Sedang memuat Hidup Serumah Dengan Orang Yang Sudah Mati? Kasus Kasus Ini Benar-Benar Terjadi

Hidup Serumah Dengan Orang Yang Sudah Mati? Kasus Kasus Ini Benar-Benar Terjadi

Sedih Sekaligus Ngeri Tinggal Dengan Orang Mati

Ditinggal mati oleh orang yang sangat dicintai memang sebuah momen yang sulit. Sebagian orang mampu mengikhlaskan kepergian orang yang sangat dicintainya tersebut. Sebagian lagi sangat susah. Karena susah melepaskan sosok orang yang sangat dicintai tersebut banyak orang yang memutuskan untuk merahasiakan kematian orang yang sangat dicintai. Ia kemudian hidup bersama mayat orang terdekatnya tersebut selama sebulan, 2 bulan atau bahkan sampai hitungan tahun. Selain karena alasan tidak mau melepaskan kepergian orang terdekat, ada juga yang memilih tinggal bersama mayat karena mereka takut kalau melaporkan kematian seseorang, ia akan terjerat masalah. Beberapa orang lainnya tinggal bersama mayat orang tercinta selama bertahun tahun karena ia mengalami kebutaan dan tidak menyadari bahwa orang tercintanya tersebut sudah meninggal sejak beberapa tahun yang lalu.

Hidup Serumah Dengan Orang Yang Sudah Mati? Kasus Kasus ini Benar-Benar Terjadi
Hidup Serumah Dengan Orang Yang Sudah Mati? Kasus Kasus ini Benar-Benar Terjadi  image [source]

Kasus orang tinggal serumah dengan orang yang sudah mati memang banyak terjadi di berbagai negara. Bagi kita, cerita tersebut mungkin mengerikan. Timbul rasa penasaran yang besar di pikiran kita. bagaimana mungkin lingkungan sekitar tidak curiga, bagaimana mungkin tubuh yang mulai membusuk tersebut tidak tercium oleh orang lain. bagaimana mungkin juga seseorang bisa tahan untuk tinggal serumah bahkan sekamar dengan orang yang telah mati. Cukup penasaran kan? Simak informasinya dibawah ini.

1. Wanita Buta Penimbun Barbek Yang Serumah Dengan Mayat Anaknya Selama 20 Tahun.

Pernahkan kamu merasa kesulitan untuk membuang barang barang bekas yang penuh kenangan? Misalnya sapu tangan bekas, handuk atau bungkus coklat hadiah dari mantan. Jika jawabannya pernah, maka kamu tidak sendiri. pada kasus yang parah, orang bahkan kesulitan untuk membuang kardus bekas, kertas dan barang barang bekas sepele lain. kesulitan membuang barang barang bekas ini pada kasus ekstrem menimbulkan kelainan psikologis yang disebut dengan hoarder (tukang timbun). Karena tidak mampu membuang barang barang bekas tersebut, rumahnya penuh dengan tumpukan kardus serta barang bekas lainnya. Rumah menjadi berantakan dan tidak tersedia cukup ruang bahkan untuk sekedar lewat saja. Inilah kelainan psikologis yang dialami oleh Rita Wolfensohn yang tinggal di Broklin. Karena rumahnya yang penuh tumpukan sampah tersebut tak ada orang yang mau mendatangi nya.

Wanita Buta Penimbun Barbek Yang Serumah Dengan Mayat Anaknya Selama 20 Tahun.
Wanita Buta Penimbun Barbek Yang Serumah Dengan Mayat Anaknya Selama 20 Tahun. image [source]

Rita ini sebenarnya punya anak yang bernama Louis Wolfensihn. Namun Rita meyakini bahwa anak laki-lakinya tersebut telah pergi meninggalkannya sejak 20 tahun yang lalu dan memutuskan kontak komunikasi. Rita baru tahu bahwa sebenarnya anak laki-lakinya tersebut telah meninggal di kamar rumahnya sendiri pada akhir 2016 yang lalu. Saudara ipar Rita datang menjenguk. Setelah melihat lihat lantai 2 yang penuh dengan tumpukan sampah ia menemukan sesosok kerangka. Kerangka tersebut masih mengenakan pakaian lengkap. Celana Jeans dan kaos masih menempel di badannya. Ruangan tersebut tertutup oleh bau sampah yang membusuk. Si adik ipar pun langsung menyadari bahwa kerangka tersebut adalah keponakannya yang telah menghilang selama 20 tahun. Jadi selama ini rita Wolfenson tinggal bersama mayat anaknya tanpa sadar bahwa anaknya tersebut telah meninggal di lantai 2 rumahnya yang penuh sampah tersebut.

2. Wanita Yang Tinggal Bersama Mayat Suaminya Selama 9 Bulan.

Namanya Gerald Gavan. Mayatnya ditemukan tergeletak di lantai 2 loteng rumah yang ditinggali oleh istrinya. Nama si istri tersebut adalah Ila Solomon. Sejak 9 bulan yang lalu para tetangga tidak pernah lagi melihat keberadaan Gerald Gavan ini. ketika para tetangga kepo dan menanyakannya ke sang istri, wanita yang berumur 88 tahun tersebut menjelaskan bahwa suaminya baru pergi ke Grand Kanyon. Para tetangga pun curiga dengan jawaban sang isri tersebut. Mereka kemudian melaporkan hilangnya Gerlad kepada polisi. Polisi pun datang, melakukan penyelidikan dan menemukan mayat membusuk Geral Gavand di loteng lantai 2 rumahnya.

2.Wanita Yang Tinggal Bersama Mayat Suaminya Selama 9 Bulan.
2. Wanita Yang Tinggal Bersama Mayat Suaminya Selama 9 Bulan. image [source]

Ketika interogasi oleh polisi, wanita tersebut menjawab bahwa suaminya meninggal sejak 9 hari yang lalu. Namun setelah diperiksa oleh ahli forensik di ketahui bahwa Gerald sudah meninggal sejak 9 bulan. Ila solomon pun tidak bisa berkilah lagi dan mengakui perbuatannya. Kepada polisi Ila mengaku bahwa ia menyimpan mayat Geral atas permintaan Geral sendiri. sebelum mati, suaminya tersebut menuliskan sebuah wasiat supaya, ketika mati, jendela kamar di lantai 2 nya di buka saja. Supaya burung burung bisa masuk dan memakan jasadnya yang membusuk seperti ritual pemakaman langit di Tibet. Meskipun begitu, Ila Solomon tetap ditahan dengan tuduhan tidak melaporkan kematian suaminya.

3. Wanita Menyimpan Mayat Suami Dalam Ruang Terkunci Rapat Selama 9 Bulan.

Peter Wald adalah seorang lelaki berumur 55 tahun yang menderita penyakit diabetes. Meskipun sakit, Peter ini tidak mau dibawa ke rumah sakit. ia meyakini bahwa tuhan akan mendatangkan keajaiban dan memberinya kesembuhan. Akhirnya ia pun meninggal di rumah. Setelah Peter wald meninggal sang istri kemudian mengunci kamarnya rapat rapat. Menggembok dari luar dan menutup semua lubang ventilasi dengan lakban.

Wanita Menyimpan Mayat Suami Dalam Ruang Terkunci Rapat Selama 9 Bulan.
Wanita Menyimpan Mayat Suami Dalam Ruang Terkunci Rapat Selama 9 Bulan. image [source]

Ia berharap Bahwa suaminya tersebut akan bangkit dan sembuh kembali. Keberadaan mayat dari Peter Wald baru di ketahui 9 bulan kemudian. Seorang sheriff berusaha mengosongkan rumah Peter Ward setelah penghuni rumah tersebut gagal melunasi utang di bank. Sang istri sudah mengepak semua barang barang dan berencana pindah. Namun tentu saja ia kesulitan memindahkan mayat suaminya. Ketika Sheriff membuka kamar yang tergembok tersebut, ditemukanlah mayat Peter Wald. kondisi mayat Peter Wald sungguh memprihatinkan. Membusuk parah hingga tidak bisa di kenali dan dimakan oleh tikus. Sang istri pun kemudian di tangkap dengan tuduhan tidak melaporkan kematian seseorang.

4. Sepasang Suami Istri Yang Ditangkap Dengan Tuduhan Menelantarkan Anak 7 Tahunnya.

Peristiwa ini terjadi pada januari 2016. Pasangan keluarga asli amerika pindah ke spanyol .mereka menyewa sebuah apartemen. Karena pasangan tersebut kurang tertib dalam membayar sewa, pemilik bangunan datang untuk menagih. Karena tidak pernah diijinkan masuk setiap kali datang, pemilik pun curiga dan memanggil pihak berwajib. Di dalam rumah ternyata ditemukan mayat seorang anak laki laki.

 Sepasang Suami Istri Yang Ditangkap Dengan Tuduhan Menelantarkan Anak 7 Tahunnya.
Sepasang Suami Istri Yang Ditangkap Dengan Tuduhan Menelantarkan Anak 7 Tahunnya. image [source]

Di percaya anak laki laki yang bernama caleb tersebut telah meninggal sejak 2 bulan lebih. Menurut tetangga anak berusia 7 tahun tersebut terlihat terakhir kali di sebuah pesta ulang tahun. Kemudian ia tidak pernah muncul lagi. Dari interogasi diketahui bahwa anak laki laki tersebut menderita asma. Kedua orang tua mereka Bruce dan Shrell Hopkin menolak untuk membawa anaknya tersebut ke rumah sakit. mereka tidak percaya dengan pengobatan medis. Kemudian karena sakit asma dan tidak diobati, Caleb pun akhirnya meninggal. Selain Caleb pasangan ini memiliki 2 anak lainnya. Ke diua anak tersebut kemudian di serahkan ke dinas sosial karena kedia orang tua mereka ditangkap atas tuduhan kelalaian yang menyebabkan anak laki laki tersebut meninggal.

5. Wanita Yang Tinggal Dengan 2 Mayat Sekaligus Di Dalam 1 Rumah.

Seorang wanita yang bernama Jeans steven tinggal bersama dua mayat sekaligus di dalam satu rumah. Mayat tersebut adalah suami dan saudara kembarnya yang meninggal di waktu yang berbeda. Ke dua orang tercintanya tersebut sudah meninggal sejak 10 tahun lebih. Ia tak melaporkan kematian orang yang dicintainya tersebut. Bahkan ia memperlakukan keduanya seolah olah mereka masih hidup. Saudara kembarnya ia baringkan di dalam kamar lengkap dengan pakaian terbaik yang dimiliki. Sementara itu, suaminya yang juga sudah meninggal ia simpan di garasi yang terpisah dari rumah utama. Lelaki yang sudah mati tersebut juga didandani lengkap dengan jas hitam, kemeja putih lengkap dengan dasi kupu kupu.

Wanita Yang Tinggal Dengan 2 Mayat Sekaligus Di Dalam 1 Rumah.
Wanita Yang Tinggal Dengan 2 Mayat Sekaligus Di Dalam 1 Rumah. image [source]

Wanita tersebut tidak ingin percaya bahwa dua orang yang paling disayangi telah meninggal. Oleh karena ia mendadani mereka seperti orang sehat. Ia tidak mau menguburkan mayat suami dan saudara kembarnya tersebut. Dengan tetap menyimpan mayat keduanya di dalam rumah, ia masih bisa meyentuh, melihat dan bercakap cakap dengan mereka. Pihak berwenang pun kemudian menyita ke dua mayat tersebut dan menguburkannya. Jeans pun hanya bisa pasrah dan melepas pergi kedua orang terdekat yang sudah ia simpan sejak tahun 1999.

Hi, ngeri ya. Jangankan hidup dengan orang yang sudah mati. Melihat orang mati saja ada beberapa dari kita yang sangat ketakutan. Lagi pula bagaimana mereka bisa tega melihat orang yang dicintai membusuk. Bukankah akan lebih baik menyimpan saja kenangan tentang orang yang kita cintai tersebut di dalam hati dan pikiran kita.ajaran agama juga mengharuskan kita untuk memakamkan orang yang sudah meninggal secepatnya. Dari segi kedokteran, membiarkan mayat orang mati hingga membusik juga bisa mendatangkan penyakit tertentu. Maka itu seberapa pun besarnya rasa sayang kita terhadap seseorang kita harus belajar untuk melepaskan mereka suatu saat nanti. Karena yang hidup pasti suatu saat akan mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *