Sedang memuat Donald Trump Mencekal Umat Muslim, Rakyat Amerika Ramai Ramai Membela.

Donald Trump Mencekal Umat Muslim, Rakyat Amerika Ramai Ramai Membela.

Pencekalan Pengungsi Muslim Masuk Amerika, Menuai Protes

Dalam pemilu yang dilakukan oleh Amerika Serikat pada 2017 ini Donald Trump berhasil menyingkirkan pesaing terberatnya yaitu Hillary Clinton. Berkat keberhasilannya tersebut Donald Trump pun dilantik menjadi presiden Amerika Serikat dari kalangan pengusaha. Donald Trump dilantik menjadi presiden Amerika Serikat ke 45 pada tanggal 20 Januari 2017 kemarin. Dalam acara pelantikan tersebut presiden indonesia Joko Widodo tidak diundang. Anehnya pengusaha Hari Tanoe justru hadir dalam acara yang menjadi perhatian seluruh dunia tersebut.

Donald Trump Mencekal Umat Muslim, Rakyat Amerika Ramai Ramai Membela.
Donald Trump Mencekal Umat Muslim, Rakyat Amerika Ramai Ramai Membela. image [source]

Keberhasilan Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat memicu kekhawatiran dari berbagai pihak. Umat muslim adalah salah satu pihak yang paling was was terhadap pelantikan Donald Trump sebagai presiden ini. penyebabnya, ketika melakukan kampanye Donald Trump terlihat sangat benci terhadap islam. Ia berkali kali menunjukkan sikap untuk melarang muslim masuk ke Amerika Serikat. Tak hanya muslim Donald Trump pun sangat benci dengan imigran yang masuk dari Meksiko. Sebab itu dalam kampanye pilpres kemarin, Donald Trump berencana akan membangun tembok yang membatasi Meksiko dengan Amerika Serikat untuk mencegah masuknya imigran gelap. Donald Trump pun jika terpilih berencana untuk menjalankan kebijakan imigrasi ketat. Bentuk kebijakan tersebut adalah membatasi masuknya imigran dan pengungsi muslim masuk ke Amerika Serikat. Pemerintahan Donald Trump juga akan mendaftar ulang penduduk muslim yang ada di Amerika. Rupanya kebencian Donald Trump terhadap muslim di saat kampanye tersebut bukan isapan jempol belaka. Setelah ia dilantik, Donald Trump pun segera menandatangi kebijakan kebijakan yang mencekal masuknya muslim dari 7 negara. Ini beberapa fakta terkait pencekalan umat muslim di Amerika Serikat tersebut.

1. Pasca Pencekalan Umat Muslim Di AS, Masjid Victoria “dibakar”.

Sehari setelah Trump meneken kebijakan pelarangan masuknya pengungsi muslim dari 7 negara ke Amerika Serikat, masjid Victoria yang berlokasi di Texas terbakar hangus hingga rata dengan tanah. Kejadian tersebut berlangsung pada sabtu 28 Januari 2017 pukul 02.00 dini hari waktu setempat. setiap harinya masjid ini menjadi pusat kegiatan dari 100 umat muslim lokal. Masjid di victoria ini pun terkenal dengan nama Islamic Center Victoria.

Pasca Pencekalan Umat Muslim Di AS, Masjid Victoria “dibakar”.
Pasca Pencekalan Umat Muslim Di AS, Masjid Victoria “dibakar”. image [source]

Pimpinan dari komunitas Islamic Center Victoria yang bernama Shahid Hasmi pun hanya bisa pasrah melihat tempat yang ia kelola habis terbakar. Ia beserta umat muslim lainnya hanya bisa berdoa di trotoar pinggir jalan mengingat reruntuhan tersebut kini diberi garis polisi dan dalam penyelidikan. Pihak pemadam kebakaran lokal pun belum mengetahui penyebab dari kebakaran ini. karena hanya berselang satu hari sejak trum melarang umat muslim masuk ke amerika, banyak yang menduga peristiwa kebakaran masjid Victoria ini disengaja. Aksi tangan jahil yang mengerjai masjid victoria bukan kali ini saja. Satu pekan sebelumnya masjid ini juga dibobol orang. pada tahun 2013, seseorang juga mencoret-coret dinding masjid dengan cat bertuliskan H8 yang artinya kebencian. Beruntung sebuah situs non profit yang bernama Gofundme, melakukan penggalangan dana dari sukarelawan netizen. Jika terkumpul dari para relawan dunia maya ini akan digunakan untuk membangun kembali masjid victoria.dalam 3 jam saja 300 orang telah melakukan donasi dan berhasil mengumpulkan $17.000 dolar Amerika Serikat.

2. Mendapat Banyak Kecaman, Donald Trump Menyampaikan Bantahan

Donald Trump membantah bahwa ia menandatangani perintah eksekutif yang berisi pelarangan umat muslim ke amerika. Menurutnya larangan tersebut bukanlah di tujukan untuk umat muslim. Larangan tersebut ditujukan khusus untuk para pengungsi muslim yang berasal dari 7 negara seperti Irak, Iran, Suriah, Libya, Yaman, Sudan, dan Somalia. Para pengungsi muslim dari negara tersebut dilarang masuk ke amerika selama minimal 120 hari kedepan. Bantahan Donald Trump tersebut disampaikan pada sebuah pernyataan yang dikutip Al Arabiya pada minggu tanggal 29 Januari 2017 lalu.

Mendapat Banyak Kecaman, Donald Trump Menyampaikan Bantahan
Mendapat Banyak Kecaman, Donald Trump Menyampaikan Bantahan.  image [source]

Di bawah pemerintahan Donald Trump, Amerika Serikat menghentikan sementara pemrosesan visa bagi para pengungsi muslim yang akan masuk dari 7 negara muslim tersebut. Pelarangan masuknya 7 imigran dari negara yang mayoritas penduduknya beragama muslim tersebut memang bagian dari kebijakan imigrasi ketat. Kebijakan imigrasi ketat ini diterapkan oleh amerika setelah Donald Trump di lantik menjadi presiden amerika. Kebijakan ini sesuai dengan apa yang dijanjikan Donald Trump ketika melakukan kampanye presiden beberapa waktu lalu.

3. Artis Artis Amerika Memberikan Dukungan Terhadap Umat Islam Dan Mengecam Kebijakan Trump.

Akibat kebijakan dari presiden baru Amerika Serikat yang mencekal umat islam dari 7 negara tersebut dunia selebritis juga terkena dampaknya. Salah satunya adalah artis asal Iran yang bernama Ashgar Farhadi. Artis ini merupakan salah satu nominator penerima oscar dalam penghargan Tribeca Film. Festival film Tribeca ini merupakan ajang penghargaan film resmi yang digelar tiap tahun di Amerika Serikat. Rencananya gelaran tersebut akan diadakan pada Februari mendatang. Karena ada kebijakan larangan masuknya umat muslim dari 7 negara, artis film asal Iran tersebut tidak dapat menghadirinya. Informasi ini di cuitkan oleh akun twitter resmi artis asal amerika yang bernama Sophia Bush.

Artis Artis Amerika Memberikan Dukungan Terhadap Umat Islam Dan Mengecam Kebijakan Trump.
Artis Artis Amerika Memberikan Dukungan Terhadap Umat Islam Dan Mengecam Kebijakan Trump. image [source]

Tak hanya sophia Bush, artis Miley Cyrus yang terkenal dengan lagu wrecking ballnya juga mengecam kebijakan Donald Trump tersebut. Miley membagikan gambar di akun instagramnya berisi kolasi foto patung Liberty dan bercaption “ kami bersama para imigran”. Artis lainnya yang bernama Mark Rufallo juga memposting foto kelompok perdamain yang sedang mengadakan demonstrasi di bandara Jonh F Kennedy Amerika Serikat. Dalam akun twitternya istri penyanyi John Legend juga menulis kecaman yang menyatakan bahwa Donald Trump terlalu jahat, iblis berwujud manusia. Istri John Legend tersebut bernama Christine Teigen.

4. Kebijakan Donald Trump Menuai Demonstrasi Di Bandara Bandara.

Buntut dari kebijakan larangan masuknya pengungsi muslim dari 7 negara, banyak orang melakukan demonstrasi. Sejak sabtu 28 Januari 2017, berbagai demonstrasi menolak kebijakan Donald Trump terjadi di bandara bandara Amerika Serikat. Salah satunya adalah demonstrasi di bandara O’Hare Chicago, terminal 4 bandara JFK dan bandara Logan di Boston. Di beberapa bandara tersebut banyak pemegang visa dari negara terlarang yang ditolak masuk ke Amerika Serikat. Ketika kebijakan pelarangan pengungsi muslim ditandatangani oleh Donald Trump, mereka mereka ini terlanjur mengudara dan berada di dalam pesawat.

Kebijakan Donald Trump Menuai Demonstrasi Di Bandara Bandara.
Kebijakan Donald Trump Menuai Demonstrasi Di Bandara Bandara. image [source]

Diantara orang orang yang ditolak masuk ke Amerika Serikat tersebut ada pelajar, serta pekerja. Petugas bandara pun tampak kerepotan memberikan penjelasan kepada penumpang yang ditolak masuk tersebut. Bahkan terminal 4 bandara JFK, sejumlah pengacara melayangkan gugatan ke pemerintah AS. Mereka bertindak atas nama 2 orang warga negara Irak yang tidak boleh memasuki Amerika. Padahal kedua orang ini bekerja untuk militer Amerika Serikat. Beberapa pendemo lainnya membawa papan bertuliskan nama nama orang yang ditolak masuk ke Amerika Serikat. Mereka menuntuk agar orang orang ini diijinkan masuk karena mereka bukanlah teroris. Para demonstran ini juga menyampaikan bahwa kebijakan tersebut salah. Negara negara yang menjadi asal dari para teroris justru tidak di cekal seperti Arab Saudi misalnya.

5. Donald Trump Tidak Mencekal Negara Negara Muslim Yang Menjalin Bisnis Dengannya.

Sebelum menjadi presiden Amerika Serikat, Donald Trump adalah seorang pebisnis. Jaringan bisnis yang dimiliki Donald Trump ada di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. di Indonesia Donald Trump bekerja sama dengan perusahaan milik Hari Tanoe untuk membangun Hotel di Bali. Diperkirakan hotel milik Donald Trump tersebut akan beroperasi pada tahun 2019 mendatang. Mungkinkah ini juga yang menjadi alasan Donald Trump tidak mencekal muslim asal Indonesia. padahal Indonesia kan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Donald Trump Tidak Mencekal Negara Negara Muslim Yang Menjalin Bisnis Dengannya.
Donald Trump Tidak Mencekal Negara Negara Muslim Yang Menjalin Bisnis Dengannya. image [source]

Arab Saudi juga dikenal sebagai negara muslim. Sebagian pelaku teroris 9/11 yang meruntuhkan menara kembar World Trade Center berasal dari Saudi Arabia. Namun kenapa ya muslim dari Arab Saudi justru tidak di cekal masuk ke Amerika Serikat? Banyak yang menduga, penyebabnya karena Donald Trump ini mempunyai jaringan bisnis di Saudi Arabia. Ya Donald Trump mempunyai bisnis di bidang konstruksi di Jedah. Di kota terbesar ke dua Saudi Arabia ini jaringan bisnis Donald Trump sibuk mengumpulkan pundi pundi uang lewat perusahaan Jedah Hotel Manager LLc dan beberapa perusahaan lain. selain di Saudi Arabia, Trump juga punya jaringan bisnis di Mesir dan Turki. Pantas saja ya Turki serta Mesir tidak di cekal oleh pemerintahan Donald Trump.

Umat muslim mungkin memang baru di tekan dengan kebijakan pencekalan oleh Donald Trump ini. namun akibat perlakuan buruk dari pemerintahan Donald Trump ini ada segi positifnya juga lho. Banyak umat penganut agama lain yang bersimpati terhadap muslim. Bahkan pemimpin organisasi pembela hak Yahudi, Jonathan Greenblatt menyatakan bahwa, jika pemerintahan Amerika mulai melakukan screening terhadap umat islam, maka ia akan mendaftarkan diri sebagai umat islam. Greenblatt ini merupakan penganut umat yahudi namun ia tak berkebaratan mendaftarkan dirinya sebagai orang muslim sebagai bentuk dukungan terhadap umat islam. Mantan menteri sekretaris negara Amerika Serikat yang beragama kristen Madelaine Albrigt juga berencana mendaftarkan diri sebagai muslim jika pemerintahan Donald Trump mulai menyisir umat muslim yang ada di Amerika. Dengan adanya fenomena ini bisa jadi umat muslim di Amerika Serikat akan bertambah banyak ketika Trump melakukan kebijakan yang menekan ini. ini bukti bahwa tidak semua orang amerika benci islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *