Sedang memuat Percaya Atau Tidak, Ini Lho Yang Terjadi Padamu Ketika Sedang Berada Di Dalam Situasi Gawat Darurat Akibat Bencana.

Percaya Atau Tidak, Ini Lho Yang Terjadi Padamu Ketika Sedang Berada Di Dalam Situasi Gawat Darurat Akibat Bencana.

Baca Biar Peluang Selamat Besar

Bencana bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Kita tidak bisa menduga. Entah itu bencana alam, kecelakaan pesawat atau kebakaran, seringkali korban meninggalnya banyak. Dari beberapa pengamatan saat terjadi bencana, para ahli menemukan sebuah pola. Umumnya orang orang menjadi panik dan melakukan perilaku yang tidak masuk akal. Perilaku tersebut kemungkinan tidak disadari oleh banyak orang, namun yang jelas, dengan melakukan hal hal yang tidak rasional tesebut peluang mereka untuk selamat menjadi lebih kecil.

Percaya Atau Tidak, Ini Lho Yang Terjadi Padamu Ketika Sedang Berada Di Dalam Situasi Gawat Darurat Akibat Bencana.
Percaya Atau Tidak, Ini Lho Yang Terjadi Padamu Ketika Sedang Berada Di Dalam Situasi Gawat Darurat Akibat Bencana. image [source]

Beberapa perilaku yang memperkecil peluang seseorang selamat ketika terjadi bencana misalnya saja, sibuk mencari dompet ketika gedung yang ditempati mengalami kebakaran. Contoh lain, saat pesawat yang di tumpangi jatuh, orang malah sibuk mencari cari koper yang berisi barang barang bawaannya. Belum sempat menemukan barang yang dicari, bisa bisa orang tersebut malah pingsan duluan akibat menghirup asap tebal. Sebetulnya apa sih yang terjadi pada kita, saat berada dalam situasi gawat? Ternyata begini.

1. Diam Terpaku.

Diam Terpaku.
Diam Terpaku. image [source]

Bukannya lari, sebagian besar orang ternyata diam terpaku ketika ada dalam situasi bencana. Contohnya saja saat terjadi penusukan masal di jembatan londen beberapa waktu lalu. Polisi yang bertugas mengungkapkan, saat terjadi penusukan orang orang disekitar korban, bukannya lari, melawan atau pun menyelamatkan diri. Mereka malah diam mematung seperti hewan malam yang matanya silau terkena sorotan lampu. Akibatnya, orang yang mematung inipun menjadi korban penusukan berikutnya. Coba kalau langsung lari, bisa jadi mereka akan selamat.

2. Otak Ngak Bisa Mikir.

Otak Ngak Bisa Mikir.
Otak Ngak Bisa Mikir. image [source]

Saat berada dalam situasi gawat darurat, otak kita biasanya susah diajak mikir. Fakta ini terlihat pada prajurit orang orang israel ketika sedang perang dengan iral. Waktu itu diyakini bahwa iraq memakai gas saraf. Para penduduk israel di bekali dengan masker serta penawar gas beracun yang dimasukkan ke tubuh lewat suntikan. Ketika serangan iraq benar benar terjadi, ternyata banyak terjadi korban dari penduduk sipil israel ini. Herannya kebanyakan korban bukan karena terkena tembakan, ledakan bom ataupun terkena gas beracun. Mereka jadi korban sebagian besar karena terjatuh saat panik mau kabur, memakai masker anti gas saraf tapi lupa membuka filter dan buru buru menyuntikkan penawar racun gas saraf meski tidak ada gas saraf yang dilepaskan. Mereka kebanyakan celaka karena melakukan tindakan tanpa dipikir dulu akibat panik. Jadi saat ada bencana, janga panik.

3. Terpaku Pada Satu Hal

Terpaku Pada Satu Hal
Terpaku Pada Satu Hal image [source]

Ketika berada dalam situasi bencana, biasanya otak manusia hanya terpaku pada satu hal, satu solusi yang dianggap bisa menjadi jalan keluar. Seperti waktu tejadi bencana gempa, banyak orang yang ditemukan meninggal di depan pintu keluar. Itu karena saat terjadi gempa tersebut, yang ada di pikiran orang hanya cari pintu keluar. Sayangnya saat gempa, pintu jadi susah dibuka. Sekalinya bisa dibuka, orang orang sudah berjubel pengen keluar dalam waktu yang sama. Padahal selain menuju pintu keluar, orang mungkin bisa selamat dengan berlindung di bawah meja atau di tempat yang peluang tertimpa benda bendanya kecil.

4. Terbawa Rutinitas Sehari Hari.

Terbawa Rutinitas Sehari Hari.
Terbawa Rutinitas Sehari Hari. image [source]

Ketika mau pergi, biasanya orang akan mengambil dompet, kunci kendaraan serta handphone. Begitu juga ketika mau turun dari pesawat atau kendaraan orang biasanya mencari cari tas mereka untuk di bawa. Kebiasaan itu sudah melekat kuat di otak kita. Rupanya rutinitas dalam kehidupan sehari hari ini sering terbawa saat bencana terjadi. Ketika ada badai tornado misalnya, kita bukannya cepat cepat lari tapi justru sibuk nyari dompet, kunci kendaraan serta handphone. Begitu juga saat pesawat yang di tumpangi jatuh. Kemungkinan kita akan sibut mencari cari tas serta barang bawaan dan bukannya cepat cepat menjauh untuk mengjindari ledakan.

5. Otak Menyangkal Bahwa Kita Sedang Berada Dalam Situasi Bencana.

Otak Menyangkal Bahwa Kita Sedang Berada Dalam Situasi Bencana.
Otak Menyangkal Bahwa Kita Sedang Berada Dalam Situasi Bencana. image [source]

Ketika ada peringatan bahaya baik dari alarm maupun dari orang orang sekitar, langkah paling masuk akal adalah cepat cepat lari dan menyelamatkan diri. Namun kadang otak kita bereaksi lain. Ketika sedang di pantai dan ada alarm peringatan dini tsunami, biasa jadi otak kita belum mau percaya. Kita justru melongok ke arah laut, memastikan apakah ombak besar benar benar datang. Ketika ternyata ombak besar benar benar datang, maka kita tiak punya waktu lagi untuk menyelamatkan diri.

Semoga saja setelah tahu informasi ini, peluang kamu untuk menyelamatkan diri saat ada dalam situasi gawat jadi lebih besar ya. Pokoknya jangan biarkan dirimu mengalami hal hal diatas saat bencana sedang terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *