5 Kasus Dimana Perjalanan Naik Pesawat Berubah Menjadi Horor.

Mereka Semua Terperangkap Di Bandara

Melakukan perjalanan naik pesawat ke negara lain bisa jadi adalah impian bagi setiap orang. mengunjungi tempat tempat terkenal seperti menara Eifel, tembok cina dan serta patung Liberty tentu sangat menyenangkan. Dengan bepergian ke negara negara lain tersebut kita bisa merasakan suasana lain. kalau di Indonesia hujannya hanya berupa air, di negara lain tersebut kita bisa merasakan hujan salju. Begitu juga jika biasanya hanya makan singkong bakar, kita bisa merasakan makanan khas negara negara yang kita kunjungi tersebut.

5 Kasus Dimana Perjalanan Naik Pesawat Berubah Menjadi Horor.
5 Kasus Dimana Perjalanan Naik Pesawat Berubah Menjadi Horor. image [source]

Liburan memang menyenangkan, tapi pernahkah kamu membayangkan kalau liburan dengan naik pesawat menuju beberapa negara tersebut ternyata rentan juga. Meskipun bandara di lengkapi dengan sistem keamanan yang ketat, berbagai modus kejahatan kejahatan bisa terjadi di bandara. Misalnya saja penipuan, pencopetan, pencurian dan masih banyak lagi. Pernah dengar kan tas di dalam bagasi pesawat di bongkar tanpa sepengetahuan pemilik. Jika yang hilang uang atau barang sih tidak terlalu masalah. Namun jika yang hilang pasport, visa, atau kartu identitas lain? tentu akibatnya bisa gawat. Bisa bisa kita tartahan di bandara tanpa bisa pergi kemana mana. Seperti orang orang di bawah ini. mereka tertahan di bandara selama beberapa bulan karena berbagai macam hal. Mau tahu bagaimana susah dan sengsaranya terpenjara dalam bandara? Begini info lengkapnya.

1. Zahra Kamalfar Yang Tertahan Di Bandara Rusia Selama 10 Bulan.

Beberapa negara di luar negeri tidak seaman dan senyaman di indonesia. di beberapa negara tersebut, kita melakukan protes sedikit saja pada pemerintahan, hukumannya bisa berat. Seperti yang terjadi pada Zahra Kamalfar inin ia adalah seorang wanita yang melakukan protes terhadap kebijakan pemerintahan iran. Karena melakukan protes tersebut Zahra kemudian di penjara oleh pemerintahan Iran. Setalah 2 tahun menjalani hukuman, ia di kabari bahwa suaminya yang ada di kanada di eksekusi karena terlibat kasus tertentu. Dengan alasan untuk mengunjungi suaminya tersebut, Zahra diijinkan untuk keluar dari penjara selama 2 hari.

 Zahra Kamalfar Yang Tertahan Di Bandara Rusia Selama 10 Bulan.
Zahra Kamalfar Yang Tertahan Di Bandara Rusia Selama 10 Bulan. image [source]

Ia pun kemudian di beri surat surat untuk keperluan terbang ke kanada tersebut bersama anaknya. Sebelum ke kanada, mereka transit dulu di rusia dan perancis. Malang, ketika memasuki bandara perancis, ternyata identitas zahra ini ketahuan kalau palsu. Karena identitas palsu tersebut Zahra di kembalikan lagi ke Russia. Pihak Russia berusaha mengembalikan Zahra ini ke Iran. Namun sayang dokumen imigrasi yang dibawa Zahra tidak mencukupi. Akhirnya Zahra beserta anaknya harus tertahan di bandara rusia selama 10 bulan. Tidur di lantai dan makan ari makanan pemberian orang. mungkin pihak iran sengaja memberikan identitas palsu untuk membuang warganya yang sering protes dan memicu banyak masalah. Untunglah akhirnya ia mendapatkan ijin untuk menjadi pengungsi di kanada.

2. Feng Zhengzu, Tertahan Di Bandara Jepang

Nasib buruk sebagai tukang protes juga dialami oleh Feng Zhengzu. Dia adalah seorang aktifis hak asasi manusia. Sudah lebih dari 402 kebijakan pemerintah cina ia protes dan gugat di pengadilan. Suatu hari ia sakit dan harus berobat ke jepang. Begitu sembuh dan ingin pulang, ia di tolak oleh pihak imigrasi cina. 7 kali dia terbang naik ke pesawat pulang dari jepang ke cina. 7 kali pula imigrasi cina menolaknya dan menerbangkan Feng ini kembalike jepang. Beberapa kali juga ia tidak diijinkan naik ke pesawat ketika sudah berusaha beli tiket yang baru.

Feng Zhengzu, Tertahan Di Bandara Jepang
Feng Zhengzu, Tertahan Di Bandara Jepang. image [source]

Meskipun masih punya ijin tinggal di jepang ia memutuskan untuk tidak akan keluar dari wilayah bandara selama belum di perbolehkan pulang kecina. Ia pun tinggal di bandara selama 92 hari. Kondisi Feng yang Hidup di bandara ini sangat menyiksa. Ia hanya bertahan dari makanan pemberian orang asing. penyebabnya adalah pemerintah jepang tidak mau menerima uang dari tangan nya. Begitu juga dengan penjual penjual yang ada di bandara. Di bandara yang sibuk tersebut, ia hanya beristirahat beberapa jam saja setiap harinya. Setelah 3 bulan lebih di bandara jepang akhirnya ia pun diijinkan untuk masuk kecina. Namun nasib buruk belum berubah. Di cina ia diawasi secara ketat dan dijadikan tahanan rumah akibat kebanyakan protes ke pemerintah tersebut.

3. Mohamed Al-Bahish, Tertahan Di Bandara Kazakhstan Selama 7 Bulan.

Pergi pergi ke luar negri tapi tidak hati hati dalam menjaga barang? Beginilah jadinya. Bahis ini awalnya ingin menikahi Gadis Kazakhstan yang ia tmui saat liburan pada tahun 2013. Ketika sedang mengurus surat untuk keperluan menikah ini, Al bahish baru sadar bahwa dokumen dokumen imigrasinya hilang. Untuk mengurus dokumen tersebut ia berencana terbang ke turki. Ternyata petugas perbatasan turki tidak mengijinkan si Al Bahish ini masuk karena surat suratnya tidak ada. Al bahish pun terpaksa tinggal dibandara Kazakhstan.

Mohamed Al-Bahish, Tertahan Di Bandara Kazakhstan Selama 7 Bulan.
Mohamed Al-Bahish, Tertahan Di Bandara Kazakhstan Selama 7 Bulan. image [source]

Karena di ketahui tidak membawa dokumen imigrasi, Al Bahis diawasi 24 jam dan di tempatkan dalam sebuah ruangan di bandara. Ruangan tersebut cukup sempit hanya ada 1 jendela. Semua aktivitasnya sampai makan dan minum pun di awasi oleh penjaga. Barulah setelah 7 bulan tertahan di bandara, ia mendapatkan ijin untuk menjadi pengungsi di finlandia. Di finlandia tersebut akhirnya ia bisa bertemu dengan sang pacar dan menikah.

4. Hasan Dan Keluarga Yang Tertahan Di Bandara Rusia Selama 50 Hari.

Pernah membayangkan jika desa kelahiranmu tiba tiba terlibat konflik bersenjata sehingga kamu harus meninggalkan tanah kelahiran untuk pergi ke negara lain? sedih kan tentunya. Tapi apa yang dialami oleh keluarga asal Syria ini benar benar lebih sedih dari pada sedih biasa.bagaimana tidak. Di negara asalnya syria, mereka di teror oleh pelaku bom bunuh diri yang kian marak. Demi keselamatan anak anaknya, bersama keluarga yang lain, Hasan ini memutuskan untuk terbang ke rusia. Ada yang pegang pasport Iraq ada yang pegang paspor syria dan yang kecil kecil tak punya pasport sama sekali

4.Hasan Dan Keluarga Yang Tertahan Di Bandara Rusia Selama 50 Hari.
4. Hasan Dan Keluarga Yang Tertahan Di Bandara Rusia Selama 50 Hari. image [source]

Sesampainya di rusia, petugas imigrasi menyatakan bahwa pasport serta visa mereka palsu. Mereka juga di tuduh berusaha masuk russia secara ilegal. Pasport serta dokumen lain disita. Karena tuduhan masuk secara ilegal tersebut, permohonan suaka mereka pun di tolak oleh rusia. Tak punya visa serta pasport, Hasan sekeluarga pun tak bisa kemana mana. Keluar dari bandara sedikit saja, mereka bisa di penjara 7 tahu dengan tuduhan masuk rusia secara ilegal. Akhirnya mereka menempati ruang smoking area yang tidak terpakai. Mereka pun mengandalkan belas kasihan orang lain untuk hidup. Makanan, pakaian dan mainan untuk anak anak banyak di berikan oleh orang sekitar. bahkan ada satu anggota yang sakit dan ketika di bawa berobat ia masih dijaga scara ketat oleh kepolisian. Untung saja pemerintah syria segera menerbitkan pasport asli untuk mereka sehingga Hasan dan keluarga bisa di terima menjadi pengungsi di rusia.

5. Terjebak Di Bandara Perancis Selama 20 Tahun Karena Dokumen Pengungsinya Dicuri.

Satu lagi nasib buruk menimpa orang yang suka protes. Namanya Mehran karimi Nasseri. Ia adalah warga negara iran. Karena banyak memprotes pemerintah. Ia pun diusir dari negaranya. Mencoba mendaftar sebagai warga negara di beberapa wilayah ia masih di tolak. Akhirnya ia mendapatkan status sebagai pengungsi dari UNGCR belgia. Dengan status tersebut ia bisa tinggal di mana saja di negara negara eropa. Karena ibunya berasal dari Skotlandia, Mehran memutuskan untuk tinggal di Inggris. Ia terbang dari iran, menuju inggris lewat Perancis.

Terjebak Di Bandara Perancis Selama 20 Tahun Karena Dokumen Pengungsinya Dicuri.
Terjebak Di Bandara Perancis Selama 20 Tahun Karena Dokumen Pengungsinya Dicuri. image [source]

Malang ternyata di Perancis dokumen sebagai pengungsi UNHCR nya hilang. Sesampai di Ingriis ia di kembalikan lagi ke Perancis. Otoritas Perancis pun kebingungan dengan orang yang berstatus pengungsi tapi tak punya surat surat ini. mau di kembalikan ke negara asal dia tak punya, tapi jika di lepas maka dia akan jadi waga negara perancis ilegal. Akhirnya Mehran terpaksa tinggal di bandara. Ia bisa baru bisa pergi ke inggris kalau surat sebagai pengungsinya ada. sedangkan untuk mengusir surat pengungsi yang hilang itu ia harus ke kantor UNHCR belgia. Namun lagi lagi tanpa surat surat ia tidak bisa terbang ke belgia. Ia pun mendekam di salah satu ruangan bandara terminal 1 de Guile perancis selama 17 tahun. Ia di beri makan oleh petugas bandara, di beri kasur selimut dan 2 buah kursi panjang untuk tidur. Benar benar hidup nelangsa selama 17 tahun. Terkatung katung di bandara. Selama tertahan di bandara tersebut mehran, menulis dan belajar ekonomi. Tulisannya kemudian di beli oleh produser film dan dibuat menjadi skenario film dengan judul the terminal. Berada di bandara mulai tahun 1986 dan baru keluar dari bandara pada tahun 2006 lalu karena sakit yang tidak jelas.

Serem kan nasib buruk yang menimpa ke 5 orang tersebut. pelajaran yang dapat diambil, jangan pernah ceroboh dalam menjaga surat suratmu ya ketika bepergian. Takutnya kamu bisa bernasib sama. Tertahan di bandara seperti kelima orang tersebut. pelajaran lainnya bersyukurlah kita berada di negara yang tidak terlalu represif. Negara yang tidak membuang warganya hanya karena melakukan protes. Semoga saja perjalanan udara mu kemanapun selalu lancar dan tidak terpenjara di bandara manapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *