6 Tips Psikologi Sederhana Agar Bisa Mengendalikan Situasi Di Saat Terjepit.

Tips Sederhana Namun Ampuh

Sering berada di situasi terjepit? Kamu tidaklah sendirian. Banyak orang lain yang bertemu dengan banyak masalah di aktifitasnya sehari-hari. Misalnya saja, seora customer servis yang berhadapan dengan pelanggan yang marah. Bisa juga seorang ibu rumah tangga yang menghadapai kenakalan anak yang ia asuh. Seringkali kita merasa terdesak dan apapun yang kita lakukan, masalah justru bertambah rumit. Situasi pun menjadi tak terkontrol.

6 Tips Psikologi Sederhana Agar Bisa Mengendalikan Situasi Di Saat Terjepit.
6 Tips Psikologi Sederhana Agar Bisa Mengendalikan Situasi Di Saat Terjepit. image [source]

Ketika berada di situasi seperti itu berarti kita sedang berada di bawah tekanan. Saat menghadapi masalah baru untuk pertama kalinya, kemungkinan besar kita akan merasa panik. Namun seiring dengan pengalaman menangani masalah demi masalah, kita pun akan mampu memegang kendali dan akhirnya mampu menyelesaikan masalah tersebut. jati diri seseorang akan benar benar terlihat saat ia berada di bawah tekanan. Jika kamu ingin bisa mengendalikan situasi saat berada di bawah tekanan, maka kamu harus belajar. Inilah tips tips psikologi yang mampu membuatmu mengendalikan segala situasi.

1. Mengatasi Pelanggan Yang Marah.

Bagi kamu kamu yang menjadi resepsionis atau customer service, pasti sering kan menemui pelanggan yang marah marah. Yang menjadi penyebab kemarahan mungkin bukan kita. namun sudah menjadi tugas kita untuk melayani pelanggan tersebut dengan baik. jika ada pelanggan yang marah marah, usahakan jangan malah ikut marah dan memperparah suasana. Selain kemarahan balasanmu itu tidak akan menyelesaikan masalah, kamu juga bisa di pecat dari tempat perusahaanmu bekerja. Langkah yang terbaik adalah dengan mengurangi kemarahan mereka.

Mengatasi Pelanggan Yang Marah.
Mengatasi Pelanggan Yang Marah. image [source]

Ilmu psikologi menunjukkan bahwa orang yang melihat wajahnya sendiri akan cenderung berkurang rasa marahnya. Pengetahuan ini bisa kamu terapkan di ruang kerjamu. Tempelkanlah sebuah cermin di belakang temparmu bekerja dan menghadap kearah pelanggan. Dengan melihat wajahnya sendiri maka kemarahan si pelanggan tersebut tidak akan meledak ledak dan akan reda. Dengan begitu kamu tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk meredam amarahnya. Cukup dengan sebuah cermin.

2. Untuk Memperoleh Informasi Yang Komplit, Jagan Memotong Jawaban Orang Yang Kamu Tanya.

Bertanya kepada seseorang merupakan salah satu aktivitas yang sering kita temui. Beda orang kadang beda pemahaman. Si penanya kadang juga tidak sabar dan ingin segera cepat cepat dapat jawaban komplit. Kecenderungan tidak sabar sat menginginkan sebuah jawaban ini kadang membuat seseorang memotong perkataan si penjawab sebelum ia selesai menjawab.

Untuk Memperoleh Informasi Yang Komplit, Jagan Memotong Jawaban
Untuk Memperoleh Informasi Yang Komplit, Jagan Memotong Jawaban. image [source]

Kecenderungan memotong jawaban seseorang ini sebenarnya malah justru buruk dampaknya. Pikiran urut yang dimiliki oleh penjawab bisa buyar akibat perkataannya di potong. Karena pikiran buyar, maka jawabannya pun menjadi susah kita pahami. Akhirnya kita harus mengulang pertanyaan dari awal. Dan ia harus juga mengulang jawaban yang telah ia katakan sebagian tadi. Banyak waktu jadi terbuang. Jadi menunggu sampai si penjawab selesai berbicara adalah cara yang tepat untuk cepat dapat jawaban.

3. Jika Ingin Seorang Melakukan Sesuatu Untukmu, Buatlah Seolah Olah Kamu Sedang Menawarkan Dan Bukan Sedang Meminta.

Ibu ibu yang dalam keseharian tinggal di rumah pasti banyak pekerjaan. Terkadang seseorang yang ada di rumah selain si ibu tersebut adalah anak anak. Tak jarang si ibu pun perlu meminta bantuan kepada anak anak untuk melakukan hal hal sederhana. Jika tidak pandai dalam menyusun kata kata, bisa saja si anak akan menolak permintaan dari si ibu tersebut. agar si anak tidak menolak, maka si ibu perlu mengemas permintaan tolongnya tersebut menjadi sebuah penawaran.

Jika Ingin Seorang Melakukan Sesuatu Untukmu, Buatlah Seolah Olah Kamu
Jika Ingin Seorang Melakukan Sesuatu Untukmu, Buatlah Seolah Olah Kamu. image [source]

Misal si ibu ingin meminta tolong kepada anaknya untuk menyapu di halaman, si ibu bisa bilang, “nak kamu memilih menyapu halaman atau menyapu di dalam rumah”. Dengan mengemas kalimat minta tolong menjadi penawaran seperti ini si anak kemungkinan besar tidak akan menolak. Si ibu pun tidak perlu meminta tolong dengan nada kasar dan memaksa.

4. Jika Kamu Ingin Mempelajari Sesuatu, Cobalah Untuk Mengajarkannya Kepada Orang Lain.

Ilmu akan semakin berkembang jika dibagikan. Ketika ingin mempelajari sesuatu, kita sering merasa kebingungan. Misalnya saja ketika kita mau mempelajari cara menggunakan corel draw. Ketika kita baca petunjuknya berulang kali kita tetap lupa dan lupa lagi langkah langkah apa yang harus kita lalui.

Jika Kamu Ingin Mempelajari Sesuatu, Cobalah Untuk Mengajarkannya Kepada Orang Lain.
Jika Kamu Ingin Mempelajari Sesuatu, Cobalah Untuk Mengajarkannya Kepada Orang Lain. image [source]

Untuk mempelajari sesuatu, langkah paling cepat adalah dengan mengajarkannya pada orang lain. jadi ketika kamu mau mempelajari cara menggunakan corel draw, maka lakukanlah seolah olah kamu ingin mengajarkannya pada seseorang. Dengan mengajarkan tersebut sama saja kamu sudah mempraktekkan apa yang kamu baca. Dengan baca, praktek, kemudian baca lagi secara berulang ulang, belajarmu pun akan semakin cepat bisa.

5. Saat Kehabisan Topik Pembicaraan, Tanyakanlah Pertanyaan Terkait Diri Lawan Bicaramu.

Bagi orang pendiam, terjebak pembicaraan bersama orang asing adalah sesuatu yang paling menyeramkan. Kalau lawan bicara kita suka banyak bicara, kita tidak akan menemui kesulitan. Karena biasanya topik pembicaraan berasal dari dia. Namun jika yang terjebak situasi pada kebuntuan bicara itu sama sama pendiam, suasana pun akan menjadi mati pembicaraan.

Saat Kehabisan Topik Pembicaraan, Tanyakanlah Pertanyaan Terkait Diri Lawan Bicaramu.
Saat Kehabisan Topik Pembicaraan, Tanyakanlah Pertanyaan Terkait Diri Lawan Bicaramu. image [source]

Sebenarnya, mencari topik pembicaraan bukanlah hal yang susah. Orang biasanya akan tertarik dengan dirinya sendiri. oleh karena itu jika diajak bicara dengan topik mengenai dirinya, orang tersebut akan antusias menanggapi. Oleh karena itu , saat terjebak kehabisan bahan pembicaraan dengan orang lain, mulailah mengajak mereka bicara dengan topik tentang diri mereka sendiri. kamu bisa menanyakan alamat dia, sekolah di mana, umur berapa atau musik kesukaan. Dengan cara ini kamu tak pernah lagi canggung mati kata kata dalam segala situasi.

6. Jika Kamu Sedang Sedih Atau Badmood Tersenyumlah Meskipun Terpaksa.

Elpresi wajah kita itu ternyata mempengaruhi emosi kita lho. Memang sih, awalnya emosi kita yang mempengaruhi ekspresi wajah. Kalau kita sedang sedih, marah , atau kesal, maka ekspresi wajah kita cenderung cemberut. Kalau emosi kita sedang bahagia, maka ekspresi wajah kita pun akan senyum senyum, ceria. Namun siapa sangka jika kita bisa mengubah emosi hanya dengan mengubah ekspresi wajah.

Jika Kamu Sedang Sedih Atau Badmood Tersenyumlah Meskipun Terpaksa.
Jika Kamu Sedang Sedih Atau Badmood Tersenyumlah Meskipun Terpaksa. image [source]

Dengan temuan batu ini, ketika kita sedang sedih atau badmood, maka untuk bahagia, caranya sangat mudah. Yang perlu kita lakukan adalah memaksa wajah kita tersenyum. Dengan memaksa wajah tersenyum, maka emosi kita lambat laun akan berubah menjadi bahagia. Lama lama kita akan bisa tersenyum tanpa paksaan lagi. Karena kali ini, perasaan bahagianya benar benar murni.
Sementara itu dulu ya, tips tips psikologi sederhana agat membuatmu tidak mati kutu ketika menghadapi segala situasi tak terduga. Bedanya mereka yang ahli dengan mereka yang grogi sebagian besar adalah karena faktor psikologis serta pengalaman saja. Jika kamu mau belajar dari mereka mereka yang sudah tahu sisi psikologis dari suatu hal pasti kamu akan jadi yang ahli juga dan bukan yang grogi. Maka itu rajin rajin cari tahu ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *