Sedang memuat Fakta Unik Dibalik Ritual “Mencoba Pria“ Yang Dilakukan Wanita Suku Kreung Dalam Mencari Pasangan Hidup

Fakta Unik Dibalik Ritual “Mencoba Pria“ Yang Dilakukan Wanita Suku Kreung Dalam Mencari Pasangan Hidup

Menemukan pasangan hidup ternyata nggak semudah seperti yang sering kita bayangkan, terlebih dalam mencari pasangan yang sesuai dengan apa yang kita harapkan. Di dunia ini memang nggak ada manusia yang sempurna, namun bukan berarti kamu nggak bisa memilih manusia mana yang terbaik untuk kamu jadikan pendamping hidupmu. Oleh karenanya memilih seseorang untuk dijadikan pasangan hidup itu nggak boleh asal-asalan jika ingin rumah tanggamu berjalan penuh dengan kebahagiaan.

tradisi suku kreung
tradisi suku kreung [ image source ]

Bicara soal mencari pasangan hidup, banyak sekali hal yang bisa dilakukan seseorang untuk menemukan pasangan hidupnyanya. Salah satu langkah yang paling umum ditemui adalah dengan melalui tahap pacaran. Namun ada juga yang melakukannya dengan hal aneh seperti cara yang dilakukan oleh para wanita dari Suku Kreung dari Kamboja dengan melakukan ritual “mencoba pria” dalam menentukan pasangan hidupnya. Penasaran dengan apa itu ritual mencoba pria yang dilakukan Suku Kreung?yuk simak ulasan berikut ini.

1. Dimulai Saat Berusia 15 Tahun

mulai jalani tradisi sejak umur 15 tahun
mulai jalani tradisi sejak umur 15 tahun [ image source ]

Pencarian jodoh dengan ritual mencoba pria oleh para wanita Suku Kreung ini, ternyata baru boleh dilakukan ketika mereka sudah menginjak umur 15 tahun atau saat sudah mengalami menstruasi. Pelopor dari ritual ini tak lain adalah orang tua mereka sendiri, yang dimana akan langsung membangunkan pondok kecil untuk anaknya ketika mengetahui anaknya sudah mengalami menstruasi. Tujuannya tidak lain adalah agar anaknya dapat mencoba tidur dengan beberapa pria pilihannya untuk nantinya diseleksi siapa yang pantas menjadi suaminya.

2. Hanya Boleh Mencoba Satu Pria Dalam Satu Malam

hanya boleh mencoba satu pria dalam satu malam
hanya boleh mencoba satu pria dalam satu malam [ image source ]

Setelah pondok selesai dibangun, langkah selanjutnya adalah menyuruh anak wanitanya tinggal didalam untuk sementara waktu, hingga selesai menjajaki semua calon kandidat yang akan menjadi suaminya . Dalam ritual ini satu-persatu pemuda akan secara bergantian menemani wanita di dalam pondok tersebut. Belum jelas seperti apa mekanismenya seperti apa tentang penetapan pria yang akan dijadikan suami. Namun yang jelas para wanita yang sedang menjalani proses ritual mencari jodoh ini hanya diperkenankan untuk mencoba satu pria dalam satu malam.

3. Ritual Tidak Selalu Berakhir Dengan Berhubungan Intim

ritual nggak selalu berhubungan intim
ritual nggak selalu berhubungan intim [ image source ]

Memang sih dalam ritual ini secara garis besarnya akan berujung dengan melakukan hubungan intim, karena hal semacam itu memang tidak dilarang bahkan menjadi salah satu cara terbaik yang dilakukan wanita Suku Kreung agar mudah menyeleksi pria mana yang pantas mendampinginya. Namun dalam menjalankan ritual ini ternyata tidak semua penjajakan akan berakhir pada hubungan intim, karena jika wanita bilang tidak maka pria yang sedang bersamanya tidak akan berani menyentuhnya lantaran jika dilanggar akan mendapat hukuman adat yang sangat berat.

4. Nggak Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan

nggak ada yang dirugikan
nggak ada yang dirugikan [ image source ]

Meski ritual semacam ini terlihat seperti merupakan hal yang terlalu ekstrim di kalangan masyarakat Indonesia. Namun pada faktanya dimata orang Suku Kreung ritual ini adalah merupakan salah satu metode terbaik yang dipakai untuk mencari pasangan. Hampir nggak ada satupun pihak yang merasa dirugikan dengan adanya ritual ini. Karena ritual mencoba pria ini bukan merupakan hal yang tabu untuk dilakukan. Bahkan dari pihak orang tuanya malah menjadi pelopor terlaksananya ritual ini, hingga sesepuh adat pun mengetahuinya.

5. Dampak Positif Yang Suku Kreung Dapatkan

jarang terjadi kasus pelecehan seksual
jarang terjadi kasus pelecehan seksual [ image source ]

Meski terlihat nggak lazim untuk dilakukan karena hampir nggak jauh bedanya dengan seks bebas, pada faktanya Suku Kreung justru menganggap ritual ini sebagai ritual yang berdampak baik. Menurut mereka, dengan adanya hal semacam ini, maka tingkat pelecehan seksual menjadi tidak ada sama sekali. Nggak hanya tingkat pelecehan seksual, tapi perceraian dalam pernikahan juga jarang terjadi lantaran ritual ini mengedepankan pada pilihan dari sang wanita, sehingga mereka mendapatkan seseorang sesuai dengan harapannya tanpa ada unsur paksaan sedikitpun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *