Sedang memuat 5 Fakta Tentang Suku Baduy Yang Jarang Diketahui

5 Fakta Tentang Suku Baduy Yang Jarang Diketahui

Bagi Anda yang terbiasa hidup di kota besar, tak ada salahnya sesekali mencoba berlibur di daerah dalam. Barangkali dari sana Anda mendapat sensasi liburan yang berbeda dari yang biasanya. Anda bisa mengunjungi Baduy Dalam. Satu dari banyak suku di Indonesia yang masih berpegang teguh pada adat istiadat.

Baduy bahkan memiliki adat larangan menggunakan bahan kimia saat mandi. Baduy Dalam merupakan tempat yang cocok bagi Anda yang menyukai ketenangan dan menyukai privasi. Sebab, tempat ini jarang sekali dikunjungi oleh para wisatawan. Nah, sebelum menjelajah Baduy Dalam, ada baiknya anda tahu tentang fakta Suku Baduy Dalam yang jarang diketahui ini.

1. Ayam Adalah Makanan Mewah

Bagi masyarakat lain, barangkali ayam merupakan hidangan biasa, yang bisa tiap hari disajikan di meja makan. Untuk menyantap ayah, tak perlu menunggu momen tertentu. Namun, berbeda dengan masyarakat suku Baduy Dalam yang menganggap ayam adalah sajian mewah.

Resep-Masakan-Ayam-Rica-Rica
Ayam Adalah Makanan Mewah [ Image Source ]
Meskipun ayam adalah hewan yang tiap harinya berkeliaran di kampung, bukan berarti orang-orang suku Baduy Dalam sering menyantapnya. Ayam biasanya hanya disajikan saat upacara besar seperti acara pernikahan.

2. Kekayaan Tidak Terlihat Dari Bentuk Rumah

Dari berbagai belahan dunia, seseorang yang memiliki rumah besar dan mewah pastilah memiliki kekayaan yang melimpah. Hal tersebut rupanya tidak berlaku bagi Suku Baduy dalam. Di sana, setiap penduduk memiliki rumah yang nyaris sama.

lumbung-padi-suku-baduy
Bentuk rumah [ Image Source ]

Hal yang membedakan status sosial mereka terletak pada tembikar yang disimpan dalam rumah. Tembikar tersebut terbuat dari kuningan. Semakin banyak tembikar yang disimpan, maka semakin tinggi pula status sosial keluarga tersebut.

3. Tidak Menggunakanan Gelas

Dalam keseharian, para suku Baduy lebih memilih menggunakan sumber daya alami daripada buatan. Itulah sebab mereka memilih menggunakan batang bambu yang digunakan sebagai pengganti gelas. Barangkali hal ini tak lagi ditemui kecuali di suku Baduy dalam.

552e5b9c0423bd01518b456e
Gelas [ Image Source ]

Dan rupanya, suku Baduy cukup menikmati peranan bambu sebagai pengganti gelas. Salah seorang warga mengaku bahwa menyeduh kopi dalam batang bambu memberi rasa yang berbeda. Barangkali Anda bisa mencoba menyeduh kopi dalam batang bambu jika menginginkan sensasi rasa yang berbeda.

4.Terbiasa Berjalan Kaki

Makin berkembangannya zaman, makin banyak orang yang enggan berjalan kaki. Hampir semua mengandalkan motor meski untuk mencapai suatu tempat yang bisa dibilang dekat. Kebiasaan yang tentu dianggap biasa oleh sebagian orang.

dscn3041
Terbiasa Berjalan Kaki [ Image Source ]

Hal ini nyatanya tidak berlaku bagi Suku Baduy Dalam. Adanya larangan menggunakan kendaraan seperti motor atau pun mobil membuat para warga terbiasa dengan berjalanan kaki. Baik ketika mereka akan mengunjungi kerabat di kota besar, Suku Baduy juga tetap mengandalkan kaki sendiri.

 5. Masyarakat Taat Perjodohan

Di era modern ini, para generasi muda pasti berpikir jika pernikahan adalah hal sakral yang hanyaa bisa ditentukan sendiri, tanpa campur tangan orang lain. Namun, dalam adat Suku Baduy Dalam, perjodohan masih tetap berlaku.

IMG_7942
Masyarakat Taat Perjodohan [ Image Source ]

Hal tidak lazim ini masih dipatuhi oleh seluruh warganya. Dalam adat, gadis yang memasuki usia 14 tahun pasti akan dijodohkan dengan pemuda yang berasal dari suku yang sama. Keluarga pemuda diperbolehkan memilih gadis mana saja yang disukai. Jika tidak menemukan pilihan yang cocok, baik laki-laki ataupun perempuan harus menuruti pilihan yang diberikan oleh pimpinan suku.

Meski tergolong pribumi, namun banyak sekali hal yang bisa kita pelajari dari Suku Baduy Dalam, seperti kebiasaan berjalan kaki yang jadi bagian dari cinta lingkungan. Kesederhanaan juga dipegang teguh dengan mendirikan rumah-rumah yang tak mewah. Sedikit fakta tentang Suku Baduy Dalam di atas, apakah membuat Anda tertarik untuk menikmati liburan di pedalaman?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *