Persoalan menyeberang jalan memang sepele tapi kadang bikin repot. Olah karena itulah di berbagai ruas ruas jalan di buat zebra cross. Namun karena kesadaran pengguna jalan untuk masih rendah, sudah lewat zebra cross pun kadang penyeberang jalan tidak di beri kesempatan. Menyeberang jalan di jalan yang ramai pun jadi susah. Ini terjadi terutama di jalan jalan kota besar seperti jakarta. Oleh karena itu dimasa lalu dibangunlah jembatan penyeberangan orang atau JPO.

Selain Pelican Crossing, Ini Tipe Tipe Fasilitas Penyeberangan Jangan Yang Perlu Kamu Ketahui.

Selain Pelican Crossing, Ini Tipe Tipe Fasilitas Penyeberangan Jangan Yang Perlu Kamu Ketahui. Image [source]

Di kala jakarta ganti gubernur dan di jabar oleh anies baswedan, JPO dianggap kurang indah dan kurang efektif. JPO pun kemudian di ganti dengan pelican cross yang langsung jadi perbincangan banyak orang. ternyata tipe tipe penyeberangan jalan itu ada banyak lho. masing masing punya keunggulan sendiri sendiri. apa saja sih tipe tipe fasilitas penyeberangan jaklan yang perlu kamu ketahui? Berikut ini 5 diantaranya.

1. Pedestrian Refuge.

 Pedestrian Refuge.

Pedestrian Refuge. Image [source]

Tipe fasilitas penyeberangan yang satu ini cocoknya untuk jalan yang ukurannya cukup lebar. Pedestrian refugee merupakan struktur mirip trotoar melingkar di tengah tengah aspal jalan. Gunanya untuk tempat berhenti sementara bagi para penyeberang setelah selesai menyeberangi separuh jalan. Jadi penyeberang berjalan dari sisi kiri jalan kemudian berhenti di tengah dan meninggu lalu lintas dari arah sebaliknya untuk bisa melanjutkan aktivitas menyeberangnya. Pada jalan tipe ini mobil dan motor lah yang di prioritaskan.

2. Pelican Crossing.

Pelican Crossing.

Pelican Crossing. Image [source]

Peliacn crossing ini merupakan tipe penyeberangan yang lagi hits di jakarta saat ini. gubernur yang baru yaitu anies baswedan mengganti jembatan penyeberangan orang dengan pelican crossing ini. bentuknya mirip zebra cross tapi di lengkapi dengan rambu rambu. Jika rambu menyala merah berarti penyeberang harus menunggu sampai warnanya hijau. Penyeberang bisa menekan tombol tertentu saat mau menyeberang dan menunggu sampai rambu merah berganti hijau. Di perlukan kesadaran pengguna jalan supaya pelican crossing ini efektif.

3. Pegasus Crossing.

Pegasus Crossing.

Pegasus Crossing. Image [source] Image [source]

Pegasus crossing ini bentuknya mirip pelican crossing namun di desain khusus supaya para penunggang kuda bisa menggunakannya. Di negara seperti inggris dan peru, penunggang kuda itu masih banyak di temui di kota kota. Mereka juga perlu menyeberang jalan. Oleh karena itu di buatlah pegasus crossing dimana tombol yang bisa di tekan penyeberang ada 2. Satu tombol untuk pejalan kaki. Letaknya di bawah. Sedangkan satu tombol lagi untuk penunggang kuda yang letaknya diatas. Dengan pegasus crossing ini, penunggang kuda tidak perlu turun dari kuda untuk menekan tombol tanda mau menyeberang.

4. Toucan Crossing

Toucan Crossing

Toucan Crossing Image [source]

Toucan crossing mirio dengan pelican crossing. Namun taucan crossing ini di buat untuk kota kota yang banyak pengendara sepedanya. Taucan berasal dari istilah two can cross. Berarti selain pejalan kaki, pengendara sepeda juga di perbolehkan menyeberang di penyeberangan tersebut. kapan ya indonesia ada toucan seperti ini. para pengendara sepeda pasti bakal senang.

5. Puffin Crossing.

Puffin Crossing.

Puffin Crossing. Image [source]

Kalau pelian crossing di kontrol oleh timer, maka puffin crossing ini di kontrol oleh sensor cahaya. Puffin crossing mendeteksi ada atau tidaknya penyeberang. Selama ada penyeberang maka rambu akan menyala merah bagi pengendara. Baru setelah area penyeberangan bersih dari penyeberang, pengguna jalan boleh lanut. Ini berguna untuk penyeberang yang usianya sudah lanjut sehingga butuh waktu lebih lama untuk menyeberang.

No more articles