Dalam sebuah hubungan pertemanan dengan lawan jenis, mungkin sesekali kamu pernah tertarik sama satu temen yang menurutmu mempesona. Tapi setelah kamu banyak berkorban waktu dan tenaga untuk mendapatkan perhatiannya, dan dia malah anggep kamu sebatas teman saja. Tentu sakit hati dong!

Tapi bagaimana kalau dia hanya menganggapmu hanya sebatas teman tetapi dia selalu mencurahkan segala sesuatunya kepadamu, tentang apa yang dia lakukan hari itu, kesulitan apa saja yang dia dapatkan hari itu, meminta segala solusimu dan selalu melibatkanmu dalam setiap kondisinya. Sebenarnya kalau kamu rela di-friendzone olehnya, mungkin tidak akan salah, namanya juga cinta. Tapi mau sampai kapan? Jika kamu sedang mengalaminya. Lakukan ini jika ingin lepas dari jeratan friendzone.

1. Berhenti jadi Orang Yang Terlalu Baik Untuknya

Biasanya kamu yang sedang terjerat friendzone adalah kamu yang selalu memperlakukan si dia dengan sangat baik. Kamu yang akan selalu berusaha membuat dia merasa nyaman di dekatmu. Ini kamu lakukan karena kamu tertarik dengannya, makan sangat wajar jika selalu ada buat dia untuk mendengar keluh kesahnya. Tapi kamu tidak berani merayunya ke dalam hubungan yang lebih jauh. Atau mungkin kamu tidak mau karena enggan merusak persahabatanmu dengannya jika kamu menunjukkan ketertarikanmu padanya.

Berhenti jadi orang yang terlalu baik [ Image Source ]

Berhenti jadi orang yang terlalu baik [ Image Source ]

Jika itu yang terjadi, maka kamu akan cenderung mengesampingkan perasaanmu dan menganggap perasaannya lebih penting. Ketika dia berkeluh kesah tentang perasaannya kepada orang lain, kamu akan dengan senang hari mendengarkannya walaupun dalam hati kamu sedih. Jadi mulai sekarang, cobalah untuk berhenti terus-terusan berusaha selalu baik dan ada untuknya. Kamu bisa memulai menjadi orang yang misterius atau susah di tebak. Jangan takut membuatnya merasa tidak nyaman atau kecewa, perasaanmu juga sama pentingnya. Cari kesibukan yang tidak melibatkan dia.

2. Cari Tahu Apakah Pandangan Kalian Tentang Pacaran itu Sama

Kamu mungkin sudah menjadi sahabat yang baik, menyenangkan dan selalu ada untuknya tapi dia masih juga belum tertarik kepadamu. Mungkin dalam hal ini kalian memiliki persepsi yang berbeda tentang pacaran. Kamu mungkin berfikir bahwa pacaran ada hubungan persahabatan yang dibumbui dengan keintiman fisik, tapi mungkin persepsinya beda.

Cari tahu apakah pandangan kalian sama [ Image Source ]

Cari tahu apakah pandangan kalian sama [ Image Source ]

Cari tahu apa yang dia harapkan dalam hubungan pacaran. Jika sudah tahu, segera putuskan kamu akan seperti itu atau tidak. Kalau memang menjadikan kamu sebagai orang lain, sebaiknya tidak usah memaksa. Karena menjadi diri sendiri jauh lebih penting.

3. Jangan Memperlihatkan Kelemahanmu Padanya

Kamu mungkin sudah memberi banyak sinyal cinta untuknya, tetapi masih saja dalam friendzone. Mungkin beberapa kali sikapmu ke dia sudah berlebihan, begitu putus sayangnya kamu sampai-sampai menjadi pengemis cinta kepadanya.

Jangan memperlihatkan kelemahanmu [ Image Source ]

Jangan memperlihatkan kelemahanmu [ Image Source ]

Kamu bahkan menjadikan dia sebagai panutan karena menganggap dia adalah sosok yang sempurna. Jangan memperlihatkan kelemahanmu padanya. Jangan jadi pengemis cinta, jadilah sosok yang misterius dan susah ditebak.

4. Move On!

Jika kamu sudah melakukan semua hal di atas dan kamu tahu semua jawabannya secara tidak langsung bahwa dia tetap menganggapmu sebagai teman. Relakan saja. Mungkin dia memang tidak tertarik kepadamu. Rasa memang tidak bisa dipaksa. Jadilah teman biasa walaupun kamu masih ada rasa dengannya. Jadi kamu tidak perlu merasa cemburu karena dia jalan dengan orang lain atau bercerita tentang orang lain. Kamu pun bisa mencari orang dengan mengedepankan komitmen. Tidak menjadikanmu friendzone.

Move on [ Image Source ]

Move on [ Image Source ]

Masih banyak ikan di laut, begitu juga masih banyak manusia yang bisa kamu pilih untuk menjalin sebuah hubungan. Ingat bahwa kebahagianmu adalah kamu sendiri yang menentukan. Berpikirlah persahabatanmu akan rusak dan tidak sebahagia sekrang jika kamu benar-benar menjalin hubungan dengannya.

Well guys, itu tadi beberapa tips jika kamu ingin lepas dari jeratan friendzone. Hm yaa. Menyakitkan tapi inilah yang harus terjadi dan kamu hadapi. Jangan sedih. Semoga sukses da lepas dari jerat friendzone yha!

No more articles