunuh Yin Ziqi terlebih dahulu. Yang menjadi masalah, sosok yang dikenal dengan Yin Ziqi ini tidak pernah diketahui wujudnya. Ia selalu mengatur strategi perang di balik layar.

Mengecoh Dengan Anak Panah Sedotan Untuk Memancing Panglima Perang Lawan Keluar.
Mengecoh Dengan Anak Panah Sedotan Untuk Memancing Panglima Perang Lawan Keluar. Image [Source]

Untuk memancing sosok Yin Ziqi ini keluan, Zhang Xun pun punya strategi unik. Ia memerintahkan pasukan bertahannya untuk hanya menembak dengan anak panah dari sedotan. Ketika pasukan lawan dihujani dengan anak panah sedotan tersebut mereka pun tertawa dan melaporkannya kepada sang jendral perang. Yin Ziqi sang jendral perang lawan pun kemudian menduga bahwa pasukan bertahan lawan telah kehabisan amunisi. Menhadapi lawan yang telah kehabisan amunisi tersebut Yan Ziqi pun tanpa ragu lagi maju ke medan perang. Ia tak lagi menyembunyikan sosoknya diantara para prajurit. Zhan Xun ,yang telah mengetahui sosok Yin Ziqi pun kemudian memerintahkan seluruh pemanahnya untuk mengganti dengan anak panah sungguhan dan membidik satu sasaran, yaitu Yin Ziqi. Lengah, berada di barisan paling depan pasukan, dan di bidik oleh puluhan pemanah pasukan lawan, Yin Ziqi pun kemudian tewas. Letika tahu jendral perang mereka telah mati, pasukan penyerbu pun kocar kacir dan mundur dari medan perang.

Ahli dalam perang, ahli dalam membuat barang barang kw dan ahli dalam pengobatan, banyak juga ya ternyata keunggulan dari bangsa cina tersebut. Tak heran semakin banyak saja ya lini kehidupan yang dikuasai dan dikendalikan oleh bangsa cina. Bahkan amerak dan eropa pun mulai menganggap cina sebagai raksasa ekonomi baru dan perlu mendapat perhatian. Belajar dar ungkapan yang berbunyi, “ tuntutlah ilmu hingga ke negeri cina”, mungkin kita memang harus mengambil nilai nilai positif dari keunggulan mereka. Dengan begitu kita tidak melulu menjadi bangsa tertinggal. Tidak melulu dibodoh bodohi dengan barang palsu mereka dan menyusul menjadi macan asia seperti yang dicita citakan oleh pendiri Negara kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *