Di media sosial beredar kabar viral yang menyatakan bahwa mulai tanggal 5 maret merokok dan mendengarkan musik saat berkendara bisa menyebabkan seseorang di pidana. Operasi penindakan pengendara yang sambil merokok dan mendengarkan musik tersebut rencananya akan di lakukan di jakarta. Tentu saja banyak orang yang kaget plus heboh dengan aturan ini. pasalnya mendengarkan musik sudah menjadi kebiasaan yang wajar terutama bagi pengemudi mobil. Mahal mahal pasang audio kalau enggak boleh di hidupkan kan percuma.

 Viral Merokok Dan Mendengarkan Musik Saat Berkendara Bisa Di Pidana? Jangan Kaget, Ini Pelanggaran Pelanggaran Sepele Lain Yang Bisa Mebuat Seseorang Kena Tilang Polisi Saat Di Jalan Raya.

Viral Merokok Dan Mendengarkan Musik Saat Berkendara Bisa Di Pidana? Jangan Kaget, Ini Pelanggaran Pelanggaran Sepele Lain Yang Bisa Mebuat Seseorang Kena Tilang Polisi Saat Di Jalan Raya. Image [source]

Bukan merupakan aturan baru, pihak kepolisian menjelaskan bahwa kebiasaan merokok dan mendengarkan musik saat berkendara tersebut bertentangan dengan uu nomor 22 tahun 2009 pasal 106 ayat satu. Apa sih isi lengkap dari pasal tersebut? pasal pasal apalagi yang bisa menjerat para pengemudi kendaraan bermotor di jalan raya akibat melakukan pelanggaran pelanggaran sepele? Kesalahan kesalahan sepele apa saja yang sering dilakukan oleh para pengemudi kendaraan bermotor di jalan raya yang membahayakan orang lain? berikut ini ulasan lengkapnya.

1. Ancaman Pidana Mendengarkan Musik Serta Merokok Saat Berkendara Pada Pasal 106 Ayat 1 Juncto Pasal 283.

Meskipun baru heboh dan dikira sebagai aturan baru ternyata, merokok dan mendengarkan musik sambil berkendara itu sejak dulu merupakan kebiasaan buruk yang melanggar undang undang no 22 tahun 2009. Dalam pasal 106 ayat 1 disebutkan bahwasetiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Ancaman Pidana Mendengarkan Musik Serta Merokok Saat Berkendara Pada Pasal 106 Ayat 1 Juncto Pasal 283.

Ancaman Pidana Mendengarkan Musik Serta Merokok Saat Berkendara Pada Pasal 106 Ayat 1 Juncto Pasal 283. Image [source]

Sedangkan pada pasal 283 menyatakan bahwa pengen dara kendaraan bermotor yang berkendara dengan tidak wajar serta melakukan kegiatan lain yang mengganggu konsentrasi bisa di pidana dengan kurungan 3 bulan atau denda Rp 750 ribu. Jadi disini, merokok dan mendengarkan musik itu termasuk aktivitas lain yang bisa menganggu konsentrasi. Cukup masuk akal juga kan? khusus untuk merokok, banyak pengguna jalan lain yang kelilipan abu akibat pengendara didepannya buang abu rokok sembarangan.

2. Ancaman Pidana Tidak Menggunakan Helm Pada Pasal 57 Ayat 2.

Tidak memakai helm juga menjadi pelanggaran lalulintas yang paling sering dilakukan oleh pengemudi kendaraan bermotor. Alasan lupa, alasan Cuma pergi dekar rumah, ataupun alasan make up jadi hancur gara gara pakai helm sering dijadikan senjata utama ketika mau ditilang oleh petugas polisi lalu lintas. Meskipun terdengar sepele, ancaman pidana pelanggaran lalu lintas yang satu ini gawat juga lho.

Ancaman Pidana Tidak Menggunakan Helm Pada Pasal 57 Ayat 2.

Ancaman Pidana Tidak Menggunakan Helm Pada Pasal 57 Ayat 2. Image [source]

Pasal 57 ayat 2 memberitahukan kita bahwa setiap pengendara kendaraan bermotor wajib menggenakan helm berstandar nasional atau SNI. Jika tidak maka ancaman hukumannya bisa penjara 1 tahun atau denda maksimal 250 ribu. Waduh bisa langsung bokek serta lumutan di penjara nih kalau sampai melanggar dan polisinya serius menindak. Aturan ini juga berlaku untuk si pembonceng lho.

3. Ancaman Pidana Karena Tidak Ada Spion Serta Kelengkapan Kendaraan Lainnya Pada Pasal 106 Ayat 2.

Motor tidak ada spionnya atau spon hanya sebelah juga seringkali jadi sebab seseorang kena semprit petugas polisi di jalan raya. Bahkan banyak yang mengeluh ditilang akibat tutup pentil rodanya tidak ada. benarkah demikian? Ternyata spion dan kelengkapan kendaraan yang wajib ada sudah diatur pada uu lalulintas dan angkutan jalan pada pasal 106 ayat 2, pasal 285 ayat 1, serta pasal 48 ayat 2 dan 3.

Ancaman Pidana Karena Tidak Ada Spion Serta Kelengkapan Kendaraan Lainnya Pada Pasal 106 Ayat 2.

Ancaman Pidana Karena Tidak Ada Spion Serta Kelengkapan Kendaraan Lainnya Pada Pasal 106 Ayat 2. Image [source]

Menurut pasal pasal ini, pengendara kendaraan bermotor wajib mematuhi ketentuan teknis dan laik jalan. Contoh contoh kelengkapan yang wajib ada sehingga bisa dianggap laik jalan antara lain, adanya spion, lampu rem, lampu sein, serta lampu utama. Keberadaan knalpot yang standar juga diatur dalam pasal ini. jika ngeyel, siap siap di denda maksimal Rp 250 ribu ya. Auto bokek lagi jika tertangkap melanggar pasal ini di akhir bulan.

4. Ancaman Pidana Lupa Menyalakan Lampu Utama Pada Pasal 107 Ayat 1 Dan 2.

Lampu utama mati juga sering jadi penyebab seseorang disemprit dan ditilang oleh petugas polisi. Banyak yang mengeluh bahwa mereka tidak tahu bahwa lampunya mati. saat berangkat lampu hidup tapi kemudian mati di tengah jalan. Karena sioang hari maka pengemudi jadi tidak tahu kalau lampu utamanya mati. mau berdebat sampai berbusa busa pun biasanya akan tetap kena tilang.

Ancaman Pidana Lupa Menyalakan Lampu Utama Pada Pasal 107 Ayat 1 Dan 2.

Ancaman Pidana Lupa Menyalakan Lampu Utama Pada Pasal 107 Ayat 1 Dan 2. Image [source]

Aturan mengenai kewajiban menyalakan lampu utama baik di malam maupun siang hari ini tercatat pada uu lalu lintas pasal 107 ayat 1 dan 2. Menurut pasal ini, setiap pengendara motor wajib menyalakan lampu utama baik siang maupun malam hari. jika kedapatan melanggar di siang hari, maka dendanya sebesar Rp 100 ribu. Tapi kalau melanggarnya di malam hari, dendanya bisa mencapai maksimal Rp 250 ribu. Auto bokek lagi deh.

5. Ancaman Pidana Mobil Angkutan Barang Di Pakai Untuk Angkut Orang Pada Pasal 137 Ayat 3.

Ancaman Pidana Mobil Angkutan Barang Di Pakai Untuk Angkut Orang Pada Pasal 137 Ayat 3.

Ancaman Pidana Mobil Angkutan Barang Di Pakai Untuk Angkut Orang Pada Pasal 137 Ayat 3. Image [source]

Mobil barang dipakai untuk angkut orang? ini sering terjadi di desa desa. misalnya ada acara dadakan pengen menjenguk orang di rumah sakit. ibu ibu serta bapak bapak pun sering menyewa mobil pickup dan ramai ramai berdiri di belakang untuk menuju rumah sakit dimana tetangganya di rawat. Sepertinya sudah jadi kebiasaan yang wajar bukan? tapi siapa sangka ternyata kebiasaan ini melanggar pasal 137 ayat 3 UU lalulintas serta angkutan jalan. Denda maksimal bagi pelanggaran jenis ini maksimal Rp 250 ribu. Mengangkut barang dengan mobil angkutan penumpang sebenarnya juga melanggar uu, namun tidak ada sangsi pidana yang dikenakan.

No more articles